Thread Rating:
  • 43 Vote(s) - 2.88 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengandaian Lingkar Jakarta (Fiktif Belaka)
#1
Ini sekedar pengandaian saja...
Berkaitan dengan rencana pengaktifan kembali rel antara stasiun Jakarta Kota dengan stasiun Tanjung Priok buat teman2 pribadi menginginkan agar rute perjalanan KRL itu seperti apa? Khan rencana semula dari Bogor hanya berakhir di stasiun Manggarai, begitu pun sebaliknya. Dari Serpong berakhir di stasiun Tanah Abang, begitu pun sebaliknya. Yang ini sudah terlaksana... Sedangkan yang dari arah Bekasi alias kelak Cikarang akan berakhir di stasiun Jatinegara, begitu pun sebaliknya. Kini, sudah ada KRL Ekonomi AC Ciliwung yang sedikit membantu para komuter yang hendak ke beberapa stasiun lingkar Jakarta. Namun, itu hanya KRL Ekonomi ber-AC.
Kalau aku pribadi sih...
  1. Menginginkan agar perjalanan KRL tetap seperti rencana. Yang dari Serpong tetap berakhir di stasiun Tanah Abang, begitu pun sebaliknya. Juga semuanya.[/*:m]
  2. KRL Ciliwung tetap ada, namun kalau bisa ditambah lingkar Priok alias rute perjalanan KRL dari stasiun Jatinegara memutar melewati stasiun Manggarai, stasiun Gambir, stasiun Jakarta Kota, stasiun Kampung Bandan atas hingga berakhir di stasiun Tanjung Priok. Beberapa menit kemudian kembali berlaju ke arah stasiun Jatinegara via stasiun Pasar Senen. Begitu pun berlaku untuk arah sebaliknya. Aku beri nama ‘Jalur Lingkar Timur Jakarta’. Silahkan mau diberi nama jalur berwarna apa...[/*:m]
  3. Rute lain, yaitu dari stasiun Manggarai memutar melalui stasiun Tanah Abang, terus ke stasiun Duri hingga stasiun Kampung Bandan bawah dan berlaju mundur ke arah stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun Jakarta Kota berlaju ke arah stasiun Manggarai kembali via stasiun Gambir. Begitu pun untuk arah yang berlawanan. Aku beri nama ‘Jalur Lingkar Barat Jakarta’. Silahkan pula diberi jalur berwarna apa...[/*:m]
  4. Berangkat dari nomor 1 hingga 2.2 di atas, aku berasumsi kalau perjalanan KA jarak jauh untuk Klas Eksekutif dan Bisnis+ berakhir dan berawal di stasiun Manggarai. Untuk perjalanan KRL klas Ekonomi dan Klas Ekonomi AC aku berasumsi memiliki stasiun sendiri yang bersinggungan dengan Jl. Matraman Raya. Apabila stasiun Bukit Duri dibangun rel kereta api yang terhubung dengan stasiun Jatinegara, maka akan menjadi persoalan besar karena mesti membebaskan lahan pasar tradisional Jatinegara. Masalah sedikit sepele mungkin tersiar begitu saja, yaitu masalah mistik yang kerap kali menjadi pemberitaan pastinya bukan?[/*:m]
  5. Untuk dipo gerbong KA penumpang KA Klas Eksekutif dan Eksekutif Argo tidak lagi di sisi barat daya stasiun Manggarai melainkan di dipo lok Jatinegara yang aku asumsikan dipo lok Jatinegara sekarang benar – benar sesuai rencana, yaitu berada di stasiun Cipinang. Untuk si Plasseur & Threurrer berada di stasiun Kerawang. Sebagai pengganti dipo gerbong penumpang yang di sisi barat daya stasiun Manggarai yaitu berubah menjadi peron khusus perjalanan KRL Klas AC Jabodetabek.
    Catatan :
    Dari pada mesti buang – buang uang dibangun stasiun bertingkat sesuai rencana, maka akan memberi dampak
    1. dampak negatif, antara lain :[/*:m]
    2. Citra feodalisme alias kesan zaman Belanda-nya akan luntur ditelan zaman dengan tampilan yang aku ingat yaitu modern.[/*:m]
    3. Akan ada banyak pungli di lahan peparkiran, menambah armada angkutan umum yang membuat ruas jalan di sekitar stasiun semrawut, aspal jalan yang pasti akan tidak terawat (berlubang jadi salah satgu masalah utamanya), belum lagi banyak sampah bertebaran di sekitar stasiun. Yah... taulah bangsa kita....[/*:m][/list:o][/*:m]
    4. Berangkat dari nomor 1 hingga 2.2 di atas, aku berasumsi apabila ada penumpang KRL Ekonomi semisal dari stasiun Kebayoran hendak ke stasiun Taman BMW di Ancol (anggap saja stasiunnya sudah ada), maka si penumpang cukup naik sampai stasiun Tanah Abang, terus lanjut naik KRL Ekonomi dari stasiun Tanah Abang menuju ke stasiun Kampung Bandan bawah. Lanjut ke stasiun Kampung Bandan atas hingga stasiun tujuan, yakni stasiun Taman BMW. Berlaku juga untuk KRL AC lho...[/*:m]
    5. Untuk perjalanan KRL AC aku asumsikan berhenti – berhentinya :
      1. Untuk Lingkar Barat Jakarta :
        Manggarai (stasiun utama) ? Sudirman ? Tn. Abang ? Duri ? Kampung Bandan bawah ? Jakarta Kota ? Gambir ? kembali ke Manggarai. Begitu pun arah sebaliknya.[/*:m]
      2. Untuk Lingkar Timur Jakarta :
        Manggarai (stasiun utama) ? Gambir ? Jakarta Kota ? Kampung Bandan atas ? Tanjung Priok ? Pasar Senen ? Jatinegara ? kembali ke Manggarai. Begitu pun arah sebaliknya.[/*:m]
      3. Untuk Lingkar Jakarta :
        Manggarai (stasiun utama) ?Sudirman ? Tn. Abang ? Duri ? Kampung Bandan bawah ? Pasar Senen ? Jatinegara ? kembali ke Manggarai. Begitu pun sebaliknya.[/*:m][/list:o]
        Catatan :
        Pokoknya hampir sama dengan KRL Ekonomi AC Ciliwung buat yang ini. Hanya saja Ciliwung itu khan Ekonomi AC yang notabene berhenti di tiap stasiun.[/*:m]
      4. Aku yakin tidak akan ada perjalanan KRL klas apapun yang terganggu terutama di stasiun Manggarai yang notabene dilalui oleh perjalanan KA jarak jauh. Aku asumsikan perjalanan KRD Langsam Rangkas Bitung – Jakarta berakhir di stasiun Tanah Abang. Apabila semisal ingin melanjutkan ke stasiun Sudirman, maka cukup naik KRL Ekonomi lingkar dalam kota saja.[/*:m][/list:o]
        Bagaimana menurut teman – teman? Adapun peta alur perjalanan si KRL seperti berikut ini...

        Untuk yang Versi 1 itu :
        Benar – benar perjalanan KRL Jabodetabek. Berlaku untuk semua klas.

        Untuk yang Versi 2 itu :
        1. Pengandaian saja seandainya jalur Merak – beberapa kota di pulau Jawa terhubung antara Serang – Tangerang tanpa harus via Rangkas Bitung dan antara Tanjung Priok – Jatibarang via Indrayamu tanpa harus lewat Cikampek. Kalau ini aku berasumsi antara Tanjung Priok – Indramayu dibangun rel KA dengan mengaktifkan kembali rel mati antara Indramayu – Jatibarang.[/*:m]
        2. KA Serayu dan Bangunkarta mengawali dan mengakhiri perjalanan di stasiun Tj. Priok. Ini mengingat banyaknya para penumpang kapal penyeberangan Priok – Bangka Belitung yang tewas tenggelam beberapa tahun silam yang berasal dari beberapa kota di propinsi Jawa Barat yang kemungkinan besar menurutku dilalui KA Serayu.[/*:m]
        3. Aku asumsi rel angtara Labuan - Rangkas Bitung diaktifkan. Begitu pun rel Nambo - Citayam menyambung ke Cianjur tanpa harus lewat Sukabumi yang melingkar lewat Lampegan dulu. Hehe...[/*:m][/list:o] Nyengir Namanya juga berangan - angan.... Nyengir

          Jangan dianggap ‘serius’ yah... karena aku bukan Candil si suara cempreng... hehe... Penandaan yang aku kasih sebagian ada yang hanya karanganku saja. Apabila ada yang kurang bahkan sangat tidak setuju silahkan saja...
Teman2 sekalian... krn kcerobohan aku sendiri, aku memohon utk mundur dr forum ini yah.. Demi ketenangan teman2 skalian akibat ulah aku sendiri... Tp aku dtg cm utk baca doank koq... gak ngebales.. OK.. Terhitung akhir Juli 2012..
Reply


Messages In This Thread
Pengandaian Lingkar Jakarta (Fiktif Belaka) - Dana Komuter - 26-01-2009, 06:13 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)