Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jejak2 Lori Misterius di Dau, Malang
#1
Salam Semboyan 35 ers, ketemu lagi setelah lama gak nongol2 di sini. Langsung aja ke ceritanya.

Sejak beberapa bulan yg lalu, karena ada suatu urusan, akhirnya saya ada di Malang & nge-kos di Sengkaling. Saya juga ada temen nih di daerah Landungsari, tepatnya daerah Tirto. Saya tiap kali mampir ke tempatnya temen saya, & sepanjang perjalanan ke daerah temannya, tiba2 saya dikejutkan oleh sesuatu: Bekas2 rel lori di kawasan Jetis Mulyoagung & Tirto Landungsari! (cuman sekarang berubah fungsi menjadi pagar pembatas jembatan).

Awalnya saya mengira kalo batangan rel yg jadi pagar jembatan itu didapat dari tukang besi di Malang. Namun, setelah saya amati dg seksama, saya meragukan kalo rel ini hanya sekedar dapat dari tukang besi, lebih2 di sekitar situ ada rel yg nancep di tanah. Makanya, yg jadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah di Malang sebelah barat pernah ada jalur lori?
2. Kalo dulu bener2 ada, rel lorinya dimulai dari mana & berakhir di mana?
3. Apa mungkin ke Batu atau ke yg lain?
4. Trus kalo bener ada, dulu lori ini dipake buat apa?
Mungkin RF daop X lain bisa membantu mencari informasi seputar jalur lori di Malang Barat.


Oya, sebagai bukti, akan saya perlihatkan jejak2 rel lori di Dau & sekitarnya.
[spoiler=Jl. Margobasuki, Jetis, Dau]
[Image: 8195742024_dab1b7f31e.jpg]

Jembatan Margobasuki by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Di sini ada sebuah jembatan, perhatikan yg diberi lingkaran merah, itulah batangan rel yg dimaksud[/spoiler]
[spoiler=Biar lebih jelas, diperbesar lagi]
[Image: 8195739734_86b8a8a385.jpg]

Nancep ke Tanah (1) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
[Image: 8194646835_a8604a206a.jpg]

Nancep ke Tanah (2) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan batangan rel yg nancep ke tanah. Nah yg kedua fotonya ada di sisi utara jembatan, cuman agak ketutup rumput[/spoiler]
[spoiler=Sisi selatan jembatan]
[Image: 8195757808_ab665f2979.jpg]

Balok Kayu (diduga) Bantalan Rel by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan balok kayu di atas, bentuknya kayak bantalan rel lori[/spoiler]

[spoiler=Tengah jembatan]
[Image: 8194654035_8e447d95cf.jpg]

Batangan Rel yg Menjadi Pagar Jembatan (1) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
[Image: 8194653551_3d99cdc2fc.jpg]

Batangan Rel yg Menjadi Pagar Jembatan (2) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan pagar pembatasnya, dia dibuat dari 3 batang rel lori yg sejajar[/spoiler]
[spoiler=Pertigaan Tirto Utomo, Landungsari]
[Image: 8195738770_f5fb9d2e9a.jpg]

Pertigaan Tirto Utomo, Landungsari by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan yg diberi lingkaran merah di belakang bapak itu, itulah batangan relnya[/spoiler]
[spoiler=Biar lebih jelas, diperbesar lagi]
[Image: 8195739976_f714e43658.jpg]

Masih di Pertigaan by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan batangan rel warna biru yg nancep ke tanah, itulah awal kecurigaan saya soal rel lori itu[/spoiler]

[spoiler=Jembatan Tirto Utomo, 100 meter dari pertigaan tadi]
[Image: 8195740968_53708ee346.jpg]

Jembatan Tirto Utomo (1) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
[Image: 8194648049_04ff194dd3.jpg]

Jembatan Tirto Utomo (2) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan yg diberi lingkaran merah, itulah batangan relnya[/spoiler]
[spoiler=Biar lebih jelas, diperbesar lagi]
[Image: 8195745586_9d6ac7b660.jpg]

Batangan Rel yg Menjadi Pagar Jembatan (3) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
[Image: 8194652281_12d6167353.jpg]

Batangan Rel yg Menjadi Pagar Jembatan (4) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr
Perhatikan batangan rel warna biru muda, bentuknya sama persis dg batangan rel yg ditemukan sebelumnya[/spoiler]

Komen dibuka, monggo...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#2
kalo di tirto ada bekas lori, harus lori bergerigi kali ya. secara elevasi dari tkp keperumahan di atasnya (lupa namanya) lumayan tinggi

[Image: train_gif2.gif]
Reply
#3
ja ada memang. Itu lori dari PG kebon Agung lewat dibelakang sekolah Dempo pas disitu bercabang ke Dinoyo yang satu terus disamping jln Yakarta trus nyebrang jln Ijen lewat sejajar jln Raung, trus nyebrang naik Jembatan diatas oro2dowo dan kali Brantas trus keluar di Blimbing kearah Wendit.

terachir saya lihat lori ini sekitar thn 1970 pakai lok uap ato diesel kecil.
Reply
#4
kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.
saya pgn post di sini tapi karena tdk ada dokumentasi,nanti disangka HOAX Bethe mgkn teman2 di Batu bisa bantu infonya? Terima Kasih
Reply
#5
Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
#6
pernah diliput di majalah KA nih kayaknya Longchamp sac tapi lupa edisi berapa, rel pinggir laut... banyak pohon sac longchamp soldes kelapanya... seingat saya cuma itu
Reply
#7
(05-12-2012, 02:53 AM)bad_boy Wrote: Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW.Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#8
(08-12-2012, 04:11 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(05-12-2012, 02:53 AM)bad_boy Wrote: Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW.Xie Xie

Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.
Trainz Art Picture - jual & terima order lukisan KA unik & berseni tinggi klik disini
Roda Tebang
Reply
#9
(08-12-2012, 07:20 PM)jeremiah I.H Wrote:
(08-12-2012, 04:11 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(05-12-2012, 02:53 AM)bad_boy Wrote: Saya setuju sama antonius_123 dan vanmoll, bahwa rel yang dipake untuk batangan jembatan itu rel eks decauville Sf. Kebon Agoeng. Dulu Sf. Kebon Agoeng relnya lewat tengah kota Malang dan ada yang belok ke Barat ke Blimbing soalnya wilayah afdeelingya (ladang tebu) berada di Barat kota Malang. Kalo sekarang yang kearah Utara Sf. Kebon Agoeng semuanya sudah jadi perkampungan padat.

vicoption07 Wrote:kalau di daerah Dau memang ada jejak2 rel, berarti mmg benar dugaan saya ada jejak rel naik dari daerah pertigaan Dempo-Jln Surabaya-Jln Jakarta ke Dinoyo bahkan Batu.
awal cerita, awal November lalu saya ada kegiatan hiking ke Gn Panderman,tapi berhubung sedang kebakaran,saya ganti rute ke Coban Rais.di tengah perjalanan di daerah Pesanggrahan,Batu saya lihat ada lahan berpagar milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) + rel terpendam di sisi kanan jalan yg belum diaspal.

Relnya ga sampe Batu mas. Di Batu ga ada rel soalnya medannya sudah terlalu ekstrim, apalagi untuk rel sekelas decauville. Relnya cuma di sekitar Malang aja.

Udah pernah ke daerah Batu belum? Apa cuman lewat jalan raya utamanya aja? Coba deh ente sekali2 treking ke Batu lewat jalan pintas Polsek Junrejo/Kantor Camat Junrejo, lihat deh gradien/kemiringannya, akan terlihat bahwa kemiringan tanah Dau-Batu hampir setara dg jalur CPD daop II BD, cuman yg ini gradiennya lebih rendah. Dg demikian, sangat mungkin membangun jalur KA di lintas ini, cuman yg jadi masalahnya utamanya adalah referensi ttg rel KA/lori yg menuju ke Dau ini sangat sedikit. Nah kalo soal rumah yg ada plang aset PT KA itu ada di Batu plus rel KAnya, berarti harusnya sepanjang jalur Malang-Batu pasti juga ditemukan plang yg sama. Pertanyaannya: kenapa di tempat lain belum ditemukan plang aset PT KA? Berarti mungkin rumah berplang aset itu bekas rumah pejabat SS di masa silam. (ingat, Batu sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai daerah wisata & perkebunan, makanya mungkin aja ada bekas rel di sekitaran Batu) CMIIW.Xie Xie

Yang lalu pas lebaran ke batu sempat liat tanah kosong milik berplang PT.KA,trus agak di tengah kotanya(ga jauh dr hotel kartika) ada rumah kuno milik PT.KA,mungkin eks.rumah pegawai SS.
Tapi kalo diliat2 rasanya ga ada tanda2 dulu ada jalur KA di Batu.

Kalo rumah mungkin iya, mungkin dulu bekas rumah pegawai/pejabat SS, tapi kalo tanah kosong? Apalagi sudah 3 titik ditemukan plang aset PT KA di Batu. Berarti paling gak harusnya ada bekas rel KA ke Batu, cuman ya itu tadi, nyari jejaknya belum ketemu, referensi sangaaaa....tt... minim, deelel, pokoknya komplet dah masalahnya.Bethe
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#10
OK, dongeng kita lanjut lagi...Cup..Cup

Barusan, saya abis jalan2 ke daerah Batu, sekaligus membuktikan bahwa ada jejak rel di sana. Saya mulai menuju ke arah desa Pesanggrahan, tepatnya ke akses Gn. Panderman, akan tetapi, koq ga ada tanda2 ada rel KA di sini yah? Waktu itu saya hampir putus asa, jangan2 saya dikibulin nih.Bethe Tapi, seorang RF/railhunter, saya ga mau nyerah gitu aja, akhirnya penelusuran dilanjut. Tepat setelah keluar per4an Pesanggrahan, barulah saya dikejutkan dg tanda2 seperti yg telah disebutkan sebelumnya, plang aset PT KA!
[spoiler=Inilah plang aset PT KA yg dimaksud]
[Image: 8256448121_ee27b156ae.jpg]

Plang Aset PT KA (1) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr

[Image: 8257516672_a5377abbac.jpg]

Plang Aset PT KA (2) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr[/spoiler]
Ternyata, plang ini dibangun di tanah kosong yg jadi kebun sayuran, & ternyata di situ juga ada bangunan tua yg kepotong separonya, dugaan saya dulunya itu bekas stasiun, kemungkinan stasiun Batu.
[spoiler=Bekas bangunan Belanda, diduga itu merupakan kompleks stasiun Batu (kalo bener)]
[Image: 8257518182_fdcedc98ab.jpg]

Bangunan Peninggalan Belanda (jangan2 bekas stasiun) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr

[Image: 8256445671_6ec3464e55.jpg]

Tanah Kosong (apa bekas stasiun, ya) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr[/spoiler]

Masih belum selesai, perjalanan dilanjut ke tengah Kota Batu, menelusuri jalan raya, & ternyata di pinggir jembatan saya dikejutkan oleh penemuan bekas pondasi jembatan. Kalo ngeliat dari lebar pondasi jembatan itu, kayaknya itu bekas jalur KA. (soalnya kalo buat rel lori keliatannya kegedean)
[spoiler=Bekas pondasi jembatan yg ditemukan]
[Image: 8257516220_d6dee98d01.jpg]

Pondasi Jembatan KA (1) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr

[Image: 8256446435_5f7cf12413.jpg]

Pondasi Jembatan KA (2) by Stephanie Anastasia binti stasiunkastephanie, on Flickr[/spoiler]
Selesai.

Kesimpulan: diduga kuat di Batu pernah ada jalur KA juga, cuman masih perlu ditelusuri apakah pada masa itu KA yg lewat berupa stoomtram atau spoorweg. Mungkin ada yg bisa bantu mencari referensi ttg jalur KA Malang-Batu ini? Ditunggu jawabannya, thx.Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)