Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Berlakukan Tiket Promo
(17-12-2014, 08:40 PM)pws1996 Wrote:  
(17-12-2014, 06:51 PM)Ardhani Muhad Wrote:  Iya nih, momen ulang tahun KAI & Natal-tahun baru ga ada promo. Sampai-sampai hampir tiap hari ngintip akun twitternya @KAI121 untuk ngeliat kali aja ada promo
Ngakak

promo itu salah satu cara untuk memasarkan produk yg tidak/kurang laku supaya laku, kalau tiket KAI walaupun dibandrol selangit tetep aja soldout kok ngapain harus ada promo. (mungkin itu yg dipikirkan menejemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero))
yang ada mungkin akan dinaikkan tarifnya sampai titik dimana kalau dinaikkan lagi sudah nggak laku.
yg jelas tunggu aja sampai semedinya om kentang selesai entah berapa tahun lagi, untuk kejelasan masalah promo

(Kemarin, 08:36 AM)Budi Setiawan Wrote:  
(17-12-2014, 08:40 PM)pws1996 Wrote:  
(17-12-2014, 06:51 PM)Ardhani Muhad Wrote:  Iya nih, momen ulang tahun KAI & Natal-tahun baru ga ada promo. Sampai-sampai hampir tiap hari ngintip akun twitternya @KAI121 untuk ngeliat kali aja ada promo
Ngakak

promo itu salah satu cara untuk memasarkan produk yg tidak/kurang laku supaya laku, kalau tiket KAI walaupun dibandrol selangit tetep aja soldout kok ngapain harus ada promo. (mungkin itu yg dipikirkan menejemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero))
yang ada mungkin akan dinaikkan tarifnya sampai titik dimana kalau dinaikkan lagi sudah nggak laku.
yg jelas tunggu aja sampai semedinya om kentang selesai entah berapa tahun lagi, untuk kejelasan masalah promo

kalo menurut saya sih, balik lagi ke konsep supply and demand..ketika demand turun sementara supply tetap, apakah yang bisa dilakukan? pertama ya dikurangi supply nya (dalam hal ini kurangi kereta yang dibawa, rasanya ini pasti merepotkan harus bongkar pasang rangkaian) atau harganya yang disesuaikan dalam hal ini turun...saya kaget juga ketika baca comment nya om rio  (@spoor_hunter) dari 7 kereta hanya terisi 50-60 pnp (amazing, artinya load factor hanya sekitar 17%)..
kalo dari sisi marketing, balik lagi ke strategi promosi dan pricing strategi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nya sendiri...dulu saya pernah posting soal promosi di thread ini...sekalipun dia merek/brand terkenal/laku tetap saja pasti akan melakukan promosi...why? sederhana, bisnis apapun dituntut terus bertumbuh sementara market competition makin ketat dan juga customer makin pintar, dia cari kebutuhan yang bisa memenuhi ekspektasi & neednya, ga bisa dia akan swtich, caranya? ya kita pertahankan customer existing kita sambil gained new customer..ini saya pikir yang harus jadi pemikiran temen2 di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) khususnya di direktorat komersial (apakah anda hanya puas ketika load factor 60-80% sambil berpikir ah yang penting ada yg naik, kalo saya yg seorang marketers pastinya tidak tinggal diam...selama saya masih punya budget promotion kalau load factor bisa diatas 90%, jika perlu 100% kenapa tidak?)..
mustinya saat hari biasa (senin-kamis, spt comment om rio, ga usah pake harga sub klas2an kalo perlu pake 2 tarif saja, taris batas bawah dan menengah..jika perlu kasih harga promo diskon 50% kek, buy 1 get 1 free kek, promosi masuk ke komunitas2 (saya rasa mungkin banyak sekali ya komunitas pencinta kereta)..etc  misal kasih diskon untuk para railfans dr komunitas a,b,c,d; kerjasama dengan korporasi yang karyawannya sering bepergian dengan kereta; saya ga tau itu program loyalty hadiah si loko masih jalan apa engga....(ya tinggal balik lg aja kreativitas orang PT. Kereta Api Indonesia (Persero))

Saya sangat setuju sekali, waktu itu saya pernah memberikan masukan bagaimana kalau supply pada KA yang kurang laris di kurangi, apalagi macam KA Tambahan yang mengisi rute yang sama dihapus/ditutup dari reservasi pada saat weekdays dan dibuka/dimunculkan kembali pada saat weekend.Ada Ide..!
dengan begitu penggunaan BBM bisa dihemat, apalagi biaya operasi & perawatan bisa ditekan semaksimal mungkin.Mikir Dulu
kalo untuk pangkas rangkaian, sepertinya Argo parahiyangan sudah menerapkan. pernah sewaktu saya berada di stasiun purwakarta sempat melihat KA ini cuma narik 3 K1 pada rangkaiannya. Ngakak
so kita lihat saja apa yang akan dipikirkan si PT.Sepur ini.
Jika mereka mau menerapkan sistem promo/discount/buy 1 get 1 free, dll. disaat tarif PSO sudah dihapus/tidak ada lagi.
saya pikir 60% - 75% penumpang pengguna kereta api pasti banyak yang beralih ke moda yang lain (jadi ingat omongannya kang jonan) Ngakak

"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply


Messages In This Thread