Saya sudah mendengar perihal pengiriman CC204 16 beberapa waktu sebelumnya. Dan seperti pengiriman yang sebelum-sebelumnya, saya juga ikut memburu lokomotif ini.
Rencana sudah disusun, dan menurut rencana, setelah sholat Ashar saya berniat untuk hunting lokomotif ini di Leles, seperti halnya CC204 14. Dan menurut perhitungan, saya akan berangkat dari Bandung pukul 3 sore atau setelah sholat Azhar agar bisa sampai di Leles sebelum Lodaya sampai di sana.
Namun tak seperti hunting loko baru sebelumnya, kali ini saya menggunakan mobil saya (Zephyr itu tentunya). Tadinya saya mau jalan dengan Deden dan beberapa kawan lainnya. Tetapi karena mereka berhalangan, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan sendiri saja.
Dan karena tidak ada kawan, jadi saya memutuskan untuk menyelesaikan urusan administrasi di kampus, sebelem berangkat ke Leles.
Namun sayang sekali, karena banyak orang di kampus yang juga melakukan administrasi, ditambah dengan beberapa karyawan yang rehat sejenak untul sholat Azhar plus kerjanya lambat, akhirnya saya baru berangkat ke Leles pukul 15.45!!
Setelah selesai dengan urusan kampus, sayapun langsung tancap gas meninggalkan kampus, tetapi sayangnya, karena saya menggunakan mobil, di pasar Simpang Dago, saya ketahan kemacetan yang cukup lama.
Antara kampur di Dago Pojok dengan pintu tol Pasteur saya melewati tak kurang dari 5 tempat kemacetan yang cukup parah.
Tetapi di Pasteur, saya mengalami beberapa kejadian yang nyaris mencelakai saya. Pertama, di depan Yogya Supermarket di jalan Pasteur mobil saya disodok mobil lain dari belakang. Sodokannya pelan, tetapi saya bisa merasakannya. Rupanya dia sendiri dosodok oleh mobil di belakangnya.
Daripada berhenti dan meributkan ganti rugi, saya lebih memilih jalan saja terus. Tokh kerusakannya semestinya tidak banyak, dan saya juga lagi mengejar waktu.
Namun tak lama kemudian di depan BTC ata truk yang berusaha menyerempet dan memakan jalan saya. Sayapun menglakson, dan dia marah-marah sambil memaki saya. Saya lebih memilih untuk tetap diam dan menahan emosi. Toh, bukannya di dalam mobil sudah ada ACnya?
Tapi selepas putaran di depan BTC, ada truk lain yang mau memepet saya, sehingga saya nyaris menabrak anak penjual koran yang duduk di trotoar tengah jalan Pasteur.
Kalau itu kurang, di perempatan Pasteur-Surya Sumantri saya dihalangi oleh mobil yang mau belok kanan, padahal saya mau lurus dan lampunya hijau!
Setelah perempatan dan masuk tol, saya langsung ngebut habis-habisan menuju Cileunyi. Bahkan Zephyr sempat ngebut hingga kecepatan 140 km/jam! Lebih cepat dari Argo Anggrek!
Sesampainya di Cileunyi, saya melihat jam sudah pukul 17.15! Aduuhh! Akhirnya saya memilih untuk membatalkan rencana saya ke Leles, dan memilih spot yang lebih dekat. Awalnya saya mau di Haurpugur, tetapi karena aksesnya susah, akhirnya saya memilih di Cicalengka saja.
Awalnya saya mau memarkir di depan stasiun, tetapi karena lahannya sudah dikuasai angkot, akhirnya saya memarkir di depan perkampungan, dekat curve Cicalengka.
Setelah mengunci mobil, saya langsung mencari spot yang bagus di tengah sawah. Namun baru berapa meter berjalan, dari arah Bandung terdengar klakson lokomotif. Rupanya itu adalah KRD ekonomi yang ditarik CC203 11.
Begitu KRD itu lewat, suasana terasa hening sekali. Di ufuk barat, saya bisa melihat matahari yang perlahan-lahan tenggelam, sehingga pencahayaan menjadi makin gelap. Saya tahu bahwa sebenarnya saya bisa saja membatalkan ini semua dan kembali, apalagi kamera saya kurang baik untuk memotret di kegelapan.
Namun, hanya karena ego saya yang membuat saya bertahan. Apalagi saya sudah susah payah dari jauh datang, masak saya lewatkan momen ini? Tak peduli cahayanya jelek sekalipun.
Selagi menunggu saya melihat KRD tadi kembali ke Bandung, serta sebuah KA Mutiara Selatan tujuan Surabaya yang ditarik CC204 09 lewat di situ.
Selama saya menunggu CC204 16 datang, adzan Maghrib akhirnya tiba. Sayangnya, walaupun waktu berbuka puasa sudah tiba, saya tidak bawa minuman atau makanan. Jadi terpaksa saya menahannya sedikit lebih lama.
Penungguan saya tidaklah lama. Pas pukul 18.17 akhirnya datanglah KA Lodaya yang terlambat itu, ditarik dua lokomotif yang baru: CC204 14 dan CC204 16 di depan.
Saya hanya mengambil sekali jepret saja, lengkap dengan lampu blitznya. Ada perasaan mendongkol dan kecewa pada saat itu, karena selain cahaya sudah terlalu gelap, kereta terlambat, dan saya tidak mendapat momen bagus.
Namun begitu saya melihat hasil jepretan perasaan mendongkol dan kecewa langsung berubah menjadi gempar dan ketakutan! Bagaimana tidak? Di langit di sebelah kanan CC204 16 tampak 3 titik menyala.
Bintang? Jelas bukan karena langitnya belum gelap betul. Lagipula belakangan ini, karena polusi cahaya yang kuat di daerah Bandung, melihat bintang di langit adalah hal yang langka. Serangga? Kok bisa formasinya bisa rapi begitu? Apalagi setelah saya zoom satu titik yang paling besar, bentuknya menyerupai piringan!
Waduh!!! Kayaknya UFO yang terkenal itu! Ah, daripada saya diculik oleh mahluk luar angkasa (dan malah berlebaran di planet antah-berantah), saya lebih memilih untuk lari kembali ke mobil saya. Apalagi saat itu di tengah sawah tidak ada orang satupun. Mereka sedang asyik menyantap takjil di rumah.
Begitu sampai kembali ke perumahan penduduk, saya langsung mampir ke salah satu warung yang ada di situ untuk membeli minuman. Ah..lega rasanya...!
Seusai minum, saya langsung kembali lagi ke rumah di Bandung, dan langsung beristirahat.
Besok sorenya, setelah mampir ke rumah pak Frans, saya langsung ke depo untuk meniliki lokomotif ini dengan adik saya. Dan kebetulan di depo sudah menunggu Bagus Jr dan kang Deden.
Walaupun lokomotifnya sudah sampai di Bandung, dan saya sudah bisa menyantai, tetapi bisa kelihatan bahwa perasaan tegang itu masih ada.
kapanlagi
20090831131006_CC20416_plate_4a9b693e4ba5b.jpg
Bagi saya, hunting CC204 17 nanti bisa menjadi acara hunting loko saya yang terakhir untuk sementara waktu, karena tampaknya kedatangan lokomotif baru tidak terlihat luar biasa lagi buat saya.
Kalaupun ada yang saya bela, itu karena nomornya istimewa untuk saya.
kapanlagi
20090831131307_CC20416_CC20168_4a9b69f32ca2d.jpg
kapanlagi
20090831131307_CC20416_curiousity_4a9b69f333e62.jpg
"Ah mejeng ah...biar kaya mas Bagus..."