Posts: 82
Threads: 0
Joined: Sep 2014
Reputation:
1

Maaf sebelumnya kalo saya masih Baru disini udah kowar-kowre kagak jelas
Saya juga seorang RF, temen-temen disinipun juga sama seperti saya
tapi kenapa kok tidak sedikit juga temen0temen disini yang agak berbeda
Pecinta KA itu adalah seseorang yang suka dan bisa njaga nama KA, tapi setelah mbuka trit-trit saya sempet kasian dengan hasil karya para pegawai KA dari hasil perbaikan (Lokomotif, Kereta, Gerbong) ataupun pelayanan di stasiun
kenapa RF malah banyak kowar-kowar masalah kursi yang gak nyaman, masalah boggie yang berisik, masalah AC KA lokal yang gak dingin dll.
udahlah kita terima saja ini, kalo mau keluhan, langsung aja kirim ke e-mail direksi/daerah di Unit yang bersangkutan, jangan malah kowar kowar di forum ginian, 
rekan-rekan di KAI udah berjuang sekuat tenaga dan memberi layanan terbaik dan sudah sesuai dengan perintah atasan mereka, jadi TOLONG untuk rekan-rekan RF yang "agak berbeda" disini.
maaf om mimin dan yang sudah lebih dulu ikut forum ini, maaf kalo terlalu frontal 
sekian terima kasih
SALAM Railfans 4604+12M_PJL64
Posts: 1,725
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
32
dengan tidak mengurangi rasa hormat,
kalo menurut ane pribadi, yang namanya cinta itu gak selalu indah. ada kalanya Manis, ada kalanya pahit. bak kehidupan berumah tangga, begitupun kegemaran saya pribadi ini. kadang saya suka dan cinta banget sama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), apalgi kalo ada musim tket momoan  . cintanya setengah mati.
jam 00.00 pun dijabanin, ujan deras, badai menerpa petir menyambar juga tetep ajah ane cari selembar tiket dan gak peduli resiko.
kadang, ada massa-nya pula saya tidak suka dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
kalo masalah mengeluarkan uneg-uneg kan boleh juga yah mas bro? bukann kah kita negara yang bebas berekspresi.
toh disini juga ada orang pt sepor ko :3
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
Justru dengan adanya komentar tentang kualitas rangkaian dl itu menunjukkan banyaknya yang masih cinta dan peduli dengan perkeretaapian .... cinta buta gak akan menghasilkan perbaikan apapun.
Kalau kita bilang misalnya "Turangga K1 sekian sekian kursinya seperti batu", bukankah itu memang fakta? Apa kita akan tetap memuja apapun yang terjadi bilangnya kursi seempuk bantal padahal faktanya memang begitu?
Contoh lain yang muncul berkala "KA X banyak kutu dan kecoanya, waktunya fumigasi dll", kalau memang faktanya begitu, masa mau ditutupi?
Di sini diskusinya berdasarkan fakta dan data kan? Ya kalau memang begitu adanya tidak perlu ditutupi atau menutup mata toh..
Justru Sering saya temui respon yang lebih cepat ditanggapi internal perusahaan kalau berasal dari diskusi forum. Dari forum sebelah juga, saya dapet info kalau humas atau pihak lain dalam perusahaan sering mengamati forum seperti Semboyan35, Kaskusepur, dll kok. Malah salah satu admin trid kaskusepur di sebelah adalah salah satu tim humas KAI pusat, banyak yang menyampaikan dari usul hingga keluhan dan direspon dengan baik.
Kalau masih menyampaikan kekurangan-kekurangan armada dll itu tandanya masih peduli, peduli berarti masih cinta.
Ingat lawan cinta yang sebenarnya bukanlah benci, melainkan tidak peduli....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 1,275
Threads: 0
Joined: May 2013
Reputation:
7
Yups! Mengolok-olok beda dengan mengkritisi. Mengkritisi pun harus tetep sesuai dengan bahasa yg sifatnya membangun dan disampaikan kepada yg bener2 bersangkutan. Kereta api di Indonesia dalam hal ini PT. KAI ibartnya sedang "reborn" alias lahir kembali. Dari perusahaan yg carut marut sampe sekarang yg mendapat penghargaan dimana2. Jadi wajar kalo disana sini masih ada kekurangan. Tapi bener juga, kita nggak akan tau seberapa jauh kita para RF cinta sama kereta selama kita belum pernah ngerasain kesel sama kereta #aseeekkkkk
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
TSnya pasti RF ababil, yg baru kenal apa arti itu C I N T A.. Hahaha
orang yg pertama kali kenal CINTA kan gitu.. apa2 serba dianggapnya baik dan bagus.. mau jelek, mau hitam, mau buruk, mau suram, tetep akan dianggapnya  dan  .. Hahaha
kunjungi blog saya di sini
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
01-09-2014, 08:03 PM
(This post was last modified: 01-09-2014, 08:04 PM by LufthansaPilot.)
(01-09-2014, 05:19 PM)Hungry Soul Wrote: Justru dengan adanya komentar tentang kualitas rangkaian dl itu menunjukkan banyaknya yang masih cinta dan peduli dengan perkeretaapian .... cinta buta gak akan menghasilkan perbaikan apapun.
Kalau kita bilang misalnya "Turangga K1 sekian sekian kursinya seperti batu", bukankah itu memang fakta? Apa kita akan tetap memuja apapun yang terjadi bilangnya kursi seempuk bantal padahal faktanya memang begitu?
Contoh lain yang muncul berkala "KA X banyak kutu dan kecoanya, waktunya fumigasi dll", kalau memang faktanya begitu, masa mau ditutupi?
Di sini diskusinya berdasarkan fakta dan data kan? Ya kalau memang begitu adanya tidak perlu ditutupi atau menutup mata toh..
Justru Sering saya temui respon yang lebih cepat ditanggapi internal perusahaan kalau berasal dari diskusi forum. Dari forum sebelah juga, saya dapet info kalau humas atau pihak lain dalam perusahaan sering mengamati forum seperti Semboyan35, Kaskusepur, dll kok. Malah salah satu admin trid kaskusepur di sebelah adalah salah satu tim humas KAI pusat, banyak yang menyampaikan dari usul hingga keluhan dan direspon dengan baik.
Kalau masih menyampaikan kekurangan-kekurangan armada dll itu tandanya masih peduli, peduli berarti masih cinta.
Ingat lawan cinta yang sebenarnya bukanlah benci, melainkan tidak peduli.... 
Salah satunya Mr CC-201-23 (meskipun ane kadang rada cerewet sih kalau ketemu sama Turanzonk, dll yg kursinya haduuuuuuhhhhhhhh. Tapi it's about reality, karena kenyataannya emang sempit dan atos untuk ukuran ane yg rada oversized  ). Diganti kulit aja udah sensitif yg ini itu yg atos, full of zonk, dll. Padahal K1 0 86 07 meskipun udah kena virus Turanzonk, tapi keempukan bisa diadu sama K1 08 lawu, Gajah sblm PA, dan vakum JAKK, apalagi Gojat
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
Hmm,,,
Duh bingung mesti nulis apa nih
Yang pasti setiap tindakan (masukan, keluh kesah) kita disini juga sudah didasari fakta-fakta yang ada, buktinya apa? buktinya ya beberapa RF disini ada sering joyride naik KA, tak jarang juga RF disini yang pada estafet dalam naik KA (maksudnya gonta-ganti KA) ya jadi beberapa pengalaman pelayanan yang diterima sudah beragam. Untuk membuktikannya silakan buka thread-thread tentang trip report perjalanan RF yang didokumentasikan di forum ini. Disana dijelaskan dari mulai berangkat membeli tiket, ke stasiun, masuk dalam kereta dapat tempat duduk, kondisi selama perjalanan, mengenai restorasi di KM (kereta makan) ataupun makanan yang dijual di KA, serta juga saat mengakhiri perjalanan dikupas secara lengkap oleh beberapa RF disini yang sering turing menggunakan KA.
Jadi, kalau semisal selama perjalanan KA menemui suatu 'ketidaknyaman' ya kita sebagai konsumen disini berhak juga untuk memberikan komentar (masukan, keluh kesah) selagi masih dalam batas etika. Selain itu bukankah Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjabat sekarang ini 'senang' dengan masukan dari para pelanggannya (dalam hal ini penumpang) baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kritikan kepada penyelenggara Perkeretaapian yang membangun tentu akan membuat suatu pelayanan menjadi lebih prima dan profesional dalam melayani penumpang.
Contoh kecil,
Seseorang naik KA blablabla selama diperjalanan banyak kecoa dan tengu yang berlalu-lalang di bawah tempat duduk, tentu semisal ini fakta akan menjadikan penumpang tersebut tidak nyaman, dan jika hal ini dibiarkan saja (tanpa didengar oleh pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tentu bukan tidak mungkin keadaan kasus kecoa masuk ke KA masih terjadi, sebaliknya jika kita berkomentar atas apa yang dialami selama perjalanan dan kebetulan didengar oleh pihak KAI, bisa saja pihak KAI melakukan pembenahan, kasus kecoa masuk kereta tidak ditemukan lagi. Tidak hanya kereta, pesawat juga demikian
Yang namanya kritik (masukan) tujuannya untuk memperbaik hal yang sebelumnya buruk, harapannya setelah itu tentu keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Hmm,, sebentar, ini TSnya pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah ??
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 82
Threads: 0
Joined: Sep 2014
Reputation:
1
02-09-2014, 07:16 AM
(This post was last modified: 02-09-2014, 07:22 AM by wahyu_4604_pjl64.)
(01-09-2014, 05:52 PM)Hendra20409 Wrote: Yups! Mengolok-olok beda dengan mengkritisi. Mengkritisi pun harus tetep sesuai dengan bahasa yg sifatnya membangun dan disampaikan kepada yg bener2 bersangkutan. Kereta api di Indonesia dalam hal ini PT. KAI ibartnya sedang "reborn" alias lahir kembali. Dari perusahaan yg carut marut sampe sekarang yg mendapat penghargaan dimana2. Jadi wajar kalo disana sini masih ada kekurangan. Tapi bener juga, kita nggak akan tau seberapa jauh kita para RF cinta sama kereta selama kita belum pernah ngerasain kesel sama kereta #aseeekkkkk 
eeaaak
oke lah kang, memanglah kita ini hanyalah RF bukan pekerja yang ngerawat segini banyaknya kereta
PT.Sepur kan memang kayak anak baru lahir kembali, dari sistem penjajahan ke kemerdekaan  , tapi yasudahlah, mungkin pihak terkait lebih tau penyelesaianyya
(01-09-2014, 07:35 PM)zae abjal Wrote: TSnya pasti RF ababil, yg baru kenal apa arti itu C I N T A.. Hahaha 
orang yg pertama kali kenal CINTA kan gitu.. apa2 serba dianggapnya baik dan bagus.. mau jelek, mau hitam, mau buruk, mau suram, tetep akan dianggapnya dan .. Hahaha 
nah kalo cinta kenapa sambil di yaaa begitulah 
berharap lah ada yang sedikit menghargai pekerjaan seseorang dengan mengkritik sesuai etika,
(01-09-2014, 11:48 PM)Warteg Wrote: Hmm,,, 
Duh bingung mesti nulis apa nih
Yang pasti setiap tindakan (masukan, keluh kesah) kita disini juga sudah didasari fakta-fakta yang ada, buktinya apa? buktinya ya beberapa RF disini ada sering joyride naik KA, tak jarang juga RF disini yang pada estafet dalam naik KA (maksudnya gonta-ganti KA) ya jadi beberapa pengalaman pelayanan yang diterima sudah beragam. Untuk membuktikannya silakan buka thread-thread tentang trip report perjalanan RF yang didokumentasikan di forum ini. Disana dijelaskan dari mulai berangkat membeli tiket, ke stasiun, masuk dalam kereta dapat tempat duduk, kondisi selama perjalanan, mengenai restorasi di KM (kereta makan) ataupun makanan yang dijual di KA, serta juga saat mengakhiri perjalanan dikupas secara lengkap oleh beberapa RF disini yang sering turing menggunakan KA.
Jadi, kalau semisal selama perjalanan KA menemui suatu 'ketidaknyaman' ya kita sebagai konsumen disini berhak juga untuk memberikan komentar (masukan, keluh kesah) selagi masih dalam batas etika. Selain itu bukankah Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjabat sekarang ini 'senang' dengan masukan dari para pelanggannya (dalam hal ini penumpang) baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kritikan kepada penyelenggara Perkeretaapian yang membangun tentu akan membuat suatu pelayanan menjadi lebih prima dan profesional dalam melayani penumpang.
Contoh kecil,
Seseorang naik KA blablabla selama diperjalanan banyak kecoa dan tengu yang berlalu-lalang di bawah tempat duduk, tentu semisal ini fakta akan menjadikan penumpang tersebut tidak nyaman, dan jika hal ini dibiarkan saja (tanpa didengar oleh pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) tentu bukan tidak mungkin keadaan kasus kecoa masuk ke KA masih terjadi, sebaliknya jika kita berkomentar atas apa yang dialami selama perjalanan dan kebetulan didengar oleh pihak KAI, bisa saja pihak KAI melakukan pembenahan, kasus kecoa masuk kereta tidak ditemukan lagi. Tidak hanya kereta, pesawat juga demikian
Yang namanya kritik (masukan) tujuannya untuk memperbaik hal yang sebelumnya buruk, harapannya setelah itu tentu keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Hmm,, sebentar, ini TSnya pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah ?? 
sempat merasakan jadi pegawai kang selama 6 bulan 
alias magang 
jadi ya sedikit banyak tau lah yang dikerjakan di Dipo/BY/Kantor/Stasiun/PJL/Sintelis/JPJ
SALAM Railfans 4604+12M_PJL64
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Berkaca pada rahasia sukses perusahaan2 besar yg ada, ternyata salah satu kunci utamanya adalah mau mendengarkan masukan/kritik dari konsumennya, lalu menjadikan masukan/kritik itu sebuah perbaikan/terobosan sehingga menjadi lebih baik lagi. Contoh GI Airlines. Sekarang memang menjadi maskapai penerbangan terbaik Indonesia, tapi beberapa tahun yg lalu kondisinya lebih parah dari itu. Rahasia kesuksesannya adalah dirutnya mau mendengarkan kritik dari konsumennya, lalu menjadikan kritik tsb. suatu inovasi yg mampu melambungkan nama GI Airlines itu sendiri.
Sama halnya dg PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sebelum dirut dipegang Pak Jonan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tak ubahnya perusahaan amburadul. Tapi perlahan2, kita sekarang bisa menikmatinya, yaitu kemajuan besar dunia perkeretaapian melalui sistem ticketing yg lebih mudah, boarding pass untuk kenyamanan penumpang, fasilitas yg dapat memanjakan penumpang itu sendiri, deelel. (meskipun dalam beberapa sisi masih ada kekurangan). Semua itu kembali karena kritik yg disampaikan konsumen, termasuk kita RF yg juga ikut mengkritisi kinerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Coba kalo seandainya tidak ada kritik yg disampaikan ke PT Sepur, ane jamin sekarang kondisinya masih sama seperti tahun 2002-2008 (zaman amburadulnya manajemen sepur), xixixi... 
Posts: 82
Threads: 0
Joined: Sep 2014
Reputation:
1
(02-09-2014, 08:12 AM)stasiunkastephanie Wrote: Berkaca pada rahasia sukses perusahaan2 besar yg ada, ternyata salah satu kunci utamanya adalah mau mendengarkan masukan/kritik dari konsumennya, lalu menjadikan masukan/kritik itu sebuah perbaikan/terobosan sehingga menjadi lebih baik lagi. Contoh GI Airlines. Sekarang memang menjadi maskapai penerbangan terbaik Indonesia, tapi beberapa tahun yg lalu kondisinya lebih parah dari itu. Rahasia kesuksesannya adalah dirutnya mau mendengarkan kritik dari konsumennya, lalu menjadikan kritik tsb. suatu inovasi yg mampu melambungkan nama GI Airlines itu sendiri.
Sama halnya dg PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sebelum dirut dipegang Pak Jonan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tak ubahnya perusahaan amburadul. Tapi perlahan2, kita sekarang bisa menikmatinya, yaitu kemajuan besar dunia perkeretaapian melalui sistem ticketing yg lebih mudah, boarding pass untuk kenyamanan penumpang, fasilitas yg dapat memanjakan penumpang itu sendiri, deelel. (meskipun dalam beberapa sisi masih ada kekurangan). Semua itu kembali karena kritik yg disampaikan konsumen, termasuk kita RF yg juga ikut mengkritisi kinerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Coba kalo seandainya tidak ada kritik yg disampaikan ke PT Sepur, ane jamin sekarang kondisinya masih sama seperti tahun 2002-2008 (zaman amburadulnya manajemen sepur), xixixi... 

setubuuh  eh setujuuu
memang sip lah meskipun masih ada sisi yang kurang nyaman, kurang sesuai dengan pribadi seseorang, kan PT sepur juga gak tau standartnya perorang, yang diatur kan standart Umum pelayanan angkutan Orang
SALAM Railfans 4604+12M_PJL64
|