Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Wacana] Aksi Berjalan Kaki 1000 KM (Merak s/d Banyuwangi)
#1
Tongue 
Ide gila dari saya siapa tahu jadi kenyataan.Ngakak

semoga saja ada pejabat pemerintahan atau pejabat PT.KAI (Persero) melihat Ide saya ini.Ngeledek

AKSI BERJALAN KAKI 1000 KM (Merak s/d Banyuwangi)

Dalam rangka memperingati Hari Kereta Api Indonesia ke 65 Pada tanggal 28 September 2010. Kami Kelompok Pecinta Kereta Api Indonesia (KPKAI) akan mengadakan acara Aksi Berjalan Kaki 1000 Km di sepanjang jalur kereta api lintas Merak s/d Banyuwangi. yang tujuannya untuk meminta dukungan kepada pemerintah, menjadikan angkutan Kereta Api sebagai Moda Transportasi Masal yang tidak akan terlupakan kepada masyarakat.
Acara ini terbuka untuk Umum dan Mahasiswa yang memiliki kecintaan kepada Kereta Api.

Tentunya Para peserta yang mengikuti acara ini harus :
1. Berbadan sehat.
2. Memiliki Mental dan Fisik yang kuat, berani berjalan diatas batu-batuan, jembatan, dan terowongan.
3. Menghadapi Cuaca Panas dan Hujan dalam perjalanan.

Rute Peserta yang mengikuti acara ini akan dibagi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri 2 orang peserta.
Untuk Rute-rutenya :
Kelompok 1 : Merak - Jakarta - Cikampek - Cirebon - Semarang - Surabaya - Jember - Banyuwangi.
Kelompok 2 : Merak - Jakarta - Cikampek - Bandung - Kroya - Jogyakarta - Solo - Madiun - Kertosono - Surabaya - Jember - Banyuwangi.
Kelompok 3 : Merak - Jakarta - Bogor - Sukabumi - Bandung - Kroya - Jogyakarta - Solo - Cepu - Surabaya - Jember - Banyuwangi.
Kelompok 4 : Merak - Jakarta - Cikampek - Cirebon - Purwokerto - Yogyakarta - Solo - Kertosono - Malang - Jember - Banyuwangi.
Kelompok 5 : Merak - Jakarta - Cikampek - Cirebon - Prupuk - Tegal - Semarang - Solo - Kertosono - Surabaya - Jember - Banyuwangi.

Acara ini tentunya meminta persetujuan kepada Departemen Perhubungan dan PT.xxx (Persero)

Setiap peserta yang mengikuti acara ini harus membawa :
1. Uang saku sebesar Rp. 1.000.000,- s/d 2.000.000,- untuk keperluan makan dan Minum sepanjang perjalanan. (Kartu ATM jika ada)
2. Ransel, Sepatu, Bendera Indonesia dan Tongkat (Jika diperlukan)
3. Sabun, Sampo, Sikat Gigi + Pasta Gigi dan Handuk
4. Celana dalam secukupnya + Sarung.
5. Jaket, Topi Koboi, Masker hidung dan Kacamata Anti UV
6. Camera Digital, Charger, Memory 8 GB, + Handycam (Jika ada)
7. HP + Charger
8. Jas Hujan dan Payung (Jika diperlukan)
9. Kain Putih sepanjang 3 Meter + Spidol Tulis. (Dibungkus plastik)

Peraturan-Peraturan :
1. Peserta berjalan kaki disepanjang rel Kereta Api, perjalanan dimulai jam 6.00 pagi sampai 6.00 sore
2. Tiba di stasiun Besar, Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, peserta wajib meminta tanda tangan Kepala Stasiun + Cap Stasiun diatas Kain Putih.
3. Peserta mendokumentasi dengan foto bersama kepala stasiun dan petugas yang ada disana.
4. Peserta diberi kesempatan beristirahat di dalam stasiun atau masjid di dekat stasiun, dari jam 6.00 sore s/d 6.00 pagi.
5. Peserta akan diberi pakaian ganti oleh panitia (Baju + Celana Panjang per orang) yang ada di Stasiun Besar
(Jakarta, Bandung, Cirebon, Kroya, Semarang, Jogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Banyuwangi)
6. Di stasiun besar, peserta wajib di cek kesehatan dan diberi obat-obatan.
7. Peserta yang sudah sampai di stasiun tujuan akhir (Banyuwangi) wajib menunggu peserta lainnya.
8. Setelah Kelompok 1 s/d 5 berkumpul, maka selanjutnya peserta kembali pulang ke stasiun Bandung dengan menaiki Kereta Api.

Hadiah - Hadiah :
1. Mendapatkan Piagam Aksi Berjalan Kaki 1000 KM dari Musium Rekor Indonesia (MURI)
2. Mendapatkan Lowongan Pekerjaan dari PT.xxx (Persero) diangkat langsung sebagai pegawai BUMN sampai pensiun.
3. Mendapatkan Penghargaan dari Kelompok Pecinta Kereta Api Indonesia (KPKAI)

Sekian dan terimakasih.
ttd
Mikanman
(Panitian Pelaksana)

disini anda bisa mengganti Kelompok Pecinta Kereta Api Indonesia (KPKAI) dengan Semboyan 35 Indonesian Railfans atau IRPS dll.

kalau saja acara ini ada, tentunya saya akan bangga sekali mengikuti acara ini.Playboy

so kasih tanggapannya dong, bagaimana ?
Reply
#2
Kalo memang benar hadiah yg no.2 itu akan diberikan, jadi pegawai PT KA Indonesia langsung tanpa tes, saya mau ikut berpartisipasi Gaya Gua. Lagian jg berkelompok kan, ga sendirian Xie Xie. Tp kalo dpikir2 terlalu riskan kalo menyusuri rel apalagi kalo kurg koordinasi dg phak yg berkepentingan. Kalo diitung secara matematis jarak 1000 km dg kec.org brjln kaki 5 km/jam brarti ditempuh selama 200 jam atau kurg lebih 8-10 hari itu kalo nonstop. Katakanlah 1 hari kita bisa menempuh 40 - 50 km atau 6 petak jalan, itu sudah dikurangi wktu ISOMA, brarti Merak - Banyuwangi ditempuh selama kurg lebih 20 hari atau 3 minggu.
Reply
#3
kalo emang wacana yang hendak di jadikan kenyataan, saran ane mending dibikin estafet. kenapa? soalnya gak yakin sama kondisi fisik orang yang berjalan berhari-hari walaupun udah istirahat dari sore ampe pagi. lebih baik estafet setiap regu berjalan sejauh petak yang sudah ditentukan dengan memberi kain yang telah ditandatangai oleh setiap KS stasiun yang dilewati. sekedar saran Big Grin
Reply
#4
(27-07-2010, 11:04 PM)Hares PKST Wrote: Kalo memang benar hadiah yg no.2 itu akan diberikan, jadi pegawai PT KA Indonesia langsung tanpa tes, saya mau ikut berpartisipasi Gaya Gua. Lagian jg berkelompok kan, ga sendirian Xie Xie. Tp kalo dpikir2 terlalu riskan kalo menyusuri rel apalagi kalo kurg koordinasi dg phak yg berkepentingan. Kalo diitung secara matematis jarak 1000 km dg kec.org brjln kaki 5 km/jam brarti ditempuh selama 200 jam atau kurg lebih 8-10 hari itu kalo nonstop. Katakanlah 1 hari kita bisa menempuh 40 - 50 km atau 6 petak jalan, itu sudah dikurangi wktu ISOMA, brarti Merak - Banyuwangi ditempuh selama kurg lebih 20 hari atau 3 minggu.
memang untuk menyelusuri rel yang aktif mesti dilakukan koordinasi dulu kepada pihak yang terkait agar perjalanan menjadi lancar.
dan saya juga sudah memperhitungkan jarak ditempuh berjalan kaki dari merak ke banyuwangi kurang lebih 1 bulan. saya mempunyai ide ini karena saya melihat :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4819539
dan saya sangat terharu sekali Sedih
[Image: overstappen.png]
(28-07-2010, 01:16 AM)big bro Wrote: kalo emang wacana yang hendak di jadikan kenyataan, saran ane mending dibikin estafet. kenapa? soalnya gak yakin sama kondisi fisik orang yang berjalan berhari-hari walaupun udah istirahat dari sore ampe pagi. lebih baik estafet setiap regu berjalan sejauh petak yang sudah ditentukan dengan memberi kain yang telah ditandatangai oleh setiap KS stasiun yang dilewati. sekedar saran Big Grin
kalo secara estafet sepertinya sih tidak adil dan hadiah nomor 2 tidak mungkin dimunculkan, karena untuk seorang pecinta kereta api. dia harus mempertaruhkan jiwanya, memperjuangkan dirinya untuk terus berjalan kaki dari merak s/d banyuwangi walaupun disetiap pos (stasiun besar) mereka akan diperiksa kesehatannya dan diberikan obat-obatan apa bila terganggu kesehatnnya. jadi kelompok-kelompok yang saya tunjuk disini apabila salah satu kelompok tidak menyelesaikan aksi jalan kakinya karena (jatuh sakit) maka 1 kelompok ini harus keluar dalam acara ini.Ngeledek
set sadis amat ya....Bethe
Reply
#5
Jika memang terealisasi, mending tidak usah dibuat kelompok2 + rute2nya gitu. Tdk adil spertinya yg menjalani rute jalur selatan yg sangat berat, penuh tikungan, tanjakan, turunan, terowongan, dan jembatan. Semua lewat jalur utara yg "paling ringan"/"paling enak" utk ditempuh.
Reply
#6
(28-07-2010, 08:13 AM)Hares PKST Wrote: Jika memang terealisasi, mending tidak usah dibuat kelompok2 + rute2nya gitu. Tdk adil spertinya yg menjalani rute jalur selatan yg sangat berat, penuh tikungan, tanjakan, turunan, terowongan, dan jembatan. Semua lewat jalur utara yg "paling ringan"/"paling enak" utk ditempuh.


ane setuju sama sampiyan ... lebih baik lewat utara semua karena :

1. ga semua orang berani lewat di atas jembatan yg tinggi2 di daerah selatan

2. ga semua orang berani masuk trowongan

3. jalur selatan terkadang jauh dari rumah2 penduduk.. takutnya klo ada hal2 yg tidak di inginkan


klo wacana ini bener jadi ane mau ikut juga .. Xie Xie
145/146 Brantas, Selalu dihati Selalu dinanti


[Image: Brantas.gif]
Reply
#7
Jangan lupa bawa rakom (radio komunikasi) dan minta ijin PTKA untuk memonitor frekwensinya agar tahu posisi rangkaian kereta api dan menghindari dari kecelakaan tertabrak "benda kesayangannya", kereta api.

Reply
#8
(28-07-2010, 08:13 AM)Hares PKST Wrote: Jika memang terealisasi, mending tidak usah dibuat kelompok2 + rute2nya gitu. Tdk adil spertinya yg menjalani rute jalur selatan yg sangat berat, penuh tikungan, tanjakan, turunan, terowongan, dan jembatan. Semua lewat jalur utara yg "paling ringan"/"paling enak" utk ditempuh.
ya untuk start awal sih, lebih baik di lintas pantura dulu. sebagai awal acara tahap pertama. (Merak - Jakarta - Cikampek - Cirebon - Semarang - Surabaya - Jember - Banyuwangi.)Ngiler
dan untuk pesertanya maksimal 10 orang. jadi tidak ada kelompok lagi.
saya pikir pasti ada yang sanggup dan berhasil mecapai stasiun akhir (Banyuwangi) yang pertama kalinya dengan berjalan kaki selama sebulan. Ngeledek
kemudian dibuat acara tahap ke 2 (dua) untuk lintas selatan.
(Merak - Jakarta - Bogor - Sukabumi - Bandung - Kroya - Jogyakarta - Solo - Malang - Surabaya - Jember - Banyuwangi.)
pasti lebih seru. apalagi diliput salah satu stasiun TV yang mau mengikuti acara ini dari start awal sampai akhir, yang mana hasil liputannya berupa rekaman perjalanan peserta, dari panas-panasan, kehujanan, istirahat di stasiun, makan di warteg, dan istirahat di masjid terdekat sambil mengobati luka telapak kaki yang bengkak.Ngakak
di jamin seru dah acaranya. saya yakin. presiden pasti suka acara ini.Ngeledek
[Image: overstappen.png]
(28-07-2010, 08:58 AM)hedwigus Wrote: Jangan lupa bawa rakom (radio komunikasi) dan minta ijin PTKA untuk memonitor frekwensinya agar tahu posisi rangkaian kereta api dan menghindari dari kecelakaan tertabrak "benda kesayangannya", kereta api.
tentu saja bang hed, kan sudah minta izin ama pihak terkait (PTKA)Xie Xie
Reply
#9
Gila lewat terowongan, klo ada kereta gmn???? secara terowongan cma pas bwt kereta doang.
Reply
#10
(30-07-2010, 07:45 PM)phepe_ph Wrote: Gila lewat terowongan, klo ada kereta gmn???? secara terowongan cma pas bwt kereta doang.
tentunya harus membawa rakom (Radio komunikasi) seperti bang hediwagus bilang, contohnya seperti terowongan ijo. tentunya peserta yang mengikuti aksi ini menelpon kepada KS atau pos penjaga terowongan setempat. tetapi lebih baik telpon KS. kita bisa tahu kalau disana itu ada KA yang mau lewat atau tidak. Big Grin
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)