14-10-2009, 07:41 AM
brita terbaru,
http://www.beritajakarta.com/2008/id/ber...wsId=35526
http://www.beritajakarta.com/2008/id/ber...wsId=35526
Quote:Pasar Tradisional Akan Terintegrasi dengan MRT
lenny/beritajakarta.com
BERITAJAKARTA.COM  08-10-2009 19:41
Seiring dengan rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) di Provinsi DKI Jakarta, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya bersama PT MRT Jakarta merencanakan akan mensinergiskan pembangunan stasiun MRT dengan pasar-pasar tradisional yang telah ada di ibu kota. Hingga kini, PD Pasar Jaya sedang menunggu disain tepat yang menyatukan stasiun dengan pasar secara langsung. Paling tidak, konsep umumnya berupa pasar itu akan dibuat seperti model pasar modern, ada hotel kecil di sekitar lokasi pasar serta akses jalan langsung menuju pasar.
Sejumlah pasar tradisional akan diintegrasikan dengan stasiun mass rapid transit (MRT) yaitu Pasar Blok A, Pasar Bendungan Hilir, Pasar Blora, Pasar Tanah Tinggi Poncol, Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat, Pasar Blok M (Jakarta Selatan), Pasar Glodok (Jakarta Barat), serta Pasar Palmeriam (Jakarta Timur).
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan seluruh pasar tradisional yang akan terintegrasi dengan stasiun MRT akan dibangun lebih bersih, rapi, dan berkesan modern. Bahkan di sekitarnya akan dibangun hotel kecil dan akses jalan langsung menuju pasar dan stasiun. Juga akan dibangun fasilitas jembatan toko dan gedung perkantoran. Untuk akses jalan ke stasiun akan lebih bagus lagi dibangun akses langsung bawah tanah dari stasiun yang tembus ke pintu pasar.
"Itu konsep sederhananya. Tetapi saat ini kami masih menunggu disain dari mereka. Kalau sudah ada, kami akan langsung bangun bersamaan dengan pengerjaan fisik MRT," kata Djangga Lubis, Kamis (8/10).
Guna penyesuaian ini, lanjut Djangga, disain bangunan delapan pasar ini akan diubah sesuai dengan bentuk fisik stasiun. Penambahan fasilitas yang masih dalam perencanaan yaitu penyatuan hotel dan perkantoran dengan pasar juga akan diakomodasikan dengan disain dasar pembangunan MRT. Dengan penyatuan ini diharapkan pasar akan lebih ramai.
Selain itu, bentuk pasar juga akan diubah menjadi disain hanggarisasi sehingga transaksi pembelian pun menjadi cepat, bersih, dan bentuk bangunan menjadi sederhana. Pihaknya juga akan menambah pasar tematik seperti pasar obat, pasar burung, pasar batu aji, pasar ikan hias, dan pasar bunga.
Karena dananya terbatas, Djangga menegaskan, peremajaan ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. "Kalau untuk peremajaan pasar dalam bentuk tematik, hanggarisasi dan terintegrasi dengan hotel dan gedung perkantoran, kita perlu menggandeng developer. Sebab mereka mempunyai dana yang cukup besar. Sedangkan kita dananya terbatas," imbuhnya. Namun untuk membangun atau merevitalisasi pasar-pasar kecil, PD Pasar Jaya akan berupaya meminimalisasikan partisipasi developer. "Kalau bisa kita bangun sendiri pasar kecil itu agar bisa memberikan harga kios yang murah kepada pedagang," tambahnya.
Selanjutnya, sambung Djangga, sebagai pusat penyuplai usaha dan distribusi bagi pedagang, maka pihaknya juga akan membangun depo logistik. Pasar yang akan dijadikan depo ini yaitu Pasar Rumput (Jakarta Selatan), Cengkareng (Jakarta Barat), Perumnas Klender (Jakarta Timur), Pasar Grogol dan Pasar Sindang (Jakarta Utara). Sejumlah distributor juga akan digandeng yaitu Unilever, Indofood, ABC, Wings dan P&G. Pihaknya juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus trading bagi pengembangan depo. Sayangnya, Djangga juga belum tahu kapan realisasi depo logistik ini. "Depo memang penting untuk memutus mata rantai pasokan ke pedagang yang cukup panjang," tuturnya.
Direktur Utama PT MRT, Tribudi Rahadrjo, mengakui adanya integrasi dengan sejumlah pasar tradisional tersebut. Integrasi ini akan dilakukan di jalur MRT tahap I yaitu Lebak Bulus hingga Dukuh Atas. "Dalam basic design mendatang integrasi ini akan kami kaji lebih mendalam," ujar Tribudi di Jakarta, Kamis (8/10). Seperti diketahui, MRT tahap I Lebak Bulus-Dukuh Atas mempunyai sepanjang 14,2Km. Jalur ini akan memiliki sembilan stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan) serta tiga stasiun bawah tanah (Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas).
Reporter: lenny

