30-08-2012, 01:15 PM
30-08-2012, 01:15 PM
30-08-2012, 07:25 PM
[spoiler]
Jakarta, 30 Agustus 2012
Kepada Yth,
Pimpinan Daerah Operasi 1 Jakarta,
Pimpinan Divisi Regional Jabodetabek
Hal: Sharing pengalaman pribadi sekaligus surat terbuka untuk PT KA DAOP 1 JAKARTA dan Divisi Regional Jabodetabek
Dengan hormat,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan salut dengan segenap rasa hormat saya kepada bapak-bapak petugas keamanan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Bapak-bapak petugas keamanan tersebut diatas saya anggap telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun kepada saya seorang Railfans.
Pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB, dalam perjalanan pulang, saya melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN setelah selesai memotret di JPL 14 JL. BUKIT DURI BARAT, JAKARTA SELATAN.
Karena kebetulan melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, saya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk memotret di JPL JL. BUKIT DURI TANJAKAN, JAKARTA SELATAN (depan gerbang DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN) dan juga sisi dalam dipo tapi dari luar gerbang. Tapi sebelum mulai motret saya putuskan untuk parkir motor di depan gerbang dipo dan masuk ke dalam untuk minta ijin motret kepada petugas keamanan yang bertugas hari itu.
Kepada petugas keamanan, saya memperkenalkan diri. Menyebutkan nama saya, menyebutkan bahwa saya dari semboyan35, forum pecinta kereta api dan juga tujuan/keperluan saya. Saya bilang, "selamat siang pak, bolehkan saya minta ijin motret bagian dalam dipo tapi dari luar gerbang?" (saya minta motret dari luar gerbang karena berusaha mengerti dan menghargai bahwa DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI adalah wilayah publik terbatas). Saya juga minta ijin motret di JPL depan gerbang dipo. Tapi permintaan saya ditolak dengan baik dan santun. Kata petugas, "maaf mas tidak bisa".
Disatu sisi, saya memberikan ucapan terimakasih dan salut karena bapak-bapak petugas keamanan ini telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun. Dan saya rasa penilaian saya ini bolehlah dijadikan masukan bagi PT KA untuk memberikan nilai plus kepada petugas keamanan yang bersangkutan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Disatu sisi lainnya, sebagai Railfans, jelas saya kecewa mengalami penolakan seperti ini. Padahal prosedur etika sudah saya lakukan, penjelasan sudah diberikan. Tapi apa daya, fakta harus saya terima bahwa memotret sarana dan prasarana kereta api di Indonesia jauh lebih sulit ketimbang men-download film porno di internet atau melihat kenyataan bahwa ada beberapa fotografer Indonesia yang dengan mudahnya memotret model-model dengan busana dan gaya yang erotis dan bisa dengan mudah disebarluaskan.
Jujur saja, saya sempat menggerutu dalam hati. Kata saya, "Katro amat sih, mau motret kereta aja dipersulit. Lo enak, kerja di lingkungan kereta api, tiap hari lo bisa puas liat kereta api dan hal-hal lain seputar perkeretaapian. Nah gue, liat kereta cuma kalo lagi lewal perlintasan, ato liat dari hasil download video kereta dari youtube ato liat2 foto koleksi ato liat foto dari internet. Lo beruntung punya kesempatan kerja di lingkungan kereta api, gue kagak". Kira-kira demikiankah gerutu saya di dalam hati.
Tapi sekali lagi, sebagai seorang Railfans dan anggota semboyan35, saya kembali harus ingat, harus mengerti, harus paham, harus legowo, bahwa ada aturan dan ketentuan yang berlaku yang harus dipatuhi.
Bagi rekan-rekan Railfans di semboyan35 yang kebetulan memiliki akses dan/atau mengenal pegawai PT KA yang bisa memberi anda akses untuk motret sarana dan prasarana kereta api Indonesia, pesan saya, motretlah sepuasnya sesuai dengan etika dan profesional, jagalah kepercayaan dari akses yang anda punya, dan hargailah akses anda dengan baik.
Saya sempat beberapa kali berpikir untuk membuat ID TAG semboyan35 yang besar untuk keperluan motret, yang bisa digantung di leher atau di kantong baju/jaket supaya saya tidak perlu susah-susah memberitahu bahwa saya seorang railfans dari semboyan35. Tapi piliran tersebut belum terealisasikan.
Demikianlah sharing pengalaman saya. Mohon maaf bila ada kekeliruan atau kesalahpahaman dari isi sharing pengalaman ini.
Hormat saya,
POERWOKERTO +75/near i studio soerabaia
Anggota semboyan35.com Indonesian Railfans[/spoiler]
Jakarta, 30 Agustus 2012
Kepada Yth,
Pimpinan Daerah Operasi 1 Jakarta,
Pimpinan Divisi Regional Jabodetabek
Hal: Sharing pengalaman pribadi sekaligus surat terbuka untuk PT KA DAOP 1 JAKARTA dan Divisi Regional Jabodetabek
Dengan hormat,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan salut dengan segenap rasa hormat saya kepada bapak-bapak petugas keamanan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Bapak-bapak petugas keamanan tersebut diatas saya anggap telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun kepada saya seorang Railfans.
Pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB, dalam perjalanan pulang, saya melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN setelah selesai memotret di JPL 14 JL. BUKIT DURI BARAT, JAKARTA SELATAN.
Karena kebetulan melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, saya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk memotret di JPL JL. BUKIT DURI TANJAKAN, JAKARTA SELATAN (depan gerbang DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN) dan juga sisi dalam dipo tapi dari luar gerbang. Tapi sebelum mulai motret saya putuskan untuk parkir motor di depan gerbang dipo dan masuk ke dalam untuk minta ijin motret kepada petugas keamanan yang bertugas hari itu.
Kepada petugas keamanan, saya memperkenalkan diri. Menyebutkan nama saya, menyebutkan bahwa saya dari semboyan35, forum pecinta kereta api dan juga tujuan/keperluan saya. Saya bilang, "selamat siang pak, bolehkan saya minta ijin motret bagian dalam dipo tapi dari luar gerbang?" (saya minta motret dari luar gerbang karena berusaha mengerti dan menghargai bahwa DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI adalah wilayah publik terbatas). Saya juga minta ijin motret di JPL depan gerbang dipo. Tapi permintaan saya ditolak dengan baik dan santun. Kata petugas, "maaf mas tidak bisa".
Disatu sisi, saya memberikan ucapan terimakasih dan salut karena bapak-bapak petugas keamanan ini telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun. Dan saya rasa penilaian saya ini bolehlah dijadikan masukan bagi PT KA untuk memberikan nilai plus kepada petugas keamanan yang bersangkutan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Disatu sisi lainnya, sebagai Railfans, jelas saya kecewa mengalami penolakan seperti ini. Padahal prosedur etika sudah saya lakukan, penjelasan sudah diberikan. Tapi apa daya, fakta harus saya terima bahwa memotret sarana dan prasarana kereta api di Indonesia jauh lebih sulit ketimbang men-download film porno di internet atau melihat kenyataan bahwa ada beberapa fotografer Indonesia yang dengan mudahnya memotret model-model dengan busana dan gaya yang erotis dan bisa dengan mudah disebarluaskan.
Jujur saja, saya sempat menggerutu dalam hati. Kata saya, "Katro amat sih, mau motret kereta aja dipersulit. Lo enak, kerja di lingkungan kereta api, tiap hari lo bisa puas liat kereta api dan hal-hal lain seputar perkeretaapian. Nah gue, liat kereta cuma kalo lagi lewal perlintasan, ato liat dari hasil download video kereta dari youtube ato liat2 foto koleksi ato liat foto dari internet. Lo beruntung punya kesempatan kerja di lingkungan kereta api, gue kagak". Kira-kira demikiankah gerutu saya di dalam hati.
Tapi sekali lagi, sebagai seorang Railfans dan anggota semboyan35, saya kembali harus ingat, harus mengerti, harus paham, harus legowo, bahwa ada aturan dan ketentuan yang berlaku yang harus dipatuhi.
Bagi rekan-rekan Railfans di semboyan35 yang kebetulan memiliki akses dan/atau mengenal pegawai PT KA yang bisa memberi anda akses untuk motret sarana dan prasarana kereta api Indonesia, pesan saya, motretlah sepuasnya sesuai dengan etika dan profesional, jagalah kepercayaan dari akses yang anda punya, dan hargailah akses anda dengan baik.
Saya sempat beberapa kali berpikir untuk membuat ID TAG semboyan35 yang besar untuk keperluan motret, yang bisa digantung di leher atau di kantong baju/jaket supaya saya tidak perlu susah-susah memberitahu bahwa saya seorang railfans dari semboyan35. Tapi piliran tersebut belum terealisasikan.
Demikianlah sharing pengalaman saya. Mohon maaf bila ada kekeliruan atau kesalahpahaman dari isi sharing pengalaman ini.
Hormat saya,
POERWOKERTO +75/near i studio soerabaia
Anggota semboyan35.com Indonesian Railfans[/spoiler]
31-08-2012, 08:04 PM
(30-08-2012, 07:25 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: [ -> ][spoiler]
Jakarta, 30 Agustus 2012
Kepada Yth,
Pimpinan Daerah Operasi 1 Jakarta,
Pimpinan Divisi Regional Jabodetabek
Hal: Sharing pengalaman pribadi sekaligus surat terbuka untuk PT KA DAOP 1 JAKARTA dan Divisi Regional Jabodetabek
Dengan hormat,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan salut dengan segenap rasa hormat saya kepada bapak-bapak petugas keamanan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Bapak-bapak petugas keamanan tersebut diatas saya anggap telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun kepada saya seorang Railfans.
Pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB, dalam perjalanan pulang, saya melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN setelah selesai memotret di JPL 14 JL. BUKIT DURI BARAT, JAKARTA SELATAN.
Karena kebetulan melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, saya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk memotret di JPL JL. BUKIT DURI TANJAKAN, JAKARTA SELATAN (depan gerbang DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN) dan juga sisi dalam dipo tapi dari luar gerbang. Tapi sebelum mulai motret saya putuskan untuk parkir motor di depan gerbang dipo dan masuk ke dalam untuk minta ijin motret kepada petugas keamanan yang bertugas hari itu.
Kepada petugas keamanan, saya memperkenalkan diri. Menyebutkan nama saya, menyebutkan bahwa saya dari semboyan35, forum pecinta kereta api dan juga tujuan/keperluan saya. Saya bilang, "selamat siang pak, bolehkan saya minta ijin motret bagian dalam dipo tapi dari luar gerbang?" (saya minta motret dari luar gerbang karena berusaha mengerti dan menghargai bahwa DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI adalah wilayah publik terbatas). Saya juga minta ijin motret di JPL depan gerbang dipo. Tapi permintaan saya ditolak dengan baik dan santun. Kata petugas, "maaf mas tidak bisa".
Disatu sisi, saya memberikan ucapan terimakasih dan salut karena bapak-bapak petugas keamanan ini telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun. Dan saya rasa penilaian saya ini bolehlah dijadikan masukan bagi PT KA untuk memberikan nilai plus kepada petugas keamanan yang bersangkutan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Disatu sisi lainnya, sebagai Railfans, jelas saya kecewa mengalami penolakan seperti ini. Padahal prosedur etika sudah saya lakukan, penjelasan sudah diberikan. Tapi apa daya, fakta harus saya terima bahwa memotret sarana dan prasarana kereta api di Indonesia jauh lebih sulit ketimbang men-download film porno di internet atau melihat kenyataan bahwa ada beberapa fotografer Indonesia yang dengan mudahnya memotret model-model dengan busana dan gaya yang erotis dan bisa dengan mudah disebarluaskan.
Jujur saja, saya sempat menggerutu dalam hati. Kata saya, "Katro amat sih, mau motret kereta aja dipersulit. Lo enak, kerja di lingkungan kereta api, tiap hari lo bisa puas liat kereta api dan hal-hal lain seputar perkeretaapian. Nah gue, liat kereta cuma kalo lagi lewal perlintasan, ato liat dari hasil download video kereta dari youtube ato liat2 foto koleksi ato liat foto dari internet. Lo beruntung punya kesempatan kerja di lingkungan kereta api, gue kagak". Kira-kira demikiankah gerutu saya di dalam hati.
Tapi sekali lagi, sebagai seorang Railfans dan anggota semboyan35, saya kembali harus ingat, harus mengerti, harus paham, harus legowo, bahwa ada aturan dan ketentuan yang berlaku yang harus dipatuhi.
Bagi rekan-rekan Railfans di semboyan35 yang kebetulan memiliki akses dan/atau mengenal pegawai PT KA yang bisa memberi anda akses untuk motret sarana dan prasarana kereta api Indonesia, pesan saya, motretlah sepuasnya sesuai dengan etika dan profesional, jagalah kepercayaan dari akses yang anda punya, dan hargailah akses anda dengan baik.
Saya sempat beberapa kali berpikir untuk membuat ID TAG semboyan35 yang besar untuk keperluan motret, yang bisa digantung di leher atau di kantong baju/jaket supaya saya tidak perlu susah-susah memberitahu bahwa saya seorang railfans dari semboyan35. Tapi piliran tersebut belum terealisasikan.
Demikianlah sharing pengalaman saya. Mohon maaf bila ada kekeliruan atau kesalahpahaman dari isi sharing pengalaman ini.
Hormat saya,
POERWOKERTO +75/near i studio soerabaia
Anggota semboyan35.com Indonesian Railfans[/spoiler]
Di Stasiun BW, kalau mau hunting leluasa, disarankan di Dipo Kereta atau di Dipo Lokomotifnya. Kalau nekat di Stasiun, pasti diusir secara paksa.
31-08-2012, 08:14 PM
(31-08-2012, 08:04 PM)CC 201 91 Wrote: [ -> ](30-08-2012, 07:25 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: [ -> ][spoiler]
Jakarta, 30 Agustus 2012
Kepada Yth,
Pimpinan Daerah Operasi 1 Jakarta,
Pimpinan Divisi Regional Jabodetabek
Hal: Sharing pengalaman pribadi sekaligus surat terbuka untuk PT KA DAOP 1 JAKARTA dan Divisi Regional Jabodetabek
Dengan hormat,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan salut dengan segenap rasa hormat saya kepada bapak-bapak petugas keamanan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Bapak-bapak petugas keamanan tersebut diatas saya anggap telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun kepada saya seorang Railfans.
Pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB, dalam perjalanan pulang, saya melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN setelah selesai memotret di JPL 14 JL. BUKIT DURI BARAT, JAKARTA SELATAN.
Karena kebetulan melewati DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, saya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk memotret di JPL JL. BUKIT DURI TANJAKAN, JAKARTA SELATAN (depan gerbang DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN) dan juga sisi dalam dipo tapi dari luar gerbang. Tapi sebelum mulai motret saya putuskan untuk parkir motor di depan gerbang dipo dan masuk ke dalam untuk minta ijin motret kepada petugas keamanan yang bertugas hari itu.
Kepada petugas keamanan, saya memperkenalkan diri. Menyebutkan nama saya, menyebutkan bahwa saya dari semboyan35, forum pecinta kereta api dan juga tujuan/keperluan saya. Saya bilang, "selamat siang pak, bolehkan saya minta ijin motret bagian dalam dipo tapi dari luar gerbang?" (saya minta motret dari luar gerbang karena berusaha mengerti dan menghargai bahwa DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI adalah wilayah publik terbatas). Saya juga minta ijin motret di JPL depan gerbang dipo. Tapi permintaan saya ditolak dengan baik dan santun. Kata petugas, "maaf mas tidak bisa".
Disatu sisi, saya memberikan ucapan terimakasih dan salut karena bapak-bapak petugas keamanan ini telah menjalankan tugasnya dengan baik dan santun. Dan saya rasa penilaian saya ini bolehlah dijadikan masukan bagi PT KA untuk memberikan nilai plus kepada petugas keamanan yang bersangkutan yang bertugas di DIPO INDUK KRL BUKIT DURI, MANGGARAI pada hari Senin, 27 Agustus 2012 sekitar jam 12:00 WIB.
Disatu sisi lainnya, sebagai Railfans, jelas saya kecewa mengalami penolakan seperti ini. Padahal prosedur etika sudah saya lakukan, penjelasan sudah diberikan. Tapi apa daya, fakta harus saya terima bahwa memotret sarana dan prasarana kereta api di Indonesia jauh lebih sulit ketimbang men-download film porno di internet atau melihat kenyataan bahwa ada beberapa fotografer Indonesia yang dengan mudahnya memotret model-model dengan busana dan gaya yang erotis dan bisa dengan mudah disebarluaskan.
Jujur saja, saya sempat menggerutu dalam hati. Kata saya, "Katro amat sih, mau motret kereta aja dipersulit. Lo enak, kerja di lingkungan kereta api, tiap hari lo bisa puas liat kereta api dan hal-hal lain seputar perkeretaapian. Nah gue, liat kereta cuma kalo lagi lewal perlintasan, ato liat dari hasil download video kereta dari youtube ato liat2 foto koleksi ato liat foto dari internet. Lo beruntung punya kesempatan kerja di lingkungan kereta api, gue kagak". Kira-kira demikiankah gerutu saya di dalam hati.
Tapi sekali lagi, sebagai seorang Railfans dan anggota semboyan35, saya kembali harus ingat, harus mengerti, harus paham, harus legowo, bahwa ada aturan dan ketentuan yang berlaku yang harus dipatuhi.
Bagi rekan-rekan Railfans di semboyan35 yang kebetulan memiliki akses dan/atau mengenal pegawai PT KA yang bisa memberi anda akses untuk motret sarana dan prasarana kereta api Indonesia, pesan saya, motretlah sepuasnya sesuai dengan etika dan profesional, jagalah kepercayaan dari akses yang anda punya, dan hargailah akses anda dengan baik.
Saya sempat beberapa kali berpikir untuk membuat ID TAG semboyan35 yang besar untuk keperluan motret, yang bisa digantung di leher atau di kantong baju/jaket supaya saya tidak perlu susah-susah memberitahu bahwa saya seorang railfans dari semboyan35. Tapi piliran tersebut belum terealisasikan.
Demikianlah sharing pengalaman saya. Mohon maaf bila ada kekeliruan atau kesalahpahaman dari isi sharing pengalaman ini.
Hormat saya,
POERWOKERTO +75/near i studio soerabaia
Anggota semboyan35.com Indonesian Railfans[/spoiler]
Di Stasiun BW, kalau mau hunting leluasa, disarankan di Dipo Kereta atau di Dipo Lokomotifnya. Kalau nekat di Stasiun, pasti diusir secara paksa.
loh kok aneh? di dipo gak diusir di setasiun malah diusir? kok iso ngono yo?
31-08-2012, 10:51 PM
(31-08-2012, 08:14 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: [ -> ](31-08-2012, 08:04 PM)CC 201 91 Wrote: [ -> ]Di Stasiun BW, kalau mau hunting leluasa, disarankan di Dipo Kereta atau di Dipo Lokomotifnya. Kalau nekat di Stasiun, pasti diusir secara paksa.
loh kok aneh? di dipo gak diusir di setasiun malah diusir? kok iso ngono yo?
Tergantung properti yg ada di Dipo tsb, Kang... Kalo kyk Dipo Loko, Dipo Kereta & Stasiun PWT ya steril, apalg yg pernah dpt award & penilaian ISO, SOP mesti dijalankan.
31-08-2012, 11:00 PM
(31-08-2012, 10:51 PM)Logawa_ATB Wrote: [ -> ]Ehem... Sebagai railfans yang baik tentunya harus mengikuti prosedur tempat hunting setempat~(31-08-2012, 08:14 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: [ -> ](31-08-2012, 08:04 PM)CC 201 91 Wrote: [ -> ]Di Stasiun BW, kalau mau hunting leluasa, disarankan di Dipo Kereta atau di Dipo Lokomotifnya. Kalau nekat di Stasiun, pasti diusir secara paksa.
loh kok aneh? di dipo gak diusir di setasiun malah diusir? kok iso ngono yo?
Tergantung properti yg ada di Dipo tsb, Kang... Kalo kyk Dipo Loko, Dipo Kereta & Stasiun PWT ya steril, apalg yg pernah dpt award & penilaian ISO, SOP mesti dijalankan.
![[Image: ehem.gif]](http://i326.photobucket.com/albums/k404/mugiwara_pirates/Pussy%20emot/ehem.gif)
24-09-2012, 04:37 PM
(31-08-2012, 11:00 PM)phepe_ph Wrote: [ -> ]Ehem... Sebagai railfans yang baik tentunya harus mengikuti prosedur tempat hunting setempat~
Setuju dgn om phephe.
Kemarin Sabtu (22/9/2012) saya berkunjung ke Stasiun Serpong bersama seorang kawan railfan juga. Kawan saya itu langsung foto2, dan ditegur. Ditanya apa sudah ada izin? Ya dijawab belum, dan kawan saya itu langsung nanya apa boleh foto2 di kawasan stasiun. Dijawab apa sudah ada izin dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di St Kota? Welehh segitunya

Kawan saya ilfil banget Saya hibur aja, yaaa ini area mereka, nurut ajalah. Akhirnya kita foto2 dari jauh, pake zoom zoom aja hehe...
Sungguh disayangkan sebenarnya, padahal apa yg mau dirahasiakan ya, wong ruang publik
tapi ya gapapalah.. sbg railfan yg baik dan tdk sombong, wes legowo ae 
24-09-2012, 08:11 PM
Ya itulah bedanya jeprat-jepret di perkerataapian dengan dibidang lalu lintas jalan raya. Kan, KA itu transportasi khusus, mungkin dimaksudnya agar tidak membuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun perjalanan KA, khusunya di stasiun, dipo, atau balai yasa, maka dari itu harus izin dulu, serta supaya tahu kalau ada RF yang foto, biar masinisnya ikut mejeng ... 
Kalau foto-fotonya diluar dari ketiga area sakral itu mungkin ndak perlu izin juga tidak apa-apa, seperti fotografer media massa misalnya.

Kalau foto-fotonya diluar dari ketiga area sakral itu mungkin ndak perlu izin juga tidak apa-apa, seperti fotografer media massa misalnya.
25-09-2012, 09:59 AM
Kalo cuma stasiun (dan sdh pny tiket yg sah) seharusnya sudah bisa bebas foto2 di stasiun, karena stasiun hanyalah wilayah umum....
25-09-2012, 04:09 PM
pas hari minggu kemaren (16-9-2012) hunting foto ke wonokromo pas itu aku kaget peronnya dah di pager gk brani ada PPKAnya pas itu aku gk ijin untuk motret, UNTUNG PKD sama PPKAnya Baik Diperbolehkan Langsung Masuk Peron (yg buat naik turun penumpang) hunting sepuasnya Deh... :p 



![[Image: facepalm.gif]](http://i326.photobucket.com/albums/k404/mugiwara_pirates/Pussy%20emot/facepalm.gif)