Posts: 6
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
0
08-11-2013, 09:39 PM
(This post was last modified: 08-11-2013, 09:44 PM by an_sepur.)
(08-11-2013, 09:23 PM)spoor_hunter Wrote: (08-11-2013, 09:09 PM)zae abjal Wrote: hanya dua kata:
cape dehh

ini jadi pertanda, bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebenarnya sedari awal memang spt belum siap mengoperasikan KA ini di pekan awal november ini alias besok..  Entah lah bro... kalo saya sih jadi penontonnya saja. 
Emmm balik lg dr ide awal, ini kan Pak Dahlan Iskan waktu sebulan lalu cetusin ide utk buka kembali Jalur BOO - SI - Cianjur. Pak Dahlan klo ga salah bilang saat itu dalam waktu 5 bulan ke depan harus sudah aktif dan dalam 2 bulan akan dilakukan revitalisasi KA dan kondisi jalur BOO - SI. Tuntutan itu yg di acc pak Presiden dan jg disanggupi oleh PT. KAI, akhir'y mau ga mau dikebut. Memang baik sih, segala'y harus digenjot sperti yg pak Dahlan Iskan cetuskan di Sukabumi bulan lalu. Krna kalau tidak begitu, maka jalur BOO - SI tidak akan dibuka sampe saat ini. Hanya saja, memang request dr pak Dahlan itu terlalu mepet waktu'y. Satu catatan, yg penting aktif dahulu dan revitalisasi pun memang rencana'y bertahap kok skalipun sudah aktif kembali jalur'y tapi akan direvitalisasi total sampe beres (tipe rel, bantalan, perlintasan KA sebidang, stasiun, halte, dan infrastruktur lain'y). Kita pantau dan support terus aja,, hehe
(08-11-2013, 09:36 PM)sego_pecel_madiun Wrote: (08-11-2013, 08:57 PM)juanhalim Wrote: (08-11-2013, 08:54 PM)spoor_hunter Wrote: (08-11-2013, 08:06 PM)an_sepur Wrote: Tadi pagi saya tlp 121, pesen tiket KA Pangrango sudah bisa online seperti tiket KA jarak jauh (by tlp 121, utk di website KAI hanya ada keterangan tersedia/habis jadi belum bisa booking online by web). Atau pembelian di stasiun antara BOO - SI langsung dtg jg sudah bisa. Dan saya sendiri yg beli tiket'y utk trip 1 dr BOO dan trip 2 dr SI melalui tlp 121, penukaran tiket tadi masih di stasiun BOO. Utk keberangkatan dr Bogor itu dari stasiun/halte Bogor Paledang (sudah konfirm daei staff KAI yg sedang melakukan inspeksi halte Paledang dan petugas loket) yg letak'y 200m ke selatan dr stasiun BOO (belakang taman topi square).. KA di stasiun BOO hanya utk langsiran pindah posisi loko'y saja.. Saya mampir liat lokasi stasiun/halte Bogor Paledang, bangunan sudah 80%, utk bangunan tiket sedang dikebut hingga tadi magrib, saya melihat ada petugas staff KAI membawa hardware pencetak tiket ke stasiun/halte Bogor Paledang.. Ayoo buru tiket'y utk trip perdana bsk..
Gokil.... PT.Sepur lagi kejar tayang kayak sinetron. 
yang saya bingung, instalasi listrik untuk komputerisasi, lampu-lampu darimana sumbernya ? 
apa langsung ngambil dari tiang LAA ?? 
mudah-mudahan pemberangkatan dari BOO di jalur 1, setelah itu terserah. 
yang dibold: nyomot dari tiang terdekat mungkin 
Kalau saya pikir mengenai persiapan yang serba ekspres, yang terpenting masyarakat Bogor-Sukabumi merasakan manfaat kereta tersebut di tengah kemacetan jalur ciawi sampai Cicurug bahkan hampir tiap pagi maupun sore. Saya pernah naik dari Ciawi ke Kp.Rambutan pukul 4.30 pagi, sedang bus dr Sukabumi sudah penuh, karena penumpang menghindari macet yang panjang, belum lagi permukaan jalan yang banyak yg berlubang , dengan adanya alternatif moda transportasi kereta mudah2an jadi solusi. Dan semoga aman,lancar. Aspek hijau aman berangkat.
Betuuuul sekali. Ini kan menjawab kritikan2 dari masyarakat melalui pak Dahlan Iskan selama ini, disampaikan ke presiden dan di acc kemudian disanggupkan oleh KAI. Se'engga'y aktif dahulu. Kalau merujuk dari ide awal, justru pembukaan jalur BOO - SI ini lebih cepat dari waktu yg dituntut oleh pak Dahlan. Bahkan utk pembukaan sampai Cianjur lebih cepat 1 bulan dari 5 bulan yg ditargetkan oleh pak Dahlan. Diakui memang masih belum sempurna dan terkesan digenjot, karna ya tuntutan'y seperti itu, kalau skarang sudah aktif, bolehlah diapresiasi. Ke depan, smoga animo besar sehingga bisa lancar dan bermanfaat utk masyarakat dan KAI sendiri sambil terus dioptimalkan apa yg masih belum optimal.. Horeeeeee
Posts: 1,287
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
4
kita positif thinking aja bro! apresiasi banget, ini mrupakan suatu terobosan luar biasa dimana jalur yg mati suri akhirnya hidup kembali dan gak tanggung2 langsung pake lok cc serta rangkaian exe..
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
Quote:Emmm balik lg dr ide awal, ini kan Pak Dahlan Iskan waktu sebulan lalu cetusin ide utk buka kembali Jalur BOO - SI - Cianjur. Pak Dahlan klo ga salah bilang saat itu dalam waktu 5 bulan ke depan harus sudah aktif dan dalam 2 bulan akan dilakukan revitalisasi KA dan kondisi jalur BOO - SI. Tuntutan itu yg di acc pak Presiden dan jg disanggupi oleh PT. KAI, akhir'y mau ga mau dikebut. Memang baik sih, segala'y harus digenjot sperti yg pak Dahlan Iskan cetuskan di Sukabumi bulan lalu. Krna kalau tidak begitu, maka jalur BOO - SI tidak akan dibuka sampe saat ini. Hanya saja, memang request dr pak Dahlan itu terlalu mepet waktu'y. Satu catatan, yg penting aktif dahulu dan revitalisasi pun memang rencana'y bertahap kok skalipun sudah aktif kembali jalur'y tapi akan direvitalisasi total sampe beres (tipe rel, bantalan, perlintasan KA sebidang, stasiun, halte, dan infrastruktur lain'y). Kita pantau dan support terus aja,, hehe
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekitar 3 tahun yg lalu, pernah mewacanakan pengoperasian KA bogor-bandung..jika wacana itu perlahan2 di realisasikan (ya minimal dngn dibenahinya sarana dan prasarana yg ada), mungkin persiapannya akan jauh lbh matang dan hasilnya pun tentu akan lbh baik drpd yg sekarang ini..
Kalau boleh sya menebak, jika sedari awal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sdh mempersiapkan diri untuk merevitalisasi jalur ini, mungkin pembuatan halte paledang itu sesuatu yg gk perlu diperlukan demi pengoperasiannya KA ini..
Mestinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tuh tahu dan sadar diri:
mengoperasikan KA di jalur yg sdh lama "mati suri" tuh (apalagi konon sarana dan prasarananya sdh usang), tentu berbeda dngn mengoperasikan KA di jalur yg slama ini aktif dan ramai sebagaimana pengoperasian KA Ciremai Ekspres dan KA Penataran Ekspres yg jga rencananya mendadak..
*IMHO
kunjungi blog saya di sini
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
(08-11-2013, 01:25 AM)BuGe780 Wrote: (08-11-2013, 12:22 AM)Warteg Wrote: (07-11-2013, 09:29 PM)BuGe780 Wrote: gak sabar pengen nyoba Pangrango yg ditarik loko cc204 01 gimana tarikannya saat melindas R33 bantalan besi....
Taspatnya berapa ya kira kira pakai Lok CC ?? 
Mirip dulu pas naik KRDI Kaligung Ekonomi Tegal - Slawi..
Serasa naik kuda, goncangannya itu lho gak nahan, diiringi suara peluit panjang.
taspat 40 kmpj mas, kondisi rel lumayan terawat dgn batu ballast cukup dan sambungan rel dilas jadi guncangannya gak terlalu cetar...malah di beberapa stasiun seperti Maseng, Cigombong dan Parungkuda relnya sdh upgrade ke R54 bantalan beton plus weselnya juga.
Beberapa sudah pakai yang R 54 dan bantalan beton ya ,, 
Untuk bantalan beton idealnya pada tipe Rel R 54 adalah kerapatan bantalan tiap 60 cm (jarak antar bantalan), sementara balas menggunakan ukuran 4x6
Ditunggu perkembangan selanjutnya seputar Pangrango Ekspres
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 1,287
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
4
(08-11-2013, 11:03 PM)Warteg Wrote: (08-11-2013, 01:25 AM)BuGe780 Wrote: (08-11-2013, 12:22 AM)Warteg Wrote: (07-11-2013, 09:29 PM)BuGe780 Wrote: gak sabar pengen nyoba Pangrango yg ditarik loko cc204 01 gimana tarikannya saat melindas R33 bantalan besi....
Taspatnya berapa ya kira kira pakai Lok CC ?? 
Mirip dulu pas naik KRDI Kaligung Ekonomi Tegal - Slawi..
Serasa naik kuda, goncangannya itu lho gak nahan, diiringi suara peluit panjang.
taspat 40 kmpj mas, kondisi rel lumayan terawat dgn batu ballast cukup dan sambungan rel dilas jadi guncangannya gak terlalu cetar...malah di beberapa stasiun seperti Maseng, Cigombong dan Parungkuda relnya sdh upgrade ke R54 bantalan beton plus weselnya juga.
Beberapa sudah pakai yang R 54 dan bantalan beton ya ,, 
Untuk bantalan beton idealnya pada tipe Rel R 54 adalah kerapatan bantalan tiap 60 cm (jarak antar bantalan), sementara balas menggunakan ukuran 4x6
Ditunggu perkembangan selanjutnya seputar Pangrango Ekspres 
iya kang warteg, menurut pengamatan sy yg awam, sepertinya upgrade R54 nya sdh sesuai prosedur, jarak antara bantalan persis seperti kang warteg bilang begitupun ballastnya dan yg lbih bagusnya bantalan utk wesel pake beton juga kang bukan kayu.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
"Sumber Berita"
Besok, KA Pangrango Ekspres Beroperasi  
Kereta Api Pangrango Ekspres rute Bogor-Sukabumi akan dioperasikan mulai Sabtu (9/11/2013). KA itu berangkat tiga kali sehari, setiap lima jam, dari Stasiun Bogor atau Stasiun Sukabumi.
Jadwal keberangkatan dari Sukabumi pukul 05.00, 10.00, dan 15.00.
Sementara itu jadwal keberangkatan dari Bogor pukul 07.30, 12.30, dan 17.30.
Jalur Bogor-Sukabumi dilayani dua rangkaian KA Pangrango. Setiap rangkaian terdiri dari 1 lokomotif, 1 kereta eksekutif, 3 kereta ekonomi, dan 1 gerbong pembangkit. Keempat kereta penumpang itu berpenyejuk udara.
KA Pangrango berkapasitas total 368 kursi. Sebanyak 50 kursi di kelas eksekutif dan tarifnya Rp 35.000 per penumpang. Sementara itu sebanyak 318 kursi di kelas ekonomi dan tarifnya Rp 15.000 per penumpang. Tarif tersebut tidak bersubsidi.
Spanduk sosialisasi KA Pangrango di Stasiun Maseng, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tertulis keberadaan kereta bisnis. Tarifnya Rp 25.000 per penumpang.
Jalur Bogor-Sukabumi sepanjang 57 kilometer. Waktu tempuh 1 jam 47 menit. Di jalur ini ada 10 stasiun, yakni Stasiun Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karang Tengah, Cisaat, dan Sukabumi. Selain itu, ada tiga halte, yakni Halte Ciomas, Cijambe, dan Pondok Leungsi. Halte lebih kecil daripada stasiun. Fungsinya, untuk naik-turun penumpang. Halte itu tak dilengkapi peralatan sinyal pengatur perjalanan KA.
Sampai Kamis atau dua hari menjelang peresmian, persiapan disempurnakan. Antara lain, pengecekan ulang rel, bantalan, fasilitas stasiun, jembatan, drainase, tubuh ban, dan pintu perlintasan. Tujuannya, agar selama KA Pangrango beroperasi, keselamatan dan keamanan penumpang serta perjalanan dapat terjamin.
Seorang pengamat perkeretaapian mengatakan, waktu tempuh 1 jam 47 menit cukup lama untuk jarak 57 km. Waktu tempuh itu setara dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum dengan asumsi Jalan Raya Bogor-Sukabumi tidak macet.
Menurutnya, waktu tempuh lama karena rel belum diganti dengan jenis R54. Jalur Bogor-Sukabumi masih memakai rel jenis R33 atau R42 peninggalan Belanda. Lokomotif tidak bisa dipacu dengan kencang. Mungkin, laju rata-rata 40 km per jam. Jika dipacu kencang, KA bisa terguling.
Ia mengatakan, rel jenis R33 berarti batang rel berbobot 33 kilogram per meter. Kian berat bobot rel, daya tahan terhadap beban KA kian bagus.
Sebelum Indonesia merdeka, jalur Bogor - Sukabumi - Cianjur - Bandung dibangun dan dioperasikan oleh Belanda. Jalur ini menyuguhkan keindahan panorama lembah Gunung Salak dan Gunung Gede sekaligus daerah aliran Sungai Cisadane.
"Sumber Berita"
Sebelumnya, Jalur Bogor - Sukabumi Dilintasi Kereta diesel 
Jalur Bogor - Sukabumi sebelumnya dilayani oleh Kereta Diesel (KRD) Bumi Geulis. Namun, KRD itu kerap rusak. KRD tidak bisa lagi dioperasikan sejak 15 Desember 2012. Penumpang KRD pun beralih ke angkutan L300, bus sedang, dan bus besar melewati Jalan Raya Bogor-Sukabumi yang didera kemacetan.
Seorang pengamat Perkeretaapian mengatakan, pengoperasian kembali jalur KA lebih bermanfaat ketimbang membangun Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dalam hal mengatasi kemacetan.
Pemerintah pusat disarankan menjadikan jalur Bogor - Sukabumi seperti KRL Jabodetabek. Tarifnya perlu disubsidi untuk memberikan rasa keadilan bagi warga Bogor - Sukabumi seperti pengguna KRL Jabodetabek.
Untuk rute Sukabumi-Cianjur, baru akan diaktifkan mulai 1 Januari 2014. Jalur ini terhenti sejak diperbaiki oleh satuan kerja Kementerian Perhubungan dalam kurun waktu 2009-2010. Untuk jalur ini akan disiapkan rangkaian kereta yang terdiri atas 1 lokomotif, 1 kereta eksekutif, 3 kereta ekonomi, dan 1 gerbong pembangkit. Tarif kelas eksekutif Rp 25.000 per penumpang. Sementara itu tarif kelas ekonomi Rp 10.000 per penumpang.
Untuk jalur Cianjur - Bandung masih menunggu revitalisasi selesai. Jika rel sudah diganti yang baru, jalur tersebut bisa dilintasi lokomotif tipe CC 204. Selanjutnya, KA bisa dioperasikan dan diintegrasikan dengan KA Pangrango.
Jalur ini merupakan yang pertama di Jawa Barat ke jurusan Bandung dengan pemandangan indah dan stasiun tua yang klasik.
Saat ini, KA dari Jakarta ke Bandung melalui Bekasi-Karawang-Purwakarta. Pada zaman Belanda, berkereta uap dari Jakarta ke Bandung melewati jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur.
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2...beroperasi
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
Malam ini rangkaian sudah standby di jalur 1 stasiun Bogor, lokonya cc2040304 (gw lupa lupa ingat antara cc2040301) pokoknya cc 204 hidung pesek punya JNG.
Posts: 1,287
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
4
(09-11-2013, 12:48 AM)bramoy Wrote: Malam ini rangkaian sudah standby di jalur 1 stasiun Bogor, lokonya cc2040304 (gw lupa lupa ingat antara cc2040301) pokoknya cc 204 hidung pesek punya JNG.
Dicopy gan, besok ane mau jr nih perjalanan perdananya, stanformasinya masih sama saat uji coba dulu ya, 3 k3 ac, 1 k1 exe striping argo and 1 kmp batik kelapa kalo ga salah...
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Posts: 259
Threads: 0
Joined: Apr 2011
yahhh , Exa pangrango Abiss,padahal mau naek Exa nya , SI-BOO juga abis , kayanya KA Pangrango Laku Banget yaa :p
Posts: 6
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
0
09-11-2013, 03:46 AM
(This post was last modified: 09-11-2013, 03:59 AM by an_sepur.)
(08-11-2013, 10:49 PM)zae abjal Wrote: Quote:Emmm balik lg dr ide awal, ini kan Pak Dahlan Iskan waktu sebulan lalu cetusin ide utk buka kembali Jalur BOO - SI - Cianjur. Pak Dahlan klo ga salah bilang saat itu dalam waktu 5 bulan ke depan harus sudah aktif dan dalam 2 bulan akan dilakukan revitalisasi KA dan kondisi jalur BOO - SI. Tuntutan itu yg di acc pak Presiden dan jg disanggupi oleh PT. KAI, akhir'y mau ga mau dikebut. Memang baik sih, segala'y harus digenjot sperti yg pak Dahlan Iskan cetuskan di Sukabumi bulan lalu. Krna kalau tidak begitu, maka jalur BOO - SI tidak akan dibuka sampe saat ini. Hanya saja, memang request dr pak Dahlan itu terlalu mepet waktu'y. Satu catatan, yg penting aktif dahulu dan revitalisasi pun memang rencana'y bertahap kok skalipun sudah aktif kembali jalur'y tapi akan direvitalisasi total sampe beres (tipe rel, bantalan, perlintasan KA sebidang, stasiun, halte, dan infrastruktur lain'y). Kita pantau dan support terus aja,, hehe
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekitar 3 tahun yg lalu, pernah mewacanakan pengoperasian KA bogor-bandung..jika wacana itu perlahan2 di realisasikan (ya minimal dngn dibenahinya sarana dan prasarana yg ada), mungkin persiapannya akan jauh lbh matang dan hasilnya pun tentu akan lbh baik drpd yg sekarang ini..
Kalau boleh sya menebak, jika sedari awal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sdh mempersiapkan diri untuk merevitalisasi jalur ini, mungkin pembuatan halte paledang itu sesuatu yg gk perlu diperlukan demi pengoperasiannya KA ini..
Mestinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tuh tahu dan sadar diri:
mengoperasikan KA di jalur yg sdh lama "mati suri" tuh (apalagi konon sarana dan prasarananya sdh usang), tentu berbeda dngn mengoperasikan KA di jalur yg slama ini aktif dan ramai sebagaimana pengoperasian KA Ciremai Ekspres dan KA Penataran Ekspres yg jga rencananya mendadak..

*IMHO
Nah maka'y itu jg yg saya maksud,, jika wacana dr KAI yg dari 2010 sampe skarang mungkin ga akan aktif, untung ada ide sambut dari pak Dahlan Iskan ini yg lebih serius jadi mau ga mau harus dikerjakan pihak KAI. Utk msalah Halte Paledang, karena stasiun BOO itu wilayah'y Commuter, jadi khusus melayani rute KRL saja. PT. Commuter itu kan anak perusahaan KAI yg berdiri sendiri. Jadi halte Paledang itu difungsikan sebagai stasiun akhir dari relasi BOO - SI. Oiya sekedar info yg saya baca, wacana utk pembuatan stasiun Sukaresmi (antara petak BOO - Cilebut) akan segera dikerjakan, lahan seluas 4 hektare sudah disiapkan. Nanti'y supaya aktifitas KRL diarahkan kesana supaya tidak menumpuk di BOO, dan di BOO akan dijadikan stasiun tujuan akhir dari relasi BOO - Sukabumi + KRL juga. Ide yg begitu cepat dari pak Dahlan setidak'y skr sudah bisa dikerjakan oleh KAI. Untuk sementara, ya apresiasi saja bro, setidak'y dari ide sambut yg harus'y 5 bulan ke depan (terhitung dari bulan lalu) tapi mulai hari ini sudah bisa operasi, lebih cepat dari waktu seharus'y walaupun dengan sarana yg belum optimal. Memang jalur BOO - SI sudah ga aktif dari tahun lalu tp kondisi'y tidak buruk juga. Meskipun bantalan masih banyak yg besi dan rel 33, tapi itu semua sudah diperhitungkan sama KAI. Namun sudah ada dibeberapa titik juga yg sudah diganti ke rel tipe 54 dan bantalan benton. Revitalisasi yg saya dengar itu bertahap yg nanti'y seluruh rel dan bantalan di jalur ini akan diganti semua. Sabar bro.. Heheheee.. Kita nikmatin dan pantau teruuusss.. Hehee
(08-11-2013, 11:39 PM)BuGe780 Wrote: (08-11-2013, 11:03 PM)Warteg Wrote: (08-11-2013, 01:25 AM)BuGe780 Wrote: (08-11-2013, 12:22 AM)Warteg Wrote: (07-11-2013, 09:29 PM)BuGe780 Wrote: gak sabar pengen nyoba Pangrango yg ditarik loko cc204 01 gimana tarikannya saat melindas R33 bantalan besi....
Taspatnya berapa ya kira kira pakai Lok CC ?? 
Mirip dulu pas naik KRDI Kaligung Ekonomi Tegal - Slawi..
Serasa naik kuda, goncangannya itu lho gak nahan, diiringi suara peluit panjang.
taspat 40 kmpj mas, kondisi rel lumayan terawat dgn batu ballast cukup dan sambungan rel dilas jadi guncangannya gak terlalu cetar...malah di beberapa stasiun seperti Maseng, Cigombong dan Parungkuda relnya sdh upgrade ke R54 bantalan beton plus weselnya juga.
Beberapa sudah pakai yang R 54 dan bantalan beton ya ,, 
Untuk bantalan beton idealnya pada tipe Rel R 54 adalah kerapatan bantalan tiap 60 cm (jarak antar bantalan), sementara balas menggunakan ukuran 4x6
Ditunggu perkembangan selanjutnya seputar Pangrango Ekspres 
iya kang warteg, menurut pengamatan sy yg awam, sepertinya upgrade R54 nya sdh sesuai prosedur, jarak antara bantalan persis seperti kang warteg bilang begitupun ballastnya dan yg lbih bagusnya bantalan utk wesel pake beton juga kang bukan kayu.
Kaya'y akang2 ini ikut blusukan yah pake lori lokal sebagai ojek di jalur ini,, hihihihihiiii.. Pokok'y bisa nikmatin Tanah Pasundan yg eksotis mulai hari ini,,
|