Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Kereta Api Cibungkul-Pirusa, Nasibmu Kini
#1
Jalur Kereta Api Cibungkul-Pirusa, Nasibmu Kini
Selasa, 27 September 2011 10:46 WIB

AGAK aneh. Rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Galunggung-Tasik, baru menggelembung sekarang. Itu pun muncul dari Kementrian Dalam Negri, bukan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemerintah Daerah setempat. Artinya, Peraturan Daerah ihwal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang sudah diketok DPRD Provinsi Jawa Barat harus dibongkar lagi. Tak cuma Galunggung, jalur kereta Kota Banjar-Cijulang, Cikajang-Cibatu, Cikampek -Jatibarang-Cirebon, dan Indramayu-Jatibarang pun disebut-sebut dalam hasil evaluasi RTRW itu.

Jalur kereta Galunggung-Tasik, dibangun setelah Gunung Galunggung meletus, 5 April 1982. Paska bencana, pasir Galunggung dieksploitasi. Demi mengangkut pasir kelas tinggi, jadilah jalur khusus kereta dari kampung Cibungkul Indihiang hingga ke Pirusa, cekdam Sinagar. Antara tahun 1984-1985, gerbong-gerbong kereta melenggang mengangkut pasir ke Jakarta. Jadilah jalan tol dan bandara. Setelah pasir terkuras, kereta api pengangkut pasir tidak aktif lagi. Jalur khusus itu pun dibiarkan terlantar hingga kini. Lebih dari tigapuluh tahun lamanya, jalur khusus kereta itu mati. Bukan waktu yang sebentar.

Selama itu pula, tidak tampak ada upaya untuk merevitalisasi jalur itu. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, yang paling dominan dari sisi kewilayahan bisa memainkan peran untuk merevitalisasi jalur itu. Apalagi Gunung Galunggung, sudah menjadi ikon yang melekat.

Jalur khusus kereta api Galunggung-Tasik, bisa menjadi bangkitan multi sektor. Bukan alat transportasi masal semata, tetapi juga menjadi penopang sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Sangat sejalan, bila pengaktifan kembali jalur itu bisa mempertajam langkah untuk mempertahankan kawasan hijau, minimal 30% dari luas daerah aliran sungai. Apalagi, akti­vi­­tas penggalian pasir di kawasan Gunung Galunggung saat ini masih terus berlangsung, meskipun pasir muntahan letusan tahun 1982 silam sudah habis.

Siapa tahu, bila jalur kereta api Galunggung-Tasik dihidupkan kembali bisa mendorong geliat ekonomi yang ramah lingkungan. Penggalian pasir besar-besaran bisa dikurangi, dialihkan ke sektor wisata dan agribisnis. ***

http://www.duddy.web.id/Editorial/jalur-...-kini.html
------------
Yang jadi pertanyaan2 aku pribadi :
1. Di wilayah Galunggung dan Pirusa itu kawasan apa yah? Pemukiman, wisata atau pertanian semata?
2. Apa bener sejalan dg penghijauan, moda KA minimal barang akan bisa bergeliat lagi? Minimal utk dari dan ke Bandung entah via Gadongbong atau Gedebage gitu...
3. Letusan dah berhenti, tapi pasir masih terus digali bisa terbilang secara 'ilegal'. Tapi dg adanya KA barang apa dijamin penggalian pasir akan berhenti? Siapa yang membutuhkan pasir dan akan diapakan di kota setempat? Misalnya entah dibawa ke Jakarta gitu...

Reply
#2
Jd pengen tau nih jalurnya kayak apa, krn baru denger ada jalur KA di sini. yg tau cm banjar - Pangandaran, Mohon RF wilayah sana utk cek TKP dan laporkan hasilnya Thankx.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
#3
Galunggung sekarang merupakan kawasan wisata. seperti Tangkuban perahu. Apabila Jalur kereta ini diaktifkan lagi akan menjadikan akses tujuan wisata yang sangat bagus.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#4
tapi sepertinya kawasan wisata galunggung belum begitu populer. jangan2 malah jadi tekor begitu mulai dioperasikan
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#5
numpang nimbrung om
saya asli dari sana nih
singaparna, galunggunggung
jangan salah om
tiap kali liburan sekolah n hari2 besar tuh objek wisata kawah dan air panas galunggung rame bgt
orang2 di sekitar wilayah priangan timur rame2 rekreasi kesana
udaranya masih relatif bersih n seger
kendalanya adalah blm ada transportasi umum yang memadai buat kesana
ada angkot tapi jumlahnya cuma sedikit dan beroprasi cuma sampai menjelang sore
akses jalan memang sudah dibangun
tpi transportasi kesana yang menurut ane kurang memadai
klo masalah pertambangan pasir memang sampai sekarang masih berlangsung
setiap hari puluhan truk besar masih mondar-mandir kesini
nah truk2 ini juga yang bikin jalan akses ke galunggung ancur
nah kalo jalur ini diidupin kan bisa jadi alternatif transportasi dan buat jalanin kereta barang (pasir dkk) tuh....apa Pemda n PT. Kereta Api Indonesia (Persero) g liat peluang itu y?? itu kyknya maksud artikel tadi....saya cm pernah liat 1 viaduct di jalan mw ke arah indihiang dri pirusanya...udah g terawat bgt...heu...
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)