(27-08-2009, 03:44 PM)katyusha Wrote: [ -> ]karena ketidaktahuannya pembeli, jadi kesannya tiket habis gara2 dibeli orang dalam, padahal tiket cepat habis karena dibeli bersamaan di beberapa stasiun..
contoh yang nyata terjadi di Sta PWT, pembeli marah gara2 tiket habis dalam tempo 2 menit...
Makanya penjelasan diatas dicetak atao sebarluaskan di FB, FS, TW ato yang lainnya supaya pada tau dan mikir
Oom Luke, kemana ajah????

ah...
(27-08-2009, 03:44 PM)katyusha Wrote: [ -> ]karena ketidaktahuannya pembeli, jadi kesannya tiket habis gara2 dibeli orang dalam, padahal tiket cepat habis karena dibeli bersamaan di beberapa stasiun..
contoh yang nyata terjadi di Sta PWT, pembeli marah gara2 tiket habis dalam tempo 2 menit...
harusnya orang dalam tidak membeli secara on line supaya penumpang ga kehabisan tiket!!!
Gege Wrote:Moderator's Note : Dit, tolong dibaca statement lawan diskusi dengan teliti. Perlahan-lahan supaya mengerti apa yang sedang dibicarakan dan point yang disampaikan. Trims.
emang serba salah juga ya..kalo online kejadiannya kayak gini,habis dalam waktu singkat..kalo tidak online takutnya di stasiun X dikasih jatah 70 untuk hari senin, tapi cuma kejual 64,nah sisanya dikemanain?
(27-08-2009, 03:44 PM)katyusha Wrote: [ -> ]karena ketidaktahuannya pembeli, jadi kesannya tiket habis gara2 dibeli orang dalam, padahal tiket cepat habis karena dibeli bersamaan di beberapa stasiun..
contoh yang nyata terjadi di Sta PWT, pembeli marah gara2 tiket habis dalam tempo 2 menit...
Nah, sekarang yg jd pertanyaan saya adalah apakah Anda percaya sepenuhnya bila dgn sistem online ini tiket yang dijual sepenuhnya jatuh ke tangan para konsumen (calon penumpang) ato calo...? Ato mungkin ditahan beberapa puluh tempat duduk oleh "orang dalam" dan baru "dilepas" ketika konsumen bener2 butuh tiket yg diinginkan...?
Saya punya cerita dan ini kisah nyata :
Dulu sewaktu saya menggunakan KA Sawunggalih Utama karena ada keperluan di luar kota dari tanggal 18 – 20 Juli 2009, saya berencana membeli tiket KA pulang pergi (two ways) menggunakan KA122 dan KA119. Pada tanggal 4 Juli 2009, dari sta. PSE, saya memesan dan memperoleh tiket KA122 + no. tempat duduknya. Ketika sedang membayar tiket KA122-nya, saya jg menanyakan ke petugas loket sta. PSE untuk KA119 tanggal 20 Juli apakah masih tersedia jatah tempat duduknya (
pemesanan sistem on line), dan dijawab sudah habis. Lalu, saya coba cross check lewat sms melalui saudara saya di PWT untuk menanyakan tiket KA119 ke petugas loket di sta. PWT dan dijawab sudah habis juga. Tapi feeling saya berkata lain kalau tiket KA119 tersebut habis dibeli oleh calon penumpang KA. Kemudian saya mencoba mengontak teman saya di PWT untuk berburu calo (
Calo Hunting) di sta. PWT dan akhirnya tiket KA119 (+ tempat duduk) dapat diperolehnya untuk keberangkatan tanggal 20 Juli 2009. Setelah saya memperoleh tiket tersebut dari teman saya, saya coba amat-amati tertera di tiket tanggal di-print adalah tanggal 7 Juli 2009. Padahal dari tanggal 5, 6 dan 7 saya coba ngetes petugas loket pemesanan di sta. PSE dgn menanyakan tiket keberangkatan tgl tsb (20 Juli 2009) dan selalu dijwb habis. Pas hari keberangkatannya (tgl 20 Juli 2009) dr PWT ke PSE, selama di perjalanan saya coba tanya ke penumpang sebelah kanan dan 2 orang di depan saya apakah mendapatkan tiket KA bertempat duduk dan dijawab oleh mereka kalo nggak dapet (cuma dapet tiket Berdiri).
So, 3 tiket dgn no. tempat duduk ini kemana...? Apakah ada calo yg rugi pada saat itu...? Ataukah ada calon penumpang yg ketinggalan KA...?
Tiketnya sampai sekarang masih saya simpan lho...
PTKA melalui KS/KSB, beberapa kali menambahkan 1 kereta di rangkaian. Sebuah trik jitu menghapadi calo/peg.Nakal.
Jadi di calon penumpang tetap dapat go-show di stasiun.
GMR dan BD setahu saya yang pernah melakukan ini di musim mudik.
(27-08-2009, 03:31 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ]kalau ekonomi bisa beli on line ga??
Pertanyaannya sudah tak jawab tuh
DI SEBELAH
(27-08-2009, 03:57 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ] (27-08-2009, 03:44 PM)katyusha Wrote: [ -> ]karena ketidaktahuannya pembeli, jadi kesannya tiket habis gara2 dibeli orang dalam, padahal tiket cepat habis karena dibeli bersamaan di beberapa stasiun..
contoh yang nyata terjadi di Sta PWT, pembeli marah gara2 tiket habis dalam tempo 2 menit...
harusnya orang dalam tidak membeli secara on line supaya penumpang ga kehabisan tiket!!!
Gege Wrote:Moderator's Note : Dit, tolong dibaca statement lawan diskusi dengan teliti. Perlahan-lahan supaya mengerti apa yang sedang dibicarakan dan point yang disampaikan. Trims.
masalahnya orang dalam itu ada juga yg naybi jadi calo atau agen bagi calo.Sedikit saja terlambat,habislah TD-nya......
ya itulah teknologi,makin memudahkan bagi konsumen tp disisi lain jg memperbesar celah penyalahgunaan.
Tp kita ambil positipnya yaitu PT KA mulai bergerak ke arah kemajuan dalam sistem ticketing
mudah2an terus dilakukan pembenahan agar tidak ada penumpang yang dirugikan...
apa perlu kebijakan online tiket dan jatah tiket agen hanya khusus lebaran di tiadakan ? daripada di manfaatkan oleh segelintir oknum.