Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
wah, jangan2 pakai krde ac yg rute mn-sgu? katanya trip perdananya bakalan gratis?
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
(13-08-2012, 08:17 PM)dany cristian Wrote:
(13-08-2012, 06:37 PM)Joe_cn Wrote: aduh ini sangat disayangkan bawa sekitar 4 kereta, yang naik cuma 5 orang?
Wah ini namanya mubazir banget, keren banget uth 5 orang, beruntung banget bisa mudik gratis lengang lagi.....Ngakak
itu pake rangkaian apa ya?apa pake rangkaian k-3 AC untuk Matar ya?
Heran
ini bukannya yang pake KRDE itu ya?
kurang sosialisasi nih pastinyaNgakak

Iya om pake KRDE saya pikir pake rangkaian k-3 AC yang untuk Matarmaja itu....
Iya kurang sossialisasi, dan juga tibet pas nyampe stasiun, kalo memang mereka ga bawa KK ya cukuplah pake KTP ato identitas apapun, masa harus pake KK untuk KA gratis ini.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Kebijakan perseroan anda benar, saya setuju, tapi mohon di tinjau, disaat lebaran seperti ini, mereka ingin mudik & ingin berkumpul dengan saudara mereka...!!!
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 4.100 tiket kereta api semua kelas keberangkatan dari Stasiun Senen, sejak Kamis (9/8/2012) atau H-10 Lebaran sampai Selasa (14/8/2012) kemarin atau H-5 Lebaran, dinyatakan tak berlaku atau hangus. Diduga tiket ini dibeli dari calo. Pemudik harus membeli ulang tiket kereta.

”Pemudik yang sudah mempunyai tiket namun tidak sesuai dengan identitasnya, maka dia harus membeli tiket baru. Dalam hal ini kami tidak memberi toleransi. Ini demi kenyamanan penumpang sendiri,” ujar Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) I Mateta Rijalulhaq, Selasa (14/8/2012).

Menurut Mateta, ribuan tiket tersebut dinyatakan tidak berlaku karena identitas yang tertera dalam tiket tidak sama dengan identitas calon penumpang. Diduga kuat, tiket itu dibeli dari calo.

Ditambahkan, meski tiket diklaim dibeli oleh saudara dari si pemilik tiket dan telah pula menunjukkan identitas sesuai nama di KTP, tetap tidak bisa digunakan. ”Bagaimana kami percaya itu saudaranya? Kalau dengan menunjukkan KK (kartu keluarga), itu baru bisa,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut sejak 1 Juli 2012 disosialisasikan. ”Kalau dulu sebelum 1 Juli, penumpang masih bisa naik meski identitas di tiket berbeda,” ujarnya

Dikatakan, ini menjadi pembelajaran bagi penumpang agar tidak lagi membeli tiket di calo. Sejauh ini, ujar Mateta, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menertibkan 100 calo tiket.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, dalam kasus ini tidak adil kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyalahkan sepenuhnya kepada konsumen. Ini terjadi juga karena sosialisasi kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang kurang baik.

”Penumpang yang sudah telanjur membeli tiket bisa mengajukan klaim secara berkelompok,” kata Tulus.

sumber : 4100 Tiket Tak Berlaku-Kompas.com

Reply
(15-08-2012, 10:31 AM)eling Wrote: Kebijakan perseroan anda benar, saya setuju, tapi mohon di tinjau, disaat lebaran seperti ini, mereka ingin mudik & ingin berkumpul dengan saudara mereka...!!![spoiler]
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 4.100 tiket kereta api semua kelas keberangkatan dari Stasiun Senen, sejak Kamis (9/8/2012) atau H-10 Lebaran sampai Selasa (14/8/2012) kemarin atau H-5 Lebaran, dinyatakan tak berlaku atau hangus. Diduga tiket ini dibeli dari calo. Pemudik harus membeli ulang tiket kereta.

”Pemudik yang sudah mempunyai tiket namun tidak sesuai dengan identitasnya, maka dia harus membeli tiket baru. Dalam hal ini kami tidak memberi toleransi. Ini demi kenyamanan penumpang sendiri,” ujar Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) I Mateta Rijalulhaq, Selasa (14/8/2012).

Menurut Mateta, ribuan tiket tersebut dinyatakan tidak berlaku karena identitas yang tertera dalam tiket tidak sama dengan identitas calon penumpang. Diduga kuat, tiket itu dibeli dari calo.

Ditambahkan, meski tiket diklaim dibeli oleh saudara dari si pemilik tiket dan telah pula menunjukkan identitas sesuai nama di KTP, tetap tidak bisa digunakan. ”Bagaimana kami percaya itu saudaranya? Kalau dengan menunjukkan KK (kartu keluarga), itu baru bisa,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut sejak 1 Juli 2012 disosialisasikan. ”Kalau dulu sebelum 1 Juli, penumpang masih bisa naik meski identitas di tiket berbeda,” ujarnya

Dikatakan, ini menjadi pembelajaran bagi penumpang agar tidak lagi membeli tiket di calo. Sejauh ini, ujar Mateta, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menertibkan 100 calo tiket.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, dalam kasus ini tidak adil kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyalahkan sepenuhnya kepada konsumen. Ini terjadi juga karena sosialisasi kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang kurang baik.

”Penumpang yang sudah telanjur membeli tiket bisa mengajukan klaim secara berkelompok,” kata Tulus.
[/spoiler]

sumber : 4100 Tiket Tak Berlaku-Kompas.com

agak ngawur neh, kemaren katanya tiket dengan nama di identitas berlaku tanggal 1 september, tapi tiba2 tanggal 9 agustus uda harus sesuai dengan identitas.
terus gimana dong?
Kalo tanya hati para penumpang pun mereka sebenarnya gamau koq beli di CALO, tapi mau bagaimana keadaan lah yang harus membuat mereka beli di calo, ni gimana rencana mau pulang mudik koq malah dipersulit begini...
Kasian banget bagi 4100 orang yang sudah susah payah beli tiket itu....Sakit

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini sebenernya labil dan gak tegas, kemaren aja saya naik Gopar sama ABA masih bisa ngerokok
dan 3kali saya naik gopar cuma 1x diperiksa sesuai identitas apa enggak, parah nih PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

dan sangat kasian buat 4100 penumpang itu
kangen promoan kaya dulu lagi, ada tiap hari mulai dari H-40 dan akhirnya bisa dari H-90, gapapa cuma untuk K1, seenggaknya ada tiap hari Sedih
Reply
(15-08-2012, 05:13 PM)basweey Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini sebenernya labil dan gak tegas, kemaren aja saya naik Gopar sama ABA masih bisa ngerokok
dan 3kali saya naik gopar cuma 1x diperiksa sesuai identitas apa enggak, parah nih PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

dan sangat kasian buat 4100 penumpang itu

Iya saya bingung, kadang2 yang begini udah bertiket tapi harus dibuat ribet, lha tuh para pedagang masih pada bisa jualan di dalam kereta?
Lha kalo kayagitu bisa aja tuh penumpang nyamar jadi pedagang asongan buat naek KA.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
parah memang
oiya, setiap naik Gopar dari gambir gak pernah di periksa sesuai identitas
kalo mau ganti nama di tiket bisa kan ya? itu kayaknya cara caqlo tetep jual tiket deh
kangen promoan kaya dulu lagi, ada tiap hari mulai dari H-40 dan akhirnya bisa dari H-90, gapapa cuma untuk K1, seenggaknya ada tiap hari Sedih
Reply
(15-08-2012, 05:15 PM)Joe_cn Wrote:
(15-08-2012, 05:13 PM)basweey Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini sebenernya labil dan gak tegas, kemaren aja saya naik Gopar sama ABA masih bisa ngerokok
dan 3kali saya naik gopar cuma 1x diperiksa sesuai identitas apa enggak, parah nih PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

dan sangat kasian buat 4100 penumpang itu

Iya saya bingung, kadang2 yang begini udah bertiket tapi harus dibuat ribet, lha tuh para pedagang masih pada bisa jualan di dalam kereta?
Lha kalo kayagitu bisa aja tuh penumpang nyamar jadi pedagang asongan buat naek KA.

betul, lagi2 kebijakan inkonsisten PT Sepur yang sangat membingungkan, di sini nih yang ane gak demen peraturan dibuat, tapi yang jadi permasalahan sejauh mana peraturan itu ditegakkan dan diberlakukan, kalau fakta di lapangan seperti merokok di KA yang mana seharusnya penumpang ditegur atau diberi sangsi dengan diturunkan pada stasiun berikutnya, tapi kenyatannya petugas dilapangan seolah-olah cuek tidak menjalankan peraturan tersebut, kalau gini berarti SDM petugas di atas KA meski di reformasi
Reply
Pencurian Kabel Kereta di Sekitar Stasiun Tegal
Malam kemarin ceritanya mau mampir "sowan" ke Stasiun Tegal, eh katanya Bapak KS ada kasus pencurian Kabel di sekitar Stasiun Tegal
Saya langsung Cek TKP, dan ternyata benar ada pencuarian kabel kereta (di Gerbong Bagasi) Heran
[Spoiler=Rangkaian B, Angkutan Barang Dinas (dari YK)
Sedang stabling menunggu antrian perbaikan di BY Tegal]
[Image: wartegketeaapi.jpg][/Spoiler]

[Spoiler=Dilakukan olah TKP disekitar kejadian, Dipimpin langsung Kapolresta Tegal Kota dan Kanit Reskrim Polresta Tegal Kota beserta jajarannya]
[Image: wartegkeretaapi.jpg][/Spoiler]

[Spoiler=Barang bukti berupa selongsong kabel yang telah dilucuti isinya ditemukan di atas Gerbong YYW disekitar lokasi]
[Image: wartegkeretaapi.jpg][/Spoiler]

[Spoiler=Guna penyelidikan lebih lanjut Barang Bukti tersebut dibawa Kasatreskrim Polresta Tegal]
[Image: wartegkeretaapi.jpg][/Spoiler]

[Spoiler=KSB Tegal, menyaksikan langsung ]
[Image: wartegkeretaapi.jpg][/Spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(15-08-2012, 05:13 PM)basweey Wrote: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini sebenernya labil dan gak tegas, kemaren aja saya naik Gopar sama ABA masih bisa ngerokok
dan 3kali saya naik gopar cuma 1x diperiksa sesuai identitas apa enggak, parah nih PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

dan sangat kasian buat 4100 penumpang itu

Thread yg di SINI malah udah diberlakukan pemeriksaan tiket berdasarkan identitas tuch, Bang...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)