Posts: 17
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
0
Lok uap D18, menurut buku 'PNKA Power Parade" nya Durrant pada tahun 70 an tersisa 2 buah dalam kondisi mangkrak di depo Padang. Sesudah itu tak ada catatan lagi, mungkin perlu ditanyakan ke PT. KAI Sumbar.
Di buku itu ada gambar-nya (maaf gak punya scanner). Bentuknya mirip E10 yang beda konfigurasi roda-nya. kalau kalau E-10 lima pasang roda penggerak, D 18 memiliki 4 pasang roda penggerak di tambah 1 pasang trailing wheel di belakang.
kalau E10 tersisa dua, satu di Sawahlunto dalam kondisi operasi, satu di museum TMII.
Lok lain yang di padang adalah C33. (ada di padang 1, muaro sijunjung 1, pekanbaru 1, TMII, 1)
RF Nashiruddin, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Aug 2010.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
Quote:data teknis lok D18
(sumber = http://www.members.tripod.com/~keretapi/tech_data.html)
wheel arrangement : 0-8-2RT (Rack)
driver diameter : 1000 mm
cylinder dimension : 450x480/450x480 mm
boiler pressure : 14 atm
Adhesive Weight : 40.0 ton
Service Weight : 50.0 ton
Grate Area : 1.85 m2
Heating Surface : 103.3 m2
SuperHeating Surface : -
Tractive Effort : 12000 kg
berdasarkan data2 teknis diatas, kayaknya lok ini bukan tipe kompon. sama halnya dengan E10, meskipun ada dobel silinder, tapi ukuran silindernya sama. hal ini berbeda dengan lok2 sistem kompon tekanan tinggi-rendah dimana ukuran silindernya berbeda untuk silinder bertekanan tinggi dengan yang bertekanan rendah.
jadi dari 3 jenis lok gigi (B25, D18, E10), sepertinya hanya B25 yang menggunakan mesin kompon mengingat ukuran silindernya beda.
cmiiw...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Technical drawing D18 dari webnya mbah Rob Dickinson.