(03-03-2011, 09:38 PM)arif96 Wrote: [ -> ] (27-07-2009, 05:38 PM)rz-aa Wrote: [ -> ]kalo di kawasan gerbangkertasusila gimana nih ??
ada yg mw urun pikiran??
Rencana pembangunan halte komuter :
1. SB-SGU akan dibangun Halte Ngaglik
2. SGU-Ngagel akan dibangun Halte Kertajaya
3. WO-SPJ akan dibangun Halte Ketintang dan Halte Masjid Agung
4. SPJ-BH akan dibangun Halte Kletek dan Halte Trosobo
5. SBI-TES akan dibangun Halte Asemrowo
6. KDA-IDO akan dibangun Stasiun Tambak Oso Winangun
7. GDG/WR-Bandara Juanda akan dibangun Halte Sedati
yang no 4 itu kalo bole usul hidupin aja lagi Halte Kemendung....
Lebih berkhayalnya lagi berandai kalau Ciputat - Lb. Bulus - Mampang Prapatan - Kuningan - Tn. Abang dibangun rel KA. Kalau perlu 1435 mm. Berlajut Cileduk - Meruya - Joglo - Duri dan Tj. Priok - Marunda - Rengas Dengklok.
Khususnya di Jabodetabek. Semua hampir seantero yg di'kuasai' oleh PT. KCJ banyak bertuliskan bahasa Inggris (meski kita dulu dijajah lama Londo / Belanda). Bahkan garis2 strip zebra cross / yellow cross ala penyeberangan rel KA pun nampak di bbrp stasiun seperti salah satunya di Tj. Barat. Sungguh suatu keunikan bagi aku pribadi karena memang belum ada di kebanyakan stasiun di Indonesia.
Namun, di balik itu semua sebetulnya ada sedikit atau pun beberapa kekurangan. Dari aku pribadi :
1. Pemberitahuan pengeras Suara dg 2 bahasa.
Kenapa kalau salah satunya kita ambil contoh di Juanda banyak papan penunjuk berbahasa Indonesia dan Inggris, tapi koq gak ada pemberitahuan KRL
anu akan tiba di jalur
anu pake bahasa Inggris?
Nampaknya masih ketinggalan jauh dengan Trans Jakarta.
2. Penertiban kendaraan bermotor.
Kerapihan hanya sebatas pelataran stasiun. Di luar itu semua... di luar tanggung jawab PT. KA atau pun PT. KCJ. Seharusnya kita semua bekerja sama kapan saatnya dan bagaimana caranya dengan pemerintah khususnya DKI utk wilayah Jakarta.
3. Pembangunan peron tinggi yang terlalu terburu2.
Rangkaian KA semakin lama semakin tinggi, berbeda jauh dg bordes rangkaian K3 pd umumnya skarang ini. Tengok saja bbrp KRD-I, KRL Tokyu 8500, dsb semua mesti pake anak tangga atau pun peron tinggi. Tapi banyak stasiun yang sekiranya terlalu terburu2 utk dibangunnya sehingga terkesan mubazir. Sebut saja itu Nambo, Ancol (blom dilaluin KA rute Kota - Priok pp sampe trakhir aku ngetik ini) dan masih ada tentunya bbrp lagi.
4. Ticketing di Jabodetabek Yang Mubazir.
Tengok aja segimana banyaknya loket utk ticketing koridornya hijau / green line milik lintas Serpong - Tn. Abang. Yg skarang ada bukan menjadi solusi tp malah nyempitin ruang gerak pr penumpang dan calon penumpang KA.
5. Ada yg bisa nambahin lagi???

kumuh. bahkan 7 stasiun di jalur layang yang ala mrt pun tidak kalah kumuhnya dengan stasiun2 at grade.
bah, sudah kumuh, banyak lubang tikusnya pula. macam mana?
Betull....
Daerah Bekasi Timur harusnya punya St commuter....
Kalo bisa St besar sekalian, biar bisa juga utk KA jarak jauh, dan bagusnya lagi bisa terintegrasi dgn terminal bekasi.....kira2 PT KA punya lahan gak yaa disana....?