Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tukar Menukar Rangkaian
#11
jadi 1 rangkaian punya 2 nama???
Reply
#12
^ya.tergantung keadaan dan waktu.malahan kali ini menjadi 3.Back on Topic
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#13
Yups, kalau pas ke Bandung dari Semarang PP pakai nama Harina
kalau Pas ke Jakarta dari Bandung PP pakai nama Argo Gede
Kalau pas ke surabaya dari Semarang pakai nama Rajawali
Ngikik
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#14
Untuk perjalanan pulang ke Bekasi gw selalu pakai Argo Gede pukul 7:35 karena pas dengan jam kerja gw hahaha (bingung kan gw masuk kerja jam berapa) hahaha

dan selalu berangkat dari Bandung pada hari Kamis pagi (dari bekasi senin Sore dari bandung kamis pagi) nah makin bingung kan kenapa gw jalan2 di weekdays hahahaha

selama 1 tahun gw di Bekasi gw belom pernah mengalami rangkaian Argo Gede yang diganti buluk seperti ini. tau gw bakalan dapet rangkaian Argo buluk begini mending gw naek Parahyangan Exa sekalian, lebih murah

Btw rangkaian Harina ini punya DAOP mana sih, kereta buatan 2002 tapi buduk bener....
C'est pas pour vous, non pour moi, mais pour tours le monde
Reply
#15
punya daop IV SM
[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#16
kalo Argo Gede di samakan dengan dengan kelas satwa, berarti konsumen dirugikan donk? hal2 seperti ini yang kurang diperhatikan oleh PT KA. seenaknya ganti rangkaian tanpa mempertimbangkan itu rangkaian cocok gak dengan kelas yang telah dibayar oleh penumpang.
Reply
#17
(14-07-2009, 09:31 AM)sepur21 Wrote: kalo Argo Gede di samakan dengan dengan kelas satwa, berarti konsumen dirugikan donk? hal2 seperti ini yang kurang diperhatikan oleh PT KA. seenaknya ganti rangkaian tanpa mempertimbangkan itu rangkaian cocok gak dengan kelas yang telah dibayar oleh penumpang.

Yup betul, gw mengeluarkan uang Rp. 50.000,- agar mendapatkan fasilitas
Argo Gede bukan Rangkaian Buduk.

Seperti gw bilang sebelumnya. kalau saya tahu akan mendapatkan rangkaian seperti ini, mending saya beli tiket Parahyangan Exa yang Rp. 45.000,-

untung aja AC nya dingin, kalau engga udah mencak2 gw.

Mungkin ada yang heran kenapa sih gw ngotot
Berbeda dengan gw naik kereta Bekasi - Bandung, yang gw engga terlalu perduli dengan bentuk rangkaiannya, karena pasti gw akan tidur.
Sementara jika gw berangkat Bandung - Bekasi, gw pasti engga tidur kenapa, karena gw takut kelewat, wong cuman berhenti 3 - 5 menit. Jadi gw butuh rangkaian yang nyaman walaupun gw engga tidur tapi tetep badan tidak terasa lelah.
C'est pas pour vous, non pour moi, mais pour tours le monde
Reply
#18
(13-07-2009, 05:44 PM)White_Tiger Wrote: Untuk perjalanan pulang ke Bekasi gw selalu pakai Argo Gede pukul 7:35 karena pas dengan jam kerja gw hahaha (bingung kan gw masuk kerja jam berapa) hahaha

dan selalu berangkat dari Bandung pada hari Kamis pagi (dari bekasi senin Sore dari bandung kamis pagi) nah makin bingung kan kenapa gw jalan2 di weekdays hahahaha

selama 1 tahun gw di Bekasi gw belom pernah mengalami rangkaian Argo Gede yang diganti buluk seperti ini. tau gw bakalan dapet rangkaian Argo buluk begini mending gw naek Parahyangan Exa sekalian, lebih murah

Btw rangkaian Harina ini punya DAOP mana sih, kereta buatan 2002 tapi buduk bener....

Keretanya juga gak jauh beda ma Turangga, tapi saya hargai sebagai kereta eksekutif, kereta harina/rajawali emang parah, lebih bagus kereta k1 Lodaya. Saya juga pernah naik HArina tapi dapet kereta yg bagus, dan bukan kereta yg Anda foto Sombong Dikit Ah . Pernah naik lodaya bisnis?? saya curiga kereta no. 3 apa no. 2 gitu kok kayaknya retrofit dari k3?? Melihat dari handle jendelanya. Ada yg tahu??
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#19
Sekarang naik Argo sama Satwa sama ajah. Kecuali naik Argo Anggrek dan Argo Sindoro yang beda gerbongnya. Sekarang campur aduk rangkaian baik Argo sama Satwa
[Image: sigisem35.jpg]
Reply
#20
Gerbong Argo abu2 dgn. gerbong satwa sama dalam arti ruang kaki, ukuran tempat duduk, dan tingkat ajrutannya (suspensi k5 dgn k8 nggak beda jauh). Ini dgn catatan kalo kondisi kedua jenis gerbong itu sama2 terawat. Saya juga setuju dgn. pendapat Kang 46rossi bahwa gerbong Anggrek dan Sindoro beda dgn gerbong argo abu2 & satwa.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)