Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun - stasiun Rel Layang
#1
Kita mengenal stasiun - stasiun KA dengan bentangan rel layang alias di jembatan layang gak lain di petak antara stasiun Jayakarta sampai Cikini dan stasiun Kamp. Bandan atas yg sampai skr ini blom terpakai lagi. Semuanya notabene di Jakarta. Terus adakah stasiun2 layang selain di Jakarta? Maksud aku yah dalam wujud sebuah jembatan layang yah... bukan di atas bukit tentunya krn di atas bukit khan sudah pasti ada / menyatu dg permukaan tanahnya.

Ini bbrp hasil jepretan foto dari aku :

[Image: 161020118185.th.jpg]


[Image: 161020118188.th.jpg]


[Image: 161020118191.th.jpg]

Jangan salah paham dulu... Stasiun ini gak seperti stasiun Cikini yang pernah terbakar hebat waktu dekade tahun 1990-an sekitar 1 atau 2 th stl rel layang pertama kali dioperasiin alias wkt staisun Cikini masih melayani trayek KRL Ekonomi dr Bogor ke Jakarta doank... Yang ini stasiun Gondangdia sedang bebenah... Meski banyak petugas blanwir, tapi tugas mereka menyemprot seisi sudut dan sekitaran lantai stasiun pada lantai dasarnya itu.
Playboy
N.B.
Kebetulan aku coba search sulit dan nampaknya memang blom ada judul tentang rel layang atau pun stasiun Gondangdia. Jadi, apa salahnya kalau aku cantumin judul dengan nama rel layang demi bermaksud gak cuma di lintas Kota - Manggarai saja jika memang ada sih...

Reply
#2
Ooo.... itu to kang????
Oh ya, kang, dalam perubahan jadwal KRL ini, saya mendapatkan pamflet yang bertuliskan tentang pentarifan, yaitu :

".... Penumpang yang akan melaksanakan perjalanannya dengan tujuan stasiun transit / Lingkar Jakarta (Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai, Stasiun Layang, Jakarta Kota & Sebaliknya) hanya menggunakan 1 (satu) tarif walaupun berganti KRL...."

Berarti dari Serpong mau ke Juanda cukup bayar 6000 doang ya....
tapi kok dari juanda ga ada tulisannya loket yang jual arah ke Serpong????BingungBingung

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#3
Saya masih ga ngerti rel layang gimana maksudnya walaw uda ngeliat gambarnya.....
apa juga seperti sta Gambir itu yang relnya di atas gitu?

Kalo yang seperti itu di luar jakarta nampaknya tak ada dhe......

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#4
(07-12-2011, 06:38 PM)samnawi Wrote: Ooo.... itu to kang????
Oh ya, kang, dalam perubahan jadwal KRL ini, saya mendapatkan pamflet yang bertuliskan tentang pentarifan, yaitu :

".... Penumpang yang akan melaksanakan perjalanannya dengan tujuan stasiun transit / Lingkar Jakarta (Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai, Stasiun Layang, Jakarta Kota & Sebaliknya) hanya menggunakan 1 (satu) tarif walaupun berganti KRL...."

Berarti dari Serpong mau ke Juanda cukup bayar 6000 doang ya....
tapi kok dari juanda ga ada tulisannya loket yang jual arah ke Serpong????BingungBingung
Maksudnya itu dari Manggarai ke Jakarta Kota via Gambir yang berarti melalui jembatan KA. Jadi kita istilahin "rel layang". Bukan tergambar seperti monorail yang ada di luar negeri atau pun Aeromovel di Taman Mini, Jakarta Timur. Pengalaman aku naek KRL AC Commuter Line dr Kamp. Bandan mau ke Serpong dikasih karcis lupa rutenya dari mana tapi - (strip) Serpong Rp 6.000,00 yang berarti sampai di Tn. Abang kata penjaga loket disuruh ganti KRL AC Commuter Libne utk rute Tn. Abang - Serpong. Entah pas di dalem KRL AC CL mesti bayar lg nambah Rp 6.000 atau tidak, yang jelas sayangnya krn nunggu lama -+ 1,5 jam-an lg bru dateng, aku tuker karcis jadi Rp 1.500 alias naek KA Lokal alias Langsam ke Rangkas Bitung yg jelas gak kena urusan soal oper - operan / overstappen ala PT. KCJ atau pun KRL - KRL Jabodetabek.

Jadi...
Back on Topic
Stasiun rel layang itu di mana pun tempatnya nampaknya baru ada di Jakarta saja.

Reply
#5
thank's Infonya kang.....
tapi di Jakarta,selain Stasiun Cikini - Jayakarta, dan Kamp. Bandan, ada lagi Kang, di TMII, hehehe....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#6
Salah satu situasi yang mengenaskan dari stasiun di kebanyakan rel layang JAKK - MRI :

[Image: 18bwuq.jpg]
Lokasi -> Stasiun Gondangdia sisi utara.

Pertanyaan :
Kenapa di stasiun ini gak difungsiin pada sisi selatannya utk keluar - masuk stasiun dari dan menuju peron? Gak spt Sawah Besar. Yang ada di sisi selatan berdebu, mati suri dan kumuh total... Gak terpikir spt di Jepang yang mana kebanyakan para ibu muda yg menitip anak mrk di play group penitipan anak selama kedua ortunya bekerja.

Reply
#7
dari awal pengoperasian Jalur KA layang, banyak fasilitas2 dan lahan2 PT KA yg mangkrak dan tidak berfungsi maksimal. Sebagian beralih fungsi dan disewakan menjadi kios2. Sebagian lagi dipakai untuk urusan "kependudukan" tunawisma dan semacamnya. Belum lagi rawan kriminalitas dan kumuh.\

Mungkin waktu perencanaan dulu, mereka yang merencanakan jalur KA layang ini bermimpi untuk bisa seperti Jepang. Tapi sayang, mimpinya cuma mimpi. Saat itu masyarakat belum siap dengan konsep jalur KA layang, bahkan bertahun2 kemudian sepertinya masyarakat masih saja belum siap dan terbiasa dengan jalur KA layang.

Ketidakpedulian, keegoisan dan sifat2 negatif sebagian pengguna transportasi kereta api membuat stasiun2 KA di jalur layang (kecuali Gambir) tidak bisa menjadi kebanggaan warga Jakarta.

Padahal kalo saja PT KA waktu itu mempersiapkan dengan baik manajemen pasca peresmian jalur KA layang, mungkin saja stasiun2 ini tidak sejelek seperti sekarang.

Tapi setidaknya (sejak saya liat lagi mulai Juni 2011 - sekarang) tampaknya mulai ada perubahan yg agak membaik. Di tiap stasiun2 KA layang mulai ada PAP, lengkap dengan pengumuman dan genta kedatangan dan keberangkatan KA. Kekumuhan masih ada tapi tampaknya sudah mulai berkurang. Setidaknya 2 hal ini yang biasa saya saksikan.

Mohon maaf jika opini saya mungkin kurang objektif dikarenakan perut yg sangat2 keroncongan di pagi hari

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#8
1 lagi foto di stasiun yang sama :

[Image: 2rdz3mq.jpg]
Ini sejak kapan yah bantalannya lain sendiri? Apa sama2 tipe R54 gitu? Tapi khan mengingat belum sekali pun seumur hidup aku lihat ada kereta kirow Plasseur & Threurrer melintas apalagi rangkaian gerbong barang pasca rel sudah di atas, jadi ini dikerjakan siapa yah kalau saja ini bener bantalannya sempet diganti entah baru2 ini mungkin?

Reply
#9
untuk saat ini memang hanya ada 7 buah elevated stations di indonesia. jika rel daerah semarang dibuat elevated dalam proyek double track, juga rencana surabaya elevated track, dan bandung, maka akan semakin banyak jumlah elevated stations di indonsia.

itu belum termasuk elevated stations untuk mrt mulai dari lebakbulus-blok m.

(08-12-2011, 09:55 AM)samnawi Wrote: thank's Infonya kang.....
tapi di Jakarta,selain Stasiun Cikini - Jayakarta, dan Kamp. Bandan, ada lagi Kang, di TMII, hehehe....

mas iwan,
menurut saya, kampung bandan atas bukan termasuk elevated station, meskipun dia ada diatas st. kp bandan. melainkan masih termasuk kategori "at grade" station karena memang secara fisik bangunannya masih menempel tanah. meskipun tanahnya berupa urugan tinggi.
------------------------------------------

Quote:untuk elevated stations mri-jakk, masing2 memiliki warna dasar cat yang berbeda2. yaitu:

-jayakarta= merah
-manggabesar=oren
-sawahbesar=pink
-juanda=biru
-gambir=hijau
-gondangdia=kuning
-cikini=krem
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#10
....dan jangan lupa... di salah satu stasiun Rel Layang situasi toiletnya seperti ini nih...:

[Image: nqu0j6.jpg]
dan hasilnya pun seperti ini :

[Image: ydsaw.jpg]
Pernah aku masukin ke thread ini http://semboyan35.com/showthread.php?tid=2304 dan gak pernah bosen2nya aku posting agar teman2 sekalian gak kena jebakan maut ketumpahan air seni kita sendiri. Cukup aku saja nampaknya...

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)