(12-05-2009, 09:47 PM)sspraptama Wrote: [ -> ]Jika semua DAOP 9 diperbaiki dan tidak di anak tirikan......maka jalur yang dilewati oleh mutim serasa kayak naik Argo GEde.....pake double track aja tambah cepet
Dianaktirikan sepertinya memang ungkapan yang benar...

Waktu loco baru CC204 15 dicoba di jawa timur, yang merasakan Mutiara Selatan,,,bukan Mutiara Timur...Setiap kali ke Probolinggo, selalu melihat mut tim seolah-olah nangis...

Andai Mut tim bisa ngomong......pasti dia nggak akan bohong...

MUTIARA TIMUR
Perhiasan PT. KA yang terlupakan

Mut Tim.. terakhir naek th2003 dari bali jam5 pagi naek bis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) trus sampe nyebrang.. dr BW naik MUT TIM di tarik sm BB brkt jam 8.30 sampe SGU jam 4 sore... trus nyambung gumarang deh dr pasutri ke JKT pool bgt tuh... great experience

Ayo Kalo Berani........CC 204 15 dicoba di trak yang lebih menanjak. bawa Malang ekspress berani ga??????or bawa Penatran ikon, n di coba bawa mutiara timur....sampai banyuwangi BANDUNG GAK AKAN BERANI bakal ketakutan.. karena tracknya hampir 45 derajat.......
sepertinya jalur yang dilalui mutiara timur ini menarik juga untuk jadi sasaran hunting foto, ya. ada yang bisa kasih rekomendasi, ga... spot mana aja yang bagus buat hunting foto mutiara timur?
terima kasih
(19-05-2009, 10:36 AM)sspraptama Wrote: [ -> ]Ayo Kalo Berani........CC 204 15 dicoba di trak yang lebih menanjak. bawa Malang ekspress berani ga??????or bawa Penatran ikon, n di coba bawa mutiara timur....sampai banyuwangi BANDUNG GAK AKAN BERANI bakal ketakutan.. karena tracknya hampir 45 derajat.......
WAH MAS JGN KATA CC 20415 CC 20413 AJA PERNAH BAWA MALEKS COBA LIAT DI YOUTUBE AKU LUPA LINKNYA... DI DAERAH PRIANGAN AJA TANJAKAN 25 DERAJAT CC 204 INI SANGGUP BAWA 11 GERBONG GA HARUS DT...
OH gitu ya berarti aku ketinggalan berita....tapi coba bawa mutim ke Banyuwangi
jelas kuat lah.....pake CC203 saja muttim masi bisa bawa 9 gerbong, apalagi kalo pake CC204 bisa 12 gerbong. Gradiun tanjakan di lintas aktif gak ada yg sampai 45 derajat kecuali di ambarawa-bedono dan di divre II Sumbar sehingga harus memakai jalur bergerigi , sedangkan yang paling terjal dan tidak harus memakai rel bergerigi hanya sekitar 30 permil saja dan letaknya di lintas Padalarang-Tagogapu, sedangkan daerah Cipeundeuy adalah jalur tanjakan terjal terpanjang dengan gradient 25 permil. Kemungkinan gradient tanjakan di daop 9 JR hanya sekitar 15-20 permil.
OK

yoek.........
(19-05-2009, 10:36 AM)sspraptama Wrote: [ -> ]Ayo Kalo Berani........CC 204 15 dicoba di trak yang lebih menanjak. bawa Malang ekspress berani ga??????or bawa Penatran ikon, n di coba bawa mutiara timur....sampai banyuwangi BANDUNG GAK AKAN BERANI bakal ketakutan.. karena tracknya hampir 45 derajat.......
hah!? hampir 45 derajat???
ya ampun, apa ada kereta yang bisa lewat, tuh...

Bandung yang 25 permil dikasih CC204 baru wajar dan sebaiknya memang dikasih lok Baru
Jember yang terjal kedua 15-20 permil lokonya pada bobrok n terkesan diabaikan
Kan Kontras Banget Tuh...
Kasian MutTim n Sritanjung harus minjem terus ama DIPO laen...