Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: PLH AGAINS
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38
Ini beritanya:
Quote:Kecelakaan Kereta
2 Mobil, 4 Motor, 1 Mikrolet, 1 Truk Terseret 300 meter
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Tabrakan yang melibatkan kereta api di Bandengan Utara, Jakarta Utara, sungguhlah dahsyat. Bagaimana tidak, kereta api menghantam 2 mobil pribadi, 4 motor, 1 mikrolet, dan 1 truk lalu menyeretnya hingga ratusan meter.

"2 Mobil pribadi, 4 motor, 1 mikrolet, dan 1 truk tertabrak 300 meter dari persimpangan jalan raya Bandengan," kata Kanit Lantas Polsek Tambora Suwarno di lokasi kejadian, Kamis (5/3/2009).

Pantauan detikcom pukul 18.06 WIB, kondisi di lokasi sangatlah riuh. Satu demi satu kendaraan yang menjadi korban hantaman kereta sudah dievakuasi.

Di lokasi tidak terlihat adanya korban selamat, luka, ataupun tewas. Namun keterangan dari PT KA, korban yang tewas mencapai 2 orang.

Situasi lalu lintas sangat padat sehingga petugas mengalihkan sebagian kendaraan melewati jalan-jalan kecil di sekitar lokasi.
(gah/iy)

Kronologi Tabrakan Kereta Maut di Bandengan Versi Warga
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Kecelakaan kereta api yang menabrak 8 kendaraan sekaligus di Jl Bandengan Utara, Jakarta, sejauh ini menelan 2 korban jiwa. Berikut kronologi kejadian tabrakan maut di jam pulang kantor tersebut berdasarkan kesaksian warga:

Pada pukul 16.30 WIB kereta api jurusan Kota-Rangkas dijadwalkan melintas di kawasan Bandengan Utara, Jakarta. Petugas pun lalu menutup palang pintu kereta.

"Tapi setelah 10 menit menunggu, keretanya nggak datang-datang, jadi dibuka lagi," kata saksi mata, Malik, warga setempat kepada detikcom di lokasi kejadian, Kamis (5/3/2009) pukul 18.15 WIB.

Melihat palang pintu dibuka, puluhan mobil yang mengantre terlihat tidak sabar. Saat itu, kata Malik, mobil Grand Livina B 8013 XD, Mikrolet M25 jurusan Kota-Grogol, truk, dan 4 motor berada di lintasan kereta.

"Lalu palang pintunya ditutup lagi, tiba-tiba ada keretanya datang, braakk!" tambah Malik.

Para penumpang mobil tidak sempat melarikan diri. Meski warga sempat memperingatkan ada kereta datang, namun itu tidak cukup.

"Mereka teriak-teriak histeris Mas," pungkasnya.

Hingga pukul 18.30 WIB, lalu lintas di lokasi masih macet. Ratusan orang berkerumun di lokasi kejadian. (mpr/mad)

Pasrah Aja Dah
Lah itu gamana kok bisa begitu? palang pintu perlintasan udah ditutup kok dibuka lagi, apa ada salah pengertian oleh petugas pintu perlintasan itu.jadi sedih Huaaaa.....hik..hik
ada lagi nih tambahan...
Quote:Headline News / Nusantara / Kamis, 05 Maret 2009 9:05 WIB

Metrotvnews.com, Lamongan: Tabrakan beruntun terjadi di Lamongan, Jawa Timur. Kereta api barang jurusan Surabaya-Jakarta menabrak truk tronton dan truk engkel serta mobil Mitsubshi L300 di perlintasan kereta api, Jalan Panglima Sudirman, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (5/3) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sopir truk tronton pengangkut biji plastik, tewas di tempat. Sedangkan pengemudi dan kernet truk engkel mengalami luka serius. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah DR Sugiri, Lamongan.

Hingga pagi ini, mayat korban tewas belum bisa dievakuasi. Sebab, mobil rusak terlalu parah. Untuk evakuasi, terpaksa harus menunggu alat berat datang. Polisi juga masih memeriksa petugas PT Kereta Api Indonesia yang menjaga perlintasan rel tersebut.(BEY)




Quote:Metrotvnews.com, Lamongan: Polisi memeriksa petugas penjaga pintu perlintasan kereta api di Jalan Panglima Sudirman, Kota Lamongan, Jawa Timur. Ia diduga tertidur, sehingga tidak menurunkan palang rel yang mengakibatkan tabrakan antara kereta api dan truk serta mobil. Tabrakan ini menewaskan seorang dan melukai dua orang lainnya.

Sahid, begitu nama lekaki tua ini. Ia mengaku mengantuk. Ia tak mengetahui ada kereta yang melintas, sehingga tidak menutup palang pintu perlintasan. Akibatnya, tabrakan beruntun antara kereta api dan sejumlah kenderaan terjadi. Namun, polisi belum menetapkan Sahid sebagai tersangka.

Tabrakan tersebut terjadi dini hari tadi. Saat ini, polisi telah mengevakuasi badan truk tronton yang telah hancur dari perlintasan kereta api. Polisi sempat kesulitan mengeluarkan jenazah sopir truk, Aksan Fauzi yang terjepit di dalam truk.(BEY)


itu terjadi di hari yg sama dengan yg di jakarta....
penyebabnya juga sama.. palangnya g ketutup...... Pasrah Aja Dah
kenapa ya akhir2 ini banyak bgt PLH yang terjadi, lama-lama bisa bikin image perkeretaapian Indonesia jelek di mata masyarakat, smg tidak. Smg PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa merespon dg cepat.....
Pasrah Aja Dah
Prihatin juga melihat kejadian2 ini, di satu sisi para penjaga pintu perlintasan hanya pegawai kecil yang pekerjaan dan upah tidak sebanding dengan resiko, namun di sisi lain yang paling penting adalah keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya. Pasrah Aja Dah
Paling bagus mungkin mengganti pintu2 perlintasan manual dengan pintu otomatis sehingga resiko human error bisa dikurangi.
Jika biaya operasional pintu manual + resiko operasional dan reputasi (intangible cost) + biaya ganti rugi korban dan aset > biaya investasi pintu otomatis + maintenance maka akan menjadi pilhan yang efisien dan aman untuk semua pihak.
Lok Merah Biru
boleh ikut tanya kan ya ?...

kalaw boleh tahu, apakah betul yang namanya Palang Pintu Otomatis KA bekerja menutup secara otomatis apabila akan ada rangkaian KA yang akan melintas, sebelum dan sesudah KA lewat perlintasan jalan raya tersebut ?...

kalaw benar, seharusnya petugas Palang Pintu Otomatis tidak bisa disalahkan karena sistim dan aturan sudah jelas bahwa bekerja secara otomatis. tugas para penjaga lintasan KA adalah hanya membantu mengontrol lintasan KA agar KA dapat melewati perlintasan dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan sedikitpun.

seharusnya... apabila terdapat "suatu" pengontrol tambahan yang berfungsi untuk mem "by-pass" fungsi Palang Pintu Otomatis, maka harus mendapat "approved" atau setidaknya di "rekam" untuk bahan data atawa keperluan bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

secara logikan awam... andaikan tanpa ada petugas penjaga pun, mestinya dan seharusnya para pemakai jalan raya yang hendak melintasi Palang Pintu Otomatis hendaknya waspada dan memastikan dengan aman bahwa KA tidak ada yang akan melewati Pintu perlintasan Otomatis tersebut secara bersamaan dengannya berdasarkan "petunjuk" yang ada (lampu dan sirene serta palang pintu yang menutup.

terus terang.... saya sangat miris, prihatin dan sedih melihat para petugas Palang pintu tomatis yang dijadikan "kambing hitam" bila terdapat kasus seperti ini. Saya pernah "nongkrong" selama 3 hari melihat petugas Palang Pintu Otomatis di stasiun Klender Baru (Pondok Kopi) dan petugas Palang Pintu Otomatis di stasiun Cakung.... berat beban secara mental dan psikologinya untuk mereka (menurut saya, ya) apalagi bila terjadi di jam-jam sibuk dan terlebih bila terjadi "lock-cross" antara kendaraan bermotor roda 4 di pintu perlintasan yang terdiri lebih dari 2 persimpangan jalan raya. Apakah berhak mereka melakukan tindakan BLB ?????..... siap-siap saja di "semprot" sama masinis yang tidak paham, kenapa BLB-kan ?......
human terorrrrr
kadang pintu otomatis yang model palang gitu nggak menjamin pengendara kendaraan tidak menerobos.saya lebih suka dengan yang model manual kaya jaman tahun 80 an yang model dorong dan juga yang sudah di modifikasi kaya di dekat malioboro jogjakarta yang ada roda kecilnya kaya pintu garasi jadi nggak da yang bisa menerobos kalau sudah tertutup.memang kesaadaraan rakyat indonesia tentang keselamatan di jalan raya rendah sekali atau memang tidak punya kesadaran sama sekali.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah berupaya maksimal untuk menanggulangi kecelaakan di pintu perllintasan kereta api.segala cara sudah di tempuh demi kenyaman bersama seperti waktu jaman pintu ka model dorong kaya garasi,model gantung kaya di dekat stasiun senen dan sampai saat ini model palang otomatis dan juga di tambahkan dengan pengeras himbauan suara wanita tentang keselamatan di pintu perlintasan yang sekarang sudah habis kontraknya.apa memang harus ditutup permanen aja kali ya biar aman perjalanan kereta api tapi memang paling realistis sebenarnya ya dengan cara di buat jembatan atau terowongan padahal kalau untuk yang satu ini adalah kewenangan pemda setempat .kalau tidak salah dalam uu perkereta apian pintu perlintasan adalah tanggung jawab pemda bukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tepuk Tangan
yang dimaksud palang otomatis itu adalah palang tanpa penjaga yang punya sensor ato input dari sistem sinyal kereta, sehingga bisa mendeteksi ada kereta yang mendekat kemudian langsung aktif sirine dan palangnya.
klo yang dijaga petugas memang keliatan bisa turun sendiri palangnya karena ada motornya jadi ga ditarik manual pake tali kayak portal di komplek, tapi tetap saja mesti ada petugas yang tekan tombol/tarik tuas.. (palang manual juga kan...)
gw baca klo di US ga semua ada palang pintu (untuk penghematan kali) tapi pasti selalu ada lampu peringatan dan sirine (cmiiw buat yg pernah kesana).
anyway yang paling aman ya mesti ditutup aja perlintasannya trus dibuat fly over ato underpass terutama di daerah2 sibuk dan padat trafiknya, daripada bikin macet n celaka. Pisss ahhh...

Quote:kalau tidak salah dalam uu perkereta apian pintu perlintasan adalah tanggung jawab pemda bukan PT Kereta Api (Persero)
wah repot urusannya klo ditanggung pemda, bisa2 jadi prioritas nomor sekian karena anggaran terbatas... (tau sendiri penerapan otonomi daerah..) Kapan ya...
Guys...

Ke topik lage yeh...

Kalo mo bicara PJL dan Palang Pintu Otomatis pan dah ada threadnya yeh...

Nyoek ah...

Pisss ahhh...
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38