(10-02-2011, 04:55 PM)anodarno Wrote: [ -> ] (10-02-2011, 03:13 PM)BuGe780 Wrote: [ -> ]menurut rencana sih awal tahun ini petak BOO-CCR akan diupgrade ke R54,guna meningkatkan rel agar bisa dilalui loko CC series utk KA AQUA. Tapi blm ada tanda2nya sama sekali...
nah itu yg paling penting..., upgrade dulu ke R54
iya,katanya nunggu impor relnya dulu. Nanti setelah BOO-CCR kelar dilanjut smpe SI. Mudah2an aja smua itu bukan wacana n wacana trus.
kapan sih sebenernya rencana perbaikan relnya??
skrg relnya dah dateng lom??
padahal jembatan cigombong dah diperbaikin....
:bethe:
Tender pengadaan rel & penguatan jembatan dah selesai, kenapa belon juga dateng tuh rel-nya????
ada update berita terbaru?

Quote:
Kamis, 24 Februari 2011 , 09:56:00
Radar Bogor,
Gubernur Harus Keluarkan Perda Tonase
Antisipasi Kerusakan Jalan akibat Kelebihan Muatan
CIAWI–Kerusakan jalan Bogor-Sukabumi disesalkan banyak pihak. Termasuk Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga dan Pengairan wilayah Ciawi, Asep Ruhyat.
Dia menyatakan, Gubernur Jawa Barat, Achmad Heryawan harus membuat peraturan daerah (perda) tentang pembatasan tonase kendaraan yang melintas di sepanjang jalur Bogor-Sukabumi. Menurut dia, kerusakan jalan yang jadi kewenangan Pemprov Jawa Barat ini disebabkan muatan truk berlebih yang melintasi jalan ini.
“Tapi sebelum perda keluar,jalan ini harus diperbaiki dulu,†ujar Asep kepada Radar Bogor, kemarin.
Ia menuding, truk air mineral atau air minum dalam kemasan (AMDK) dari Sukabumi jadi biang kerusakan jalan ini. “Ya, kalau perlu pengangkutan air mineral yang tonasenya berlebihan bisa menggunakan kereta api. Kan di Sukabumi ada stasiun kereta. Daripada jarang digunakan,lebih baik dimanfaatkan,†imbuhnya.
Dari pengamatannya, truk besar yang banyak melintas di jalan raya itu adalah kendaraan pengangkut air dengan berat mencapai 70 ton. “Contoh berat airnya 50 ton, berat kendaraannya 20 ton. Kemudian juga kendaraan bersumbu, ada yang sampai ratusan bahkan ribuan galon AMDK,†ungkapnya.(ico)
Bina Marga aja dah nyerah ngatasi kerusakan jalan jalan, masa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ga mau gerak juga ngambil peluang yg ada
upgrade rel dari R 33 ke R 54 aja belum...katanya tahun ini mau dilaksanakan tapi tanda2 dari perbaikannya gak ada sama sekali..KRD bumi geulis aja yg sudah 3 tahun beroperasi sampe sekarang masih setia dengan single tripnya, semoga aja apa yg kita harapkan semua dapat terlaksana secepat mungkin.
(26-02-2011, 10:45 AM)BuGe780 Wrote: [ -> ]upgrade rel dari R 33 ke R 54 aja belum...katanya tahun ini mau dilaksanakan tapi tanda2 dari perbaikannya gak ada sama sekali..KRD bumi geulis aja yg sudah 3 tahun beroperasi sampe sekarang masih setia dengan single tripnya, semoga aja apa yg kita harapkan semua dapat terlaksana secepat mungkin.
Mungkin DAOP 2 Bd lg defisit anggaran ya.. Melihat okupansi penumpang Gopar yg minim.. Jd gda duit nya,hehe.. Atau,dishubdar lebih konsisten thd rencana pembangunan tol dan flyover di tiap daerah termasuk jakarta,hehe...