Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(04-03-2012, 09:33 PM)aditnugie Wrote: (04-03-2012, 08:58 PM)bonbon Wrote: ngemeng2 busway di GMR, nape nggak bikin aja koridor sendiri (mksdnya "TransJakarta" PT. Kereta Api Indonesia (Persero), apalagi kan kabarnya DAMRI & PPD mau di akusisi), yg bisa men koneksi kan antara PSE - GMR ataupun bisa di lanjut ke THB (yg stasiun ini cukup sulit, macednya naudzubillah minzalik) tapi menggunakan sebagian jalur yg biasa di gunakan TJ.
nah ini yang ane tunggu-tunggu. Memang yang diperlukan transportasi antar moda yang benar-benar terintegrasi seperti ini yang bisa menghubungkan Gmr-PSE dan Gmr-THB. Soalnya ane kalo turun gambir mau ke pulang ke rumah di daerah Serpong mesti oper ojek dulu ke THB baru naik kereta lagi. Udah gitu ongkos ojeknya lumayan dari Gmr ke THB minta 25rb. Apalagi sekarang Comline dari Serpong cuma sampe THB kalau mau tetep naik Commline dari SRP ke Gmr mesti sambung menyambung.
bukankah dari gambir ada busway yg langsung smp ke senen yg haltenya deket atrium itu??? emang masih agak jauh sih dari PSE.
kalo dari GMR mau ke THB trs lanjut ke Serpong bukankah lebih murah kalo dari GMR nyambung naik KRL AC ke JAKK trs naik KRL lagi ke THB??? Emang selisihnya brp ya kalo sambung-menyambung gitu ketimbang naik ojek lgsng gitu????
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
(04-03-2012, 10:15 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (04-03-2012, 09:33 PM)aditnugie Wrote: (04-03-2012, 08:58 PM)bonbon Wrote: ngemeng2 busway di GMR, nape nggak bikin aja koridor sendiri (mksdnya "TransJakarta" PT. Kereta Api Indonesia (Persero), apalagi kan kabarnya DAMRI & PPD mau di akusisi), yg bisa men koneksi kan antara PSE - GMR ataupun bisa di lanjut ke THB (yg stasiun ini cukup sulit, macednya naudzubillah minzalik) tapi menggunakan sebagian jalur yg biasa di gunakan TJ.
nah ini yang ane tunggu-tunggu. Memang yang diperlukan transportasi antar moda yang benar-benar terintegrasi seperti ini yang bisa menghubungkan Gmr-PSE dan Gmr-THB. Soalnya ane kalo turun gambir mau ke pulang ke rumah di daerah Serpong mesti oper ojek dulu ke THB baru naik kereta lagi. Udah gitu ongkos ojeknya lumayan dari Gmr ke THB minta 25rb. Apalagi sekarang Comline dari Serpong cuma sampe THB kalau mau tetep naik Commline dari SRP ke Gmr mesti sambung menyambung.
bukankah dari gambir ada busway yg langsung smp ke senen yg haltenya deket atrium itu??? emang masih agak jauh sih dari PSE.
kalo dari GMR mau ke THB trs lanjut ke Serpong bukankah lebih murah kalo dari GMR nyambung naik KRL AC ke JAKK trs naik KRL lagi ke THB??? Emang selisihnya brp ya kalo sambung-menyambung gitu ketimbang naik ojek lgsng gitu????
memang ada busway dari halte Gambir 2 ke Senen cuma masalahnya halte Busway yang di Senen masih cukup jauh dengan PSE. Bukannya sejak berlakunya Comline Loop line tidak ada lagi KRL dari JAKK ke THB ya? yang ada JNG-PSE-THB-MRI-BOO. Kalo sambung menyambung lebih irit menurut ane (selisih 10rban) cuma cukup memakan waktu. Kalo dari Serpong nanti transit THB terus ganti Comline ke MRI. Dari MRI naik lagi Comline jurusan JAKK (3 kali sambung menyambung dari SRP - Gmr). Ongkos SRP-MRI 6rb;MRI-Gmr 6rb.
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(04-03-2012, 11:27 PM)aditnugie Wrote: (04-03-2012, 10:15 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (04-03-2012, 09:33 PM)aditnugie Wrote: (04-03-2012, 08:58 PM)bonbon Wrote: ngemeng2 busway di GMR, nape nggak bikin aja koridor sendiri (mksdnya "TransJakarta" PT. Kereta Api Indonesia (Persero), apalagi kan kabarnya DAMRI & PPD mau di akusisi), yg bisa men koneksi kan antara PSE - GMR ataupun bisa di lanjut ke THB (yg stasiun ini cukup sulit, macednya naudzubillah minzalik) tapi menggunakan sebagian jalur yg biasa di gunakan TJ.
nah ini yang ane tunggu-tunggu. Memang yang diperlukan transportasi antar moda yang benar-benar terintegrasi seperti ini yang bisa menghubungkan Gmr-PSE dan Gmr-THB. Soalnya ane kalo turun gambir mau ke pulang ke rumah di daerah Serpong mesti oper ojek dulu ke THB baru naik kereta lagi. Udah gitu ongkos ojeknya lumayan dari Gmr ke THB minta 25rb. Apalagi sekarang Comline dari Serpong cuma sampe THB kalau mau tetep naik Commline dari SRP ke Gmr mesti sambung menyambung.
bukankah dari gambir ada busway yg langsung smp ke senen yg haltenya deket atrium itu??? emang masih agak jauh sih dari PSE.
kalo dari GMR mau ke THB trs lanjut ke Serpong bukankah lebih murah kalo dari GMR nyambung naik KRL AC ke JAKK trs naik KRL lagi ke THB??? Emang selisihnya brp ya kalo sambung-menyambung gitu ketimbang naik ojek lgsng gitu????
memang ada busway dari halte Gambir 2 ke Senen cuma masalahnya halte Busway yang di Senen masih cukup jauh dengan PSE. Bukannya sejak berlakunya Comline Loop line tidak ada lagi KRL dari JAKK ke THB ya? yang ada JNG-PSE-THB-MRI-BOO. Kalo sambung menyambung lebih irit menurut ane (selisih 10rban) cuma cukup memakan waktu. Kalo dari Serpong nanti transit THB terus ganti Comline ke MRI. Dari MRI naik lagi Comline jurusan JAKK (3 kali sambung menyambung dari SRP - Gmr). Ongkos SRP-MRI 6rb;MRI-Gmr 6rb.
nyambung2 gini jd kayak naik bis kota ato mikrolet ya  abis dah waktu
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
05-03-2012, 07:43 AM
(This post was last modified: 05-03-2012, 07:47 AM by Dana Komuter.)
Perlu sedikit dijelaskan... tapi solusinya...
Begitu turun di GMR, sambung KRL AC CL (Ekonomi gak berhenti di Gambir) :
- Yang mau ke Serpong ke arah BOO dulu, turun di MRI. Sambung KRL dr BOO atau pun DP yg memutar / loop line ke JNG via THB. Turun di THB, sambung deh KRL AC CL ke Serpong...
- Yang mau ke Tangerang naik yg ke arah JAKK dulu, turun di JAKK ganti dg KRL AC CL feeder yg cuma mondar-mandir JAKK - KPB. Turun di KPB, sambung KRL AC CL loop Line JNG - BOO atau pun jg DP. Turun di DU / Duri. Naik deh KRL AC CL ke Tangerang.
- Yang mau ke Bekasi, cukup nunggu KRL AC CL ke Bekasi. Krn di GMR tersedia KRL AC CL ke dan dari BOO dan ke dan dari BKS.
Hehehe... sepintas agak ribet, tapi itulah kebijakan PT. KA melalui PT. KCJ-nya itu... Memang sangat disayangkan semua KA kec. Gopar gak singgah di JNG sih yah... Padahal cukup praktis dg adanya rangkaian KRL loop line JNG - KPB - DU - THB - DP / BOO yah...
Posts: 294
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
2
wah ngomong2 masalah integrasi antar moda transportasi, jadi keinget sama stasiun maguwo di jogja yang sudah terintegrasi antara bandara adi sucipto, stasiun maguwo, dan bus trans jogja, tapi sayangnya tidak banyak kereta yang berhenti stasiun maguwo apalagi K1 tidak ada yang berhenti.
gimana ya kalau shelter trans jakarta dipindahin masuk ke dalam areal stasiun gambir biar para penumpang bisa langsung menggunakan bus transjakarta, dan kalau bisa dibuka koridor baru trans jakarta yang langsung menuju ke bandara soekarno-hatta
Esok lusa boleh kita jumpa pula
Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
0
(05-03-2012, 10:06 AM)rangga.pradipta Wrote: wah ngomong2 masalah integrasi antar moda transportasi, jadi keinget sama stasiun maguwo di jogja yang sudah terintegrasi antara bandara adi sucipto, stasiun maguwo, dan bus trans jogja, tapi sayangnya tidak banyak kereta yang berhenti stasiun maguwo apalagi K1 tidak ada yang berhenti.
gimana ya kalau shelter trans jakarta dipindahin masuk ke dalam areal stasiun gambir biar para penumpang bisa langsung menggunakan bus transjakarta, dan kalau bisa dibuka koridor baru trans jakarta yang langsung menuju ke bandara soekarno-hatta
Lha baiknya begitu, mungkin yg akan terjadi protes dari ojekers..
Railfans yang juga teknisi komputer
Posts: 283
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
1
(08-03-2012, 08:23 AM)hishiro Wrote: (05-03-2012, 10:06 AM)rangga.pradipta Wrote: wah ngomong2 masalah integrasi antar moda transportasi, jadi keinget sama stasiun maguwo di jogja yang sudah terintegrasi antara bandara adi sucipto, stasiun maguwo, dan bus trans jogja, tapi sayangnya tidak banyak kereta yang berhenti stasiun maguwo apalagi K1 tidak ada yang berhenti.
gimana ya kalau shelter trans jakarta dipindahin masuk ke dalam areal stasiun gambir biar para penumpang bisa langsung menggunakan bus transjakarta, dan kalau bisa dibuka koridor baru trans jakarta yang langsung menuju ke bandara soekarno-hatta
Lha baiknya begitu, mungkin yg akan terjadi protes dari ojekers..
Shelter bus Transjakarta dimasukin? Kayaknya cukup gak mungkin mengingat tata ruang sta.gambir yang udah kayakgitu yang sebelah barat udah penuh sama damri,taksi,dll. yang timur emang keliatan sepi tapi ada drivethru dll. Yang mau kebandara soetta kebanyakan pake damri/taksi. XD
tapi menurut saya harus disosialisasikan tiket KA sesudah/sebelum keberangkatan dapat dijadikan tiket cadangan Commuterline,soalnya saya kasian kalo ketika tiba di sta.gambir harus turun kelantai dasar untuk membeli tiket lagi belum lagi jika dia sendirian atau barang bawaannya buanyak hehehe
CMIIW
Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
(11-03-2012, 10:10 AM)dnstywn Wrote: (08-03-2012, 08:23 AM)hishiro Wrote: (05-03-2012, 10:06 AM)rangga.pradipta Wrote: wah ngomong2 masalah integrasi antar moda transportasi, jadi keinget sama stasiun maguwo di jogja yang sudah terintegrasi antara bandara adi sucipto, stasiun maguwo, dan bus trans jogja, tapi sayangnya tidak banyak kereta yang berhenti stasiun maguwo apalagi K1 tidak ada yang berhenti.
gimana ya kalau shelter trans jakarta dipindahin masuk ke dalam areal stasiun gambir biar para penumpang bisa langsung menggunakan bus transjakarta, dan kalau bisa dibuka koridor baru trans jakarta yang langsung menuju ke bandara soekarno-hatta
Lha baiknya begitu, mungkin yg akan terjadi protes dari ojekers..
Shelter bus Transjakarta dimasukin? Kayaknya cukup gak mungkin mengingat tata ruang sta.gambir yang udah kayakgitu yang sebelah barat udah penuh sama damri,taksi,dll. yang timur emang keliatan sepi tapi ada drivethru dll. Yang mau kebandara soetta kebanyakan pake damri/taksi. XD
tapi menurut saya harus disosialisasikan tiket KA sesudah/sebelum keberangkatan dapat dijadikan tiket cadangan Commuterline,[b]soalnya saya kasian kalo ketika tiba di sta.gambir harus turun kelantai dasar untuk membeli tiket lagi belum lagi jika dia sendirian atau barang bawaannya buanyak hehehe[/b]
CMIIW
Bro dnstywn, bukannya untuk penumpang KA jarak jauh yang ingin nyambung Comline gak perlu beli tiket lagi ya?Soalnya sejak januari kemarin tiket KA jarak jauh bisa digunakan untuk naik commline kemanapun tujuannya. Tinggal ditunjukkan ke kondektur. Ane sudah konfirmasi langsung ke call center 121. Jadi ketika tiba di Gambir mau nyambung comline gak usah beli tiket comline lagi.Tunggu aja di peron 3 dan 4.
Posts: 2,096
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
33
(12-09-2008, 02:54 PM)bambie Wrote: bagi yg punya pic Sta Gambir yg dulu ( jadul ), boleh don dishare....
Thank's 
Nih:
Quote:yg merasa pnya foto ini pinjem yach
Make yourself usefull to other.
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
Cerita tentang kawasan SETASIUN GAMBIR (WELTEVREDEN) dari http://www.boedoet19a.com/2011/06/stasiu...reden.html
[spoiler=SETASIUN GAMBIR (WELTEVREDEN)]
![[Image: gambir.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/gambir.jpg) [/spoiler]
Di Jakarta banyak wilayah yang memiliki sejarah panjang. Salah satunya Gambir. Dulu daerah Ini disebut Weltevreden. Pembangunan wilayah ini ditujukan untuk kawasan pemerintahan Hindia Belanda.
Semula kawasan ini merupakan tanah rawa. Banyak Ilalang tumbuh di sana. Pemilik pertamanya adalah Anthony Paviljoen. Pada 1658 lahan ini disewakan kepada orang China.
Pada 1697. lahan yang oleh penyewanya dijadikan kebun sayur-mayur dan perkebunan tebu ini dibeli oleh Cornelis Chastelein. Cornelis membangun sebuah rumah dengan dua kincir penggilingan tebu. Mungkin dialah yang memberi nama Wdtevredcn. yang diartikan sungguh puas.
Kepemilikan wilayah Ini sempat beberapa kali berpindah tangan. Pada perkembangannya, sebagian dijadikan sebagai tempat peristirahatan. Sebagian lainnya untuk-lokasi pasar.
Akhirnya pada zaman Gubernur Jenderal Daen-dels kawasan Weltevreden dikembangkan menjadi pusat pemerintahan. menggantikan kedudukan kota lama Batavia. Ketika Itu kondisi kota lama semakin buruk karena wabah penyakit.
Sejak berkembang menjadi pusat pemerintahan, di Weltevreden banyak didirikan bangunan megah [Sejarah Kelurahan Gambir. 1984).
Beberapa bangunan Itu masih dapat disaksikan generasi sekarang, antara lain Istana Merdeka-eks kediaman gubernur jendral-di Jalan Medan Merdeka Utara sekarang. Di Jalan Medan Merdeka Selatan terdapat Balai Kota Jakarta dan Istana Wakil Presiden. DI Jalan Medan Merdeka Barat terdapat Museum Nasional dan Kementerian PeT- tahanan. Di Jalan Medan Merdeka Timur terdapat Gereja Imanuel.
Berbagai fasilitas Juga dibangun. Mula-mula Jalan kereta api. Pada 1900-an di muka kediaman gubernur Jenderal (kini Istana Merdeka) didirikan kantor telepon, taman, bioskop, hotel, dan alr mancur. Beberapa bangunan Ini telah dihancurkan karena pesatnya pembangunan fisik di zaman modern.
Secara resmi nama Gambir mulai dipakai pada , 1969. Mungkin nama ini berasal dari nama pohon yang pernah tumbuh di wilayah Ini, yakni gambir. Getah gambir merupakan ramuan untuk makan sirih. Tidak aneh wilayah Kebon Sirih berdampingan letaknya dengan wilayah Gambir.
Sebagian besar penduduk Gambir merupakan pendatang dari Jawa Barat. Mereka mulai menetap sekitar tahun 1950 karena adanya kekacauan oleh gerombolan DI/TII. Orang Jawa Tengah dan Jawa Timur Juga banyak yang menetap di sini karena Stasiun Gambir merupakan tempat persinggahan yang baik bagi orang-orang yang datang ke Jakarta.
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
|