22-05-2008, 04:37 PM
Dear rekan-rekan railfans semua khususnya para komunitas "
", bagaimana khabar ?...
sekedar cerita dari pengalaman pribadi saja (dan seingatnya juga)..
masih ingat kalau nggak salah waktu itu saya masih kelas 2 STM (kira-kira tahun 1988) pas kebetulan dari om saya yang masih dinas (inisialnya AP dari Kebumen) di Seksi Jalan dan Bangunan Jatinegara melalui anak buahnya memberitahukan akan adanya "cangkulan" yaitu ganti bantalan kayu menjadi bantalan beton disepanjang lintasan setelah jembatan (antara stasiun Buaran dan Klender Baru).
setelah berbuka puasa (karena pas bulan puasa) maka saya sendiri pergi kelokasi untuk berusaha "ngintip" gimana sih caranya ganti bantalan rel KA ? ternyata cukup sulit juga.
sebelumnya penanggung jawab akan mendapatkan "informasi terakhir" mengenai KA terakhir yang akan liwat dan setelah itu akan dipasang "lingkaran merah" 50 meter sebelum bantalan yang diganti, setelah itu bantalan rel dari kayu yang akan diganti segera diserbu oleh para "lebah" pekerja kita.. cepat dan gesit. ada yang buka baut rel, ada yang "maculin" batu balas, ada yang menyiapkan rel baru juga jejeran bantalan beton (buatan WiKa) terakhir berusaha "dongkrak" rel yang seterusnya di singkirkan disisi lintasan.
ada sebagian pekerja yang meratakan sekaligus memadatkan lintasan yang telah dibongkar tersebut yang selanjutnya diletakan bantalan beton diatasanya sesuai instruksi dari mandor. setelah diukur kerataan bantalan beton dengan permukaan tanah maka diletakan rel saat itu masih berupa potongan panjang yang kemudian diukur kerataan dan kesejajarannya untuk kemudian disambung dengan cara dicor menggunakan "bijih besi" dimana sebelumnya dicairkan dengan cara di panaskan dahulu.... oh ya, sambungan tersebut ada cetakannya (dan di buat dengan semacam "tanah liat") selanjutnya biji besi yang telah mencair karena di panaskan dituangkan ke rel yang akan disambung itu... ajaib... langsung tersambung rapi dan rata.... hasilnya seperti yang kita nikmati sekarang saat naik kereta api... jarang terdengar suara "sandungan" roda KA dengan sambungan rel karena jarak sambungan rel yang satu dengan yang lainnya sangat berjauhan.
setalahnya maka dipasang pada dudukan bantalan beton dan langsung secara manual rekan-rekan pekerja mengikatnya dengan pandrol clip untuk mengikat rel tersebut dengan bantalan....
wuah.... selama kurang lebih 5 jam "melototin" akhirnya di "perawanin" juga deh jalan tersebut sama KA Senja Utama Semarang dari Semarang yang dari jauh sudah kasih
(seperti "perjaka ketemu perawan", nafsu sekali untuk mecoba yang pertama kali) maka dengan perlahan-lahan batas 5 km/jam dilewati... ternya... SUKSESSSSS maka seluruh rekan-rekan tim jalan dan Bangunan Jatinegara merasa puas atas hasil kerjanya.
satu hal yang sangat menggelikan saat pekerjaan berlangsung, rupanya bila ada KA yang menggunakan "Spur Salah" maka otomatis KA tersebut akan perlahan-lahan dan secara spontan masinis juga KP terkadang "melempari" rokok dan makanan kecil.. yah sebagai ungkapan terima kasih dan mungkin juga sebagai harapan semoga perjalanan KA semakain lancar dan aman.
dari
== "Lok Bima Kunting" =='
", bagaimana khabar ?...sekedar cerita dari pengalaman pribadi saja (dan seingatnya juga)..
masih ingat kalau nggak salah waktu itu saya masih kelas 2 STM (kira-kira tahun 1988) pas kebetulan dari om saya yang masih dinas (inisialnya AP dari Kebumen) di Seksi Jalan dan Bangunan Jatinegara melalui anak buahnya memberitahukan akan adanya "cangkulan" yaitu ganti bantalan kayu menjadi bantalan beton disepanjang lintasan setelah jembatan (antara stasiun Buaran dan Klender Baru).
setelah berbuka puasa (karena pas bulan puasa) maka saya sendiri pergi kelokasi untuk berusaha "ngintip" gimana sih caranya ganti bantalan rel KA ? ternyata cukup sulit juga.
sebelumnya penanggung jawab akan mendapatkan "informasi terakhir" mengenai KA terakhir yang akan liwat dan setelah itu akan dipasang "lingkaran merah" 50 meter sebelum bantalan yang diganti, setelah itu bantalan rel dari kayu yang akan diganti segera diserbu oleh para "lebah" pekerja kita.. cepat dan gesit. ada yang buka baut rel, ada yang "maculin" batu balas, ada yang menyiapkan rel baru juga jejeran bantalan beton (buatan WiKa) terakhir berusaha "dongkrak" rel yang seterusnya di singkirkan disisi lintasan.
ada sebagian pekerja yang meratakan sekaligus memadatkan lintasan yang telah dibongkar tersebut yang selanjutnya diletakan bantalan beton diatasanya sesuai instruksi dari mandor. setelah diukur kerataan bantalan beton dengan permukaan tanah maka diletakan rel saat itu masih berupa potongan panjang yang kemudian diukur kerataan dan kesejajarannya untuk kemudian disambung dengan cara dicor menggunakan "bijih besi" dimana sebelumnya dicairkan dengan cara di panaskan dahulu.... oh ya, sambungan tersebut ada cetakannya (dan di buat dengan semacam "tanah liat") selanjutnya biji besi yang telah mencair karena di panaskan dituangkan ke rel yang akan disambung itu... ajaib... langsung tersambung rapi dan rata.... hasilnya seperti yang kita nikmati sekarang saat naik kereta api... jarang terdengar suara "sandungan" roda KA dengan sambungan rel karena jarak sambungan rel yang satu dengan yang lainnya sangat berjauhan.
setalahnya maka dipasang pada dudukan bantalan beton dan langsung secara manual rekan-rekan pekerja mengikatnya dengan pandrol clip untuk mengikat rel tersebut dengan bantalan....
wuah.... selama kurang lebih 5 jam "melototin" akhirnya di "perawanin" juga deh jalan tersebut sama KA Senja Utama Semarang dari Semarang yang dari jauh sudah kasih
(seperti "perjaka ketemu perawan", nafsu sekali untuk mecoba yang pertama kali) maka dengan perlahan-lahan batas 5 km/jam dilewati... ternya... SUKSESSSSS maka seluruh rekan-rekan tim jalan dan Bangunan Jatinegara merasa puas atas hasil kerjanya. satu hal yang sangat menggelikan saat pekerjaan berlangsung, rupanya bila ada KA yang menggunakan "Spur Salah" maka otomatis KA tersebut akan perlahan-lahan dan secara spontan masinis juga KP terkadang "melempari" rokok dan makanan kecil.. yah sebagai ungkapan terima kasih dan mungkin juga sebagai harapan semoga perjalanan KA semakain lancar dan aman.
dari
== "Lok Bima Kunting" =='



![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)

![[Image: ooters.jpg]](http://i872.photobucket.com/albums/ab285/ardianpuput/ooters.jpg)

![[Image: saveourearth_01.png]](https://www.semboyan35.com/images/saveourearth_01.png)

[/URL]