Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(20-10-2011, 12:16 PM)dedy vh Wrote: kalau itu seperti nya jauh sih ! malah sekarang sedang mendekati on the track alias mengarah ke arah perusahaan sehat karena sudah dapat mencatak laba yang lumayan lah dari pada rugi.
Ya semoga gak cuma cari untung saja ya mas. Semoga pelayanannya juga diperhatikan dan semakin baik, biar penumpang bisa senang menggunakan Kereta Api, dan akhirnya menjadi konsumen loyal, dan membuat untung PT. KAI naik terus deh
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 163
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
1
Andai PT KA juga mempunyai mitra atau malah anak perusahaan yg handal dalam bidang tour and travel, kenapa ga buat paket wisata dengan KA seperti ke museum KA Ambarawa atau ke Borobudur, Prambanan dll. Promo nya sampai luar negeri, tarif sudah dipaket dll.
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Jaman awal2 KA Argo diluncurkan jamannya di mana ketenaran pada KA Klas 1 di era Perumka. Dahulu masih terasa perbedaan yang mana K1 untuk Patas biasa dan bener2 Klas Argo. Yang nyata berupa jok dan dinginnya rangkaian K1. Skarang malah gak ada bedanya naik K1 Argo atau pun yang biasa. Namun, kekurangannya pun ada di balik kelebihan yg udah aku sebutin... Kala Perumka masih berjaya, K1 cuma untuk segelintir orang berduit tebal dan dinikmati secara perorangan alias gak gitu massalnya. Maksud aku yah... siapapun blom bisa masuk secara massal kalau gak berkarcis duduk. Malahan utk Komuter gak terbayangkan akan adanya Klas AC sekalipun Jakarta, Surabaya, Semarang dan di mana pun kotanya panas sangat menusuk ke urat nadi...
Kini, kita menunggu penantian lahirnya kemajuan dengan terobosan KA bawah tanah, banyak Klas AC dan Ekonomi AC, penggandaan rel KA dan masih banyak lagi.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(17-10-2011, 05:26 PM)glock 28 Wrote: menurutku...lbh baik perum drpd PT...
aku merasakan sendiri, gmna waktu PJKA, ganti Perumka kemudian jadi PT KA..
aku melihat ada beda motivasi kerja pada bapakku... (pegawai sintelis..)
beliau begitu semangat & mencintai pekerjaannya (loyalitas tanpa pamrih..) saat PJKA ataupun Perumka...bahkan jaman Perumka, semangatnya semakin nampak..
tapi begitu ganti jadi PT>>> langsung gembos..kayak kerupuk kena air..
kenapa?? sekarang ini org2 kereta, kerja cuma mikirin duit.... ga ada "cinta" sama sekali..
begitu kata Almarhum yg aku ingat..
saya sangat tertarik dengan postingan ini...  memang sangat tepat... pada zaman PERUMKA.. seluruh awak PERUMKA melakukan pekerjaan dengan didasari rasa cinta pada KA dan kebanggan pada korps... sehingga pekerjaan dilakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati....
secara yang saya alami sendiri... mau pekerjaan apapun itu.. mau pegawai perush asing, peg. BUMN, peg Swasta, PNS, Wirausahawan/wati, Guru, Dokter, kurir bahkan pekerja "maaf" kasar sekalipun... ketika melakukan pekerjaan secara ikhlas dan didasari rasa cinta akan pekerjaannya... hasil kerjanya juga akan memuaskan "maaf saya ga boleh bilang sempurna... kana sempurna hanya milik Tuhan"  .. karena kalo kerja dengan ikhlas dan sepenuh hati.. maka kita akan berusaha membuat kerja kita jadi terbaik... karena akan ada sebuah kebanggaan tersendiri apabila hasil kinerja kita bisa membuat orang lain puas...
dan percaya ngga percaya seh.. Tuhan maha melihat... ketika hasil kerjaan yg dilakukan dengan ikhlas dan hasilnya memuaskan.. rezeki justru akan lebih banyak yang masuk... ketimbang kalo kita kerja cuman didasari uang... emang tidak bisa kita pungkiri... semua orang kerja buat cari uang... cuman ane rasain sendiri loh... kalo kita kerja ikhlas dan penuh totalitas dengan didasari cinta dan kebanggaan... hasilnya jauh lebih memuaskan ketimbang kerja keras kita didasari duit semata.. kalo kita cuman niat buat duit belaka... ngga ada itu yang namanya totalitas, ngga ada kreativitas, ngga ada yang namanya kebanggaan atas Korps, sense of belonging dll
dan monggo direnungkan... duit itu kan cuman sebagian kecil dari hasil kinerja kita toh.. justru yang lebih penting kan kerja keras yang didasari keikhlasan itu menimbulkan kepuasan dan kebanggaan tersendiri... dan duit atau rezeki2 lain juga akan mengalir dengan sendirinya... cuman yang lebih penting bukankah kebanggaan, hasil kinerja kita yang bermanfaat... dan lebih2 kepercayaan kepada kita
nah ketika membaca postingan njenengan... sangat wajar ketika kita rasakan hasil kinerja Korps PERUMKA yang didasari oleh keikhlasan, semangat pelayanan, kecintaan dan sense of belonging terhadap KA serta kebanggaan terhadap Korps.. menghasilkan output berupa kereta yang prima, nyaman dan bisa diandalkan... bahkan saya sangat ingat, saat itu banyak pengguna pesawat beralih ke KA.. terlepas dari faktor bahwa karna naik KA itu menghemat waktu.. sore/malem brangkat, trus bobo' di kereta yang nyaman.. paginya bisa beraktivitas kembali...
nah sekarang ketika orientasi awak operator sudah lain... bukan didasari semangat-semangat seperti era PERUMKA... ya mungkin bisa dimaklumi kalo hasil kinerjanya aga menurun dibanding dengan era sebelumnya..
jadi teringat juga postingan Mas Aditto tentang bagaimana keikhlasan dan kebanggaan korps KA saat itu
[spoiler]
(26-09-2011, 10:28 PM)aditto Wrote: ~EDITED
Dulu waktu saya kecil, waktu masih menikmati loko uap langsir bolak2 di stasiun BOO, saya masih melihat sedemikian banyak pekerja PJKA yang bangga dengan perusahaannya, bekerja selalu untuk melayani penumpang. Ya terakhir pada saat pakuan ekspress baru diluncurkan dengan rangkaian KRL Rheos stainless. Dimana petugas secara sigap menempatkan tangga kecil untuk penumpang pakuan ekspress yang mau naik (dulu peron masih rendah) dan membantu terutama wanita dan lansia untuk naik ke pakuan ...
Lha sekarang ... penumpang kejepit dimana2 ... krlnya dah ngeloyor ndak liat2 dulu ... hahaha ... [/spoiler]
layak untuk kita renungkan bersama
Salam,
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Quote:[spoiler=MTI : Perkeretapian Indonesia Menuju Kehancuran]
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kondisi perkeretapian lndonesia perlahan menuju kehancuran. Salah satunya ditandai dengan dana pemeliharaan prasarana (Infrastructure, Maintenance and Operation atau IMO) kereta api yang tidak dianggarkan.
"PSO (Public Service Obligation) kereta ekonomi (pun) dikurangi padahal pengguna meningkat," ungkap Djoko kepada Kompas.com via pesan teks, Senin ( 24/10/2011 ).
Kereta api juga tidak mendapat BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi. Bahkan, terang dia, angkutan barang kena PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.
Buruknya lagi, saat ini terdapat 348 unit kereta ekonomi dengan 47 persen dari jumlah tersebut tak layak operasi. Alias, usianya sudah di atas 30 tahun sehingga rawan keselamatan.
Sementara itu, Djoko menyebutkan, kondisi moda jalan raya, kecuali angkutan umum yang kian terpuruk, makin berjaya. Ini ditandai dengan tersedianya dana pemeliharaan jalan, mendapat BBM bersubsidi, tak ada PPn untuk angkutan barang. "(Jadi sebanyak) 89 persen BBM subsidi dinikmati transportasi darat. Sisanya, untuk transportasi air sebanyak 1 persen, rumah tangga 6 persen, usaha kecil 1 persen, perikanan 3 persen. Di mana dari jumlah itu 93 persen (dimanfaatkan) oleh kendaraan pribadi, yang terdiri dari sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi sebesar 53 persen," sebut Djoko.
Jadi, ia menilai Kemenkeu dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak dapat diharapkan memulihkan transportasi massal, seperti mengalihkan BBM bersubsi kendaraan. "Sangat diperlukan political will dan komitmen dari Presiden atau Wakil Presiden," harap dia. [/spoiler]
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
Eh? Ternyata KA harus bayar PPN pula?  Kebetulan sekarang saya sedang belajar mata kuliah PPN (dengan N besar, bukan PPn. Kalau PPn itu Pajak Penjualan, Setahu saya sekarang pajak itu sudah tidak ada di Indonesia. Tapi kalau PPnBM (Barang Mewah) masih ada. Mungkin Kompas salah ketik sedikit). Dan saya tahu bahwa angkutan darat itu bebas PPN. Tapi ternyata KA nggak bebas toh...  Dooh, gimana tuh nasibnya ... sudah pake BBM Industri, ternyata masih disuruh bayar PPN ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
|