Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Curhat nih = Trauma Dengan KRLMania
#11
Mas Dana yang satu ini memang rajin sekali naik KRL... saya pernah jumpa boss yang satu ini di MRI dan kebetulan sedang tidak beruntung, karena dompetnya lenyap... wuzzz...

KRLMania menurut saya memang sebuah komunitas yang terdiri dari para pengguna KRL yang setiap hari berdesak-desakan pergi pulang dari kediamannya di pinggiran Jakarta ke tempat kerjanya di Jakarta.
Sebuah komunitas yang memberikan banyak sekali masukan kepada PT. KA Jabotabek (d/h Divisi Jabotabek) agar layanan kepada penglaju ini dapat selalu ditingkatkan (memang tidak semudah membalik telapak tangan).

Salah satu tindakan nyata yang saya lihat sehari-hari adalah sticker-sticker pemberitahuan yang ditempelkan oleh KRLMania di lokasi-lokasi tempat duduk khusus di KRL AC. (intinya sticker itu menyebutkan bahwa di lokasi khusus harus mendahulukan wanita dengan anak, orang tua, wanita hamil dan orang cacat). Yang kadang dilanggar oleh penumpang lain dengan cueknya.
Selain itu acara diskusi dengan operator kereta api satu-satunya di Indonesia ini juga kerap dilakukan.

Kegiatan KRLMania yang cukup mengesankan khususnya bagi saya adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak penjaga perlintasan di sepanjang jalur Jabotabek, sebuah tindakan mulia dari para moderator dan anggotanya tentu saja.

Jadi jika melihat sejarahnya, memang anggota KRLMania tidak secara otomatis dapat disebut sebagai seorang railfans, karena mereka lebih menekankan kepada layanan yang diberikan oleh KRL kepada mereka.

Saya bisa sangat-sangat mengerti "kekesalan" yang dialami mereka saat diburu waktu tetapi harus tertahan sinyal karena Parahyangan atau Cireks harus melangsir lokomotif di Gambir. Atau saat tertahan sinyal di MRI karena ada kereta kelas 1 yang keluar dari dipo kereta MRI, atau saat ada gangguan listrik, atau saat kabel sinyal dicuri teroris, dan banyak lagi...
Karena bukan railfans, tentu saja mereka akan protes karena haknya atas kecepatan akses menjadi terganggu... (sementara para railfans merasa lebih senang, karena lebih lama ndlosoran di lantai KRL)

Btw, beberapa pentolan KRLMania yang saya kenal ternyata juga railfans juga, sebut saja Mas Agus yang saat tracking ke Tanjung Priok dengan semangat berada di barisan depan, atau Mas Anthony Lanjar yang hobbynya motrek kereta api di jalur Rangkas, atau Mas Teguh, pendekar main-frame yang suka kongkow di pos security yang menghadap rel dan Mbak Wulan yang sering datang ke ruang secretariat IRPS untuk membaca literatur kereta api di perpustakaan IRPS.

Mudah-mudahan dapat memberikan sedikit pencerahan tentang KRL Mania, monggo para milisi KRLManis dapat menambahkan.

salam
-hedwig-

#12
saran saya buat mas dana,

yang panas2 di dunia maya gak perlu dibawa ke dunia nyata. kalo adu argumen di web sampe bikin kita panas, baiknya jangan sampe dimasukin hati kalo ketemu langsung orangnya di dunia nyata. kalo pas kopdar sama orang2nya santai aja,,, ga usah dibawa hati.. buktinya mereka santai2 n adem ayem kan kalo ketemuan. :gembira:

kalo unek2 di dunia nyata boleh lah dibawa curhat ke dunia maya Big Grin
#13
@dana komuter

semua kembali ke hati Dana komuter, semua dibawa rileks saja.
kalau menurut Dana komuter baik, ya di ikuti. tapi kalo gak baik ya jangan dipakai.

semua Railfans pasti perduli dg sepur/kereta api, cuman cabang hobbynya kan bisa macem2, ada yg seneng Loko Uap, KRL, KRD, Loko diesel, sepur kluthuk, KA penumpang dll.

naaaah, itulah kaenekaragaman yg di senengi para Railfans..

jadi....Buat Dana Komuter, suatu perbedaan atau persamaan jangan dijadikan suatu ganjalan dalam hati...tapi, agar kita bisa jadi lebih bijaksana menyikapinya.

Ok, salam KA.
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
#14
wah sampai seperti itu ya .kalau saya memang tidak suka dengan krl.mereka kan hanya senasib sepenanggungan sebagai penumpang setia krl.jadi menurut saya mereka tidak hobi dengan kereta api.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
#15
hedwigus Wrote:Mas Dana yang satu ini memang rajin sekali naik KRL... saya pernah jumpa boss yang satu ini di MRI dan kebetulan sedang tidak beruntung, karena dompetnya lenyap... wuzzz...

KRLMania menurut saya memang sebuah komunitas yang terdiri dari para pengguna KRL yang setiap hari berdesak-desakan pergi pulang dari kediamannya di pinggiran Jakarta ke tempat kerjanya di Jakarta.
Sebuah komunitas yang memberikan banyak sekali masukan kepada PT. KA Jabotabek (d/h Divisi Jabotabek) agar layanan kepada penglaju ini dapat selalu ditingkatkan (memang tidak semudah membalik telapak tangan).

Salah satu tindakan nyata yang saya lihat sehari-hari adalah sticker-sticker pemberitahuan yang ditempelkan oleh KRLMania di lokasi-lokasi tempat duduk khusus di KRL AC. (intinya sticker itu menyebutkan bahwa di lokasi khusus harus mendahulukan wanita dengan anak, orang tua, wanita hamil dan orang cacat). Yang kadang dilanggar oleh penumpang lain dengan cueknya.
Selain itu acara diskusi dengan operator kereta api satu-satunya di Indonesia ini juga kerap dilakukan.

Kegiatan KRLMania yang cukup mengesankan khususnya bagi saya adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak penjaga perlintasan di sepanjang jalur Jabotabek, sebuah tindakan mulia dari para moderator dan anggotanya tentu saja.

Jadi jika melihat sejarahnya, memang anggota KRLMania tidak secara otomatis dapat disebut sebagai seorang railfans, karena mereka lebih menekankan kepada layanan yang diberikan oleh KRL kepada mereka.

Saya bisa sangat-sangat mengerti "kekesalan" yang dialami mereka saat diburu waktu tetapi harus tertahan sinyal karena Parahyangan atau Cireks harus melangsir lokomotif di Gambir. Atau saat tertahan sinyal di MRI karena ada kereta kelas 1 yang keluar dari dipo kereta MRI, atau saat ada gangguan listrik, atau saat kabel sinyal dicuri teroris, dan banyak lagi...
Karena bukan railfans, tentu saja mereka akan protes karena haknya atas kecepatan akses menjadi terganggu... (sementara para railfans merasa lebih senang, karena lebih lama ndlosoran di lantai KRL)

Btw, beberapa pentolan KRLMania yang saya kenal ternyata juga railfans juga, sebut saja Mas Agus yang saat tracking ke Tanjung Priok dengan semangat berada di barisan depan, atau Mas Anthony Lanjar yang hobbynya motrek kereta api di jalur Rangkas, atau Mas Teguh, pendekar main-frame yang suka kongkow di pos security yang menghadap rel dan Mbak Wulan yang sering datang ke ruang secretariat IRPS untuk membaca literatur kereta api di perpustakaan IRPS.

Mudah-mudahan dapat memberikan sedikit pencerahan tentang KRL Mania, monggo para milisi KRLManis dapat menambahkan.

salam
-hedwig-

mo nambahin mas hedwig... kebetulan saya anggota KRLMania juga...... KRLMania punya dua bentuk mas: website dan milis. Di website ini ada semacam shoutbox, jadi bukan forum, yang siapa saja bisa menuliskan apa saja termasuk kata2 aneh bin ajaib. Momod website ini hanya bisa mendelete saja komen2 yang diluar batas, ini berbeda dengan milis. Dan kebanyakan anggota milis malah jarang buka2 website... karena kebanyakan terbatas pada akses internet yang dikasih.
Yang resmi sebenarnya di milis, memang kebanyakan anggotanya adalah para karyawan yang sebenarnya "belum cinta" kereta... baru sebatas pengguna. Yang biasanya disebut komunitas ya yang milis ini, yang website hanya pelengkap informasi agar tersebar. Anggotanya ya rame.... sering guyon lah, apalagi kl ketemuan wah biarpun guyonnya kadang2 kelewatan tapi gak ada marah2 kok..... karena basicnya kita pengen fun. dah dibuat kesel ma PTKA masa sih harus berantem ma pengguna juga....
Milis KRLMania sendiri berbeda dengan milis keretapi dalam arti tujuannya... yang akhirnya terbentuk komunitas. KRLMania berharap jadi partner PTKA dalam memperbaiki kinerja sarana transportasi ini, dengan memberikan masukan kepada jajaran divisi jabotabek... yang mungkin akan diteruskan oleh PTKAJ..... Ya intinya berharap pelayanan PTKA lebih baik.....

untuk jadi railfans ya jelas susah, apalagi yang "trauma" dengan kereta... mungkin mereka bilang,"kalau aja gw punya mubil gak akan gw naek krl"... mungkin gitu. atau apalah alasannya, ya karena gak bisa menghindari bahwa KRL adalah sarana transport utama mereka, makanya mereka jadi penumpang KRL. kl sudah kayak gitu, gimana mo cinta ma kereta....

Kalau mas dana liat yang di website aja, memang kata2nya sadis.... tapi kl yang milis kadang2 ada yang menengahi kok. kalo ada kata2 yang kelewatan, biasanya ditegur..... japri atau jalum dari mods. pernah juga ada yang di banned di milis.... kl yg shoutbox di website susah..... lah siapa aja bisa masuk. ya mudah2an bisa mengurangi traumanya.....

kapanlagi

20081119085358_pesawat_kereta_492371b636d27.gif
#16
Terima kasih atas masukannya kawan2.... Jadi... biar gimana pun merekalah yang aktif di alam maya biarlah terjadi semeestinya sekarang ini yah... Saya juga menyadari KRL Mania juga banyak membantu atau solidaritas dengan mereka - mereka yang membutuhkan. Namun, kalau kita kembalikan ke website saya pernah dikata2in yang sangat gak berkenan sehingga nickname saya 'Dana' berubah jadi 'Dana Q'. Namun, berkat kepolosan saya mungkin yah... saya jadi terbawa ke tingkat emosi mereka yang labil. Seperti layaknya ada kerumunan massa yang berlarian ke arah selatan, namun saya berontak ke utara. Khan jadi melawan arus tuh... Nah... seperti saya berpendapat berbeda dengan mereka, justru saya serasa dipaksa untuk ikut pro dengan mereka yang mayoritas. Jadi deh seperti yang dialami rekan 'Jhon' atau 'John' saya lupa waktu itu inget banget...

Tapi, biar bagaimana pun rasa trauma saya masih saja mendalam terhadap KRL Mania. Tetapi saya berusaha untuk setegar mungkin begitu dapat masukan2 yang berguna dari kawan2 nih....

#17
masalah kalo ketemuan jadi adem ayem, mungkin itudgunannya nick name ya....

jadi gak tau siapa aslinya..... Lolol Lolol Lolol
#18
Itulah bedanya Pengguna dan pecinta kereta api
- Pecinta kereta api apapun keadaannya, apapun situasi kalo sudah berhubungan ma kereta ya enjoy aja kaleee...
- Pengguna/ Pemakai kereta api hanya menginginkan situasi yn membuat mereka emjoy pada saat mereka naik...

[Image: th_IMG_0864.jpg][/URL]
Dilarang keras membawa klonengan di Atas kereta api
#19
big bro Wrote:masalah kalo ketemuan jadi adem ayem, mungkin itudgunannya nick name ya....

jadi gak tau siapa aslinya..... Lolol Lolol Lolol

justru yang sering kumpul2 jadi tahu nicknamenya siapa.... tapi kl yang di website sih kebanyakan orang luar, yang anggota milis krlmania-nya sih jarang kayaknya perang di "pojok krlmania" itu.

adhie_ka33 Wrote:Itulah bedanya Pengguna dan pecinta kereta api
- Pecinta kereta api apapun keadaannya, apapun situasi kalo sudah berhubungan ma kereta ya enjoy aja kaleee...
- Pengguna/ Pemakai kereta api hanya menginginkan situasi yn membuat mereka emjoy pada saat mereka naik...

apalagi kl dua2nya.... dah pemakai trus penggemar lagi.... wah..... sampe dilihatin orang segerbong kl liat2 bagian2 KRL... kayak gak pernah naek KA..... hahahaha...........

kapanlagi

20081119085358_pesawat_kereta_492371b636d27.gif
#20
Untuk yg di atas....

Bener tuh mas, saya pernah ngeliatin KRL yang lagi ketahan sinyal di Palmerah karena ada KLB di Kebyoran Lama, wah seneng bgt ngeliat KRL dari Jepang, walaupun bekas kok kinyis2 giu....kapan ya kita bisa buat kaya gitu....saking asiknya ngeliatin saya diliatin orang2, dikira gila kali ya, ngeliat KA sambil senyum2 Mupeng Banget


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)