Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Stasiun Solo Jebres
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
PENATAAN STASIUN JEBRES : Pasar Tradisional Jadi Penunjang Destinasi

Solopos.com, SOLO–Sejumlah pasar tradisional di kawasan Stasiun Solo Jebres bakal menjadi tulang punggung wisata cagar budaya di wilayah itu. Proyeksi tersebut menyusul kelanjutan penataan kawasan stasiun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun ini.Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan Stasiun Jebres akan menjelma menjadi destinasi wisata baru seiring pemugaran stasiun tahun 2014. Menurutnya, pengembangan wisata stasiun yang dibangun tahun 1884 ini harus didukung penataan kawasan di sekitarnya. “Wilayah di sekelilingnya harus menopang stasiun sebagai kawasan cagar budaya,” ujarnya saat ditemui wartawan di Loji Gandrung, Jumat (17/1/2014).Sejak 2012, Pemkot telah menganggarkan dana untuk mendukung penataan kawasan Stasiun Jebres. Penataan salah satunya dengan membuat jalur pejalan kaki dan shelter di ujung Jl Ledoksari menuju stasiun. Tahun ini, pihaknya berencana menitikberatkan penataan pada aspek sosiologis kawasan stasiun. Sita mengatakan pedagang pasar tradisional di sekitar Stasiun Jebres bakal diarahkan menjual palawija seperti konsep lawas pasar.“Dulu Pasar Ledoksari menjadi tempat berdagang palawija dari luar daerah. Selain itu, kawasan ini menjadi jujugan para pengolah jamu. Tentu ini bisa menjadi ikon bila dikemas secara baik.”Pihaknya segera berkomunikasi dengan Dinas Pengelolaan Pasar Solo ihwal rencana tersebut. Sebab, kini tak sedikit pedagang yang menjual barang dagangan umum seperti mie instan dan peralatan rumah tangga. Di kawasan stasiun terdapat tiga pasar tradisional yakni Ledoksari, Rejosari dan Jebres.Sementara itu, Kepala Pusat Pelestarian Benda dan Aset Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ella Ubaidi, mengatakan Stasiun Jebres resmi didapuk sebagai stasiun wisata cagar budaya. Oleh karenanya, secara bertahap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan memindahkan angkutan penumpang Jebres menuju Stasiun Purwosari. “Pemberangkatan penumpang di Jebres tidak dihilangkan, hanya dikurangi jumlahnya,” ujar dia.Pihaknya menargetkan tahun ini wisata stasiun tersebut mulai terealisasi. Dana sebesar Rp400 juta telah dianggarkannya pada 2014 untuk menyokong pemugaran stasiun. Di sisi lain, pihaknya berencana membentuk zona komersial untuk menyokong pemeliharaan kawasan cagar budaya di sekitar stasiun. “Bentuknya mungkin pertokoan hingga mini museum. Yang jelas zona ini diperlukan untuk menjaga keberlangsungan cagar budaya.”
Rel Stasiun Jebres Disabotase, Diduga Terkait Larangan Terhadap Pengasong

Solopos.com, SOLO — Dua wesel rel (konstruksi rel yang bercabang) di dekat pintu masuk Stasiun Jebres, Solo, disabotase oleh orang tak dikenal. Diduga, hal tersebut terkait dengan protes kebijakan larangan untuk pengasong beroperasi di dalam stasiun.Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan menerangkan sabotase itu berupa pemasangan batu pada lokasi wesel rel 15 dan 18 atau tepat 100 meter di sebelah barat stasiun. “Ya ini sudah upaya sabotase, percobaan,” terangnya kepadaSolopos.com di sela-sela kegiatan razia untuk mengantisipasi terulangnya sabotase rel, Selasa (28/1/2014) malam, di Stasiun Jebres.Pemasangan batu itu diketahui pada Selasa dini hari pukul 02.15 WIB dan pukul 03.45 WIB. “Ada dua lokasi [sabotase], yang satu dipasangi batu agak besar, satu lagi dengan dua batu masing-masing sebesar kepalan tangan anak kecil,” tambahnya kepada wartawan.Namun hasil percobaan sabotase itu, sambung Edison, terdeteksi petugas penerima informasi stasiun. “Sebetulnya hal seperti itu jelas bisakonangan. Karena jika wesel rel tak berfungsi, maka akan ada tanda khusus yang diterima petugas,” imbuhnya.Meskipun demikian, polisi belum menemukan siapa pelaku tindakan tersebut. “Dugaan sementara ini terkait orang kecewa. Seperti diketahui kan ada larangan pengasong beroperasi ditambah akan diberlakukan pengalihan pengoperasian ke Stasiun Purwosari,” katanya.
Sumber: http://www.solopos.com/2014/01/29/rel-st...ong-485652
Antisipasi Sabotase, Polisi Amankan Jalur KA

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kepolisian Rersor Kota Surakarta bersama polisi khusus Kereta Api melakukan patroli sepanjang rel di kawasan Stasiun Jebres Solo untuk mengantisipasi adanya tindak kriminal sabotase seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.Kepala Polresta Surakarta Kombes Polisi Iriansyah melalui Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan, di Solo, Rabu (29/1), mengatakan kegiatan patroli tersebut untuk mengantisipasi adanya sabotase di jalur Ka di kawasan Stadion Jebres Solo, dan digelar pada Selasa (28/1) malam.Menurut dia, sabotase tersebut merupakan hal yang membahayakan dan merupakan tindak kriminalitas yang harus dicegah. Petugas melakukan patroli dengan cara menyusuri rel KA, dengan pengawasan terhadap sistem perpindahan jalur KA atau yang biasa disebut "mesin wesel".Menurut dia, jika mesin wesel tidak dapat bergeser, maka KA bisa anjlok atau keluar dari jalur yang seharusnya. KA sangat memungkinkan memasuki jalur yang seharusnya digunakan kereta lain, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan kereta.Ia menjelaskan, selain meningkatkan kegiatan patroli di jalur KA tersebut, pihakanya mengusulkan dipasangnya alat Closed Circuit Television (CCTV) guna mengawasi mesin wesel. "Secara rutin kami menurunkan anggotanya untuk ikut memantau keamanan perjalan KA sebagai antisipasi sabotase," kata Edison.Menurut Kepala Stasiun Jebres, Dian Kristian, petugas gabungan tersebut melakukan pengawasan dan penyusuran di sepanjang mesin wesel satu sampai wesel 18. Mesin wesel merupakan sistem yang digerakkan dengan tuas untuk memindah jalur KA.Ia menjelaskan, pihaknya mengetahui beberapa hari yang lalu memang terjadi tindak sabotase oleh orang yang tidak bertanggung jawab pada mesin wesel 16. Sabotase dilakukan dengan cara mengganjal sela-sela rel dengan sebuah batu. "Hal itu, dapat membahayakan perjalanan KA. Namun, kami sudah melaporkan kejadin itu ke kepolisian. Polisi kini menindaklanjuti laporan itu, untuk patroli," katanya.
Sumber: http://m.republika.co.id/berita/nasional...n-jalur-ka
Instruksi Pengosongan Kios Stasiun Jebres Berbuntut Protes

Solo –  Pedagang di kios Stasiun Jebres, Solo merasa resah dengan kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait perintah pengosongan kios di dalam stasiun. Instruksi KAI yang memerintahkan pedagang untuk mengosongkan kiosnya paling lambat Senin (3/2) besok, dirasa tidak adil.Sabtu (1/2) siang, sejumlah pejabat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VI Yogyakarta mengumpulkan belasan pedagang kios stasiun Jebres. KAI minta pada pedagang segera mengemasi dagangan mereka hingga batas deadline yang ditentukan.“Instruksinya, Senin harus sudah kosong. Kalau kami belum pergi, kios segera dibongkar,” kata Koordinator Pedagang Kios Stasiun Jebres, Ithing Agus Indiatmo kepada wartawan, Sabtu (1/2).Batas waktu yang diberikan pada pedagang dinilai terlalu mendesak. Sebab , selama ini belum ada kata sepakat antara pedagang dengan KAI terkait uang ganti rugi pembongkaran maupun lokasi pemindahan pedagang.Sekedar informasi, nilai ganti rugi yang ditetapkan selama ini belum disepakati pedagang. Besaran kompensasi Rp 150.000 per meter persegi untuk kios semi permanen dan Rp 250.000 per meter persegi untuk kios permanen tidak disetujui pedagang.“Kami usul nilai ganti ruginya minimal sama dengan nilai pada saat kami membeli kios dulu tidak ditanggapi,” terangnya.Ia mengaku, rata-rata pedagang membeli kios belasan tahun lalu sedikitnya Rp 7,5 juta per kios. Jika dibandingkan dengan nilai ganti rugi, selisihnya masih terlalu jauh. Dengan nilai ganti rugi sebesar itu, rata-rata pedagang hanya memperoleh ganti rugi sebesar Rp 2-3 juta.“Pedagang disuruh mengambil uang ganti rugi paling lambat besok. Selepas itu, katanya akan hangus. Jadi pedagang tidak diberi waktu berpikir sama sekali,” keluhnya.Permasalahan lain, lokasi kios sementara pedagang juga belum ditentukan. Pedagang khawatir jika mereka bakal kehilangan mata pencaharian karena tidak ada kejelasan dari KAI.Sementara, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap KAI bisa bersikap lebih bijak. Salah satu win-win solution bagi kedua belah pihak adalah penundaan waktu pengosongan kios.“Kami minta pada KAI supaya ditunda dulu, sampai ada penyelesaian yang jelas,” tuturnya.
Sumber:
http://www.timlo.net/baca/68719528240/in...ut-protes/
Puluhan Pedagang Bongkar Kios di Stasiun Jebres

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Puluhan pedagang pemilik kios di kawasan Stasiun Solo Jebres akhirnya membongkar sendiri kios miliknya yang sebelumnya diminta untuk dibongkar oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).Pantauan Tribun Jateng (Tribunnews.com Network), sebanyak 20 kios yang berada di sisi Timur dan Barat stasiun mulai dibersihkan dari barang dagangan milik para pedagang, Senin (3/2/2014).Ratusan petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI, polisi serta anggota TNI mengawasi jalannya pembongkaran kios yang dilakukan oleh para pedagang.Sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meminta para pedagang yang menghuni kios di dalam Stasiun Solo Jebres untuk segera mengosongkan kiosnya hingga hari Rabu mendatang.Rencananya Stasiun Solo Jebres akan difungsikan sebagai stasiun barang serta kawasan heritage. Untuk angkutan penumpang kereta ekonomi yang sebelumnya singgah di Stasiun Solo Jebres, sejak Minggu kemarin pun mulai dialihkan melalui Stasiun Purwosari.
Sumber: http://m.tribunnews.com/regional/2014/02...iun-jebres
STASIUN SOLO JEBRES (NOVEMBER 2019)


KA BANGUNKARTA DI STASIUN SOLO JEBRES

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11