Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
prosedur mutasi lok?
#21
padahal BD sekarang lagi kesusahan lok tuh.......
kemaren pada ilang semua loknya.....entah pada kemana............

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#22
(05-06-2009, 03:50 PM)asep_0907 Wrote: trus liat apakah dipo BD kelebihan lok ndak????

bd lagi..............bd lagi.....................Kapan ya...Kapan ya...Kapan ya...

Aku nggak ikut2an lho, Kang....Dapet jatah CC201 terus ya diterima, syukur2 dpt alokasi CC203. Hehehe...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#23
(05-06-2009, 04:49 PM)Agung Wrote: padahal BD sekarang lagi kesusahan lok tuh.......
kemaren pada ilang semua loknya.....entah pada kemana............


waduh...Heran
ya ada lah...
lagi buat belajar di dipo2 mungkin...
masa' hilang tanpa jejak?Ngakak
Reply
#24
sebetulnya Lok-Lok yang pada "kelayapan" ke DaOp lainnya banyak, penyebabnya antara lain karena PLH dan keterlambatan perubahan jadwal kedatangan sehingga pada saat dinasan harus menunggu Lok-Lok tersebut... disamping karena kerusakan.

satu hal yang harus dingat adalah PERAWATAN LOK tersebut, karena setahu saya ada beberapa Dipo Lok yang nakal dengan melakukan "kanibal organ" Lok, semisal pintu dan selang angin, nah loh !!!!.... disinilah diharapkan kejujuran dan kesadarannya untuk melakukan perawatan serta pegecekan Lok dengan "cinta' dan "kasih sayang" dari para petugas...

yang cukup merepotkan dan mencemaskan adalah apabila rangkaian KA yang baru datang tapi dalam hitungan 2-3 jam kemudian harus berangkat kembali seperti KA Parahyangan, KA Fajar ==> Senja Utama (sebaliknya), Sawunggalih Utama ???... dimana tidak mungkin Lok tersebut "istirahat" selama 2-3 jam sehingga akhirnya di paksa "keluar" untuk dinasan kembali.

saya pernah perhatikan rata-rata setiap Lok yang sempat mampir ke Dipo Lok Jng untuk "leyeh-leyeh" adalah 45 menit - 60 menit... setelah itu di "pecut" kembali untuk dinasan....
Reply
#25
(06-06-2009, 08:35 AM)Agus Budhy Nugroho Wrote: sebetulnya Lok-Lok yang pada "kelayapan" ke DaOp lainnya banyak, penyebabnya antara lain karena PLH dan keterlambatan perubahan jadwal kedatangan sehingga pada saat dinasan harus menunggu Lok-Lok tersebut... disamping karena kerusakan.

satu hal yang harus dingat adalah PERAWATAN LOK tersebut, karena setahu saya ada beberapa Dipo Lok yang nakal dengan melakukan "kanibal organ" Lok, semisal pintu dan selang angin, nah loh !!!!.... disinilah diharapkan kejujuran dan kesadarannya untuk melakukan perawatan serta pegecekan Lok dengan "cinta' dan "kasih sayang" dari para petugas...

yang cukup merepotkan dan mencemaskan adalah apabila rangkaian KA yang baru datang tapi dalam hitungan 2-3 jam kemudian harus berangkat kembali seperti KA Parahyangan, KA Fajar ==> Senja Utama (sebaliknya), Sawunggalih Utama ???... dimana tidak mungkin Lok tersebut "istirahat" selama 2-3 jam sehingga akhirnya di paksa "keluar" untuk dinasan kembali.

saya pernah perhatikan rata-rata setiap Lok yang sempat mampir ke Dipo Lok Jng untuk "leyeh-leyeh" adalah 45 menit - 60 menit... setelah itu di "pecut" kembali untuk dinasan....

di pecut kaya kerja rodi ajjah.....Dwipangga ama Lawu juga tuch..

[Image: 9661409091]
Reply
#26
Artinya PTKA kekurangan lok yg dlm kondisi sgo.
Semoga dana revitalisasi pemerintah yg trilyunan cukup utk nambahin lok tipe C 20EMP...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
#27
yap betul sekali.... kita masih kekurangan Lok dan operatornya (baca : masinis serta stoker/JrA)

saya pernah "berhitung" mengenai kondisi Lok yang SO dan hampir dapat dipastikan bahwa SO-nya adalah SO yang "terpaksa"...

Untuk Dipo Lok yang kekurangan Lok karena masalah tehnis maka akan mendapat "pinjaman lunak" sedangkan yang kurang karena memang okupansi penggunaannya yang tinggi maka akan mendapat prioritas pemberian Lok (yang tidak baru/gress)....

salah satu yang umum adalah bahwa setiap Lok baru/gress yang SO akan selalu beroperasi di daerah ring 1 alias DaOp 2 dan DivRe3... bila memenuhi "persyaratan" maka Lok baru/gress tersebut tetap di DaOp 2 dan Lok sebelumnya akan "turun pangkat" yang selanjutnya akan disuplai ke Dipo Lok yang memerlukan...

oleh karena itu saat ini pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) c/q Divisi Sarana mengoptimalkan segala kemampuan yang ada baik SDM dan Lok terutama untuk menjalankan aktivitasnya setiap saat tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan keamanan juga kenyamanan pengguna....
Reply
#28
(06-06-2009, 11:49 AM)Agus Budhy Nugroho Wrote: yap betul sekali.... kita masih kekurangan Lok dan operatornya (baca : masinis serta stoker/JrA)

saya pernah "berhitung" mengenai kondisi Lok yang SO dan hampir dapat dipastikan bahwa SO-nya adalah SO yang "terpaksa"...

Untuk Dipo Lok yang kekurangan Lok karena masalah tehnis maka akan mendapat "pinjaman lunak" sedangkan yang kurang karena memang okupansi penggunaannya yang tinggi maka akan mendapat prioritas pemberian Lok (yang tidak baru/gress)....

salah satu yang umum adalah bahwa setiap Lok baru/gress yang SO akan selalu beroperasi di daerah ring 1 alias DaOp 2 dan DivRe3... bila memenuhi "persyaratan" maka Lok baru/gress tersebut tetap di DaOp 2 dan Lok sebelumnya akan "turun pangkat" yang selanjutnya akan disuplai ke Dipo Lok yang memerlukan...

oleh karena itu saat ini pihak PT. Kereta Api (Persero) c/q Divisi Sarana mengoptimalkan segala kemampuan yang ada baik SDM dan Lok terutama untuk menjalankan aktivitasnya setiap saat tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan keamanan juga kenyamanan pengguna....

SO artinya apa Mas Agus ?

Reply
#29
Siap Operasi mngkn,mas.
Reply
#30
SO = Siap Operasi

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)