Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Penyelesaian Masalah RF di DIPO JNG
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
wahhh boleh kasih "pendapat" khan untuk kasus ini....

mengenai siapa yang memecahkan kaca ruang cek sisi KR los, siapa saja bisa untuk melakukannya... pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), RF, masyarakat luar atau siapapun yang sengaja maupun tidak....

bagi saya saat ini untuk mengakui secara psikologis sangat berat bagi sang pelaku vandalisme, siapapun dan bagaimanapun latar belakangnya.

saran saya, mari kita semua (yang tentunya melalui perwakilan) beserta mediasi menemui KDT serta KR Los / KR Luar juga pengawas KA serta pengawas Cek untuk memohon maaf atas kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh kita semua seraya (membantu) mengganti kaca sebagai bentuk tanggung jawab kita, sekali lagi sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai RailFans, entah berbentuk materi atau "bentuk lainnya".

saya percaya dan yakin bahwa dari pihak Dipo Lok Jng akan mengerti serta memakluminya karena ini merupakan kasus yang pertama kali dan melibatkan banyak "pihak" sehingga cukup sulit untuk mendapatkan seorang yang "jujur" dan "gentleman" untuk mengakui perbuatannya.

lain apabila kasus ini telah sering terjadi dan bukan hanya kasus semacam ini dimana kehadiran "orang asing" mengganggu.... maka segala kebijakan dan peraturan yang dibuat dan berlakukan pihak Dipo Lok Jng maka saya akan dukung sepenuhnya... saya akan dukung sepenuhnya

mengenai pelaku, entah siapa dan dari latar belakang apa.... saya secara pribadi apabila telah diketahui dan terungkap pelakunya, maka akan ada BENTUK HUKUMAN PSIKOLOGIS dari saya untuknya. saya sependapat dengan bung CC201_106 seorang (RF) laki-laki dilihat dari kejujuran dan tanggung jawabnya.....

sekali lagi... saya tidak melihat latar belakang, entah dari Pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau RF atau juga masyarakat umum....

terlepas dari masalah itu semua, ada satu hal yang membuat saya bertanya dalam hati, apakah pecahnya retak atau bertebaran.... andaikan retak besar kemungkinan tidak diketahui meski rada aneh namun apabila pecah berserakan apalagi menimbulkan bunyi kaca pecah "praannngggg....", rasanya kok mustahil tidal ada yang tahu ya... padahal ada banyak "mahluk resmi" maupun "tak resmi" di lokasi kejadian. secara logika mestinya khan bisa di "tarik" dan interogasi pelakunya....

tapi ya sudah.... ini sudah kejadian dan saya berharap yang pertama dan terakhir.... saya ingatkan kembali bahwa akan ada "HUKUMAN BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN HUBUNGAN SOSIAL".....

terima kasih atas waktu luangnya rekan-rekan membaca tlisan saya ini semua.
Topik dibuat baru : Pembahasan khusus mengenai kejadian kaca yang pecah di Los Dipo JNG...

Terlepas ada yang merasa emosi, yang saya anggap wajar karena kedekatan yang bersangkutan dengan orang-orang DIPO, marilah kita pecahkan masalah ini dengan benar-benar dalam bentuk dan aksi nyata.

DIPO adalah area kerja, sama seperti halnya gedung dan/atau ruang perkantoran. Ada ijin yang harus dipenuhi, walaupun di lapangan ijin itu tidak harus dipenuhi, namun kita at least punya kemauan dan itikad baik dalam mengunjungi are kerja orang lain. Sebatas yang saya tau orang-orang DIPO seneng dikunjungi, berbagi cerita, cemilan, rokok dan yang lainnya. Artinya mereka merasa diperhatikan. Namun....namun ada batasnya.

Lantas kejadian ini muncul...

Saya ada usulan :
  1. Mas Adit mau tau RF yang ke DIPO kemaren siapa aja, please yang merasa ato yang tau post disini listnya
  2. Kita kumpul bareng (terutama yang kemarin ke DIPO) untuk menjajaki lagi, sekaligus melakukan konfirmasi atas kejadian tempo hari
  3. Buat janji di luar jam sibuk di DIPO untuk bertemu dengan KDT, pengawas los, pengawas cek uintuk konfirmasi dan menjelaskan (kalau disertai dengan tindakan lainnya) kejadian tersebut.

Ke depannya :
  1. Sebelum melakukan kunjungan (walaupun sifatnya tidak resmi) ada pemberitahuan (lisan atau tulisan) kepada KDT, pengawas lok dan pengawas cek, bahwa ada RF sekian orang main ke DIPO
  2. Tentukan koordinator, sebagai penanggungjawab saat itu. Jadi kalo terjadi masalah koordinator itu harus tau sedang apa dan dimana RF yang lain.
  3. Saat datang dan pergi ke areal DIPO usahakan untuk PAMIT budayakan menghormati orang lain.
  4. Berbaurlah dengan orang DIPO yang lain dan berbasa-basi, jangan hanya berkumpul dan bercengkrama antar sesama RF.

Sebenarnya kunjungan ke DIPO yang sudah menjadi rutinitas itu tidak akan sesulit ini kalau masing-masing dari kita bisa bertanggungjawab dan saling menjaga. Kalau sudah kejadian begini khan jadi sulit yah....

So...
Gimana....?
coba jawab yang sabtu kemaren ke dipo :
1. radit
2. om hedwig
3. om ABN
4. puput
5. rio
6. sendy
7. boim
8. ipeng
9. illia
10. nugroho
11. eling
12.
13.

sapa lagi yah lupa.. hehe..
hedwigus Wrote:Rekan Semboyan35.com sekalian.

Baru saja saya terima SMS dari KR-LOS. Intinya beliau meminta maaf karena telah menegur railfan pada hari Kamis (26.03.2009) lalu. Saat itu kondisi LOS sedang sibuk dan beliau merasa sedikit terganggu. Beliau juga memberitahu, jika Malam Minggu (28.03.2009) ada orang yang tanpa sengaja memecahkan kaca Ruang Check dekat CC20015.

Mudah-mudahan bukan gerombolan semboyan35.com yang melakukan

Lain hari, jika di LOS sedang sibuk... huntingnya dari jauh saja ya :-)

Demikian sekilas info dari Dipo JNG.


salam
-hedwig-






Memang kita juga bisa mengetahuinya klo TEKNISI-2 DIPO JNG, baik PAGI, SIANG, maupun MALAM pasti selalu sibuk. Kita juga terkadang tidak menyadari, kalau kita pada saat berkunjung apalagi hanya sekedar memotret Lokomotif di DIPO JNG, sedikit mengganggu pekerjaan mereka. Nah maka dari itulah, kita harus mengetahui kondisi jika sewaktu-2 DIPO JNG memang sangat sibuk, jikalau berkunjung, usahakan dari jauh saja (jangan terlalu dekat dengan KR~LOS), dekat TURNTABLE ajah udah cukup, toh kita juga masih bisa liat LOKOMOTIF dan KA yang lewat, kan?
Ceria

Saya setuju dengan Mas Hed atas Sarannya. Sebenarnya ini juga sedikit pelajaran buat kita semua (SEMBOYAN 35), kalau-2 ada hal-2 yang tidak di inginkan lagi. Dan mudah-2an kejadian waktu, bukan temen-2 RAILFAN yang melakukannya (bukan seakan-2 menuduh loh)

Pisss ahhh... Pisss ahhh...
WOODWARD Wrote:
Illia Wrote:
Quote:Soal hubungan dengan pegawai depo, memang susah untuk saat ini karena mereka masi beranggapan kalau kita yang salah. Walau kita blm tau siapa pelaku (dan analisis saya orang luar).
Memang harus mulai dari nol lagi. Smua orang kalau dianggap salah lalu minta maaf pasti mulai dari nol. Baik yang salah atau yang disalahin.
memang susah karena karakteristik berbeda. Hanya aja tinggal kitanya gmn? kalau kasus ini selesai berani ke depo untuk berteman dan bersilahturahmi sama mereka kembali? atau tinggalkan mereka? itu aja pilihannya. dan itu ada pada diri kita masing2.

Kurang lebih itu pendapat saya sementara ini....

~illia~

Betul Illia

karena ada kenyataan yang tidak bisa di hindari
beberapa rekan di dipo JNG sudah gerah dengan teman2 S35
teman2 dipo mengeluhkan sikap yang kurang bersahabat (setidaknya ini menurut mereka)
saya pernah mendengar complain dari pengawas cek, yang orangnya cool bgt dan saya pikir ga akan pernah ngomel seumur hidup. dia bilang gini " hehee, datang ga diundang pulang ga diantar" katanya, waktu saya tanya knapa ngomong gitu, dia nunjuk ke arah anak2 Semboyan 35 sambil bilang "tuh gerombolan itu" , saya jelaskan ke dia mereka anak baru yang juga suka kereta, akhirnya dia ngerti dan cma bilang " ya kita kan disini kerja, basa basi dikit ga bayar ko" ktanya sambil ketawa
ini terjadi berbulan bulan lalu

beberapa yang lain jg komplain yang sama, beberapa cukup keras
itu sebabnya saya sering bilang di sini, bukan hanya keretanya yang penting, tapi orang orang dalam dipo lebih penting

ambil contoh saja, nongkrong dekat kantor KDT lalu bercanda sampa ketawa keras. ingat dipo JNG TIDAK PERNAH TUTUP
didalam ruangan itu masi banyak orang yang kerja, walaupun sudah tengah malam,.

salah satu rekan mass bilang ke saya, "itu siapa si yang pada berdiri di puteran (turntable), aneh aneh aja ngapain disitu, knapa ga ngobrol ama kita di sini (di koperasi )" ktanya. dan klo satu ini bnyak rekan mass atau ass mass bilang gitu , knapa ga berbaur dengan kami para mass.........

di jng banyak mass atau ass mass yang ada disana saat tidak dinas tidak memakai seragam, hanya pake kaos dan clana jeans. jadi kalau tidak kenal bisa salah sangka.

jadi seperti saya bilang. bukan masalah kacanya.....................
jadi kenalan lah ama orang dipo, mereka bukan orang bodoh lho, ingatan mereka sama muka orang tajam. logikanya sinyal dari jng sampe PWT aja mereka apal kan?

dan kalau kena marah atau tegur dari orang dipo, ngaca lah ama diri sendiri, tidak ada orang dipo JNG yang menegur tanpa alasan yg kuat. karena dipo jng sudah biasa di kunjungi railfan sejak bertahun2 lalu, sebelum anda anda datang kesana.

tapi yah tergantung railfannya, tanpa anda sadari mereka menyeleksi siapapun yang datang ke dipo, siapa yang boleh siapa yang nggak banget, per personal. jadi hati hati............

nah akhirnya Om Woodward mengeluarkan inti dari permasalahan sebenarnya...
walaupun masalah "kaca" bisa sajah selesai dengan bertemu "pejabat" dipo, namun jika inti permasalahannya tidak diselesaikan sampai kapan pun cepat atau lambat akan timbul masalah2 lain...

Walaupun Dipo Jati sangat welcome terhadap Railfan, namun bukan berarti bisa seenaknya sajah.. Dipo Jati memiliki berbagai macam karakter pegawainya.. dan SEHARUSNYA Kita yang menyesuaikan mereka, bukan sebaliknya...
wah, jadi rame gini. mau ikutan komentar, tapi ntar dibilang sok tahu...
saya belum pernah ke dipo jatinegara. tapi berkat kejadian ini, saya jadi pingin ke sana. Diem Lo!
Setelah saya baca postingan semuanya dr awal smpe akhir, saya hanya bs berkomentar buat yg merasa memecahkan kaca CC20015 adalah salah satu contoh dr sekian banyak orang yg hidupnya tdk pernah merasakan n mengerti apa arti dr kata " Tanggung Jawab "
Saya hanya berharap, semoga saja yg melakukannya bkn dr org RF / IRPS Pisss ahhh...
IRONIS... Gaya Gua
Gege Wrote:Topik dibuat baru : Pembahasan khusus mengenai kejadian kaca yang pecah di Los Dipo JNG...

Terlepas ada yang merasa emosi, yang saya anggap wajar karena kedekatan yang bersangkutan dengan orang-orang DIPO, marilah kita pecahkan masalah ini dengan benar-benar dalam bentuk dan aksi nyata.

DIPO adalah area kerja, sama seperti halnya gedung dan/atau ruang perkantoran. Ada ijin yang harus dipenuhi, walaupun di lapangan ijin itu tidak harus dipenuhi, namun kita at least punya kemauan dan itikad baik dalam mengunjungi are kerja orang lain. Sebatas yang saya tau orang-orang DIPO seneng dikunjungi, berbagi cerita, cemilan, rokok dan yang lainnya. Artinya mereka merasa diperhatikan. Namun....namun ada batasnya.

Lantas kejadian ini muncul...

Saya ada usulan :
  1. Mas Adit mau tau RF yang ke DIPO kemaren siapa aja, please yang merasa ato yang tau post disini listnya[/*:m]
  2. Kita kumpul bareng (terutama yang kemarin ke DIPO) untuk menjajaki lagi, sekaligus melakukan konfirmasi atas kejadian tempo hari[/*:m]
  3. Buat janji di luar jam sibuk di DIPO untuk bertemu dengan KDT, pengawas los, pengawas cek uintuk konfirmasi dan menjelaskan (kalau disertai dengan tindakan lainnya) kejadian tersebut.[/*:m][/list:o]

    Ke depannya :
    1. Sebelum melakukan kunjungan (walaupun sifatnya tidak resmi) ada pemberitahuan (lisan atau tulisan) kepada KDT, pengawas lok dan pengawas cek, bahwa ada RF sekian orang main ke DIPO[/*:m]
    2. Tentukan koordinator, sebagai penanggungjawab saat itu. Jadi kalo terjadi masalah koordinator itu harus tau sedang apa dan dimana RF yang lain.[/*:m]
    3. Saat datang dan pergi ke areal DIPO usahakan untuk PAMIT budayakan menghormati orang lain.[/*:m]
    4. Berbaurlah dengan orang DIPO yang lain dan berbasa-basi, jangan hanya berkumpul dan bercengkrama antar sesama RF.[/*:m][/list:o]

      Sebenarnya kunjungan ke DIPO yang sudah menjadi rutinitas itu tidak akan sesulit ini kalau masing-masing dari kita bisa bertanggungjawab dan saling menjaga. Kalau sudah kejadian begini khan jadi sulit yah....

      So...
      Gimana....?

tambah usul pak, yg ke
5. Lebih baik jangan datang secara tangan kosong, ada baiknya bawa minuman ringan atau makanan ringan buat orang2 dipo sebagai persahabatan.

Yah mungkin mereka perlu perhatian, walau sekedar berkenalan, ngobrol dan makan-minum sekedarnya. Jika ada kejadian seperti itu, mereka mungkin agak melunak...

maap ikut campur...
ni mau cari penyelesaian apa cuma komentar sih??

ya klo sikapnya seperti ini terus sih ngga heran masalahnya ngga selesai2..dan malahan mungkin muncul masalah2 lainnya...

perasaan dah dibikin trit khusus deh tentang penyelesaian... klo mo bahas tentang Dipo Jng bukannya dah ada tritnyah...
Betul Illia

karena ada kenyataan yang tidak bisa di hindari
beberapa rekan di dipo JNG sudah gerah dengan teman2 S35
teman2 dipo mengeluhkan sikap yang kurang bersahabat (setidaknya ini menurut mereka)
saya pernah mendengar complain dari pengawas cek, yang orangnya cool bgt dan saya pikir ga akan pernah ngomel seumur hidup. dia bilang gini " hehee, datang ga diundang pulang ga diantar" katanya, waktu saya tanya knapa ngomong gitu, dia nunjuk ke arah anak2 Semboyan 35 sambil bilang "tuh gerombolan itu" , saya jelaskan ke dia mereka anak baru yang juga suka kereta, akhirnya dia ngerti dan cma bilang " ya kita kan disini kerja, basa basi dikit ga bayar ko" ktanya sambil ketawa
ini terjadi berbulan bulan lalu

beberapa yang lain jg komplain yang sama, beberapa cukup keras
itu sebabnya saya sering bilang di sini, bukan hanya keretanya yang penting, tapi orang orang dalam dipo lebih penting

ambil contoh saja, nongkrong dekat kantor KDT lalu bercanda sampa ketawa keras. ingat dipo JNG TIDAK PERNAH TUTUP
didalam ruangan itu masi banyak orang yang kerja, walaupun sudah tengah malam,.

salah satu rekan mass bilang ke saya, "itu siapa si yang pada berdiri di puteran (turntable), aneh aneh aja ngapain disitu, knapa ga ngobrol ama kita di sini (di koperasi )" ktanya. dan klo satu ini bnyak rekan mass atau ass mass bilang gitu , knapa ga berbaur dengan kami para mass.........

di jng banyak mass atau ass mass yang ada disana saat tidak dinas tidak memakai seragam, hanya pake kaos dan clana jeans. jadi kalau tidak kenal bisa salah sangka.

jadi seperti saya bilang. bukan masalah kacanya.....................
jadi kenalan lah ama orang dipo, mereka bukan orang bodoh lho, ingatan mereka sama muka orang tajam. logikanya sinyal dari jng sampe PWT aja mereka apal kan?

dan kalau kena marah atau tegur dari orang dipo, ngaca lah ama diri sendiri, tidak ada orang dipo JNG yang menegur tanpa alasan yg kuat. karena dipo jng sudah biasa di kunjungi railfan sejak bertahun2 lalu, sebelum anda anda datang kesana.

tapi yah tergantung railfannya, tanpa anda sadari mereka menyeleksi siapapun yang datang ke dipo, siapa yang boleh siapa yang nggak banget, per personal. jadi hati hati............

REPOST!!!
HAL DIATAS DICAMKAN BAIK BAIK jangan dianggap angin lalu lagi

untuk postingan dari momod GEGE berupa kompilasi tips-tips dari saya, saya ucapkan terima kasih akhirnya apa yang selalu saya sarankan sampai berbusa tidak dianggap angin lalu.
tapi sayang itu sudah tak berguna lagi sekarang

SOLUSI:
jika keadaan sudah seperti ini ini tips baru dari saya
1. datang sendirian ke dipo dan datang TIAP HARI
2. anggap anda mau masuk kantor orang
3. pasang tampang ramah
4. ajak bicara dari hati kehati tiap orang yg ada disitu
5. hormati tuan rumah.
6. klo sudah akrab baru lakukan entertaint
7. jgn pernah menonjolkan diri.
8. tinggalkan kesan yang baik saat anda meninggalkan dipo
9. periksa kembali barang bawaan anda jgn sampai tertinggal
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11