Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
0
(03-03-2012, 08:04 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: (25-02-2012, 05:56 PM)Dana Komuter Wrote: (18-11-2011, 04:44 PM)bonbon Wrote: sepertinya gambir harus membangun 2 track & peron baru di sisi barat khusus penumpang KRL, atau stasiun baru khusus komuter tepat diatas jalan yg menuju medan merdeka utara dan dekat mesjid istiqal Kalau perlu 4 jalur tambahan... 2 utk langsiran lok yg mau pindah posisi dan 2 lagi utk langsiran rangkaian KA yang noatebe dilaluin KRL Ekonomi dan dahulu Ekonomi AC...
Soalnya Gambri dahului wkt masih di bawah konon juga cuma punya 4 jalur... Tapi jangan bayangin kepadatannya... Khan blm ada rangkaian KA Klas Argo... Jadi Fajar Utama dan Senja Utama pun masih bebas melanglang buana melalui stasiun ini...
tampaknya merenovasi gambir menyelesaikan 1 masalah yaitu macet di tiap2 pjl sepanjang lintas JAKK-GMR-MRI jadi berkurang, walaupun pada kenyataannya tidak berkurang drastis, macet tetap aja ada di jalan yg pernah dilintasi rel di sepanjang lintas tersebut.
tapi masalah baru justru timbul, yaitu dengan "memiskinkan" jalur rel di gambir menjadi 4, justru trafiknya sejak dielevasi smp skrg malah tambah padat sehingga 4 jalur yg ada malah tidak memadai. mungkin ini faktor X yg tidak diperhitungkan waktu mendesain jumlah jalur KA di gmr. ditambah lagi kebijakan waktu itu dengan memindahkan stasiun keberangkatan awal bbrp kereta dari jakarta kota ke gambir (khusus yg via GMR-MRI)
akhirnya bbrp kereta terpaksa "dibuang" ke pasar senen. liat bebannya pasar senen sekarang pada pagi, siang, sore sampai menjelang malam.
sekalipun nantinya manggarai menjadi semcam pusat kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak menengah dan jauh plus dengan program DDTnya, mungkin ada baiknya jumlah sepur di gambir ditambah dari 4 menjadi 6 ato 8. Lalu memindahkan ruang PPKA dari utara ke selatan, karena sering kali masinis dan kondektur terhalang pandangannya untuk melihat semboyan dari PPKA.
Masalah desain perluasan gambir, kita ndak usah bingung lah, orang2 kereta api cerdas, pintar dan kreatif. masalah klasik yg timbul ya hanya masalah DUIT alias DANA.
Ternyata di jaman sekarang kebutuhan akan angkutan kereta api malah bertambah pesat ya Seandainya kereta jauh startnya tidak dari GMR lagi gimana mas? Misal cuma dari JNG gt?
Railfans yang juga teknisi komputer
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(03-03-2012, 09:10 AM)hishiro Wrote: (03-03-2012, 08:04 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: (25-02-2012, 05:56 PM)Dana Komuter Wrote: (18-11-2011, 04:44 PM)bonbon Wrote: sepertinya gambir harus membangun 2 track & peron baru di sisi barat khusus penumpang KRL, atau stasiun baru khusus komuter tepat diatas jalan yg menuju medan merdeka utara dan dekat mesjid istiqal Kalau perlu 4 jalur tambahan... 2 utk langsiran lok yg mau pindah posisi dan 2 lagi utk langsiran rangkaian KA yang noatebe dilaluin KRL Ekonomi dan dahulu Ekonomi AC...
Soalnya Gambri dahului wkt masih di bawah konon juga cuma punya 4 jalur... Tapi jangan bayangin kepadatannya... Khan blm ada rangkaian KA Klas Argo... Jadi Fajar Utama dan Senja Utama pun masih bebas melanglang buana melalui stasiun ini...
tampaknya merenovasi gambir menyelesaikan 1 masalah yaitu macet di tiap2 pjl sepanjang lintas JAKK-GMR-MRI jadi berkurang, walaupun pada kenyataannya tidak berkurang drastis, macet tetap aja ada di jalan yg pernah dilintasi rel di sepanjang lintas tersebut.
tapi masalah baru justru timbul, yaitu dengan "memiskinkan" jalur rel di gambir menjadi 4, justru trafiknya sejak dielevasi smp skrg malah tambah padat sehingga 4 jalur yg ada malah tidak memadai. mungkin ini faktor X yg tidak diperhitungkan waktu mendesain jumlah jalur KA di gmr. ditambah lagi kebijakan waktu itu dengan memindahkan stasiun keberangkatan awal bbrp kereta dari jakarta kota ke gambir (khusus yg via GMR-MRI)
akhirnya bbrp kereta terpaksa "dibuang" ke pasar senen. liat bebannya pasar senen sekarang pada pagi, siang, sore sampai menjelang malam.
sekalipun nantinya manggarai menjadi semcam pusat kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak menengah dan jauh plus dengan program DDTnya, mungkin ada baiknya jumlah sepur di gambir ditambah dari 4 menjadi 6 ato 8. Lalu memindahkan ruang PPKA dari utara ke selatan, karena sering kali masinis dan kondektur terhalang pandangannya untuk melihat semboyan dari PPKA.
Masalah desain perluasan gambir, kita ndak usah bingung lah, orang2 kereta api cerdas, pintar dan kreatif. masalah klasik yg timbul ya hanya masalah DUIT alias DANA.
Ternyata di jaman sekarang kebutuhan akan angkutan kereta api malah bertambah pesat ya Seandainya kereta jauh startnya tidak dari GMR lagi gimana mas? Misal cuma dari JNG gt?
apa ndak kejauhan kalo dari JNG??? macetnya itu loh. depan ST. JNG kan padet banget.
kalo menurut saya sih, idealnya KA2 Argo dan eksekutif jgn semua brngkt dari GMR. lgpl disana musti langsir lok dulu, ndak praktis. kalo bisa sih KA. Argo startnya dari JAKK, eksekutif non argo dari GMR, cireks dan purwojaya dari GMR. Tapi kereta2 ini berhenti di Manggarai dan JNG untuk ngambil penumpang. Biar konsentrasi penumpang tidak terpecah di satu stasiun. Emang sih jd tambah lama, tp toh semua kereta kan tidak ada yg on time sempurna
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
(03-03-2012, 09:10 AM)hishiro Wrote: (03-03-2012, 08:04 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: (25-02-2012, 05:56 PM)Dana Komuter Wrote: (18-11-2011, 04:44 PM)bonbon Wrote: sepertinya gambir harus membangun 2 track & peron baru di sisi barat khusus penumpang KRL, atau stasiun baru khusus komuter tepat diatas jalan yg menuju medan merdeka utara dan dekat mesjid istiqal Kalau perlu 4 jalur tambahan... 2 utk langsiran lok yg mau pindah posisi dan 2 lagi utk langsiran rangkaian KA yang noatebe dilaluin KRL Ekonomi dan dahulu Ekonomi AC...
Soalnya Gambri dahului wkt masih di bawah konon juga cuma punya 4 jalur... Tapi jangan bayangin kepadatannya... Khan blm ada rangkaian KA Klas Argo... Jadi Fajar Utama dan Senja Utama pun masih bebas melanglang buana melalui stasiun ini...
tampaknya merenovasi gambir menyelesaikan 1 masalah yaitu macet di tiap2 pjl sepanjang lintas JAKK-GMR-MRI jadi berkurang, walaupun pada kenyataannya tidak berkurang drastis, macet tetap aja ada di jalan yg pernah dilintasi rel di sepanjang lintas tersebut.
tapi masalah baru justru timbul, yaitu dengan "memiskinkan" jalur rel di gambir menjadi 4, justru trafiknya sejak dielevasi smp skrg malah tambah padat sehingga 4 jalur yg ada malah tidak memadai. mungkin ini faktor X yg tidak diperhitungkan waktu mendesain jumlah jalur KA di gmr. ditambah lagi kebijakan waktu itu dengan memindahkan stasiun keberangkatan awal bbrp kereta dari jakarta kota ke gambir (khusus yg via GMR-MRI)
akhirnya bbrp kereta terpaksa "dibuang" ke pasar senen. liat bebannya pasar senen sekarang pada pagi, siang, sore sampai menjelang malam.
sekalipun nantinya manggarai menjadi semcam pusat kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak menengah dan jauh plus dengan program DDTnya, mungkin ada baiknya jumlah sepur di gambir ditambah dari 4 menjadi 6 ato 8. Lalu memindahkan ruang PPKA dari utara ke selatan, karena sering kali masinis dan kondektur terhalang pandangannya untuk melihat semboyan dari PPKA.
Masalah desain perluasan gambir, kita ndak usah bingung lah, orang2 kereta api cerdas, pintar dan kreatif. masalah klasik yg timbul ya hanya masalah DUIT alias DANA.
Ternyata di jaman sekarang kebutuhan akan angkutan kereta api malah bertambah pesat ya Seandainya kereta jauh startnya tidak dari GMR lagi gimana mas? Misal cuma dari JNG gt?
Susah sekali mas.
Di JNG ? Cuma punya 5 jalur.
Jalur 1 dan 2 khusus kedatangan, jalur 3 suka nganggur, jalur 4 dan 5 buat KRL.
Nah, kalau start dari JNG, bakalan susah lagi. Apalagi kalau misalnya kayak Sembrani, Argo Lawu, Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Muria, Argo Sindoro, Gajayana, dan Bima yang notabanenya waktunya sangat dekat.
Selain itu, di JNG juga sangat minim ruang untuk menunggu KA.
Selain itu, perjalanan KA yang ke/dari PSE bagaimana ? Ga akan ada jalan. Toh, keberangkatan Pagi dari PSE juga waktunya hampir sama dengan yg di GMR.
Mau pindah ke MRI ? Tambah sulit.
Mau ke JAKK ? Apa lagi, tambah sulit karena langsir loko bakalan susah.
Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Lagian perjalanan atau lalu lalang di GMR juga ga padat-padat amat kok. Karena sudah diatur menurut jadwal.
Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
0
Quote:Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Berarti perlu diperlebar gitu ya mas?
Railfans yang juga teknisi komputer
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
(03-03-2012, 11:07 AM)hishiro Wrote: Quote:Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Berarti perlu diperlebar gitu ya mas?
Iya.
Jadi, ada 2 jalur khusus CL.
Kalau pagi-pagi, sore, dan malam tuh selalu ngantri untuk masuk GMR
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(03-03-2012, 11:10 AM)CC203 35 Wrote: (03-03-2012, 11:07 AM)hishiro Wrote: Quote:Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Berarti perlu diperlebar gitu ya mas?
Iya.
Jadi, ada 2 jalur khusus CL.
Kalau pagi-pagi, sore, dan malam tuh selalu ngantri untuk masuk GMR
penambahan jalur di GMR ini, kira2 di kalangan petinggi KA merupakan prioritas ato bukan ya
mungkin perlu survey langsung di lapangan ato bikin kuisioner gitu kali ya yg diisi sm PPKA GMR yg bertugas
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 77
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
0
(03-03-2012, 04:31 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (03-03-2012, 11:10 AM)CC203 35 Wrote: (03-03-2012, 11:07 AM)hishiro Wrote: Quote:Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Berarti perlu diperlebar gitu ya mas?
Iya.
Jadi, ada 2 jalur khusus CL.
Kalau pagi-pagi, sore, dan malam tuh selalu ngantri untuk masuk GMR
penambahan jalur di GMR ini, kira2 di kalangan petinggi KA merupakan prioritas ato bukan ya
mungkin perlu survey langsung di lapangan ato bikin kuisioner gitu kali ya yg diisi sm PPKA GMR yg bertugas
Mungkin prioritas saat ini adalah ngejar rampungnya DT ke lintas Utara, Tengah dan Selatan mas, jadi lebih dicuekin gitu, nah kalo sudah mulai semrawut lalu lintasnya, baru pada sadar itu.. Maaf kalau kurang berkenan, namanya juga juga pendapat saja.. 
Railfans yang juga teknisi komputer
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(03-03-2012, 06:59 PM)hishiro Wrote: (03-03-2012, 04:31 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: (03-03-2012, 11:10 AM)CC203 35 Wrote: (03-03-2012, 11:07 AM)hishiro Wrote: Quote:Menurut saya, cara terbaik yaa menambah jalur di Stasiun GMR.
Berarti perlu diperlebar gitu ya mas?
Iya.
Jadi, ada 2 jalur khusus CL.
Kalau pagi-pagi, sore, dan malam tuh selalu ngantri untuk masuk GMR
penambahan jalur di GMR ini, kira2 di kalangan petinggi KA merupakan prioritas ato bukan ya
mungkin perlu survey langsung di lapangan ato bikin kuisioner gitu kali ya yg diisi sm PPKA GMR yg bertugas
Mungkin prioritas saat ini adalah ngejar rampungnya DT ke lintas Utara, Tengah dan Selatan mas, jadi lebih dicuekin gitu, nah kalo sudah mulai semrawut lalu lintasnya, baru pada sadar itu.. Maaf kalau kurang berkenan, namanya juga juga pendapat saja.. 
kalo secara logika dan realitas, nampaknya pendapat bung ada benarnya. Ntar kalo Gmr udh semangkin ruwet trafficnya, baru dah repot (seperti biasa, jangan sedia payung sebelum hujan  )
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Seandainya kereta jauh startnya tidak dari GMR lagi gimana mas? Misal cuma dari JNG gt?
Perbedaan2 yang ada dari kedua stasiun ini :
1. Lahan parkir kendaraan pribadi nihil utk di JNG. Kalau pun ada, pasti parkirnya paralel dan akan menambah kemacetan di ruas jalan pinggir stasiun. Karena harus berjibaku dg angk. umum macem bus2 yg gak mau kalah saing ama taksi dan bajaj. Blom lagi pr sanak kerabat yg bersalam2an ala perpisahan atau pun yg pd habis jemput yg baru turun dr KA.
2. Selain mengganggu perjalanan KA dari berbagai arah, stasiun JNG masih blom maksimal utk melayani perjalanan KRL Jabodetabek dan KA Ekonomi Rangkas Bitung - Purwakarta pp. Apalagi yg jarak menengah dan jauh...
3. Kesemrawutan angk. umum di JNG bukan main buat mereka yg msh bingung akan Jakarta tanpa petunjuk.
4. PPKA JNG harus bener2 ekstra dan para masinis pun harus sigap karena jalur langsiran lok aja masih keganggu ama Gapeka KA jarak menengah, jauh dan komuter Jabodetabek. Jadi mending cukup di Gambir saja yang mengalami tersendatnya Gapeka krn padatnya Gapeka di jam2 tertentu.
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(03-03-2012, 08:18 PM)Dana Komuter Wrote: Seandainya kereta jauh startnya tidak dari GMR lagi gimana mas? Misal cuma dari JNG gt?
Perbedaan2 yang ada dari kedua stasiun ini :
1. Lahan parkir kendaraan pribadi nihil utk di JNG. Kalau pun ada, pasti parkirnya paralel dan akan menambah kemacetan di ruas jalan pinggir stasiun. Karena harus berjibaku dg angk. umum macem bus2 yg gak mau kalah saing ama taksi dan bajaj. Blom lagi pr sanak kerabat yg bersalam2an ala perpisahan atau pun yg pd habis jemput yg baru turun dr KA.
2. Selain mengganggu perjalanan KA dari berbagai arah, stasiun JNG masih blom maksimal utk melayani perjalanan KRL Jabodetabek dan KA Ekonomi Rangkas Bitung - Purwakarta pp. Apalagi yg jarak menengah dan jauh...
3. Kesemrawutan angk. umum di JNG bukan main buat mereka yg msh bingung akan Jakarta tanpa petunjuk.
4. PPKA JNG harus bener2 ekstra dan para masinis pun harus sigap karena jalur langsiran lok aja masih keganggu ama Gapeka KA jarak menengah, jauh dan komuter Jabodetabek. Jadi mending cukup di Gambir saja yang mengalami tersendatnya Gapeka krn padatnya Gapeka di jam2 tertentu.
membaca pengamatan bung dana saya jadi
ndak kebayang kalo memang andai kata bilamana terjadi, JNG jd starting point KA2 jarak jauh dan menengah. Sumpek nan semrawutnya
sekedar sharing: waktu pertama kalinya ke gambir tahun 2011 sejak tahun 2007, perubahannya drastis banget ya. Lahan dibawah yg tadinya kosong melompong, skrg bnyk toko2, restauran dsbnya. Apa ini karena Gambir ingin tampil sebagaimana layaknya bandara???? Maksudnya memanjakan penumpang dan pengantar dengan fasilitas2 yg tersedia.
Cuma sayangnya kalo mau ke halte busway harus jalan jauh dikit, coba tuh halte agak masuk ya
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
|