(11-01-2013, 09:54 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ] (10-01-2013, 09:28 PM)arek surokerto Wrote: [ -> ]Dapet info dari rekan RF Seperti ini :
kebijakan baru PT. KAI DAOP 8 SURABAYA 2013
1. keberangkatan kereta jarak sedang dan jauh (lintas provinsi) hanya dari stasiun gubeng dan pasar turi
2. keberangkatan kereta jarak sedang dan jauh dari stasiun surabaya kota di pindah ke gubeng (kecuali kereta lokal )
3. kereta jarak sedang dan jauh tidak berhenti di stasiun wonokromo, sepanjang, krian, boharan, kedinding
4. kereta lokal tidak berhenti di stasiun kedinding, boharan, mojokerto, wonokerto, sidoarjo, sukorejo, sengon, pasuruan, pakisaji, pogajih
5. pembelian tiket jarak sedang dan jauh tidak dilayani saat hari (H)
iku kata pak kepala stasiun mojokerto, Adin Suwignyo
mungkin ada tambahan dari anda''
pertanyaanya, apakah hal itu memang benar????
kalo menurut saya mah , KA komersial dan subsidi untuk jarak jauh dan jarak menengah mah gapapa kalo udah gak berhenti di Wonokromo .
soalnya yang berhenti cuma Pasundan,Logawa,Mutim,SriTanjung,GBMS , dan lainnya . mending di Langsungin aja daripada memperpanjang jadwal .
Untuk Kereta Lokal , ini harus di prediksi ulang , soalnya penumpang dari Krian-Boharan-Kedinding kalau RapihDhoho masih banyak sekali yang naik dari stasiun tersebut . kalo petak WO-ML , bener ini sidoarjo gak berhenti ? setau saya berhenti mah , yang benar Wonokerto,Sukorejo dan Sengon . Sidoarjo tetap berhenti .
(10-01-2013, 11:55 PM)Hungry Soul Wrote: [ -> ] (10-01-2013, 09:02 PM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]saya mencoba menyampaikan pendapat , nggih kalo ada salahnya mohon maaf , cuma saya tadi sempat berpikir .
Kebijakan Untuk KA Lokal yang baru (yang saya khususkan pada kali ini adalah Rapih Dhoho/Penataran).
Dan yang saya singgung saat ini masalah TICKETING YANG CEPAT HABIS .
Banyak sekali orang awam bahkan railfans menyalahkan PT.KAI sebagai operator bahwa tiket KA Lokal terutama Rapih Dhoho / Penataran tujuan kemanapun dari stasiun manapun cepat habis karena sistem yang ruwet dan serba repot bahkan antri jam 3 pagi demi mendapatkan tiket KA tersebut . tapi , saya tadi menemukan sebuah gagasan / ide .
Apakah kita tidak pernah berfikir , kalau misalnya . Tiket untuk pukul 7,10,13 dapat dibeli mulai jam 3 pagi dari seluruh stasiun .
Mungkin PT.KAI mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai jam 3 . Apa tidak lebih nyaman dan efisien bila kita semua (seluruh penumpang yang akan naik ka tersebut pada hari itu di seluruh stasiun yang melayani) yang sedang "mengantri karcis" membeli pada minimal 1 jam sebelum keberangkatan , toh sistem RTS masih di buka kan ? Tiket juga masih ada kan ?
Lebih baik kita sosialisasikan gerakan membeli tiket KA Lokal 1 jam sebelum keberangkatan , jadi penumpang tidak ribet antri di stasiun 1 jam sebelum keberangkatan . tidak perlu semua jam keberangkatan langsung di layani dalam 1 waktu .
dan penumpang yang ingin naik pada jam saat itu sudah antri 1 jam sebelum keberangkatan . begitupun seterusnya .
Mungkin ada railfans yang setuju dengan gagasan saya ini ?
atau barang kali ada usulan lain / menata bahasa saya agar mudah di mengerti ?
Sekian 
Manusia pada dasarnya memiliki rasa 'ingin mengalahkan' orang lain dan juga rasa curiga gitu deh. Makanya ada yang mikir, kalo ticketing udah buka subuh, ya udah saya belinya subuh aja, biar gak kehabisan. Nah ternyata semua orang berpikir sama, jadinya ya begitulah akhirnya, timbul sesuatu yang Istilah Ndeso nya itu Psychological Warfare, Perang urat syaraf, semuanya adu 'sinting' antri di jam-jam Mbak Kunti lagi diapelin Mas Genderuwo
Apalagi kalo udah kecantol ilmu ekonomi. Supply / penawaran tiket Penataran Dhoho yang kian terbatas karena KA nya cebol, dihadapkan dengan demand / permintaan yang terus meningkat terhadap kereta. Kalo udah overdemand gini, semua pasti bakal berlomba-lomba mendapatkan tiket itu secepat mungkin karena saling curiga dan takut kehabisan kalo beli belakangan. Psychological Warfare lagi deh.
Kalo mau diterapkan beli 1 jam sebelum berangkat ya gak bisa dengan cuma sosialisasi. Sistem RTS nya harus bener-bener dibuat sedemikian rupa supaya baru bener-bener bisa diakses 1 jam sebelum jadwal keberangkatan. Kalo cuma diminta untuk 'saling percaya' untuk membeli tiket 1 jam sebelum KA berangkat.... ya itu. Perang urat syaraf bakal tetep terjadi .... :ngiler:
kalo misalnya perang urat syaraf , itu karena faktor si operator sudah mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai pagi . coba kalo operator gak mengumumkan , pasti masyarakat (penumpang) tetap beli 1 jam sebelum keberangkatan kan ?
toh , RTS yang sedang kita punyai ini bisa kita rubah sebenarnya . tinggal pihak operator yang merubahnya dengan permintaan masyarakat .
Operator ga mengumumkan kalo tiket KA bisa beli pagi2 kok, cuma masyarakat aja yg takut kehabisan tiket terus antri pagi2
(11-01-2013, 02:37 PM)Alifiardi Aditya M Wrote: [ -> ] (10-01-2013, 09:02 PM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]saya mencoba menyampaikan pendapat , nggih kalo ada salahnya mohon maaf , cuma saya tadi sempat berpikir .
Kebijakan Untuk KA Lokal yang baru (yang saya khususkan pada kali ini adalah Rapih Dhoho/Penataran).
Dan yang saya singgung saat ini masalah TICKETING YANG CEPAT HABIS .
Banyak sekali orang awam bahkan railfans menyalahkan PT.KAI sebagai operator bahwa tiket KA Lokal terutama Rapih Dhoho / Penataran tujuan kemanapun dari stasiun manapun cepat habis karena sistem yang ruwet dan serba repot bahkan antri jam 3 pagi demi mendapatkan tiket KA tersebut . tapi , saya tadi menemukan sebuah gagasan / ide .
Apakah kita tidak pernah berfikir , kalau misalnya . Tiket untuk pukul 7,10,13 dapat dibeli mulai jam 3 pagi dari seluruh stasiun .
Mungkin PT.KAI mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai jam 3 . Apa tidak lebih nyaman dan efisien bila kita semua (seluruh penumpang yang akan naik ka tersebut pada hari itu di seluruh stasiun yang melayani) yang sedang "mengantri karcis" membeli pada minimal 1 jam sebelum keberangkatan , toh sistem RTS masih di buka kan ? Tiket juga masih ada kan ?
Lebih baik kita sosialisasikan gerakan membeli tiket KA Lokal 1 jam sebelum keberangkatan , jadi penumpang tidak ribet antri di stasiun 1 jam sebelum keberangkatan . tidak perlu semua jam keberangkatan langsung di layani dalam 1 waktu .
dan penumpang yang ingin naik pada jam saat itu sudah antri 1 jam sebelum keberangkatan . begitupun seterusnya .
Mungkin ada railfans yang setuju dengan gagasan saya ini ?
atau barang kali ada usulan lain / menata bahasa saya agar mudah di mengerti ?
Sekian 
Jadi Terpaksa naik Sepeda Motor dari Jombang ke Surabaya, karena Kehabisan Tiket
Ga sekalian naik bis ajah?

barusan aku liat d website PT.KA
MULAI 1 FEBRUARI 2013, TIKET KERETA API LOKAL DAPAT DIBELI H-7 DI STASIUN2 ONLINE
KA KALIGUNG
KA KALIMAYA
KA DHOHO
KA PENATARAN
(11-01-2013, 09:54 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]kalo misalnya perang urat syaraf , itu karena faktor si operator sudah mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai pagi . coba kalo operator gak mengumumkan , pasti masyarakat (penumpang) tetap beli 1 jam sebelum keberangkatan kan ?
toh , RTS yang sedang kita punyai ini bisa kita rubah sebenarnya . tinggal pihak operator yang merubahnya dengan permintaan masyarakat .
Katakanlah memang masyarakat gak tau kalo bisa dipesen sejak pagi. Tapi kalo nyatanya udah bisa dicetak sejak pagi, timbul masalah baru karena jelas membuka lebar peluang calo internal :v nah loh, mati satu masalah timbul seribu masalah lagi :v
Sekali lagi, menurut saya jelas gak cukup hanya dengan 'menyembunyikan fakta' bahwa tiket bisa dipesan sejak pagi dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya'. Soalnya terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Supply and demand yang njomplang itu terutama. Coba kalo Dhoho Penataran bawa 12 KA penumpang misalnya. Mungkin rebutannya gak sampe seekstrim ini.
Ya kalo yang udah terjadi sekarang itu mau diperbaiki, kurang lebih saya setuju aja sih dengan usul sampean. Tapi itu sistemnya harus bener-bener dibuat sedemikian rupa supaya baru bisa diakses oleh ID pegawai ticketing satu jam sebelum keberangkatan. Kalo cuma sosialisasi "harap beli 1 jam sebelum berangkat" dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya', ya gak bakal jalan. Pasti ada yang saling sikut dan menjatuhkan untuk memperoleh tujuan mereka. Udah sifat alami manusia mas, wkwkwkwk :v
(11-01-2013, 07:40 PM)Hungry Soul Wrote: [ -> ] (11-01-2013, 09:54 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]kalo misalnya perang urat syaraf , itu karena faktor si operator sudah mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai pagi . coba kalo operator gak mengumumkan , pasti masyarakat (penumpang) tetap beli 1 jam sebelum keberangkatan kan ?
toh , RTS yang sedang kita punyai ini bisa kita rubah sebenarnya . tinggal pihak operator yang merubahnya dengan permintaan masyarakat .
Katakanlah memang masyarakat gak tau kalo bisa dipesen sejak pagi. Tapi kalo nyatanya udah bisa dicetak sejak pagi, timbul masalah baru karena jelas membuka lebar peluang calo internal :v nah loh, mati satu masalah timbul seribu masalah lagi :v
Sekali lagi, menurut saya jelas gak cukup hanya dengan 'menyembunyikan fakta' bahwa tiket bisa dipesan sejak pagi dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya'. Soalnya terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Supply and demand yang njomplang itu terutama. Coba kalo Dhoho Penataran bawa 12 KA penumpang misalnya. Mungkin rebutannya gak sampe seekstrim ini.
Ya kalo yang udah terjadi sekarang itu mau diperbaiki, kurang lebih saya setuju aja sih dengan usul sampean. Tapi itu sistemnya harus bener-bener dibuat sedemikian rupa supaya baru bisa diakses oleh ID pegawai ticketing satu jam sebelum keberangkatan. Kalo cuma sosialisasi "harap beli 1 jam sebelum berangkat" dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya', ya gak bakal jalan. Pasti ada yang saling sikut dan menjatuhkan untuk memperoleh tujuan mereka. Udah sifat alami manusia mas, wkwkwkwk :v
betul . saya harap dengan kebijakan H-7 Dhoho Penataran , tidak seperti kejadian H-7 Matarmaja dan lainnya . soalnya ketika H-7 Matarmaja kemarin penumpang uda antri mulai subuh pada H-7nya , trus naruh form , kemudian ketika jam 7 pagi tiket di cetak , per stasiun beda2 dapat tiketnya . jadi kalo yang antrian belakang2 ga dapet , paling2 cuma antrian 1-10 aja . itu 6K3 . La Dhoho sekarang berapa ? 3 K3 doang ? 309 TTD + 72 berdiri / jadwal di rebut sama orang2 -_-
apa jadinya ya kaca loket stasiun malang , dulu di gedor2 sama penumpang matarmaja yang kehabisan tiket aja sampe retak , gaktau sekarang kyk gimana
(12-01-2013, 06:10 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ] (11-01-2013, 07:40 PM)Hungry Soul Wrote: [ -> ] (11-01-2013, 09:54 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]kalo misalnya perang urat syaraf , itu karena faktor si operator sudah mengumumkan bahwa tiket sudah bisa di beli mulai pagi . coba kalo operator gak mengumumkan , pasti masyarakat (penumpang) tetap beli 1 jam sebelum keberangkatan kan ?
toh , RTS yang sedang kita punyai ini bisa kita rubah sebenarnya . tinggal pihak operator yang merubahnya dengan permintaan masyarakat .
Katakanlah memang masyarakat gak tau kalo bisa dipesen sejak pagi. Tapi kalo nyatanya udah bisa dicetak sejak pagi, timbul masalah baru karena jelas membuka lebar peluang calo internal :v nah loh, mati satu masalah timbul seribu masalah lagi :v
Sekali lagi, menurut saya jelas gak cukup hanya dengan 'menyembunyikan fakta' bahwa tiket bisa dipesan sejak pagi dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya'. Soalnya terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Supply and demand yang njomplang itu terutama. Coba kalo Dhoho Penataran bawa 12 KA penumpang misalnya. Mungkin rebutannya gak sampe seekstrim ini.
Ya kalo yang udah terjadi sekarang itu mau diperbaiki, kurang lebih saya setuju aja sih dengan usul sampean. Tapi itu sistemnya harus bener-bener dibuat sedemikian rupa supaya baru bisa diakses oleh ID pegawai ticketing satu jam sebelum keberangkatan. Kalo cuma sosialisasi "harap beli 1 jam sebelum berangkat" dan masyarakatnya diminta untuk 'saling percaya', ya gak bakal jalan. Pasti ada yang saling sikut dan menjatuhkan untuk memperoleh tujuan mereka. Udah sifat alami manusia mas, wkwkwkwk :v
betul . saya harap dengan kebijakan H-7 Dhoho Penataran , tidak seperti kejadian H-7 Matarmaja dan lainnya . soalnya ketika H-7 Matarmaja kemarin penumpang uda antri mulai subuh pada H-7nya , trus naruh form , kemudian ketika jam 7 pagi tiket di cetak , per stasiun beda2 dapat tiketnya . jadi kalo yang antrian belakang2 ga dapet , paling2 cuma antrian 1-10 aja . itu 6K3 . La Dhoho sekarang berapa ? 3 K3 doang ? 309 TTD + 72 berdiri / jadwal di rebut sama orang2 -_-
apa jadinya ya kaca loket stasiun malang , dulu di gedor2 sama penumpang matarmaja yang kehabisan tiket aja sampe retak , gaktau sekarang kyk gimana
Jadi semakin susah kalo naik KA saat ada urusan mendadak. .

(12-01-2013, 06:49 AM)agung_raphi_dhoho Wrote: [ -> ] (12-01-2013, 06:10 AM)Aliph Gajayana Wrote: [ -> ]betul . saya harap dengan kebijakan H-7 Dhoho Penataran , tidak seperti kejadian H-7 Matarmaja dan lainnya . soalnya ketika H-7 Matarmaja kemarin penumpang uda antri mulai subuh pada H-7nya , trus naruh form , kemudian ketika jam 7 pagi tiket di cetak , per stasiun beda2 dapat tiketnya . jadi kalo yang antrian belakang2 ga dapet , paling2 cuma antrian 1-10 aja . itu 6K3 . La Dhoho sekarang berapa ? 3 K3 doang ? 309 TTD + 72 berdiri / jadwal di rebut sama orang2 -_-
apa jadinya ya kaca loket stasiun malang , dulu di gedor2 sama penumpang matarmaja yang kehabisan tiket aja sampe retak , gaktau sekarang kyk gimana
Jadi semakin susah kalo naik KA saat ada urusan mendadak. . 
Dan keluar lagi kebijakan luar biasa hebat ini ..... whew. KA Lokal laris, sekarang cuma bisa dipesen 3 K3 + sedikit tiket berdiri, dan bisa diperoleh H-7 sebentar lagi. Hadoooooh ....

Berarti sekarang nama harus sesuai identitas ya? Kalo namanya tetep jual .... wah, bisa-bisa terus dihabiskan calo nih .... ckckckckck.
Itu sejak kapan ya fenomena kelangkaan tiket Dhoho Penataran gara-gara diserbu calon penumpang sejak pagi? Soalnya nih, dulu awal Agustus 2012 saya pesen tiket Dhoho dari stasiun Papar 5 menit sebelum KA nya dateng juga bisa dicetak dan dapet tempat duduk tuh ....

Quote:Soalnya nih, dulu awal Agustus 2012 saya pesen tiket Dhoho dari stasiun Papar 5 menit sebelum KA nya dateng juga bisa dicetak dan dapet tempat duduk tuh ....
Wah enak tuh masih bisa dapet tiket berTD, sekarang? janagn TD, tiket berdiri, ataupun sobekan hijau saja susah didapatnya

(12-01-2013, 11:33 AM)CC-201-23 Wrote: [ -> ]Quote:Soalnya nih, dulu awal Agustus 2012 saya pesen tiket Dhoho dari stasiun Papar 5 menit sebelum KA nya dateng juga bisa dicetak dan dapet tempat duduk tuh ....
Wah enak tuh masih bisa dapet tiket berTD, sekarang? janagn TD, tiket berdiri, ataupun sobekan hijau saja susah didapatnya 
Hmmm ... gitu yah,. Makin lama makin gak merakyat aja ternyata si Dhoho ini .... dengan alasan peningkatan pelayanan dan kenyamanan .... entah pelayanan yang mana dan kenyamanannya siapa

(12-01-2013, 12:20 PM)Hungry Soul Wrote: [ -> ] (12-01-2013, 11:33 AM)CC-201-23 Wrote: [ -> ]Quote:Soalnya nih, dulu awal Agustus 2012 saya pesen tiket Dhoho dari stasiun Papar 5 menit sebelum KA nya dateng juga bisa dicetak dan dapet tempat duduk tuh ....
Wah enak tuh masih bisa dapet tiket berTD, sekarang? janagn TD, tiket berdiri, ataupun sobekan hijau saja susah didapatnya 
Hmmm ... gitu yah,. Makin lama makin gak merakyat aja ternyata si Dhoho ini .... dengan alasan peningkatan pelayanan dan kenyamanan .... entah pelayanan yang mana dan kenyamanannya siapa 
ada dua kemungkinan
meningkatkan pelayanan KA untuk Pegawai KA (yang sedang tugas)
atau
meningkatkan pelayanan KA untuk si administrator (dalam hal pembukuan dan laporan karena objectnya sedikit dan serba instan/online)...

alhamdulilah saya akhir desember kemarin masih bisa dapet tempat duduk pas naik dhoho dari purwoasri, 10 menit sebelum KA datang, loket baru buka, yg antri juga cuma 2 orang, saya sama 1 penumpang lain

tiket sobekan ijo broo wkwk