24-06-2010, 03:04 PM
Penasaran ingin coba naik kereta api di Cilegon, Minggu siang yang lalu kita sekeluarga sepakat untuk mencari stasiun Cilegon. Ternyata tidak mudah untuk menemukan stasiun tersebut karena tidak ada cukup petunjuk mengenai keberadaan stasiun itu, baru setelah bertanya sana sini sampai juga dan ternyata letaknya cukup tersembunyi, warga pendatang seperti saya (kebanyakan warga Cilegon adalah pendatang) pasti tidak mengetahui stasiun tersebut. Bangunan stasiun sangat sederhana dan kecil hampir seperti rumah, tampak cukup banyak penumpang yang sedang menunggu kereta ekonomi
Merak Jakarta yang hanya ada sehari 2 kali saja, jam 6.30 pagi dan 14.00 siang.
Semakin lama penumpang semakin banyak, hawa di dalam stasiun pun semakin panas dan tidak bisa menampung lagi penumpang yang menumpuk, sebagian penumpang menunggu di dekat rel
Tampak anak-anak kecil dan balita yang ikut serta mulai merengek-rengek karena merasa tidak nyaman kepanasan dan orang tuanya sibuk menenangkan si kecil.(termasuk Ilham anakku ikutan protes)..ah pemandangan khas Indonesia..pemandangan rakyat yang menderita..
Ragu dengan kenyamanan kereta tersebut, kita memutuskan untuk tidak jadi membeli tiket. 40 menit kemudian tibalah kereta yang ditunggu-tunggu, kereta dengan fasilitas menyedihkan, kotor, pengab, tidak safety karena pintu tak otomatis tertutup dengan tiket Rp. 4000
. As the people of big country with big natural resources We deserve more then this.
Semakin lama penumpang semakin banyak, hawa di dalam stasiun pun semakin panas dan tidak bisa menampung lagi penumpang yang menumpuk, sebagian penumpang menunggu di dekat rel
Ragu dengan kenyamanan kereta tersebut, kita memutuskan untuk tidak jadi membeli tiket. 40 menit kemudian tibalah kereta yang ditunggu-tunggu, kereta dengan fasilitas menyedihkan, kotor, pengab, tidak safety karena pintu tak otomatis tertutup dengan tiket Rp. 4000




