Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tragedi di Poltangan, Ps. Minggu, Jak-Sel
#1
Kronologinya... ma'af nih mungkin bagi yang sudah pada tahu dan mungkin aku sudah pernah posting foto2 berikut ini...

kapanlagi

20090609190441_Judulnya_4a2e4fd9d9598.jpg
Sore itu sekitar jam 3-an METRO TV menyiarkan BREAKING NEWS bbhawa telah terjadi tabrakan antar KRL di daerah Jatipadang. Hujan yang turun tidak membuat niat tim penolong mengevakuasi para korban baik yang selamat maupun meninggal. Selepas perlintasan KA sisi selatan stasiun Ps. Minggu KRL Pakuan AC dari arah Bogor siap masuk stasiun Ps. Minggu. Terkena sinyal masuk aspek tidak aman / merah. Tiba2 datang KRL Ekonomi (blom ada Eko AC) Holec yang datang dari arah Bogor juga. Sebelum perlintasan tsb berhenti sinyal lagi2 merah. Eh... dateng pula si Rheostatic oranye tsb tanpa mengetahui depannya itu ada si Holec. Jarak pandang masinis saking hujannya kurang jelas.

Benturan hebat terjadi sehingga masuk kategori PLH / priestiwa luar biasa hebat. Lihat pada foto di bawah ini :

kapanlagi

20090609190441_Luar_Biasa_1_4a2e4fd9e591d.jpg
Sayang foto yang menukik membentuk lingkaran gak kefoto. Padahal di situlah seorang ibu agak gemuk meninggal karena kehabisan darah seinget saya yang di bawahnya sempet memin*n da*ahnya si ibu itu...


kapanlagi

20090609190441_Luar_Biasa_2_4a2e4fd9ea8c4.jpg
Dengan memarkirkan mobil di RM Padang di belakang rel KA aku berusaha ke TKP yang emang lagi dipenuhi warga, Polisi, petugas PT. KAI (kalau gak salah blom PT. KA namanya) dan juga tim medis.


kapanlagi

20090609190441_Luar_Biasa_3_4a2e4fd9ef91a.jpg
Aku memotret agak deketan ke TKP. Kebetulan para Polisi acuh alais memperbolehkan warga melihat meski masih ada pita Polisi malam itu. Semua korban telah dievakuasi termasuk si almarhum ibu tsb. Ada yang sampai kakinya diamputasi lho... Inget... kalau saja terjadi demikian, jangan NEKAD terjun begitu saja. Karena selama ini (jangan sampe terjadi sih...) 1x tabrakan tiada susulan lagi semisal dtg KA lagi baik dari dpn dan dari belakang. Kita tetap tenang sampai kita sudah bisa punya ancang2 bisa keluar dari KA. Meski belum pernah (Na'udzubillah Min Dzaliq sih...) tapi kalau pun (1x lg Na'udzubillah Min Dzaliq..) terjadi, maka aku rasa akan menggunakan teori seperti ini.


kapanlagi

20090609190442_Rusaknya_Luar_Biasa_4a2e4fda001b4.jpg
Saya pun turut berbela sungkawa dg menghormati si KRL yang naas itu dan para korban yang berjatuhan. Si Holec aku inget bgt hendak ke pemberhentian terakhir ke st. Tn. Abang sbl berangkat kembali ke Bogor.

Malam itu saya cek melewati stasiun Tj. Barat ada si Rheostatic oranye diem termenung di kegelapan stasiun yang sudah tiada penumpang. Entah ada 1 atau bbrp tapi semua perjalanan KRL mandeg deg deg...

Reply
#2
Tragedi PLH KRL yang cukup parah...

Sekali lagi, beberapa hari yang lalu kasus KRL diseruduk KRL ini terulang.. yang terlintas di pikiran saya adalah "apakah akan lebih parah dari tragedi pasar minggu" dan syukurnya tidak...

Penyebab tragedi PLH ps minggu maupun tebet kemaren pun sama-sama sepele tapi memprihatinkan.. karena miksera melanggar sinyal...
Reply
#3
Aku rasa yang kemarin di Manggarai tidak termasuk PLH, tetapi PL. Karena kerusakkan tidak begitu parah dan jumlah para penumpang yang terluka tidak sampai menimbulkan luka berat meski ada beberapa ada yang patah kaki. Kalau saja sampai banyak mengakibatkan luka parah, maka bisa terkategori PLH.

Kejadian 30 Juni 2005 yang ini murni karena si masinis Rheostatic melanggar sinyal masuk karena jarak pandang terbatas jelang sore itu. Karena potretan saya berupa tustel pocket saat itu, makanya tidak bisa tolong diulang aliaa di-delete kalau ada kesalahan karena susah dicek. Yah... pocket sih... Kebetulan si Holec yang ditabrak sudah ditarik konon katanya ke Bukit Duri entah lupa dengan KRD Bukit Duri (kuning) atau lok CC 201 saya belum tahu.

Reply
#4
another accident....turut berduka cita untuk PT. KA dan para korban.
semoga ketika saya naik kereta, gak mengalami hal2 yang seperti ini.
Reply
#5
Saya rasa bukan Jatipadang, karena Jatipadang tidak dekat dengan jalur kereta api. Peristiwa ini terjadi di sekitar wilayah "Pol Tangan" atau "Rawa Bambu" Pasar Minggu.

Reply
#6
Baik railfans ataupun bukan, yang pasti tidak menginginkan kejadian PLH dan saudaranya terjadi lagi apalagi menimpa diri kita.
sebuah PR yang musti diselesaikan oleh PT.KAI untukmemulihkan citra PT.KAI yang sedang terpuruk.
" Pecinta Rangkas jaya "
Reply
#7
tragedi ini memunculkan juga kisah cinta sejati yang sulit ditandingi.
pada KRL rhe o kalo gak salah, ada pasangan yang akan menikah seminggu lagi. karena PLH, calon istrinya bagian paha kebawah harus diamputasi karena luka yang sangat parah. Namun sang calon suami tetap setia menemani calon istrinya bahkan tetap akan menikahinya walaupun akan cacat seumur hidup. namun apadaya Allah Swt berkehendak lain, sang calon istri harus pergi terlebih dahulu karena luka yang sangat parah dan tidak bisa ditolong lagi....
Sedih
Reply
#8
Lebih tepatnya sih... lokasinya di Poltangan...

Sayup-sayup saya pernah menonton reka ulang kecelakaan ini di sebuah stasiun televisi (di dokumentarinya tvone kalo gak salah dulu)... dan saya cukup terhenyak juga...
Reply
#9
Gw salah satu korban di daerah Poltangan waktu itu. Kenapa ya semua orang bilang waktu kejadian ujan deres banget, padahal gw inget banget waktu itu cuma mendung. Hujan baru datang sekitar satu jam setelah kejadian. Gw waktu itu berdiri di deket pintu rheo gerbong 3. Pas impact, gw kelempar keluar dari pintu. Gw emg dari jauh ud sempet ngeliat cat kebiruan holec n sempet ngeliat bbrp orang berlompatan keluar. Gw setengah sadar n begitu sadar gw ud di samping rel n cepet2 turun ke jalan. Emg agak aneh waktu itu. Gw berangkat dari stasiun UI n KRL ekonomi agak telat. Selain itu, rangkaiannya juga cuma 4 gerbong.
Reply
#10
waw saksi hidup...
luka2 ga waktu itu?serem amat yak kalo ngalamin PLH...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)