Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(08-03-2012, 02:01 PM)mdnboy Wrote:
(08-03-2012, 11:02 AM)bonbon Wrote: nggak masalah deh tiket bisa 1 tahun pun di pesen, tapi kereta nya dong di tambah atau maksimal jadi 13-15 kereta keq per set rangkaian dengan yg bisa di pesen tiketnya hanya 80 persen dari total tempat duduk, sisa nya 20 persen jual langsung di hari H

kalau begitu KAI mau gak mau harus menyediakan lok dengan power besar dong, kalau perlu dengan kekuatan sebesar 4400 HP Ngiler untuk menghadapi hal-hal seperti penambahan rangkaian

double lok udah cukup Big Grin atau couple dgn lok buta (tanpa kendali & ruang masinis)
(08-03-2012, 02:16 PM)enrico Wrote: kalo rangkaian di tambah butuh dana sangat besar karena gak semua stasiun bisa menampung lebih dari 12 kereta

nah soal itu sekalian di titip di RAPBN Perubahan 2012 Ngakak kali2 aja di acc Ngeledek
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Quote:Naik Kereta, Anggota TNI Dapat Diskon 50%
Panglima meminta anggota TNI diturunkan dari kereta jika tak punya karcis atau tak sesuai.


Panglima Tentara Nasional Indonesia, Laksamana Agus Suhartono, mengeluarkan Surat Telegram Nomor ST/196/2012. Surat tertanggal 24 Februari 2012 itu mengatur penggunaan karcis kereta api oleh anggota TNI.

Berdasarkan surat itu, pemberian tarif reduksi atau potongan dari harga umum untuk kereta kelas eksekutif sebesar 25 persen. Sedangkan untuk kelas bisnis dan ekonomi mendapat potongan sebesar 50 persen. "Ini hanya berlaku bagi anggota TNI," ujar Agus melalui siaran pers, Kamis 8 Maret 2012.

Ketentuan ini hanya berlaku untuk anggota TNI, tidak termasuk keluarga atau rombongan. Selain itu, potongan itu tak berlaku untuk kereta api lokal maupun tarif khusus.

Setiap anggota TNI yang ingin mendapatkan potongan harga, harus membeli tiket di loket stasiun. Anggota TNI juga harus menunjukkan KTA dan menyerahkan foto kopinya. Begitu pula saat pemeriksaan oleh petugas di atas kereta.

"Jika dalam KA terdapat anggota TNI yang tidak mempunyai karcis atau menggunakan karcis yang tidak sesuai dengan KA yang dinaiki, akan diturunkan pada kesempatan pertama atau stasiun terdekat," terang Panglima.

Untuk pengawasan dan ketertiban, Panglima memerintahkan kepada para Komandan Garnisun Tetap (Dangartap) untuk berkoordinasi dengan PT. KAI. Agus meminta para komandan Dangartap mencegah penyalahgunaan karcis reduksi TNI dan mengeliminasi pelanggaran anggota TNI terhadap ketentuan yang diterapkan PT. KAI.

"Mengingat masih adanya pelanggaran terhadap MoU oleh anggota TNI, agar masing-masing Komandan Satuan (Dansat) bertanggung jawab dan mewaspadai anggotanya yang kemungkinan terkena tindakan penurunan dari KA oleh petugas PT. KAI," tegas Panglima.

Sumber : vivanews.com
Reply
[Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

masih belum berfungsi di GMR, kemaren nemenin temen mau naek Gopar 28 masih bisa go show
Reply
(08-03-2012, 11:22 PM)omaniax Wrote:
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

masih belum berfungsi di GMR, kemaren nemenin temen mau naek Gopar 28 masih bisa go show

Mudah-mudahan jangan berfungsi. Soalnya saya kalau naik KA kadang sering go show NgeledekNgeledek
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(08-03-2012, 11:27 PM)Warteg Wrote:
(08-03-2012, 11:22 PM)omaniax Wrote:
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

masih belum berfungsi di GMR, kemaren nemenin temen mau naek Gopar 28 masih bisa go show

Mudah-mudahan jangan berfungsi. Soalnya saya kalau naik KA kadang sering go show NgeledekNgeledek

Kebijakan ada ada aja sih..... Orangkan kalo pergi kadang ada yang dadakan, apalagi kalo GoPar sama Cireks pasti ada yang dadakan..
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
(09-03-2012, 05:33 AM)Gregoriusparahyangan Wrote:
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

Kebijakan ada ada aja sih..... Orangkan kalo pergi kadang ada yang dadakan, apalagi kalo GoPar sama Cireks pasti ada yang dadakan..

Yang sangat disayangkan sih untuk KA jarak menengah, terutama Gopar. Untuk KA Gopar mobilitas penumpangnya lumayan tinggi dan penglajunya rata-rata dadakan semua

Berharap sih kebijakannya bisa ditolerir lagi, karena jujur sangat mengganggu dan meresahkan para penglaju dadakan (mahasiswa, dsb)
Ngambek
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(09-03-2012, 09:24 AM)Warteg Wrote:
(09-03-2012, 05:33 AM)Gregoriusparahyangan Wrote:
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

Kebijakan ada ada aja sih..... Orangkan kalo pergi kadang ada yang dadakan, apalagi kalo GoPar sama Cireks pasti ada yang dadakan..

Yang sangat disayangkan sih untuk KA jarak menengah, terutama Gopar. Untuk KA Gopar mobilitas penumpangnya lumayan tinggi dan penglajunya rata-rata dadakan semua

Berharap sih kebijakannya bisa ditolerir lagi, karena jujur sangat mengganggu dan meresahkan para penglaju dadakan (mahasiswa, dsb)
Ngambek

Benar banget ... Kalau pergi kan belum tentu ada rencana sebelumnya, misalnya ada sanak saudara yang tiba-tiba sakit, dan kita harus menjenguk naik KA ekonomi hari itu juga, kalau ndak bisa beli langsung, terpaksa naik transportasi lain dong ...
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
(10-03-2012, 09:35 AM)Ryzky_Widi Wrote:
(09-03-2012, 09:24 AM)Warteg Wrote:
(09-03-2012, 05:33 AM)Gregoriusparahyangan Wrote:
(08-03-2012, 11:08 PM)Warteg Wrote: [Spoiler=Penjualan tiket secara go show (repost, yang punya foto saya pinjam ya....)]

[Image: P1110120.jpg][/Spoiler]

Kebijakannya menyulitkan pengguna KA BetheBethe

Kebijakan ada ada aja sih..... Orangkan kalo pergi kadang ada yang dadakan, apalagi kalo GoPar sama Cireks pasti ada yang dadakan..

Yang sangat disayangkan sih untuk KA jarak menengah, terutama Gopar. Untuk KA Gopar mobilitas penumpangnya lumayan tinggi dan penglajunya rata-rata dadakan semua

Berharap sih kebijakannya bisa ditolerir lagi, karena jujur sangat mengganggu dan meresahkan para penglaju dadakan (mahasiswa, dsb)
Ngambek

Benar banget ... Kalau pergi kan belum tentu ada rencana sebelumnya, misalnya ada sanak saudara yang tiba-tiba sakit, dan kita harus menjenguk naik KA ekonomi hari itu juga, kalau ndak bisa beli langsung, terpaksa naik transportasi lain dong ...

yang bikin kebijakan ini kan enak.

Kata dia "enjoy aja lagi". "kan kalo gue (maaf) ada keperluan dadakan, gampang lah, gue tinggal telpon, pesen lokomotif, pesen KA Argo kek, KA Wisata kek, pokoknya KA kelas 1 lah + prami, dpt kereta, dpt tempat duduk (buat brp orang aja yg mau gue bawa buat keperluan dadakan). gampang kan?" "kan gue yg bikin kebijakan"

"kalo buat rakyat jelata, ya lo atur aja lah enaknya lo gimana"

ini katanya yg bikin kebijakan loh ya (dalam hati saya mengira-ngira)

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
Quote:Sindikat Pencuri Beraksi Di Kereta Eksekutif.

Hati-hati, komplotan pencuri kini sedang menyasar kereta api. Bukan cuma di kelas ekonomi, penumpang kelas eksekutif pun menjadi korban. Kasus terbaru menimpa seorang fotografer yang kehilangan kamera berikut perlengkapannya senilai Rp 25 juta.

Tommy Yuda Prasetya (35) menjadi korban pencurian saat menumpang KA Harina jurusan Bandung - Semarang. Ia naik kereta dari Bandung pada Minggu (11/3) pukul 22.00. Tripod serta tas berisi kamera Cannon 7D dan Lensa F12 50mm ia letakkan di bagasi.

Baru sebentar jalan, warga Pedurungan Tengah IV No 55A ini sudah kehilangan BlackBerry (BB). "Karena baterai habis, BB saya charge dan taruh di kursi. Tertidur sebentar, BB sudah hilang," katanya.

Karena merasa hal itu karena kecerobohannya sendiri, Yuda tidak mempermasalahkan. Setelah mengecek tas dan tripod masih di tepat semula, Ia pun melanjutkan tidur.

Yuda terbangun ketika kereta berhenti di Stasiun Pekalongan. Dilihatnya sebagian penumpang turun dan ada juga yang naik. Saat kereta mulai bergerak, jeritan seorang wanita memecah suasana. "Laptop wanita itu yang diletakkan di bagasi hilang. Tasnya masih tapi laptop telah diganti tumpukan majalah," jelasnya.

Melihat kejadian itu, Yuda buru-buru mengecek bagasi. Kekhawatirannya terbukti. Tripodnya sudah tidak berada di tempat. Dan betapa kagetnya ketika membuka tas, semua isinya telah lenyap. "Mungkin diambil pas saya tertidur tadi," kata pria yang mengaku membeli tiket Rp 220 ribu itu.

Pencurian itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan KA. Namun Yuda kecewa karena tanggapan yang diterimanya tidak memuaskan. Petugas disebutnya sama sekali tidak melakukan sesuatu untuk membantu menemukan barangnya yang hilang.

"Sampai Tawang saya lapor petugas lagi. Di situ saya baru tahu kalau kereta sekelas eksekutif tidak ada CCTV-nya. Padahal saya milih naik eksekutif yang mahal kan agar nyaman dan aman, ternyata sama saja," jengkelnya.

Menurut Yuda, pencurian pasti dilakukan oleh sindikat. Sebab menengok banyaknya barang penumpang yang hilang, tidak mungkin pencurian dilakukan oleh satu orang. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polrestabes Semarang, Senin (12/3) pagi. Sampai kemarin kasus masih dalam penyelidikan.

Sumber : suaramerdeka.com
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)