kira-kira butuh berapa yah biayanya?
dulu menghidupkan kembali jalur BOO-SI yang mati selama 2,5 tahun sepanjang 52 km, per km habis 1 milyar. apa lagi bangun dari nol. kira-kira investornya dari mana yahh?
paling2 investornya ngak jauh2 sama si tirai bambu bos...

[spoiler=Kalau gitu bisa jadi lokonya dari sana juga, buatan Dong Feng tipe SA.]SA = semoga awet

[/spoiler]
hanya tinggal kendala di cost dan investor aja.. planning boleh ada.. tp actionnya itu...

moga2 bsa terwujud deh rencana pemda nya.....
klo sumatra mkin bagus jaringan transportasinya mkin bnyak menarik pendatang ksana,so pndatang yg ke jawa bisa berkurang deh

Ayo smngat utk Divre 3

klo di lampung, pembebasan lahan keknya jadi masalah yg paling berat.. (eh daerah lain juga ding..)
(19-05-2011, 10:41 PM)senengmrogo Wrote: [ -> ][spoiler=Kalau gitu bisa jadi lokonya dari sana juga, buatan Dong Feng tipe SA.]SA = semoga awet
[/spoiler]
baru dinas 6 bulan boogie-nya udah retak

spt punya KTM
berita bagus buat pemudik yg tujuannya sumatra, secara jalan raya di sana nyiksa banget.... sejelek-jeleknya rel jarang sekali ada yg namanya jalur kereta macet
sebaiknya sebelum jalurnya selesai rel di Aceh segera di re-gauge jadi 1067mm, seperti di banyak negara lain dilakukan penyeragaman lebar sepur
demi kesatuan NKRI
ternyata dulu sebelum pelabuhan bakauheni diresmikan jadi pelabuhan roro/ferry, perjalanan merak-panjang cukup lama juga ditempuh sampai 10-11 jam. dan sepertinya penumpang kereta yang bertujuan sumatera banyak juga yang naik fery. apakah ini karena kapal ferry nya dulu masih dikelola oleh PJKA?
namun setelah pelabuhan bakau diresmikan, dan urusan kapal ferry di ambil oleh ASDP, perjalanan merak-bakau menjadi 4 jam saja. yang semakin lama semakin cepat menjadi saat ini sekitar 2 jam menyeberang. oleh karena di bakauheni tidak terdapat rel kereta api, maka penumpang yang ke sumatera menggunakan kereta berkurang drastis.