Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
apakah akan ada proyek ka terkait dengan kepindahan bandara adi sucipto ke kulon prog
#1
akhir akhir ini ada wacana dari pemerintah yang akan memindahkan bandara adi sucipto yang terletak di tengah kota jogjakarta ke kawasan kulon progo tepatnya di daerah glagah karena bandara sudah over loaded dan sudah tidak memungkinkan untuk di perluas. dan lagi setiap tahun orang yang berpergian dengan pesawat melalui bandara ini setiap tahun bertambah dengan sangat signifikan dan lagi padahal sudah terhubung dengan moda kereta api melalui stasiun maguwo dan trans jogja.nantinya bandara ini akan di kembalikan ke pemiliknya semula yaitu TNI AU.

apakah bandara yang baru akan di hubungkan dengan kereta api juga ? karena letaknya yang berada di daerah pesisir kulon progo belum ada info sedekitpun yang saya dengar. kalau memang pemerintah daerah istimewa ingin menyinergikan moda transportasi nya mau tidak mau harus membuat track baru ke bandara ini.karena letaknya yang kurang lebih 40 km di sebelah barat kota jogja akan sangat tidak efektif jika harus menggunakan moda jalan raya . karena nanti akan bersingungan dengan jalur AKDP dan harus lewat jalan raya dalam kota jika akan menuju pusat kota.pastinya akan sangat macet sekali jalan rayanya.karena saat ini saja jalan jalan di dalam kota sudah sangat padat karena memang jogja termasuk daerah unggulan pariwisata kedua setelah bali.

apakah rekan rekan punya info tambahan ??? silahkan share disini ya Kado
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#2
Kayaknya Gak ada Kang membaca Artikel dibawah ... tapi barang kali kalo ada yg perlu dikembangkan KAnya dan menjanjikan omzet Ane kira bisa aja ntar ...

[spoiler]

05 Maret 2011 | 13:49 wib

Pengembangan Bandara Adi Sucipto Selesai Tiga Bulan Kedepan



Kulonprogo, CyberNews. Penyusunan studi kelayakan pembangunan bandara di Kulonprogo untuk pengembangan Bandara Adi Sucipto akan diselesaikan hingga tiga bulan ke depan. Pemerintah Kabupaten akan melakukan pendekatan pada warga sejak awal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan, dalam tiga bulan ini PT Angkasa Pura bekerjasama dengan investor JVK India akan membuat studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kerjasama untuk pembangunan bandara sudah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak.

“Menurut MoU, penyusunan FS dalam tiga bulan ini harus selesai. MoU itu ditandatangai di India dengan disaksikan oleh Presiden SBY,” kata Langgeng, yang mewakili Pemkab Kulonprogo dalam pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam pertemuan untuk membahas rencana pembangunan bandara di Kulonprogo itu antara lain dihadiri oleh salah satu deputi BKPM, perwakilan Kementerian Perhubungan direktorat jenderal perhubungan udara, PT Angkasa Pura, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi DIY dan Pemkab Kulonprogo.

Langgeng menuturkan, dalam pertemuan itu terungkap prosedur pembangunan bandara yang harus melewati tiga tahapan. Yakni pengajuan ijin penetapan lokasi, ijin pembangunan, dan ijin operasi. Pengajuan ijin bisa dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun Badan Hukum Indonesia (baik BUMD maupun swasta).

Setelah pengajuan ijin, kelanjutannya bisa dilakukan kerjasama dengan investor asing dengan persyaratan penyertaan saham maksimal 49 persen. “Dalam pertemuan kemarin belum mengerucut siapa yang akan melakukan pengajuan ijin. Pemerintah daerah biak provinsi maupun kabupaten juga bisa mengajukan. Mengenai keterbatasan anggaran yang dimiliki, pemerintah pusat bisa memberi bantuan meski porsinya kecil. Sehingga perlu menggandeng investor,” jelasnya.

Menurut Langgeng, kebijakan pemerintah daerah tetap akan melakukan pengembangan bandara Adisucipto. Hal itu juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam Perda itu sudah disebut adanya arah kebijakan pengembangan bandara Adi Sucipto meskipun belum menyebut lokasi.

“Dalam pertemuan kemarin, Pemerintah Provinsi menyatakan satu-satunya yang secara geografis dan ketersediaan lokasi memungkinkan untuk pembangunan bandara hanya di Kulonprogo,” ujarnya.

Mengenai FS akan melanjutkan pra FS yang telah disusun dari hibah Republik Ceko ataukah membuat baru, kata Lenggeng, belum bisa dipastikan. Kalaupun melanjutkan pra FS yang telah ada, tetap harus melengkapi dan memperbarui data. Sebab pra FS itu sudah disusun pada 2009 lalu.

Menurut Langgeng, luasan lahan yang diperlukan sekitar 350 hektar dan akan menelan anggaran sekitar Rp 2 triliun. Melihat kondisi geografis dan keamanan penerbangan, kemungkinan besar lokasi pembangunan bandara tetap berada di wilayah selatan Kulonprogo.

“Belajar dari pengalaman (penambangan pasir besi, red), Kami akan melakukan pendekatan lebih intens di awal. Karena ini untuk kepentingan regional dan nasional. Dengan itu kami yakin masyarakat bisa memahami bahwa ini untuk kepentingan bersama dan akan memberi dampak positif yang sangat besar bagi masyarakat Kulonprogo,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, pembangunan bandara diperkirakan hanya memakan waktu tiga tahun setelah tahapan koordinasi, penyusunan studi kelayakan (FS), serta detail engineering design (DED) selesai dilakukan. Tahapan akan lebih cepat jika menggunakan pra FS yang telah disusun sebelumnya dari kerjasama dengan Ceko.

Budi mengatakan, ada dua lokasi alternatif untuk pembangunan bandara. Yakni, di wilayah Desa Garongan dan Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, serta di wilayah Congot Desa Jangkaran, Kecamatan Temon. Namun menurutnya, kemungkinan besar pembangunan akan dilakukan di wilayah Desa Garongan dan Pleret.

( Panuju Triangga / CN27 / JBSM )
[/spoiler]
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Reply
#3
ah mas hampir semua airport international itu ada stasiun keretanya.

saya juga member indoflyers saja banyak yang ngeluh kalau airport di Indo ngak integrasi dengan rel KA / MRT keye di luar negeri cuma Yogya saja yang ada stasiun KA nya
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#4
sudah seharusnya 1 paket mrt untuk pembangunan bandara baru, belajar dari perlunya ka bandara spt di soetta, kualanamu, juanda, adisumarmo. kalo mengandalkan moda darat yha mending g usah naek pesawat aja dah jauh bener soale bandarane, mungkin nantinya moda darat non rel jadi salah 1 penunjang transport dari dan menuju bandara. MRT u/ bandara baru wajib hukumnya. justru nanti ada pilihan banyak trayek ke kta, wates, jogja, solo, dll
Reply
#5
klo pengen ada moda transportasi relnya, terpakasa harus bikin jalur baru, mengingat ''calon'' lokasinya ada di daerah pantai selatan kulon progo yg punya jarak sktar 15-20km sblah selatan wates & 40 km sblh barat jogja...

Utk alternatifnya mungkin bikin jalur drdaerah sktar stasiun wates kearah selatan atau dari daerarah ex. Stasiun kedundang kearah selatan...nah utk ex. Sta kedundang ke selatan merupakan daerah yg blm mjd pemukiman padat, sbgian besar msh berupa sawah/kebun...
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Roda Tebang
Reply
#6
namun saya yakin pasti akan di integrasikan 2 moda transportasi tersebut oleh pemerintah karena jogja merupakan destinasi wisata utama di pulau jawa ! mungkin masih di tutup rapat oleh pemerintah kali
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#7
Saya koq gak yakin akan dibangun jaringan langsung KA dari bandara baru ke stasiun Wates apalagi langsung ?? kota Jogja. Saya melihat beberapa contoh bandara yg ada di kota besar seperti contohnya Soetta, sampai sekarang tidak pernah terwujud yang namanya jaringan strategis KA. Akhirnya penumpang KA dari luar kota yang turun di Gambir naik bus DAMRI ke bandara Soetta. Bahkan org Jakarta yg mau ke Soetta pun ke Stasiun Gambir hanya untuk lanjut DAMRI. Jadi GMR terkenal sebagai terminal Damri ke Soetta....
Jd saya khawatir pola yg sama akan terjadi di Jogja, sta Wates dan YK jadi terminal moda transportasi darat ke bandara baru, baik untuk yg baru turun dari KA atau org sekitar stasiun yg mau ke Bandara.
Tidak pesimis sih, tp cuma melihat contoh yang sudah ada..
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#8
kalau di soeta kan memang sebelumnya belum terintegrasi moda nya sedangkan di adi sutjipto kan tadinya sudah terintegrasi dengan trans jogja dan prameks. secara logika harusnya harus lebih baik dari yang sudah ada saat ini dong !
karena saya lihat pemkot / pemda jogja lebih peduli transportasi di banding dengan jakarta
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#9
(23-04-2011, 10:17 AM)dedy vh Wrote: kalau di soeta kan memang sebelumnya belum terintegrasi moda nya sedangkan di adi sutjipto kan tadinya sudah terintegrasi dengan trans jogja dan prameks. secara logika harusnya harus lebih baik dari yang sudah ada saat ini dong !
karena saya lihat pemkot / pemda jogja lebih peduli transportasi di banding dengan jakarta

Harusnya mencontoh luar negeri kereta menjadi feeder buat pesawat dimana transportasi kereta juga sama majunya, kecuali eropa ya pesawat memang kalah sama kereta Xie Xie ogah deh jadi feeder pesawat Ngeledek
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#10
Loh, bknnya emang ada rencana buat jalur simpang ke bandara yg akan dibangun di glagah, yaitu dari stasiun sentolo kearah selatan dan kembali ke jalur utama di stasiun wates (atau sebelum wates,yg sudah mati gara2 pembangunan doubletrack, lupa namanya) ?

Sudah pernah dibahas di sini jg kayaknya...
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)