Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: KRDI Aceh gimana kabarnya?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
padahal dulu banget, ada jalur yang nyambung dari banda aceh ke besitang, langkat, sumut

http://tambeh.wordpress.com/2013/04/09/k...9-km-lagi/

Gubernur Berharap Proyek Kereta Api Aceh Berlanjut

Banda Aceh ( Berita ) : Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengharapkan proyek pembangunan Kereta Api di daerahnya bisa berlanjut sehingga dapat menjadi transportasi darat yang menghubungi masyarakat Banda Aceh hingga keperbatasan Provinsi Sumatera Utara.

“Saya mengharapkan proyek Kereta Api di Aceh itu tidak sebatas menghubungkan antara Kota Lhokseumawe sampai ke Kabupaten Bireuen, tapi menjadi transportasi darat dari Banda Aceh hingga Aceh Tamiang yang berbatasan dengan Sumatera Utara,” katanya di Banda Aceh, Senin [23/12].

Hal tersebut disampaikan di sela-sela pembukaan rapat kerja serta penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2014 kepada bupati dan wali kota se Aceh. Untuk mendukung rencana pembangunan jalur Kereta Api itu, gubenur meminta Kementerian Perhubungan RI tidak hanya mengucurkan anggara senilai Rp5 miliar/tahun bagi pembangunan jalur transportasi tersebut.

“Jangan sampai seperti membangun kereta api ‘sirkus’. Kalau memang mau membangun transportasi maka benar-benar diwujudkan secara serius dan bisa selesai dalam waktu yang tidak lama,” kata Zaini Abdullah.

Rapat kerja dan penyerahan DIPA 2014 tersebut dihadiri seluruh bupati dan wali kota di Aceh, selain juga anggota tim pemantau otonomi khusus Aceh dan Papua Marzuki Daud serta Kapolda Aceh Irjen (Pol) Herman Effendi.

Di pihak lain, Gubernur Zaini Abdullah mengakui praktek korupsi hingga kini belum semuanya bisa dibersihkan baik ditingkat nasional maupun skala daerah termasuk di provinsi berjuluk “Serambi Mekah”.

“Saya menegaskan jangan sampai dana rakyat dan negara kita grogoti. Namun perlu juga disadari bahwa jangan sampai kita terjebak oleh bawahan sehingga tanpa disadari telah melakukan penyimpangan keuangan,” kata gubernur menjelaskan.

Karena itu, Zaini Abdullah meminta para bupati dan wali kota serta pejabat agar berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan atau amanah yang telah dipercayakan rakyat.

Gubernur juga meminta para bupati dan wali kota di Aceh tidak melakukan “by pass” mengurus proyek ke pusat tanpa pihaknya mengetahui. “Artinya, saya harus tahu setiap adanya proyek. Jadi jangan ‘bay pass’ tanpa saya ketahui,” kata Zaini.

http://beritasore.com/2013/12/23/gubernu...berlanjut/
(08-12-2013, 10:05 AM)rapih_dhoho Wrote: [ -> ]Kalo menurut saya, ini mah bukan hadiah, tapi kutukan buat Aceh, rel nya ga pernah pake standard nasional Indonesia, ga pernah bisa nyambung ama jalur lainnya. Dulu pake 600 eh sekarang malah pake 1435.

Seharusnya contohlah Jepang, tahu diri kalo negerinya ga terlalu luas dan didominasi pegunungan jadi untuk jalur nasionalnya mereka pakai rel 1067 karena emang paling cocok. Disamping itu mereka juga tetap mbuat jalur 1435 tersendiri khusus untuk KA cepat nya.

hadeh, udah puluhan tahun gak ada KA dan sekarang syukur ada lagi ditambah antusiasme dan kegembiraan warga setempat sangat tinggi ente malah bilang kutukan Ngeledek Ngeledek Ngeledek
udahlah, syukuri aja, harusnya kita RF juga ikut bahagia, yang penting sekarang akhirnya warga setempat bisa menikmati dan terbantu KA lagi, perkara pake gauge 1435 kek, atau yg lainnya kan kedepannya masih bisa dikompromi Bye Bye
(13-01-2014, 11:47 PM)gustav Wrote: [ -> ]
(08-12-2013, 10:05 AM)rapih_dhoho Wrote: [ -> ]Kalo menurut saya, ini mah bukan hadiah, tapi kutukan buat Aceh, rel nya ga pernah pake standard nasional Indonesia, ga pernah bisa nyambung ama jalur lainnya. Dulu pake 600 eh sekarang malah pake 1435.

Seharusnya contohlah Jepang, tahu diri kalo negerinya ga terlalu luas dan didominasi pegunungan jadi untuk jalur nasionalnya mereka pakai rel 1067 karena emang paling cocok. Disamping itu mereka juga tetap mbuat jalur 1435 tersendiri khusus untuk KA cepat nya.

hadeh, udah puluhan tahun gak ada KA dan sekarang syukur ada lagi ditambah antusiasme dan kegembiraan warga setempat sangat tinggi ente malah bilang kutukan Ngeledek Ngeledek Ngeledek
udahlah, syukuri aja, harusnya kita RF juga ikut bahagia, yang penting sekarang akhirnya warga setempat bisa menikmati dan terbantu KA lagi, perkara pake gauge 1435 kek, atau yg lainnya kan kedepannya masih bisa dikompromi Bye Bye
setuju ganTop Banget btw,okupansi nya bagus kah?Bingung
Sundul dulu ah Pisss ahhh...
Gmna kabarnya si KRDI gk beroperasi lgi nih Terharu
Menurut ane
1. Rel nya di ganti jadi gauge 1067 mm aja mumpung msih 12 Km
2. Di perpanjang rute nya ke pusat keramaian
3. Masyarakat diberi sosialisasi tentang KA
4. Semua warga Aceh wajib menjaga KA ini dam bisa beralih ke moda KA ini
5. Palang pintu PJL segera dioperasikan
6. Perkampungan dekat rel di steril kan
Itu menurut pendapat ane sih Mikir Dulu
(13-01-2014, 10:18 PM)svaerd firemanska Wrote: [ -> ]padahal dulu banget, ada jalur yang nyambung dari banda aceh ke besitang, langkat, sumut

nyambungnya tidak secara langsung karena beda gauge 750-1067 di besitang. itupun ribet lantaran layout tracknya menyebabkan kereta dari banda aceh sampai sumut mesti putar lok berkali2.

kalo ditelusuri pakai googlemap, di lhokseumawe lok harus putar karena merupakan stasiun terminus/ujung. di besitang ganti kereta (break of gauge sampai terminus di pangkalan susu). dari besitang ke sumut di pangkalan brandan juga putar lok lagi karena p. brandan adalah terminus.

kalo menurut sumber2 yang saya tahu, dulu kereta hanya ada jurusan banda aceh-lhokseumawe dan lhokseumawe-langsa-besitang-p susu.
------------------------------------------

kalo misal mau disambung ke sumut, lebih baik diganti 1067 nya dari besitang sampai langsa saja. karena langsa dulunya adalah kantor pusat inspeksi aceh jama pnka-pjka. lalu layout di besitang dan p.brandan diubah supaya kereta dari langsa kearah medan bisa langsung tanpa putar2 lok lagi. baru setelah sampai langsa tinggal diteruskan keutara sampai lhokseumawe-banda aceh.
ady_mcady Wrote:
svaerd firemanska Wrote:padahal dulu banget, ada jalur yang nyambung dari banda aceh ke besitang, langkat, sumut

nyambungnya tidak secara langsung karena beda gauge 750-1067 di besitang. itupun ribet lantaran layout tracknya menyebabkan kereta dari banda aceh sampai sumut mesti putar lok berkali2.

kalo ditelusuri pakai googlemap, di lhokseumawe lok harus putar karena merupakan stasiun terminus/ujung. di besitang ganti kereta (break of gauge sampai terminus di pangkalan susu). dari besitang ke sumut di pangkalan brandan juga putar lok lagi karena p. brandan adalah terminus.

kalo menurut sumber2 yang saya tahu, dulu kereta hanya ada jurusan banda aceh-lhokseumawe dan lhokseumawe-langsa-besitang-p susu.
------------------------------------------

kalo misal mau disambung ke sumut, lebih baik diganti 1067 nya dari besitang sampai langsa saja. karena langsa dulunya adalah kantor pusat inspeksi aceh jama pnka-pjka. lalu layout di besitang dan p.brandan diubah supaya kereta dari langsa kearah medan bisa langsung tanpa putar2 lok lagi. baru setelah sampai langsa tinggal diteruskan keutara sampai lhokseumawe-banda aceh.
ato nggak mending di bikin double gauge 1435+1067 jadi dua-duanya bisa masuk

ady_mcady Wrote:
svaerd firemanska Wrote:padahal dulu banget, ada jalur yang nyambung dari banda aceh ke besitang, langkat, sumut

nyambungnya tidak secara langsung karena beda gauge 750-1067 di besitang. itupun ribet lantaran layout tracknya menyebabkan kereta dari banda aceh sampai sumut mesti putar lok berkali2.

kalo ditelusuri pakai googlemap, di lhokseumawe lok harus putar karena merupakan stasiun terminus/ujung. di besitang ganti kereta (break of gauge sampai terminus di pangkalan susu). dari besitang ke sumut di pangkalan brandan juga putar lok lagi karena p. brandan adalah terminus.

kalo menurut sumber2 yang saya tahu, dulu kereta hanya ada jurusan banda aceh-lhokseumawe dan lhokseumawe-langsa-besitang-p susu.
------------------------------------------

kalo misal mau disambung ke sumut, lebih baik diganti 1067 nya dari besitang sampai langsa saja. karena langsa dulunya adalah kantor pusat inspeksi aceh jama pnka-pjka. lalu layout di besitang dan p.brandan diubah supaya kereta dari langsa kearah medan bisa langsung tanpa putar2 lok lagi. baru setelah sampai langsa tinggal diteruskan keutara sampai lhokseumawe-banda aceh.
ato nggak mending di bikin double gauge 1435+1067 jadi dua-duanya bisa masuk
Ada link tepatnya jalur KA di lhokseumawe? penasaran terminus nya kyk gimana...
permisalan, berarti trek nya seperti KTS-WO-JR (Kertosono-Wonokromo-Jember) ?
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23