<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Semboyan35, Indonesian Railfans - All Forums]]></title>
		<link>http://www.semboyan35.com/</link>
		<description><![CDATA[Semboyan35, Indonesian Railfans - http://www.semboyan35.com]]></description>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:51:21 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[Gerbong BP dan KM]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3729</link>
			<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:17:22 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3729</guid>
			<description><![CDATA[Teman-teman ! Kalau ada yang punya foto kereta pembangkit maupun kereta makan baik K1, K2, dan K3 beserta interiornya silahkan share disini ya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Teman-teman ! Kalau ada yang punya foto kereta pembangkit maupun kereta makan baik K1, K2, dan K3 beserta interiornya silahkan share disini ya.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Serba-serbi Lokomotif Elektrodiesel]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3728</link>
			<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:07:32 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3728</guid>
			<description><![CDATA[Lokomotif elektrodiesel, yang juga disebut sebagai lokomotif mode ganda, memperoleh daya dari dua jenis sumber tenaga, yaitu generator diesel (dapat berfungsi sebagai diesel-elektrik) dan pantograf (dapat berfungsi sebagai lokomotif listrik).<br />
<br />
Apabila lokomotif jenis ini masuk ke lintas yang terelektrifikasi seperti di Jabotabek maka lok ini dapat mengambil daya dari LAA dengan menaikkan pantograf dan menonaktifkan generator diesel (baik secara otomatis maupun manual), begitu juga sebaliknya saat lokomotif memasuki daerah yang belum terelektrifikasi maka generator diesel dihidupkan disertai dengan turunnya lengan pantograf.<br />
<br />
Dalam perkembangannya, suatu lokomotif elektrodiesel dapat dirancang dalam kecenderungan penggunaan diesel maupun kecenderungan penggunaan tenaga listrik dari LAA.<br />
<br />
Pertanyaannya:<br />
<br />
1. Apakah jenis loko ini cukup efisien untuk digunakan di lintas Jawa, terutama bagi KA AKAP yang akan memasuki lintas Jabotabek atau KA lokal sekitar Jakarta agar kadar polusi di lintas Jabotabek dapat dikurangi?<br />
2. Berapa besar kebutuhan daya bagi lok elektrodiesel (terutama daya listrik untuk motor traksi) pada umumnya dan apakah LAA di Jabotabek mendukung lok semacam ini? Jika nantinya akan dibuat lok semacam ini apakah nantinya berkecenderungan untuk beroperasi sebagai lok diesel?<br />
3. Seberapa besar efisiensi lok elektrodiesel dalam mengurangi polusi di lintas Jabotabek jika memang INKA akan merakit lok jenis ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Lokomotif elektrodiesel, yang juga disebut sebagai lokomotif mode ganda, memperoleh daya dari dua jenis sumber tenaga, yaitu generator diesel (dapat berfungsi sebagai diesel-elektrik) dan pantograf (dapat berfungsi sebagai lokomotif listrik).<br />
<br />
Apabila lokomotif jenis ini masuk ke lintas yang terelektrifikasi seperti di Jabotabek maka lok ini dapat mengambil daya dari LAA dengan menaikkan pantograf dan menonaktifkan generator diesel (baik secara otomatis maupun manual), begitu juga sebaliknya saat lokomotif memasuki daerah yang belum terelektrifikasi maka generator diesel dihidupkan disertai dengan turunnya lengan pantograf.<br />
<br />
Dalam perkembangannya, suatu lokomotif elektrodiesel dapat dirancang dalam kecenderungan penggunaan diesel maupun kecenderungan penggunaan tenaga listrik dari LAA.<br />
<br />
Pertanyaannya:<br />
<br />
1. Apakah jenis loko ini cukup efisien untuk digunakan di lintas Jawa, terutama bagi KA AKAP yang akan memasuki lintas Jabotabek atau KA lokal sekitar Jakarta agar kadar polusi di lintas Jabotabek dapat dikurangi?<br />
2. Berapa besar kebutuhan daya bagi lok elektrodiesel (terutama daya listrik untuk motor traksi) pada umumnya dan apakah LAA di Jabotabek mendukung lok semacam ini? Jika nantinya akan dibuat lok semacam ini apakah nantinya berkecenderungan untuk beroperasi sebagai lok diesel?<br />
3. Seberapa besar efisiensi lok elektrodiesel dalam mengurangi polusi di lintas Jabotabek jika memang INKA akan merakit lok jenis ini?]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[All About Mutiara Selatan]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3727</link>
			<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 00:06:47 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3727</guid>
			<description><![CDATA[Bagi Anda yg ingin ngobrol2 banyak soal KA ini bisa posting aja ke sini. Soalnya KA ini belum ada threadnya loh...!<br />
Postingannya ditungu yach..<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bye.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bye" title="New_bye" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Bagi Anda yg ingin ngobrol2 banyak soal KA ini bisa posting aja ke sini. Soalnya KA ini belum ada threadnya loh...!<br />
Postingannya ditungu yach..<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bye.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bye" title="New_bye" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Steak aka Bistik  ala KA Bima]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3647</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 20:40:02 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3647</guid>
			<description><![CDATA[Steak , bagi RF sudah pasti tahu  steak itu sejenis makanan apa..<br />
Steak pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. Hidangan ini biasanya terbuat dari sekerat daging dengan berat 100 hingga 400 gr. Teknik pembuatanya bisa di panggang atau di goreng dengan sedikit lemak atau minyak.<br />
Maaf tulisan diatas sedikit mengulas tentang steak..<br />
<br />
Di Indonesia steak sudah berkembang luas dari restoran mewah , restoran cepat saji maupun   yg berupa warung tenda pinggir jalan.<br />
Restorasi kereta Bima pun  gak mau kalah, ikut menyediakan  hidangan ini , entah  KA ekse lain nya ada atau tidak menu steak ini, kebetulan pas ke Yk  berkesempatan icip icip steak KA Bima ini, karena sudah  tidak mendapatkan tuslah makanan, dan menu restorasi yg biasa aja, saia berpikiran untuk mencoba steak ini,  berikut review nya :<br />
<br />
1. Harga termasuk mahal karena dengan seporsi hidangan steak dihargai 30 ribu , kecil pula ukuran daging nya jika dibandingkan dengan steak di warung tenda . <br />
<br />
2. Rasa... nah ini.. pakem yg menyebutkan steak itu bisa menari nari di rongga mulut kita adalah bumbu / saus nya dan tekstur daging nya.  Steak KA Bima ini mungkin cara masak daging nya terlalu  lama , sehingga cenderung tekstur  liat , daging keras bahkan bisa dibilang akan menyiksa manula, betapa nggak menyiksa karena daging nya alot , keras .<br />
Untuk saus atau bumbu , terlihat sangat menyakinkan bumbu nya tidak meresap dalam ke serat daging, hanya sekedar siraman belaka . <br />
Namun sajian telur dan pendamping steak seperti sayuran ( wortel, kentang, buncis ) bisa menambah nilai daging tadi yg kurang enak. <br />
Demikian Steak KA Bima ....<br />
<br />
<br />
<img src="http://i1023.photobucket.com/albums/af357/Mrawan_jr/IMG_3815-1.jpg" border="0" alt="[Image: IMG_3815-1.jpg&#93;" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Steak , bagi RF sudah pasti tahu  steak itu sejenis makanan apa..<br />
Steak pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. Hidangan ini biasanya terbuat dari sekerat daging dengan berat 100 hingga 400 gr. Teknik pembuatanya bisa di panggang atau di goreng dengan sedikit lemak atau minyak.<br />
Maaf tulisan diatas sedikit mengulas tentang steak..<br />
<br />
Di Indonesia steak sudah berkembang luas dari restoran mewah , restoran cepat saji maupun   yg berupa warung tenda pinggir jalan.<br />
Restorasi kereta Bima pun  gak mau kalah, ikut menyediakan  hidangan ini , entah  KA ekse lain nya ada atau tidak menu steak ini, kebetulan pas ke Yk  berkesempatan icip icip steak KA Bima ini, karena sudah  tidak mendapatkan tuslah makanan, dan menu restorasi yg biasa aja, saia berpikiran untuk mencoba steak ini,  berikut review nya :<br />
<br />
1. Harga termasuk mahal karena dengan seporsi hidangan steak dihargai 30 ribu , kecil pula ukuran daging nya jika dibandingkan dengan steak di warung tenda . <br />
<br />
2. Rasa... nah ini.. pakem yg menyebutkan steak itu bisa menari nari di rongga mulut kita adalah bumbu / saus nya dan tekstur daging nya.  Steak KA Bima ini mungkin cara masak daging nya terlalu  lama , sehingga cenderung tekstur  liat , daging keras bahkan bisa dibilang akan menyiksa manula, betapa nggak menyiksa karena daging nya alot , keras .<br />
Untuk saus atau bumbu , terlihat sangat menyakinkan bumbu nya tidak meresap dalam ke serat daging, hanya sekedar siraman belaka . <br />
Namun sajian telur dan pendamping steak seperti sayuran ( wortel, kentang, buncis ) bisa menambah nilai daging tadi yg kurang enak. <br />
Demikian Steak KA Bima ....<br />
<br />
<br />
<img src="http://i1023.photobucket.com/albums/af357/Mrawan_jr/IMG_3815-1.jpg" border="0" alt="[Image: IMG_3815-1.jpg]" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Bandung ke Garum Kab, Blitar naik kereta apa ya ? mohon petunjuknya]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3723</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:02:45 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3723</guid>
			<description><![CDATA[Mohon petunjuknya dari temen2 RF. klo ada yg tau dari bandung ke stasiun Garum Kab.Blitar naik kereta apa aja ya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Mohon petunjuknya dari temen2 RF. klo ada yg tau dari bandung ke stasiun Garum Kab.Blitar naik kereta apa aja ya?]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[penjelasan tentang filter]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3722</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:55:10 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3722</guid>
			<description><![CDATA[Sharing sedikit tentang filter kamera, kenapa tidak dimasukkan kedalam treat <a href="http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=476&amp;page=1" target="_blank">ini</a> karena saya rasa treat tersebut sebagai gallery foto yang memakai filter. Jadi saya memutuskan untuk membuat sebuah treat baru untuk membahas filter itu sendiri.<br />
<br />
1. <span style="font-weight: bold;">Filter UV</span><br />
<img src="http://thediff.files.wordpress.com/2009/12/uv_filter1.jpg" border="0" alt="[Image: uv_filter1.jpg&#93;" /><br />
Filter UV digunakan untuk menghalangi sinar UV untuk masuk ke dalam lensa, namun sebenarnya sinar UV sendiri tidak berwarna sehingga sebenarnya tidak mempengaruhi hasil foto. Namun untuk pencahayaan yang kuat seperti pemotretan pada siang hari, hasil foto dapat mengalami flare atau adanya garis-garis cahaya pada hasil foto. berkut contoh lens flare :<br />
<img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/a/a6/Rainbow_flare.jpg" border="0" alt="[Image: Rainbow_flare.jpg&#93;" /><br />
Filter UV merupakan filter termurah, jadi sering digunakan hanya sebagai pelindung lensa. Lebih aman dan murah untuk membersihkan filter UV yang terkena debu atau bahkan tergores daripada lensa kita yang tergores atau terkena debu. Beberapa fotografer ada yang tidak menyarankan penggunaan filter UV karena dapat menurunkan kualitas hasil foto<br />
<br />
2. <span style="font-weight: bold;">Filter CPL</span><br />
<img src="http://www.wmasso.com/pictures/ebay/filter/52mmCPL-1.jpg" border="0" alt="[Image: 52mmCPL-1.jpg&#93;" /><br />
Circular PoLarizer filter atau CPL filter merupakan filter yang terdiri dari dua lapisan dimana lapisan terluar dapat diputar untuk mendapatkan hasil foto yang berbeda. Fungsi filter CPL adalah mengurangi pantulan dan menambah saturasi. Seperti pada contoh diatas, jika tidak menggunakan filter CPL maka terdapat bayangan pohon kelapa di permukaan kolam renang, namun juka menggunakan filter CPL bayangan pohon kelapa hilang dan kita bisa melihat dasar kolam renang.<br />
<br />
Pengaplikasian CPL filter lainnya adalah kita bisa mamfoto pemandangan dari dalam kereta seolah-olah tidak ada jendela. Tentu dengan catatan kaca jendelanya tidak pecah dan juga tidak terlalu kusam. Cukup pasangkan filter CPL di kamera anda lalu putar bagian depan filter CPL, maka pantulan pada jendela akan hilang.<br />
<br />
3. <span style="font-weight: bold;">Filter ND</span><br />
<img src="http://www.qcell.com.au/ebay/products/digital/filter/nd/D-FILTER-ND8-58MM_2.jpg" border="0" alt="[Image: D-FILTER-ND8-58MM_2.jpg&#93;" /><br />
Filter Natural Densinity atau filter ND adalah filter yang mambatasi cahaya yang masuk ke dalam kamera tanpa merubah warna, sehingga speed kamera akan turun.  Filter ND sendiri banyak jenisnya, ada ND2, ND 4, ND 8, ND 32 sampai ND 1000. penjelasannya sebagai berikut :<br />
ND2 ---&gt; turun 1 stop<br />
ND4 ---&gt; turun 2 stop<br />
ND8 ---&gt; turun 3 stop<br />
ND400 ---&gt; turun sekitar 8.64 stop atau 8-2/3 stop lah ---&gt; orang sering membulatkan ke 9 stop<br />
ND800 ---&gt; turun sekitar 9.64 stop atau 9-2/3 stop<br />
ND1000 ---&gt; turun sekitar 9.97 stop atau 10 stop<br />
<br />
Rumusnya kira2 ---&gt; f-stop reduction = Log(Filter Factor)/Log(2) ---&gt; misal ND8, f-stop reduction = Log(8)/Log(2) = 3 stops<br />
<br />
Jadi misalnya di siang yang cerah anda set ISO 100, pada f/22, masih didapatkan speed 1/30 sec maka dengan ND8 anda bisa dapatkan speed 1/4 second (dari 1/30 sec ke 1/4 sec = 3 stop difference) ---&gt; misalnya anda ingin mendapatkan efek halus air terjun <br />
contoh hasil filter ND<br />
<img src="http://www.galitz.co.il/en/articles/enfilters_files/image001.jpg" border="0" alt="[Image: image001.jpg&#93;" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Sharing sedikit tentang filter kamera, kenapa tidak dimasukkan kedalam treat <a href="http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=476&amp;page=1" target="_blank">ini</a> karena saya rasa treat tersebut sebagai gallery foto yang memakai filter. Jadi saya memutuskan untuk membuat sebuah treat baru untuk membahas filter itu sendiri.<br />
<br />
1. <span style="font-weight: bold;">Filter UV</span><br />
<img src="http://thediff.files.wordpress.com/2009/12/uv_filter1.jpg" border="0" alt="[Image: uv_filter1.jpg]" /><br />
Filter UV digunakan untuk menghalangi sinar UV untuk masuk ke dalam lensa, namun sebenarnya sinar UV sendiri tidak berwarna sehingga sebenarnya tidak mempengaruhi hasil foto. Namun untuk pencahayaan yang kuat seperti pemotretan pada siang hari, hasil foto dapat mengalami flare atau adanya garis-garis cahaya pada hasil foto. berkut contoh lens flare :<br />
<img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/a/a6/Rainbow_flare.jpg" border="0" alt="[Image: Rainbow_flare.jpg]" /><br />
Filter UV merupakan filter termurah, jadi sering digunakan hanya sebagai pelindung lensa. Lebih aman dan murah untuk membersihkan filter UV yang terkena debu atau bahkan tergores daripada lensa kita yang tergores atau terkena debu. Beberapa fotografer ada yang tidak menyarankan penggunaan filter UV karena dapat menurunkan kualitas hasil foto<br />
<br />
2. <span style="font-weight: bold;">Filter CPL</span><br />
<img src="http://www.wmasso.com/pictures/ebay/filter/52mmCPL-1.jpg" border="0" alt="[Image: 52mmCPL-1.jpg]" /><br />
Circular PoLarizer filter atau CPL filter merupakan filter yang terdiri dari dua lapisan dimana lapisan terluar dapat diputar untuk mendapatkan hasil foto yang berbeda. Fungsi filter CPL adalah mengurangi pantulan dan menambah saturasi. Seperti pada contoh diatas, jika tidak menggunakan filter CPL maka terdapat bayangan pohon kelapa di permukaan kolam renang, namun juka menggunakan filter CPL bayangan pohon kelapa hilang dan kita bisa melihat dasar kolam renang.<br />
<br />
Pengaplikasian CPL filter lainnya adalah kita bisa mamfoto pemandangan dari dalam kereta seolah-olah tidak ada jendela. Tentu dengan catatan kaca jendelanya tidak pecah dan juga tidak terlalu kusam. Cukup pasangkan filter CPL di kamera anda lalu putar bagian depan filter CPL, maka pantulan pada jendela akan hilang.<br />
<br />
3. <span style="font-weight: bold;">Filter ND</span><br />
<img src="http://www.qcell.com.au/ebay/products/digital/filter/nd/D-FILTER-ND8-58MM_2.jpg" border="0" alt="[Image: D-FILTER-ND8-58MM_2.jpg]" /><br />
Filter Natural Densinity atau filter ND adalah filter yang mambatasi cahaya yang masuk ke dalam kamera tanpa merubah warna, sehingga speed kamera akan turun.  Filter ND sendiri banyak jenisnya, ada ND2, ND 4, ND 8, ND 32 sampai ND 1000. penjelasannya sebagai berikut :<br />
ND2 ---&gt; turun 1 stop<br />
ND4 ---&gt; turun 2 stop<br />
ND8 ---&gt; turun 3 stop<br />
ND400 ---&gt; turun sekitar 8.64 stop atau 8-2/3 stop lah ---&gt; orang sering membulatkan ke 9 stop<br />
ND800 ---&gt; turun sekitar 9.64 stop atau 9-2/3 stop<br />
ND1000 ---&gt; turun sekitar 9.97 stop atau 10 stop<br />
<br />
Rumusnya kira2 ---&gt; f-stop reduction = Log(Filter Factor)/Log(2) ---&gt; misal ND8, f-stop reduction = Log(8)/Log(2) = 3 stops<br />
<br />
Jadi misalnya di siang yang cerah anda set ISO 100, pada f/22, masih didapatkan speed 1/30 sec maka dengan ND8 anda bisa dapatkan speed 1/4 second (dari 1/30 sec ke 1/4 sec = 3 stop difference) ---&gt; misalnya anda ingin mendapatkan efek halus air terjun <br />
contoh hasil filter ND<br />
<img src="http://www.galitz.co.il/en/articles/enfilters_files/image001.jpg" border="0" alt="[Image: image001.jpg]" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Soalan Kereta Makan]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3721</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:06:53 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3721</guid>
			<description><![CDATA[hy guys. . . . <br />
ane pengen nanya' soaLan kereta makan nih. . . .<br />
rangkaian KA yg memiliki Layanan RESKA atau kereta makan tu kan KA Argo. .KA Eksekutif. .KA Eksis. .KA Bisnis termasuk juga KA Ekonomi jarak jauh. . .<br />
nah. .tapi kenapa ada juga KA ekonomi jarak jauh yg gak punya K.M.??contohnya KA Tawangalun (BW-ML) yg membutuhkan waktu tempuh 7-8 jam perjaLanan. . . .trus KA Lokal yg waktu tempuhnya kurang dari 6 jam maLah ada K.Mnya (KA Penataran &amp; KA Rapih Dhoho reLasi SB-BL) apa ada aturan tersendiri yg mengatur soaLan K.M ini.??!kaLo untuk KA Eksekutif &amp; KA Bisnis jauh/dekat pasti ada K.Mnya. . . . .<br />
mohon pencerahannya n kaLo trit ini sudah ada sebelumnya mohon digabung aja atau kaLo mungkin saLah tempat dipersiLahkan untuk dipindah<br />
trims. . . . .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[hy guys. . . . <br />
ane pengen nanya' soaLan kereta makan nih. . . .<br />
rangkaian KA yg memiliki Layanan RESKA atau kereta makan tu kan KA Argo. .KA Eksekutif. .KA Eksis. .KA Bisnis termasuk juga KA Ekonomi jarak jauh. . .<br />
nah. .tapi kenapa ada juga KA ekonomi jarak jauh yg gak punya K.M.??contohnya KA Tawangalun (BW-ML) yg membutuhkan waktu tempuh 7-8 jam perjaLanan. . . .trus KA Lokal yg waktu tempuhnya kurang dari 6 jam maLah ada K.Mnya (KA Penataran &amp; KA Rapih Dhoho reLasi SB-BL) apa ada aturan tersendiri yg mengatur soaLan K.M ini.??!kaLo untuk KA Eksekutif &amp; KA Bisnis jauh/dekat pasti ada K.Mnya. . . . .<br />
mohon pencerahannya n kaLo trit ini sudah ada sebelumnya mohon digabung aja atau kaLo mungkin saLah tempat dipersiLahkan untuk dipindah<br />
trims. . . . .]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[kereta makan]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3720</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:28:18 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3720</guid>
			<description><![CDATA[Ada satu perusahaan minyak terkemuka di jakarta, semua karyawannya tidak boleh menggunakan jasa KA jika bepergian dlm rangka tugas, coz katanya terlalu beresiko...yg saya tanyakan ada apa dengan PT Kereta api...?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Ada satu perusahaan minyak terkemuka di jakarta, semua karyawannya tidak boleh menggunakan jasa KA jika bepergian dlm rangka tugas, coz katanya terlalu beresiko...yg saya tanyakan ada apa dengan PT Kereta api...?]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Main tebak-tebakan yuk !!!]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3719</link>
			<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 04:44:35 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3719</guid>
			<description><![CDATA[Tapi ini tdk terbatas ppd KA saja.Sy mulai duluan ya....<br />
<img src="http://u.kaskus.us/1/tvaifucs.jpg" border="0" alt="[Image: tvaifucs.jpg&#93;" /><br />
Coba tebak ini.....<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code>47:61:6d:62:61:72:20:69:6e:69:20:62:65:72:61:72:74:69:20:22:4b:41:20:64:61:72:69&#8203;:20:4b:6f:74:61:20:70:61:68:6c:61:77:61:6e:20:6d:65:6e:75:6a:75:20:69:62:75:6b:6&#8203;f:74:61:20:6d:65:6c:61:6c:75:69:20:73:65:6c:61:74:61:6e:22</code></div></div>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tapi ini tdk terbatas ppd KA saja.Sy mulai duluan ya....<br />
<img src="http://u.kaskus.us/1/tvaifucs.jpg" border="0" alt="[Image: tvaifucs.jpg]" /><br />
Coba tebak ini.....<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code>47:61:6d:62:61:72:20:69:6e:69:20:62:65:72:61:72:74:69:20:22:4b:41:20:64:61:72:69&#8203;:20:4b:6f:74:61:20:70:61:68:6c:61:77:61:6e:20:6d:65:6e:75:6a:75:20:69:62:75:6b:6&#8203;f:74:61:20:6d:65:6c:61:6c:75:69:20:73:65:6c:61:74:61:6e:22</code></div></div>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cara membuat artikel Wilkipedia?]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3716</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:37:29 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3716</guid>
			<description><![CDATA[Saya penasaran nih, gimana caranya membuat artikel untuk Wilkipedia? Rasanya artikel tentang perkereta apian Indonesia di Wilkipedia miskin sekali.<br />
<br />
Malah ada list nama-nama KA di Asia Tenggara, yang Indonesia sempat kosong, tapi belakangan ada isinya, walaupun mayoritas merah (nggak ada webnya). Ada yang Bima, tetapi kok rujukannya malah daerah Bima di Nusa Tenggara. <img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bethe.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bethe" title="New_bethe" /><br />
<br />
Ayo kawan-kawan, gimana kalau kita membuat artikel dan foto-foto KA Indonesia di Wilkipedia? <br />
Saya bersedia menjadi translator artikel kawan-kawan ke bahasa Inggris secara percuma.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Saya penasaran nih, gimana caranya membuat artikel untuk Wilkipedia? Rasanya artikel tentang perkereta apian Indonesia di Wilkipedia miskin sekali.<br />
<br />
Malah ada list nama-nama KA di Asia Tenggara, yang Indonesia sempat kosong, tapi belakangan ada isinya, walaupun mayoritas merah (nggak ada webnya). Ada yang Bima, tetapi kok rujukannya malah daerah Bima di Nusa Tenggara. <img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bethe.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bethe" title="New_bethe" /><br />
<br />
Ayo kawan-kawan, gimana kalau kita membuat artikel dan foto-foto KA Indonesia di Wilkipedia? <br />
Saya bersedia menjadi translator artikel kawan-kawan ke bahasa Inggris secara percuma.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Scenic Tree HO]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3715</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:27:27 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3715</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://images.permana328.multiply.com/image/2/photos/37/500x500/1/LTT02.jpg?et=kt0Fv98ri39abOA15umzLA&amp;nmid=322520228" border="0" alt="[Image: LTT02.jpg?et=kt0Fv98ri39abOA15umzLA&amp;...=322520228&#93;" /><br />
<br />
Salam kenal. TS dan home of tapake Adalah pembuat bahan dan aksesoris maket di Bandung. Untuk rekan-rekan yang membutuhkan scenic tree untuk diorama railroadnya, silahkan untuk order.<br />
<br />
Scenic tree HO<br />
Tinggi :12 - 15cm, diameter 4 - 8cm<br />
Bahan : Wire, Acrylic, abs, Folyfoam, enamel spray paint.<br />
Lama pengerjaan per order 1 minggu.<br />
Harga belum termasuk ongkos kirim<br />
<br />
<a href="http://www.tapakselaras.com/images/hot/HOTREES35.pdf" target="_blank">DAFTAR HARGA</a><br />
<br />
Berminat bisa menghubungi :<br />
Erwin Permana<br />
Home of tapake<br />
CV. TAPAK SELARAS<br />
Bandung<br />
<br />
<br />
<a href="mailto:cs@tapakselaras.com">ORDER NOW:</a><br />
<a href="http://www.tapakselaras.com" target="_blank">Kunjungi Website kami</a><blockquote><cite>Quote:</cite></blockquote>
<blockquote><cite>Quote:</cite></blockquote>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://images.permana328.multiply.com/image/2/photos/37/500x500/1/LTT02.jpg?et=kt0Fv98ri39abOA15umzLA&amp;nmid=322520228" border="0" alt="[Image: LTT02.jpg?et=kt0Fv98ri39abOA15umzLA&amp;...=322520228]" /><br />
<br />
Salam kenal. TS dan home of tapake Adalah pembuat bahan dan aksesoris maket di Bandung. Untuk rekan-rekan yang membutuhkan scenic tree untuk diorama railroadnya, silahkan untuk order.<br />
<br />
Scenic tree HO<br />
Tinggi :12 - 15cm, diameter 4 - 8cm<br />
Bahan : Wire, Acrylic, abs, Folyfoam, enamel spray paint.<br />
Lama pengerjaan per order 1 minggu.<br />
Harga belum termasuk ongkos kirim<br />
<br />
<a href="http://www.tapakselaras.com/images/hot/HOTREES35.pdf" target="_blank">DAFTAR HARGA</a><br />
<br />
Berminat bisa menghubungi :<br />
Erwin Permana<br />
Home of tapake<br />
CV. TAPAK SELARAS<br />
Bandung<br />
<br />
<br />
<a href="mailto:cs@tapakselaras.com">ORDER NOW:</a><br />
<a href="http://www.tapakselaras.com" target="_blank">Kunjungi Website kami</a><blockquote><cite>Quote:</cite></blockquote>
<blockquote><cite>Quote:</cite></blockquote>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cirebon]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3714</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 19:56:33 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3714</guid>
			<description><![CDATA[ada artikel menarik di Harian Pikiran Rakyat tentang stasiun besar di cirebon Kejaksan dan prujakan. maaf klo artikelnya panjang, trus unutk momod on duty ditrit ini klo ada yg serup mohon untuk digabung aja, maaf merepotkan <br />
<blockquote><cite>Quote:</cite><span style="font-size: x-small;"><span style="font-weight: bold;">Wajah Stasiun KA yang tak Pernah Berubah</span></span><br />
LIDAH “wong Cerbon” menyebutnya dengan nama "tapsiun".  Satu tempatpertemuan para pelancong yang akan ataupun tengah turun dari perjalanan. Wajah ragam hias art deco yang didesain pada bangunan itu memang bisa dijadikan pencirian bahwa bangunan tersebut bukan dalam masa klasik, juga bukan dalam masa modern. Lihat saja pada bentuk bagian atas bangunan yang merupakan segitiga, jendela kotak, dan pintu lengkung yang menjadi ciri khasnya.<br />
<br />
Depan bangunan djadoel (djaman doeloe) tersebut tampak sangat artistik berpola simetris samping kanan dan kiri. Stasiun Kejaksan --begitu nama lain dari stasiun besar Cirebon itu-- terdiri atas bangunan induk, gudang, dan peturasan. Pada bagian lain terdapat dua dipo (bengkel), tiap-tiap dipo khusus untuk perbaikan dan pemeliharaan lokomotif dan dipo untuk wagon. Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangungan stasiun.<br />
<br />
Stasiun KA Kejaksan merupakan generasi pertama dari pembangunan stasiun kereta api pada masa penjajahan Hindia Belanda. Jalur yang membentang dari Jakarta dan Semarang pada masa itu. Data yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon mencatat, stasiun ini dibangun pada tahun 1911 atas prakarsa Staatsspoorwegen (perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda.<br />
<br />
Pembangunan jalur kereta api ini dilakukan untuk mempercepat mobilitas barang dan penumpang, yang perintisannya mulai dilakukan sejak 1893 untuk jalur SCS (Semarang Cheribon Stoomtram-Maatschappij). Sementara jalur Cirebon-Cikampek dibangun sejak 1909 dan Cirebon Kroya sejak 1912. Angkutan penumpang pengusaha Eropa, termasuk pekerja rodi untuk Kota Batavia atau sebaliknya, dilakukan melalui stasiun ini. Sejak Indonesia merdeka, stasiun ini menjadi milik dan dikelola PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi 3 Cirebon. "Sebagian besar bangunan yang ada di lingkungan stasiun ini benar-benar djadoel," kata Arie F., Wakil Kepala Seksi Dipo PT KA Daop 3 Cirebon. "Lihat saja bangunan yang benar-benar kokoh, seperti bengkel kereta dan gudang air itu," ucapnya menambahkan.<br />
<br />
Dipo (bengkel kereta api) yang berada di lingkungan Stasiun Cirebon dibangun setahun setelah stasiun besar tersebut didirikan, sekitar tahun 1913. Di bengkel itu masih tersimpan lokomotif diesel pertama yang dibuat General Electric tahun 1953. Wong Cerbon menamai loko tersebut dengan loko sepur Gajah Mada. Keaslian tersebut juga ditunjang dengan masih utuhnya alat putar lokomotif yang juga dibuat tahun 1913 dengan kondisi yang masih normal.<br />
<br />
Dalam ruangan stasiun terdapat pintu gerbang yang kokoh dengan rantai dan gembok asli tertempel di situ. Ada empat pintu gerbang yang berukuran sama yang ditutup dengan pintu besi Anderson. Bagian atas  pintu dinaungi kanopi hijau berbentuk siku, terbuat dari rangka besi dan beratap kaca fiber sebagai bangunan tambahan yang dibangun setelah masa kemerdekaan.<br />
<br />
Stasiun Kejaksan dikenal pula sebagai tempat bersejarah. Pada masa revolusi fisik, ribuan pejuang yang naik kereta dari Jatinegara menuju Yogyakarta sebagian diturunkan untuk menyergap Belanda yang datang membonceng bersama sekutu. Pertempuran besar terjadi di sekitar Alun-alun Kejaksan hingga  sebelah barat Masjid At-Taqwa (sekitar Kantor HU Mitra Dialog saat ini).<br />
<br />
Pada tahun 1982-an, ketika Kantor Pikiran Rakyat/”PR” Edisi Cirebon pindah dari Siliwangi 77 ke Jln. Kartini No. 7 masih bisa dilihat tembok dan pintu kayu jati yang bolong-bolong bekas tembakan peluru. Untuk memperingati pertempuran tersebut, kini dibangun tugu kemerdekaan persis di perempatan Jln. Siliwangi-Jln. Kartini.<br />
<br />
Stasiun Prujakan<br />
<br />
STASIUN KA Prujakan rupanya memiliki jalur rel yang berbeda dengan Stasiun Kejaksan. Stasiun kedua setelah Kejaksan ini awalnya sengaja dibangun untuk angkutan barang dari pelabuhan. Lihat saja sisa-sisa rel dan jembatan djadoel yang masih tersisa di pinggir Jln. Sisingamangaraja, Kampung Kegiren dan Syekhmagelung.<br />
<br />
Rel yang menghubungkan pelabuhan tersebut melintasi kedua kampung tersebut dan saat ini telah tertimbun tanah dan banyak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk perumahan dan usaha. Sementara di bagian barat --berdekatan dengan Jln. K.S. Tubun --dialokasikan untuk tempat pedagang onderdil sepeda, becak, dan sepeda motor bekas.<br />
<br />
Menarik untuk menelusuri jalur rel KA Prujakan ini. Sewaktu masih aktif jalur tersebut, sering kali lokomotif "jugjes" dengan pembakaran batu bara mogok. Otomatis anak-anak yang ada di sekitar kampung tersebut berhamburan untuk melihat sepur (spoor) mogok. Saat lokomotif selesai diperbaiki, mereka menaiki kereta barang tersebut hingga ke Stasiun Prujakan.<br />
<br />
Di sebelah selatan stasiun terdapat bangunan memanjang yang disebut sebagai "gudang barang”. Namun, sejak dekade 1970-an, gudang tersebut tak lagi dimanfaatkan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api-kini PT KA) sehingga dimanfaatkan anak-anak muda penggemar bulu tangkis berlatih di situ. Pada masa kejayaan bulu tangkis Indonesia di tingkat internasional, dari gudang barang itu lahir atlet internasional juara All England. Dialah Tjun Tjun yang saat itu berpasangan dengan Johan Wahyudi.<br />
<br />
Kini, stasiun barang tersebut kembali dimanfaatkan untuk kereta jurusan Tegal-Brebes-Cirebon. Naik-turun penumpang dilakukan di stasiun tersebut. Karena memang letaknya yang strategis di pinggir Jln. Kembar (kini Jln. Nyi Mas Gandasari). Berbeda dengan Stasiun Kejaksan yang berada agak jauh dari Jln. Siliwangi yang menjadi stasiun utama di Kota Cirebon.<br />
<br />
Dari catatan yang dihimpun Disbudpar Kota Cirebon, stasiun ini dibangun hampir berbarengan dengan Stasiun Kejaksan, yakni sekitar tahun 1911 atas prakarsa perusahaan kereta api swasta, Semarang-Cheriboncshe-Stoomtram-maatshappij (SCS). Pembangunan stasiun ini dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat mobilitas arus komoditas pertanian dan barang-barang impor. Arus barang dari stasiun ini selanjutnya bermuara di Pelabuhan Cirebon.<br />
<br />
Untuk generasi yang lahir pada dekade 1980-an, mereka tak lagi menyaksikan rel kereta yang membentang di tengah kampung padat tersebut, meski sisa-sisanya masih bisa dilihat. Kisah menarik dari Arie F. kepada penulis. "Sering kali saya menaruh paku di rel kereta untuk dibuat semacam pisau kecil," katanya mengenang. "Saya lahir di rumah orang tua dekat rel dan alhamdulillah saya pun jadi orang yang bekerja di lingkungan kereta api," ujarnya.<br />
<br />
Sekitar tahun 1920, masa awal arus penumpang dilakukan. Anak-anak pribumi yang berpakaian sarung dan bendo sering naik-turun di stasiun tersebut. Dari rumah kampung, mereka naik dokar. Bayarnya cukup satu blendong (di bawah satu sen gulden). Jalan Pekalangan yang kebetulan berhadapan dengan stasiun acap kali riuh ramai pada musim mudik dan arus balik Lebaran. Maklum, mereka juga rindu kampung halaman. (Nurdin M. Noer, wartawan senior, Ketua Umum Lembaga Basa lan Sastra Cerbon/LBSC)***<br />
Penulis:<br />
Back</blockquote>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[ada artikel menarik di Harian Pikiran Rakyat tentang stasiun besar di cirebon Kejaksan dan prujakan. maaf klo artikelnya panjang, trus unutk momod on duty ditrit ini klo ada yg serup mohon untuk digabung aja, maaf merepotkan <br />
<blockquote><cite>Quote:</cite><span style="font-size: x-small;"><span style="font-weight: bold;">Wajah Stasiun KA yang tak Pernah Berubah</span></span><br />
LIDAH “wong Cerbon” menyebutnya dengan nama "tapsiun".  Satu tempatpertemuan para pelancong yang akan ataupun tengah turun dari perjalanan. Wajah ragam hias art deco yang didesain pada bangunan itu memang bisa dijadikan pencirian bahwa bangunan tersebut bukan dalam masa klasik, juga bukan dalam masa modern. Lihat saja pada bentuk bagian atas bangunan yang merupakan segitiga, jendela kotak, dan pintu lengkung yang menjadi ciri khasnya.<br />
<br />
Depan bangunan djadoel (djaman doeloe) tersebut tampak sangat artistik berpola simetris samping kanan dan kiri. Stasiun Kejaksan --begitu nama lain dari stasiun besar Cirebon itu-- terdiri atas bangunan induk, gudang, dan peturasan. Pada bagian lain terdapat dua dipo (bengkel), tiap-tiap dipo khusus untuk perbaikan dan pemeliharaan lokomotif dan dipo untuk wagon. Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangungan stasiun.<br />
<br />
Stasiun KA Kejaksan merupakan generasi pertama dari pembangunan stasiun kereta api pada masa penjajahan Hindia Belanda. Jalur yang membentang dari Jakarta dan Semarang pada masa itu. Data yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon mencatat, stasiun ini dibangun pada tahun 1911 atas prakarsa Staatsspoorwegen (perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda.<br />
<br />
Pembangunan jalur kereta api ini dilakukan untuk mempercepat mobilitas barang dan penumpang, yang perintisannya mulai dilakukan sejak 1893 untuk jalur SCS (Semarang Cheribon Stoomtram-Maatschappij). Sementara jalur Cirebon-Cikampek dibangun sejak 1909 dan Cirebon Kroya sejak 1912. Angkutan penumpang pengusaha Eropa, termasuk pekerja rodi untuk Kota Batavia atau sebaliknya, dilakukan melalui stasiun ini. Sejak Indonesia merdeka, stasiun ini menjadi milik dan dikelola PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi 3 Cirebon. "Sebagian besar bangunan yang ada di lingkungan stasiun ini benar-benar djadoel," kata Arie F., Wakil Kepala Seksi Dipo PT KA Daop 3 Cirebon. "Lihat saja bangunan yang benar-benar kokoh, seperti bengkel kereta dan gudang air itu," ucapnya menambahkan.<br />
<br />
Dipo (bengkel kereta api) yang berada di lingkungan Stasiun Cirebon dibangun setahun setelah stasiun besar tersebut didirikan, sekitar tahun 1913. Di bengkel itu masih tersimpan lokomotif diesel pertama yang dibuat General Electric tahun 1953. Wong Cerbon menamai loko tersebut dengan loko sepur Gajah Mada. Keaslian tersebut juga ditunjang dengan masih utuhnya alat putar lokomotif yang juga dibuat tahun 1913 dengan kondisi yang masih normal.<br />
<br />
Dalam ruangan stasiun terdapat pintu gerbang yang kokoh dengan rantai dan gembok asli tertempel di situ. Ada empat pintu gerbang yang berukuran sama yang ditutup dengan pintu besi Anderson. Bagian atas  pintu dinaungi kanopi hijau berbentuk siku, terbuat dari rangka besi dan beratap kaca fiber sebagai bangunan tambahan yang dibangun setelah masa kemerdekaan.<br />
<br />
Stasiun Kejaksan dikenal pula sebagai tempat bersejarah. Pada masa revolusi fisik, ribuan pejuang yang naik kereta dari Jatinegara menuju Yogyakarta sebagian diturunkan untuk menyergap Belanda yang datang membonceng bersama sekutu. Pertempuran besar terjadi di sekitar Alun-alun Kejaksan hingga  sebelah barat Masjid At-Taqwa (sekitar Kantor HU Mitra Dialog saat ini).<br />
<br />
Pada tahun 1982-an, ketika Kantor Pikiran Rakyat/”PR” Edisi Cirebon pindah dari Siliwangi 77 ke Jln. Kartini No. 7 masih bisa dilihat tembok dan pintu kayu jati yang bolong-bolong bekas tembakan peluru. Untuk memperingati pertempuran tersebut, kini dibangun tugu kemerdekaan persis di perempatan Jln. Siliwangi-Jln. Kartini.<br />
<br />
Stasiun Prujakan<br />
<br />
STASIUN KA Prujakan rupanya memiliki jalur rel yang berbeda dengan Stasiun Kejaksan. Stasiun kedua setelah Kejaksan ini awalnya sengaja dibangun untuk angkutan barang dari pelabuhan. Lihat saja sisa-sisa rel dan jembatan djadoel yang masih tersisa di pinggir Jln. Sisingamangaraja, Kampung Kegiren dan Syekhmagelung.<br />
<br />
Rel yang menghubungkan pelabuhan tersebut melintasi kedua kampung tersebut dan saat ini telah tertimbun tanah dan banyak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk perumahan dan usaha. Sementara di bagian barat --berdekatan dengan Jln. K.S. Tubun --dialokasikan untuk tempat pedagang onderdil sepeda, becak, dan sepeda motor bekas.<br />
<br />
Menarik untuk menelusuri jalur rel KA Prujakan ini. Sewaktu masih aktif jalur tersebut, sering kali lokomotif "jugjes" dengan pembakaran batu bara mogok. Otomatis anak-anak yang ada di sekitar kampung tersebut berhamburan untuk melihat sepur (spoor) mogok. Saat lokomotif selesai diperbaiki, mereka menaiki kereta barang tersebut hingga ke Stasiun Prujakan.<br />
<br />
Di sebelah selatan stasiun terdapat bangunan memanjang yang disebut sebagai "gudang barang”. Namun, sejak dekade 1970-an, gudang tersebut tak lagi dimanfaatkan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api-kini PT KA) sehingga dimanfaatkan anak-anak muda penggemar bulu tangkis berlatih di situ. Pada masa kejayaan bulu tangkis Indonesia di tingkat internasional, dari gudang barang itu lahir atlet internasional juara All England. Dialah Tjun Tjun yang saat itu berpasangan dengan Johan Wahyudi.<br />
<br />
Kini, stasiun barang tersebut kembali dimanfaatkan untuk kereta jurusan Tegal-Brebes-Cirebon. Naik-turun penumpang dilakukan di stasiun tersebut. Karena memang letaknya yang strategis di pinggir Jln. Kembar (kini Jln. Nyi Mas Gandasari). Berbeda dengan Stasiun Kejaksan yang berada agak jauh dari Jln. Siliwangi yang menjadi stasiun utama di Kota Cirebon.<br />
<br />
Dari catatan yang dihimpun Disbudpar Kota Cirebon, stasiun ini dibangun hampir berbarengan dengan Stasiun Kejaksan, yakni sekitar tahun 1911 atas prakarsa perusahaan kereta api swasta, Semarang-Cheriboncshe-Stoomtram-maatshappij (SCS). Pembangunan stasiun ini dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat mobilitas arus komoditas pertanian dan barang-barang impor. Arus barang dari stasiun ini selanjutnya bermuara di Pelabuhan Cirebon.<br />
<br />
Untuk generasi yang lahir pada dekade 1980-an, mereka tak lagi menyaksikan rel kereta yang membentang di tengah kampung padat tersebut, meski sisa-sisanya masih bisa dilihat. Kisah menarik dari Arie F. kepada penulis. "Sering kali saya menaruh paku di rel kereta untuk dibuat semacam pisau kecil," katanya mengenang. "Saya lahir di rumah orang tua dekat rel dan alhamdulillah saya pun jadi orang yang bekerja di lingkungan kereta api," ujarnya.<br />
<br />
Sekitar tahun 1920, masa awal arus penumpang dilakukan. Anak-anak pribumi yang berpakaian sarung dan bendo sering naik-turun di stasiun tersebut. Dari rumah kampung, mereka naik dokar. Bayarnya cukup satu blendong (di bawah satu sen gulden). Jalan Pekalangan yang kebetulan berhadapan dengan stasiun acap kali riuh ramai pada musim mudik dan arus balik Lebaran. Maklum, mereka juga rindu kampung halaman. (Nurdin M. Noer, wartawan senior, Ketua Umum Lembaga Basa lan Sastra Cerbon/LBSC)***<br />
Penulis:<br />
Back</blockquote>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Test Upload Foto]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3713</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 19:11:04 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3713</guid>
			<description><![CDATA[<a href="http://img97.imageshack.us/i/railone4.jpg/" target="_blank"><img src="http://img97.imageshack.us/img97/2615/railone4.jpg" border="0" alt="[Image: railone4.jpg&#93;" /></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://img97.imageshack.us/i/railone4.jpg/" target="_blank"><img src="http://img97.imageshack.us/img97/2615/railone4.jpg" border="0" alt="[Image: railone4.jpg]" /></a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Test Upload Foto]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3712</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 19:10:04 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3712</guid>
			<description><![CDATA[Tes tes tes <br />
<br />
<a href="http://img97.imageshack.us/i/railone4.jpg/" target="_blank"><img src="http://img97.imageshack.us/img97/2615/railone4.th.jpg" border="0" alt="[Image: railone4.th.jpg&#93;" /></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tes tes tes <br />
<br />
<a href="http://img97.imageshack.us/i/railone4.jpg/" target="_blank"><img src="http://img97.imageshack.us/img97/2615/railone4.th.jpg" border="0" alt="[Image: railone4.th.jpg]" /></a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[new 6000 series]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3711</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 07:53:07 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3711</guid>
			<description><![CDATA[Setelah sukses merakit kabin KRL Djoko Lelono sebelumnya, kini Balai Yasa Manggarai kembali ber-Inofasi dengan merakit kabin seri 6000. Namun, seri 6000 yang saat ini sedang menunggu bogie selesai dan finishing gerbong berkabin ini hanya berstansformasi 4 unit satu rangkaiannya. Warna yang digunakan adalah warna biru. Pekerjaan ditargetkan selesai akhir Maret ini.., <br />
<br />
so, kita tunggu saja...,<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bye.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bye" title="New_bye" /><br />
<br />
Formasinya:<br />
6151-6176-6175-6188 <br />
[foto: ada di MKA edisi Maret.., saya mah belum punya stok..,<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_xiexie.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_xiexie" title="New_xiexie" />&#93;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Setelah sukses merakit kabin KRL Djoko Lelono sebelumnya, kini Balai Yasa Manggarai kembali ber-Inofasi dengan merakit kabin seri 6000. Namun, seri 6000 yang saat ini sedang menunggu bogie selesai dan finishing gerbong berkabin ini hanya berstansformasi 4 unit satu rangkaiannya. Warna yang digunakan adalah warna biru. Pekerjaan ditargetkan selesai akhir Maret ini.., <br />
<br />
so, kita tunggu saja...,<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_bye.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_bye" title="New_bye" /><br />
<br />
Formasinya:<br />
6151-6176-6175-6188 <br />
[foto: ada di MKA edisi Maret.., saya mah belum punya stok..,<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/new_xiexie.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="New_xiexie" title="New_xiexie" />]]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ketika lampu lok berpendar ..]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3708</link>
			<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:36:00 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3708</guid>
			<description><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4033/4415819474_c0ee06c5a5.jpg" border="0" alt="[Image: 4415819474_c0ee06c5a5.jpg&#93;" /><br />
<br />
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2780/4415818534_561affa582.jpg" border="0" alt="[Image: 4415818534_561affa582.jpg&#93;" /><br />
<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4053/4415053335_2e553d38eb.jpg" border="0" alt="[Image: 4415053335_2e553d38eb.jpg&#93;" /><br />
<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4032/4415052421_bf892e1c3d.jpg" border="0" alt="[Image: 4415052421_bf892e1c3d.jpg&#93;" /></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4033/4415819474_c0ee06c5a5.jpg" border="0" alt="[Image: 4415819474_c0ee06c5a5.jpg]" /><br />
<br />
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2780/4415818534_561affa582.jpg" border="0" alt="[Image: 4415818534_561affa582.jpg]" /><br />
<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4053/4415053335_2e553d38eb.jpg" border="0" alt="[Image: 4415053335_2e553d38eb.jpg]" /><br />
<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4032/4415052421_bf892e1c3d.jpg" border="0" alt="[Image: 4415052421_bf892e1c3d.jpg]" /></div>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[ttt]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3707</link>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:41:02 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3707</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://farm5.static.flickr.com/4038/4415714121_9400586470_m.jpg" border="0" alt="[Image: 4415714121_9400586470_m.jpg&#93;" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://farm5.static.flickr.com/4038/4415714121_9400586470_m.jpg" border="0" alt="[Image: 4415714121_9400586470_m.jpg]" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[sta. tamanan pics]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3706</link>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:36:14 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3706</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://farm5.static.flickr.com/4055/4416258942_d692994693_m.jpg" border="0" alt="[Image: 4416258942_d692994693_m.jpg&#93;" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://farm5.static.flickr.com/4055/4416258942_d692994693_m.jpg" border="0" alt="[Image: 4416258942_d692994693_m.jpg]" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[sta. tamanan pics]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3705</link>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:34:40 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3705</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" border="0" alt="[Image: 48192525@N07&#93;" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" border="0" alt="[Image: 48192525@N07]" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[sta. tamanan pics]]></title>
			<link>http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3704</link>
			<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:33:48 -0700</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3704</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" border="0" alt="[Image: 48192525@N07&#93;" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" /><a href="http://http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" border="0" alt="[Image: 48192525@N07]" /><br />
sta.tamanan<br />
<br />
<img src="http://www.semboyan35.com/images/smilies/ba_terharu.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Ba_terharu" title="Ba_terharu" /><a href="http://http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/" target="_blank">http://www.flickr.com/photos/48192525@N07/</a>]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>