Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Merak Jaya yang telah tiada
#71
Alasan merak jaya dihapus setahu saya karena banyak penumpang bandel yg gak mau beli tiket dan BLBin kereta karena dulu setahu saya hukumnya belum begitu tegas , tapi sekarangkan beda , KPnya sekarang tegas (maybe) , bisa mungkin dicoba lagi JAKK-MER dengan susunan 1 BP + 2 k1 +KM2 + 4 k2 , atau kalo bisa BD-MER via SI seandainya jalurnya udah clear , tapi hal ini mungkin ga segampang itu mengingat sekarang KAI kekurangan armada , semua kuserahkan ke pak dirut deh :p
Reply
#72
(30-01-2012, 11:23 AM)Tedy_Cirex Wrote: Alasan merak jaya dihapus setahu saya karena banyak penumpang bandel yg gak mau beli tiket dan BLBin kereta karena dulu setahu saya hukumnya belum begitu tegas , tapi sekarangkan beda , KPnya sekarang tegas (maybe) , bisa mungkin dicoba lagi JAKK-MER dengan susunan 1 BP + 2 k1 +KM2 + 4 k2 , atau kalo bisa BD-MER via SI seandainya jalurnya udah clear , tapi hal ini mungkin ga segampang itu mengingat sekarang KAI kekurangan armada , semua kuserahkan ke pak dirut deh :p

Sedikit menilik sejarahnya, dulu stamformasi Kereta ini adalah 2K1 + KMP + 4K2. Harga K1 = Rp50.000 sedangkan K2 = Rp25.000. Okupansinya hanya 60%. Merasa aneh aja, batas Kereta bisa terus berjalan kan 60% okupansinya, tapi kenapa ini diberhentikan ya ?.

Rutenya pun diubah menjadi Rangkasbitung - Jakarta dengan Kelas Bisnis saja, Rp15.000. Yaa, akibat pnp yg tidak membeli tiket lah Kereta ini menjadi berhenti beroperasi..

Namun, jika kita lihat keadaan pasar sekarang, apakah mungkin KA Merak Jaya dihidupkan kembali dengan stamformasi 2K1 + KMP + 4K2 ? Mirip seperti Parahyangan. Saya pribadi yakin bisa jika peraturan menjadi lebih tegas dan waktu temput dipercepat. Bisa jadi feeder juga jika ada penumpang dari Merak yang ingin ke luar kota. Tapi, kalo bisa rutenya diubah jadi Merak-Gambir. Dengan jam yg strategis. Jadi, tiba di GMR sebelum KA ke Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malan, dan Surabaya.

Kalau bisa, tiba di GMR pukul 15.00, jam-jam segitu lintas masih sepi. Dengan begitu, penumpang dari Merak bisa menggunakan KA ini sebagai feeder. Namun, KA Patas Merak juga tetap ada. Nah, masalahnya, cuma pemberangkatan ke Merak aja yang susah.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#73
(30-01-2012, 12:41 PM)CC203 35 Wrote:
(30-01-2012, 11:23 AM)Tedy_Cirex Wrote: Alasan merak jaya dihapus setahu saya karena banyak penumpang bandel yg gak mau beli tiket dan BLBin kereta karena dulu setahu saya hukumnya belum begitu tegas , tapi sekarangkan beda , KPnya sekarang tegas (maybe) , bisa mungkin dicoba lagi JAKK-MER dengan susunan 1 BP + 2 k1 +KM2 + 4 k2 , atau kalo bisa BD-MER via SI seandainya jalurnya udah clear , tapi hal ini mungkin ga segampang itu mengingat sekarang KAI kekurangan armada , semua kuserahkan ke pak dirut deh :p

Sedikit menilik sejarahnya, dulu stamformasi Kereta ini adalah 2K1 + KMP + 4K2. Harga K1 = Rp50.000 sedangkan K2 = Rp25.000. Okupansinya hanya 60%. Merasa aneh aja, batas Kereta bisa terus berjalan kan 60% okupansinya, tapi kenapa ini diberhentikan ya ?.

Rutenya pun diubah menjadi Rangkasbitung - Jakarta dengan Kelas Bisnis saja, Rp15.000. Yaa, akibat pnp yg tidak membeli tiket lah Kereta ini menjadi berhenti beroperasi..

Namun, jika kita lihat keadaan pasar sekarang, apakah mungkin KA Merak Jaya dihidupkan kembali dengan stamformasi 2K1 + KMP + 4K2 ? Mirip seperti Parahyangan. Saya pribadi yakin bisa jika peraturan menjadi lebih tegas dan waktu temput dipercepat. Bisa jadi feeder juga jika ada penumpang dari Merak yang ingin ke luar kota. Tapi, kalo bisa rutenya diubah jadi Merak-Gambir. Dengan jam yg strategis. Jadi, tiba di GMR sebelum KA ke Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malan, dan Surabaya.

Kalau bisa, tiba di GMR pukul 15.00, jam-jam segitu lintas masih sepi. Dengan begitu, penumpang dari Merak bisa menggunakan KA ini sebagai feeder. Namun, KA Patas Merak juga tetap ada. Nah, masalahnya, cuma pemberangkatan ke Merak aja yang susah.


Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 3x dong di THB sama MRI
Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 2x dong di THB sama MRI ,trus harus ad jalur yg konekin antara jalur 6 dengan jalur 1 THB
Reply
#74
(30-01-2012, 12:49 PM)Tedy_Cirex Wrote:
(30-01-2012, 12:41 PM)CC203 35 Wrote:
(30-01-2012, 11:23 AM)Tedy_Cirex Wrote: Alasan merak jaya dihapus setahu saya karena banyak penumpang bandel yg gak mau beli tiket dan BLBin kereta karena dulu setahu saya hukumnya belum begitu tegas , tapi sekarangkan beda , KPnya sekarang tegas (maybe) , bisa mungkin dicoba lagi JAKK-MER dengan susunan 1 BP + 2 k1 +KM2 + 4 k2 , atau kalo bisa BD-MER via SI seandainya jalurnya udah clear , tapi hal ini mungkin ga segampang itu mengingat sekarang KAI kekurangan armada , semua kuserahkan ke pak dirut deh :p

Sedikit menilik sejarahnya, dulu stamformasi Kereta ini adalah 2K1 + KMP + 4K2. Harga K1 = Rp50.000 sedangkan K2 = Rp25.000. Okupansinya hanya 60%. Merasa aneh aja, batas Kereta bisa terus berjalan kan 60% okupansinya, tapi kenapa ini diberhentikan ya ?.

Rutenya pun diubah menjadi Rangkasbitung - Jakarta dengan Kelas Bisnis saja, Rp15.000. Yaa, akibat pnp yg tidak membeli tiket lah Kereta ini menjadi berhenti beroperasi..

Namun, jika kita lihat keadaan pasar sekarang, apakah mungkin KA Merak Jaya dihidupkan kembali dengan stamformasi 2K1 + KMP + 4K2 ? Mirip seperti Parahyangan. Saya pribadi yakin bisa jika peraturan menjadi lebih tegas dan waktu temput dipercepat. Bisa jadi feeder juga jika ada penumpang dari Merak yang ingin ke luar kota. Tapi, kalo bisa rutenya diubah jadi Merak-Gambir. Dengan jam yg strategis. Jadi, tiba di GMR sebelum KA ke Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malan, dan Surabaya.

Kalau bisa, tiba di GMR pukul 15.00, jam-jam segitu lintas masih sepi. Dengan begitu, penumpang dari Merak bisa menggunakan KA ini sebagai feeder. Namun, KA Patas Merak juga tetap ada. Nah, masalahnya, cuma pemberangkatan ke Merak aja yang susah.


Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 3x dong di THB sama MRI
Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 2x dong di THB sama MRI ,trus harus ad jalur yg konekin antara jalur 6 dengan jalur 1 THB

kalau berangkat dari GMR kalau gk mau keseringan puter loko, sebenernya masih ada cara lain agar puter lokonya cukup sekali, tapi konsekuensinya rute yang dilalui jadi lebih panjang..
yaitu berangkat dari GMR ke arah selatan, baru di JNG puter loko, dan selanjutnya dilewatkan PSE-kampungbandan-THB- sampai MER..

cuma ya itu tadi, rutenya jadi lebih panjang.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#75
(30-01-2012, 07:52 PM)Adolph Wrote:
(30-01-2012, 12:49 PM)Tedy_Cirex Wrote:
(30-01-2012, 12:41 PM)CC203 35 Wrote:
(30-01-2012, 11:23 AM)Tedy_Cirex Wrote: Alasan merak jaya dihapus setahu saya karena banyak penumpang bandel yg gak mau beli tiket dan BLBin kereta karena dulu setahu saya hukumnya belum begitu tegas , tapi sekarangkan beda , KPnya sekarang tegas (maybe) , bisa mungkin dicoba lagi JAKK-MER dengan susunan 1 BP + 2 k1 +KM2 + 4 k2 , atau kalo bisa BD-MER via SI seandainya jalurnya udah clear , tapi hal ini mungkin ga segampang itu mengingat sekarang KAI kekurangan armada , semua kuserahkan ke pak dirut deh :p

Sedikit menilik sejarahnya, dulu stamformasi Kereta ini adalah 2K1 + KMP + 4K2. Harga K1 = Rp50.000 sedangkan K2 = Rp25.000. Okupansinya hanya 60%. Merasa aneh aja, batas Kereta bisa terus berjalan kan 60% okupansinya, tapi kenapa ini diberhentikan ya ?.

Rutenya pun diubah menjadi Rangkasbitung - Jakarta dengan Kelas Bisnis saja, Rp15.000. Yaa, akibat pnp yg tidak membeli tiket lah Kereta ini menjadi berhenti beroperasi..

Namun, jika kita lihat keadaan pasar sekarang, apakah mungkin KA Merak Jaya dihidupkan kembali dengan stamformasi 2K1 + KMP + 4K2 ? Mirip seperti Parahyangan. Saya pribadi yakin bisa jika peraturan menjadi lebih tegas dan waktu temput dipercepat. Bisa jadi feeder juga jika ada penumpang dari Merak yang ingin ke luar kota. Tapi, kalo bisa rutenya diubah jadi Merak-Gambir. Dengan jam yg strategis. Jadi, tiba di GMR sebelum KA ke Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malan, dan Surabaya.

Kalau bisa, tiba di GMR pukul 15.00, jam-jam segitu lintas masih sepi. Dengan begitu, penumpang dari Merak bisa menggunakan KA ini sebagai feeder. Namun, KA Patas Merak juga tetap ada. Nah, masalahnya, cuma pemberangkatan ke Merak aja yang susah.


Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 3x dong di THB sama MRI
Masalahnya kalo dari GMR gimana cara.a? Puter lok 2x dong di THB sama MRI ,trus harus ad jalur yg konekin antara jalur 6 dengan jalur 1 THB

kalau berangkat dari GMR kalau gk mau keseringan puter loko, sebenernya masih ada cara lain agar puter lokonya cukup sekali, tapi konsekuensinya rute yang dilalui jadi lebih panjang..
yaitu berangkat dari GMR ke arah selatan, baru di JNG puter loko, dan selanjutnya dilewatkan PSE-kampungbandan-THB- sampai MER..

cuma ya itu tadi, rutenya jadi lebih panjang.


Kalo kayak gitu dijamin kalah sama tol Xie Xie mending sampe JAKK aja kan sekarang ada kebijakan tiket jarak jauh bisa dipake di comline jadi bagi penumpang yg mau melanjutkan dari JAKK ke GMR bisa
btw sepertinya harus ada perombakan peron 3 st.KPB mengingat itu peron cma muat 4 / 3 unit kereta , mungkin KA executive JAKK-MER bisa dioperasikan 2017 berbarengan DT dan elektrifikasi RK - MER , kalo hal itu terwujud mudah2an ada loko listrik yg melayani :gembira: amin :p
Reply
#76
(21-12-2011, 11:06 PM)aatea_goparmania Wrote:
(28-08-2011, 07:45 PM)D30180 Wrote: Jadi ingat dulu saat arus mudik tahun 2000an, KA Merak Jaya pernah diperpanjang sampe semarang kalo ndak salah sebagai KA Tambahan, waktu itu kalo ndak salah lewat pekalongan jam 7 dengan formasi lok BB304 + 5K2 + 1 KMP2.

wah
sampe PK om??
mantab bener tu simbah BB 304 masih kuat jalan sampe PK
Heran
skrg banteks juga cuma bawa 5-6 k3 nutrisari ma 1 kmp3 biasa (non nutrisari) tpi lokesnya udah CC 201
Sebagian rangkaiannya dihibahin ke RaJa kyknya
punten oot
tpi seru jg klo ada layanan K2 di jalur ini
minimal sampe RK lah
Xie Xie

ntar KAnya dibajak deh kaya KA RAJA

[Image: rangkasjaya.jpg]
Reply
#77
KA ini sudah almarhum...kayaknya threat ini perlu di tutup...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)