31-03-2009, 09:31 AM
wahhh boleh kasih "pendapat" khan untuk kasus ini....
mengenai siapa yang memecahkan kaca ruang cek sisi KR los, siapa saja bisa untuk melakukannya... pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), RF, masyarakat luar atau siapapun yang sengaja maupun tidak....
bagi saya saat ini untuk mengakui secara psikologis sangat berat bagi sang pelaku vandalisme, siapapun dan bagaimanapun latar belakangnya.
saran saya, mari kita semua (yang tentunya melalui perwakilan) beserta mediasi menemui KDT serta KR Los / KR Luar juga pengawas KA serta pengawas Cek untuk memohon maaf atas kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh kita semua seraya (membantu) mengganti kaca sebagai bentuk tanggung jawab kita, sekali lagi sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai RailFans, entah berbentuk materi atau "bentuk lainnya".
saya percaya dan yakin bahwa dari pihak Dipo Lok Jng akan mengerti serta memakluminya karena ini merupakan kasus yang pertama kali dan melibatkan banyak "pihak" sehingga cukup sulit untuk mendapatkan seorang yang "jujur" dan "gentleman" untuk mengakui perbuatannya.
lain apabila kasus ini telah sering terjadi dan bukan hanya kasus semacam ini dimana kehadiran "orang asing" mengganggu.... maka segala kebijakan dan peraturan yang dibuat dan berlakukan pihak Dipo Lok Jng maka saya akan dukung sepenuhnya... saya akan dukung sepenuhnya
mengenai pelaku, entah siapa dan dari latar belakang apa.... saya secara pribadi apabila telah diketahui dan terungkap pelakunya, maka akan ada BENTUK HUKUMAN PSIKOLOGIS dari saya untuknya. saya sependapat dengan bung CC201_106 seorang (RF) laki-laki dilihat dari kejujuran dan tanggung jawabnya.....
sekali lagi... saya tidak melihat latar belakang, entah dari Pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau RF atau juga masyarakat umum....
terlepas dari masalah itu semua, ada satu hal yang membuat saya bertanya dalam hati, apakah pecahnya retak atau bertebaran.... andaikan retak besar kemungkinan tidak diketahui meski rada aneh namun apabila pecah berserakan apalagi menimbulkan bunyi kaca pecah "praannngggg....", rasanya kok mustahil tidal ada yang tahu ya... padahal ada banyak "mahluk resmi" maupun "tak resmi" di lokasi kejadian. secara logika mestinya khan bisa di "tarik" dan interogasi pelakunya....
tapi ya sudah.... ini sudah kejadian dan saya berharap yang pertama dan terakhir.... saya ingatkan kembali bahwa akan ada "HUKUMAN BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN HUBUNGAN SOSIAL".....
terima kasih atas waktu luangnya rekan-rekan membaca tlisan saya ini semua.
mengenai siapa yang memecahkan kaca ruang cek sisi KR los, siapa saja bisa untuk melakukannya... pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), RF, masyarakat luar atau siapapun yang sengaja maupun tidak....
bagi saya saat ini untuk mengakui secara psikologis sangat berat bagi sang pelaku vandalisme, siapapun dan bagaimanapun latar belakangnya.
saran saya, mari kita semua (yang tentunya melalui perwakilan) beserta mediasi menemui KDT serta KR Los / KR Luar juga pengawas KA serta pengawas Cek untuk memohon maaf atas kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh kita semua seraya (membantu) mengganti kaca sebagai bentuk tanggung jawab kita, sekali lagi sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai RailFans, entah berbentuk materi atau "bentuk lainnya".
saya percaya dan yakin bahwa dari pihak Dipo Lok Jng akan mengerti serta memakluminya karena ini merupakan kasus yang pertama kali dan melibatkan banyak "pihak" sehingga cukup sulit untuk mendapatkan seorang yang "jujur" dan "gentleman" untuk mengakui perbuatannya.
lain apabila kasus ini telah sering terjadi dan bukan hanya kasus semacam ini dimana kehadiran "orang asing" mengganggu.... maka segala kebijakan dan peraturan yang dibuat dan berlakukan pihak Dipo Lok Jng maka saya akan dukung sepenuhnya... saya akan dukung sepenuhnya
mengenai pelaku, entah siapa dan dari latar belakang apa.... saya secara pribadi apabila telah diketahui dan terungkap pelakunya, maka akan ada BENTUK HUKUMAN PSIKOLOGIS dari saya untuknya. saya sependapat dengan bung CC201_106 seorang (RF) laki-laki dilihat dari kejujuran dan tanggung jawabnya.....
sekali lagi... saya tidak melihat latar belakang, entah dari Pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau RF atau juga masyarakat umum....
terlepas dari masalah itu semua, ada satu hal yang membuat saya bertanya dalam hati, apakah pecahnya retak atau bertebaran.... andaikan retak besar kemungkinan tidak diketahui meski rada aneh namun apabila pecah berserakan apalagi menimbulkan bunyi kaca pecah "praannngggg....", rasanya kok mustahil tidal ada yang tahu ya... padahal ada banyak "mahluk resmi" maupun "tak resmi" di lokasi kejadian. secara logika mestinya khan bisa di "tarik" dan interogasi pelakunya....
tapi ya sudah.... ini sudah kejadian dan saya berharap yang pertama dan terakhir.... saya ingatkan kembali bahwa akan ada "HUKUMAN BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN HUBUNGAN SOSIAL".....
terima kasih atas waktu luangnya rekan-rekan membaca tlisan saya ini semua.

