Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tips Mblusukkan Jalur Mati
#1
kepada teman2 railfans yg sering mblusukkan (mblusukers)...
saya pengen tau tips2 nya buat mblusukkan jalur mati, ya misalnya bagaimana bisa tahu kalau di daerah tersebut pernah terdapat jalur rel kereta..
terutama yg rel2 nya sudah di-cabut2in atau tertutup jalan..

soalnya saya jg mw ikutan mblusukkan jalur mati...
tp masih awam soal kyk gini, tktnya malah nyasar..
Ngeledek

mohon dibagi ilmunya...
Mudah-mudahan, penempatan kerja nanti, aku ditempatkan di tempat yang ada Kereta Apinya...


[Image: petunjuk-papan-nama-stasiun-1024x23.jpg]
Reply
#2
Mungkin liat peta jadul om? Terus dilihat pake google maps juga, kalo saya sih biasanya ga sengaja nemu jalur ato rel mati, waktu keluar kota gitu..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#3
sering2 kopdar/ketemuan sama rekan2 RF yg hoby blusukan untuk dapetin info....
Big Grin

Reply
#4
bawa bekal secukupnyaNgakakNgakakNgakak
Reply
#5
yang jelas penglihatan kita harus tajam dengan benda benda yang berbau kereta api kaya sinyal ,besi rel yang dah karatan dan bantalan bantalan yang dah lapuk.disamping lihat sejarah kereta api jaman dulu dimana saja yang pernah di layani oleh kereta pada waktu dulu
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#6
Pengalaman saya setelah beberapa kali menelusuri jalur trem Malang:

  1. Penelusuran/ blusukan sebaiknya didasari oleh satu referensi otentik tentang keberadaan suatu jalur KA/ trem, misalnya metujuk pada buku sejarah atau artikel di internet/ web forum
  2. Kita sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan tentang ciri-ciri lintasan KA, misalnya lengkungan rel/ bekas rel dan adanya tanggul-tanggul rel.
  3. Sering melihat foto-foto bangunan stasiun kuno berikut fasilitas yang ada sehingga kita bisa mudah mengenali bangunan bekas stasiun atau fasilitas lain, misalnya menara air.
  4. Upayakan mencari atau menemukan saksi mata yang masih hidup dan ini biasanya warga manula berusia di atas 70 tahun.
  5. Blusukan akan sangat menguntungkan jika kita menguasai bahasa daerah sasaran karena akan lebih mudah mencari keterangan dengan bahasa daerah (terasa lebih akrab dengan penduduk setempat maupun saksi mata yang kita temukan).
  6. Memiliki daya analisa kritis karena keterangan-keterangan dari saksi maupun penduduk setempat sering tidak pas. Misalnya, saya pernah disasarkan ke situs lori tebu karena penduduk tak paham beda lori tebu dan trem.
  7. Jangan mendebat keterangan dari penduduk maupun saksi agar tidak timbul perasaan kurang nyaman. Jika kita merasa keterangan penduduk ngawur, sebaiknya kita tinggal saja. Ucapkan terima kasih lalu pergiTersenyuum
  8. Jaga keamanan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri untuk mendatangi daerah yang rawan gangguan keamanan maupun bencana.
  9. Blusukan bersama kawan akan terasa lebih menyenangkan karena mengurangi kejenuhan dan bisa saling bertukar pikiran.
  10. Bawa bekal dan perlengkapan secukupnyaTersenyuum

Demikian beberapa tips. Semoga bermanfaat.

Salam,
Toto
Reply
#7
yang penting untuk memblusukan yaitu :
1. Mencari Peta kuno lintas KA di Jawa, Madura, Sumatera, kadang-kadang jalur KA di kalimantan, sulawesi sama di Irian jaya (papua) sempat ada loh.
2. Kalo enggak ketemu coba cari pake embah gogle atau wikipedia.
3. untuk memblusukan di seputar jakarta lebih gampang melihat dari Peta jaman VOC atau peta th45
4. foto-foto hasil hunting teman-teman bisa jadi acuan.
5. setelah mempelajari lokasi atau daerah yang dikenal (jangan lupa bawa kamera foto, handycam jika perlu + bekal secukupnya)
6. saran saja, jangan ketipu ama potongan rel yang tertanam di perempatan lampu merah !!, biasanya itu bukan tanda bekas jalur kereta api melainkan hanya sebagai pagar supaya lampu merah tersebut tidak ditabrak motor/mobil orang.Bethe

terus-terang aja gw juga belum pernah memblusukan sama sekaliNgeledek
Reply
#8
Saya punya tambahan tips untuk mencari bekas jalur kereta, yang sebenarnya sudah sering dipraktekkan oleh rekan². Penekanan saya, kadang lebih memilih menelusuri sungai atau selokan daripada bangunan dan jalan. Selenyap apapun suatu jalur, setidaknya pondasi jembatan adalah yang paling terakhir hilang.

Jangan pernah mengajak orang yang tidak tertarik sama sekali dengan hobby kita! Kalaupun bisa mengerti dan memahami, terkadang di lapangan sulit menerima. Mengingat hobby blusukan yang satu ini sering dipandang "tidak normal" oleh orang lain (Tips yang sama untuk hobby saya yang lain, mendaki gunung).

Tambahan tips nomor 3 dari Mas Toto : Buat saya tips ini membuat saya jadi "terpaksa" sedikit mempelajari arsitektur Belanda jaman dulu. Tapi akhirnya memang membantu.

Satu lagi, tidak semua jalur cabang dan jalur khusus (pabrik, instansi militer, pelabuhan, dll) tertera di peta-peta jadoel. Harus awas, mengingat kadang² jalur cabang dengan panjang lintasan dibawah sekitar 250-500 meter tidak dicantumkan.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#9

Reply
#10
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)