Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Foto-Foto Kereta Peluru Cina (P.R.C)
#31
Biarpun dulu DI pengen ngubah rel KA jadi tol, ternyata dia punya pengalaman mengasyikkan soal KA Cepat Tiongkok.

KECEPATAN KERETA YANG AMAT CEPAT

Tentu saya mencoba ini: naik kereta cepat jurusan Beijing -Shanghai yang masih kinyis-kinyis. Saya memang sudah mengaguminya sejak kereta ini direncanakan. Waktu itu, sambil berbaring di rumah sakit menunggu dilaksanakannya operasi ganti hati, saya bertekad, kalau saja diberi kesehatan dan umur panjang, saya akan mencoba kereta ini.

Inilah kereta cepat yang direncanakan dengan cepat dan dilaksanakan dengan cepat. Padahal, panjang jalur ini 1.350 km, hampir sama dengan Jakarta-Medan atau Jakarta-Makassar. Tepat 1 Juli lalu, bersamaan dengan hari kelahiran Partai Komunis Tiongkok, kereta ini sudah jadi dan sudah dioperasikan. Kalau saja saya tidak menjabat CEO PLN, tentu saya ingin mencobanya di hari pertama. Tapi, karena sekarang saya bukan lagi orang bebas, kesempatan itu baru datang di hari ke-18, saat saya ada urusan di Chengdu, Chongqing, Beijing, dan Shanghai.

Memasuki gerbong kereta ini, saya tidak begitu kaget. Ini bukan kereta tercepat yang dimiliki Tiongkok. Juga bukan kereta termewah di negeri itu. Saya sudah mencoba kereta tercepat di dunia yang dibangun Tiongkok dengan interior yang lebih mewah: maglev! Yang kecepatannya 430 km/jam. Yang menghubungkan bandara Shanghai Pudong ke kota Shanghai.

Saya juga sudah mencoba kereta yang kecepatannya 350 km/jam dan interiornya juga lebih mewah. Yakni, kereta cepat jurusan Tianjin-Beijing (jarak 200 km ditempuh dalam 29 menit) dan kereta cepat yang sama jurusan Shanghai-Hangzhou yang jaraknya sekitar 300 km.

Sebaliknya, saya juga pernah naik kereta malam tradisional di Tiongkok. Yang kecepatannya masih 120 km/jam. Yang di setiap kabinnya terdapat empat tempat tidur. Yakni, tempat tidur susun dua seperti kereta Bima jurusan Surabaya-Jakarta. Dulu jurusan Beijing-Shanghai dilayani kereta jenis ini. Jarak tempuhnya 9 jam. Harga karcisnya Rp 600.000/orang. Banyak penumpang memilih berangkat petang atau agak malam agar tiba di tujuan pagi hari dalam keadaan segar karena bisa tidur sepanjang perjalanan.

Meski kini sudah ada kereta cepat yang baru, kereta jenis lama itu tidak dihapus. Hanya tinggal dua kali sehari. Sedangkan jadwal kereta cepatnya 42 kali sehari. Dengan kecepatan 300 km/jam, jarak Beijing-Shanghai ditempuh 4,50 menit.

Harga karcis kereta ini cukup mahal: Rp 850.000/orang untuk kelas ekonomi dan Rp 1,2 juta untuk kelas eksekutif. Dengan harga segitu, tentu inilah tiket kereta yang lebih mahal daripada pesawat terbang. Tiket pesawat Beijing-Shanghai bisa diperoleh dengan harga Rp 800.000 untuk kelas ekonomi. Apalagi pada hari-hari pertama beroperasinya kereta cepat ini. Ada penerbangan yang mendiskon tiket pesawat hingga 50 persen. Sebagian karena ketakutan yang tidak berdasar, sebagian lagi memang ngeri kehilangan penumpang.

Setelah kereta cepat ini dua minggu beroperasi, barulah perusahaan penerbangan merasa sedikit lega. Yakni, setelah kereta cepat ini mengalami gangguan. Sistem listriknya down sebanyak empat kali. Bukan disebabkan pemadaman bergilir, tapi karena terjadi gangguan sistem. Penumpang kecewa karena kereta terlambat sampai dua jam. Ternyata memang ada yang kurang sempurna pada sistem listrik kereta ini. Terutama untuk mengahadapi cuaca ekstrem: badai atau petir. Banyak penumpang yang kembali memilih pesawat. Perang diskon pun tidak terjadi lagi. Tarif pesawat kembali normal.

Susunan kursi di kereta ini mirip dengan di pesawat, tapi lebih lapang. Jarak dengan kursi depannya sangat longgar. Dengan kursi seperti itu, banyak penumpang yang langsung terlelap. Apalagi tidak ada gangguan suara glek-glek, glek-glek, glek-glek dari rodanya.

Di tengah lelapnya penumpang itu, tiba-tiba banyak yang terbangun. Yakni, ketika dari balik pintu yang memisahkan satu gerbong dengan lainnya terdengar teriakan orang yang sangat keras dengan nada marah yang hebat. Ketika pintu tertutup, suara itu hilang. Tapi, setiap pintu terbuka karena ada orang yang hendak ke toilet, suara itu kembali mengagetkan seluruh penumpang. Tiga jam lamanya orang itu berteriak-teriak seperti itu di telepon genggamnya. Tanpa henti. Dari kata-katanya dengan jelas bisa diketahui bahwa dia sedang bertengkar dengan ceweknya. Entah istri, entah pacar. Dia mengutuk habis-habisan ceweknya yang keluar rumah sampai jam 02.00. Dan segudang maki-makian lainnya.

Saya sendiri tidak menghiraukan. Saya memang memutuskan untuk tidak tidur sepanjang perjalanan ini. Tapi, itu karena saya ingin tahu apa saja yang terjadi sepanjang perjalanan. Saya juga berjalan-jalan ke gerbong ekonomi, ke gerbong restoran, dan ke toiletnya yang dua macam itu: duduk dan jongkok.

Tentu saya juga ingin tahu bagaimana kalau kereta ini melewati stasiun besar. Apakah tetap dengan kecepatan 300 km/jam atau dilambatkan. Stasiun besar pertama yang harus dilewati adalah Tianjin, kota yang saya pernah lama tinggal di sana. Memang tidak semua kereta cepat singgah di Tianjin. Yang saya naiki ini, GT 98, yang berangkat jam 16.00 dari Beijing, termasuk yang tidak berhenti di Tianjin.

Ternyata untuk kereta yang tidak perlu berhenti di Tianjian tidak perlu melewati stasiunnya. Ada rel khusus yang mem-by-pass. Keretanya tidak perlu masuk kota Tianjin, melainkan melambung di luar kota.

Meski jalur kereta Beijing-Shanghai ini melewati banyak kota, yang saya naiki ini hanya berhenti di dua stasiun: Jinan (ibu kota Provinsi Shandong) dan (•︡益︠•) (ibu kota Provinsi Jiangshu).

Ke depan, banyak sekali jalur kereta cepat jarak jauh seperti ini dibangun di seluruh Tiongkok. Tiongkok tidak akan lagi mengembangkan kereta maglev yang kecepatannya 430 km/jam. Terlalu mahal. Juga tidak lagi mengembangkan kereta dengan kecepatan 350 km/jam seperti jurusan Beijing-Tianjin karena terlalu boros listrik.

Menurut hasil studi di Tiongkok, kecepatan kereta yang paling ekonomis adalah 270 km/jam. Dari segi kecepatan sudah sangat cepat. Dari segi pemakaian listrik masih maksimal. “Kalau ingin kereta dengan kecepatan 350 km/jam atau lebih, sebaiknya tidak boleh lagi dengan sistem roda yang menempel di rel,” ujar hasil studi itu. Sepanjang masih menggunakan sistem roda yang menempel di rel, sebaiknya kecepatan maksimal 270 km/jam.

Itu ada pengecualian. Kecepatan 300 km/jam masih ekonomis manakala ditemukan sistem penghemat listrik. Sebenarnya beban listrik yang sangat besar terjadi saat kereta mulai berangkat. Tarikan pertama di setiap stasiun itulah yang memakan banyak listrik. Untuk menghindari hal itu, Tiongkok sedang menyiapkan sistem baru: jangan ada kereta yang berhenti di stasiun. Cukup mengurangi kecepatannya sambil “menyaut” gerbong baru yang sudah disiapkan berikut penumpangnya di stasiun itu.

Kalau sistem itu nanti berhasil, penumpang di suatu stasiun sudah harus naik gerbong sebelum kereta tiba di situ. Gerbong tersebut letaknya di atas dan harus siap digendong kereta yang segera menyautnya di stasiun itu. Dengan demikian, keharusan berhenti di stasiun bisa dihindari dan konsumsi listrik bisa lebih kecil.

Kini juara I, juara II, dan juara III kereta tercepat di dunia ada di Tiongkok. Ini kian meneguhkan posisi negara itu sebagai calon superpower baru. Kian bulat pendapat ahli yang mengatakan bahwa Tiongkok akan berhasil melampaui Amerika Serikat tahun 2016. Tidak lama lagi. Pada tahun itu, size ekonomi Tiongkok naik USD 8 triliun, dari USD 11 triliun saat ini menjadi USD 19 triliun pada tahun 2016. Sedangkan zise ekonomi Amerika Serikat hanya naik USD 3 triliun, dari USD 15 trilun saat ini menjadi USD 18 triliun pada tahun 2016. Semoga saya masih bisa menyaksikannya!

sumber: http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/07...mat-cepat/
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
Reply
#32
(22-01-2010, 09:20 AM)dnaV103 Wrote: Biaya Pembangunan nyah $350B itukan berarti (tiga ratus juta lima puluh miliar dolar)
kalo d rupiahin jadi Rp.3.500.000.000.000.000.000 (3.500T)...panjang banget nol nyah.. CMIIW Hitung...Hitung

Waduh indonesia punya duid nyah ga yach..
Mikir Dulu

TUNGGU.... ANE ITUNG DULU YAH....!! Hitung...Hitung
Indonesia cocok utk bangun :
1. Elektrifikasi Merak - Banyuwangi min. via pantura dulu.
2. Semua PJL liar dibangun jembatan layang atau pun terowongan.
3. Gusur semua rumah2 kumuh pinggir rel dg direlokasi entah ke bangunan flat atau negeri antah - berantah.
4. Semburan listrik (kyk alatnya pr pejuang Ghostbuster) buat menangkal para atapers dan sipiderman. Jatuh terkapar, terus digotong / ditandu ke Puskesmas terdekat. Bikin surat pernyataan gak ngelakuin lagi atau disemprot lagi.
5. Ngidupin petak rel - rel mati di bbrp Daops.
6. Mencagar budayakan bangunan2 stasiun yg sudah non aktif di rel aktif.
7. Menambah wisata kuliner di luar dan dalam rangkaian KA.
8. Apalagi yah??? Bingung
Hati2... bahaya laten OOT nanti...Ngeledek

(19-01-2010, 12:26 PM)Charles Wrote: Ini foto kereta peluru Cina Daratan jurusan Beijing-Shanghai abis searching di mbah Google (udah ada belum ya tritnya? kalau udah ada tolong digabung aja):

[spoiler=Stasiun Tianjin]

[Image: 2ir5cg0.jpg][/spoiler]

Foto-foto oleh Benjamin Lowy
Yang kayak beginian ini di sana pada saling berebut masuk kayak di negara kita gak yah? Atau justru malah tertib dg mempersilahkan yang mau keluar dulu? Dilihat dari foto sih... nampaknya sudah sangat dekat dengan ambang batas garis pembatas untuk para calon penumpang KA.

Reply
#33

INTERNASIONAL - ASIA
Jum'at, 12 Agustus 2011 , 05:05:00
Tiongkok Stop Sementara KA Peluru

BEIJING - Kecelakaan kereta peluru yang menewaskan 40 orang pada 23 Juli lalu memberikan banyak pelajaran bagi pemerintah Tiongkok. Kemarin (11/9) Beijing resmi mengumumkan penundaan masal seluruh proyek kereta cepat di negerinya. Termasuk, pembangunan konstruksi rel.

"Kami akan tunda seluruh proyek yang tengah berjalan untuk peninjauan ulang," terang juru bicara Dewan Negara (State Council) atau kabinet Tiongkok dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu malam (10/8) waktu setempat.

Melalui pernyataan tertulis itu, Beijing juga menegaskan bahwa untuk sementara, mereka juga tak akan meresmikan proyek pembangunan rel kereta api. Bahkan, konstruksi rel yang sudah jadi dan sudah diresmikan pun akan dibiarkan menganggur untuk sementara waktu.

"Pemerintah tak akan mengizinkan kereta jenis apapun melintas di atas konstruksi rel baru. Kami akan melakukan uji keselamatan terlebih dahulu," urainya. Mereka tidak ingin, kecelakaan kereta api fatal akhir bulan lalu terulang kembali.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Perkeretaapian Tiongkok juga menginstruksikan pengurangan kecepatan pada seluruh armada kereta api (KA). KA cepat yang biasa melaju sekitar 250 kilometer per jam akan dipaksa melintas dengan kecepatan 200 kilometer per jam.

Instruksi itu pun langsung berdampak pada jadwal kereta api dan penjualan tiket. Awal pekan ini, Stasiun Shanghai tak lagi menjual tiket untuk KA cepat. Melalui situs Weibo, semacam Twitter, otoritas stasiun Shanghai mengumumkan bahwa tiket KA cepat tak tersedia untuk sementara waktu. Akibatnya, jadwal pemberangkatan kereta dari stasiun ramai itu juga mengalami penyesuaian. Hal yang sama juga terjadi di beberapa stasiun lainnya.

Terkait dengan kebijakan tersebut, CNR Corp. selaku perusahaan yang memproduksi kereta peluru Tiongkok juga menghentikan semua aktivitas pengiriman. Perusahaan yang sedang menggarap kereta peluru Beijing-Shanghai itu pun terpaksa menunda proyeknya. Tiongkok pun harus menepis ambisinya untuk menjadi negara dengan jaringan kereta peluru terbanyak di dunia. (AFP/hep/dwi)

RELATED NEWS
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#34
(12-08-2011, 02:43 PM)krisnasip Wrote: INTERNASIONAL - ASIA
Jum'at, 12 Agustus 2011 , 05:05:00
Tiongkok Stop Sementara KA Peluru

BEIJING - Kecelakaan kereta peluru yang menewaskan 40 orang pada 23 Juli lalu memberikan banyak pelajaran bagi pemerintah Tiongkok. Kemarin (11/9) Beijing resmi mengumumkan penundaan masal seluruh proyek kereta cepat di negerinya. Termasuk, pembangunan konstruksi rel.

"Kami akan tunda seluruh proyek yang tengah berjalan untuk peninjauan ulang," terang juru bicara Dewan Negara (State Council) atau kabinet Tiongkok dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu malam (10/8) waktu setempat.

Melalui pernyataan tertulis itu, Beijing juga menegaskan bahwa untuk sementara, mereka juga tak akan meresmikan proyek pembangunan rel kereta api. Bahkan, konstruksi rel yang sudah jadi dan sudah diresmikan pun akan dibiarkan menganggur untuk sementara waktu.

"Pemerintah tak akan mengizinkan kereta jenis apapun melintas di atas konstruksi rel baru. Kami akan melakukan uji keselamatan terlebih dahulu," urainya. Mereka tidak ingin, kecelakaan kereta api fatal akhir bulan lalu terulang kembali.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Perkeretaapian Tiongkok juga menginstruksikan pengurangan kecepatan pada seluruh armada kereta api (KA). KA cepat yang biasa melaju sekitar 250 kilometer per jam akan dipaksa melintas dengan kecepatan 200 kilometer per jam.

Instruksi itu pun langsung berdampak pada jadwal kereta api dan penjualan tiket. Awal pekan ini, Stasiun Shanghai tak lagi menjual tiket untuk KA cepat. Melalui situs Weibo, semacam Twitter, otoritas stasiun Shanghai mengumumkan bahwa tiket KA cepat tak tersedia untuk sementara waktu. Akibatnya, jadwal pemberangkatan kereta dari stasiun ramai itu juga mengalami penyesuaian. Hal yang sama juga terjadi di beberapa stasiun lainnya.

Terkait dengan kebijakan tersebut, CNR Corp. selaku perusahaan yang memproduksi kereta peluru Tiongkok juga menghentikan semua aktivitas pengiriman. Perusahaan yang sedang menggarap kereta peluru Beijing-Shanghai itu pun terpaksa menunda proyeknya. Tiongkok pun harus menepis ambisinya untuk menjadi negara dengan jaringan kereta peluru terbanyak di dunia. (AFP/hep/dwi)

RELATED NEWS


resiko sepur cepet bang Big Grin
Reply
#35
tgl 2 September kemaren saya berkesempatan naik kereta peluru (bullet train) dari Shanghai (Stasiun Shanghai Hongqiao) ke Beijing (Stasiun Beijing Selatan)... kecepatannya sampai 307 km/jam... dari Shanghai jam 08.00, sampe Beijing jam 13.00 (5 jam) dengan jarak tempuh 1.318 km... harga tiket untuk kelas 2 Y555 (kurang lebih Rp770 ribu)...

ini tiketnya (sorry blur)...

[Image: scaled.php?server=339&filename=imag0995.jpg&res=medium]

eksterior...

[Image: scaled.php?server=88&filename=p8110351.jpg&res=medium]


[Image: scaled.php?server=801&filename=p8110349.jpg&res=medium]

interior...
[spoiler]
[Image: p8100342.jpg]


[Image: p8100343.jpg][/spoiler]

[Image: overstappen.png]
kecepatan...

[Image: scaled.php?server=838&filename=p8100348m.jpg&res=medium]

foto2 lainnya...
[spoiler]
[Image: p8100346.jpg]


[Image: p8100347.jpg][/spoiler]
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits

Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Reply
#36
@ RF love_alisa
Nice info. Teng Kyu! Xie Xie
Reply
#37
waw....
keren abis.....

thx dah share...
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#38
luar biasa...
kabinnya luas ya bisa formasi duduk 2-3 gitu
kalo yang kelas 1 gimana? apa formasi tempat duduknya 2-2 ?

diponya luas banget... keren isinya kereta peluru semua
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
Reply
#39
(17-09-2011, 06:28 AM)cupexpert Wrote: luar biasa...
kabinnya luas ya bisa formasi duduk 2-3 gitu
kalo yang kelas 1 gimana? apa formasi tempat duduknya 2-2 ?

diponya luas banget... keren isinya kereta peluru semua
kelas 1 formasinya 2-2...

ini saya copy dari http://vienna-pyongyang.blogspot.com/...
HSR Beijing-Tianjin... 1st class...
[spoiler]

[Image: 20080927047.jpg]


[Image: 20080927137.jpg][/spoiler]
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits

Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Reply
#40
Wah keren sekali keretanya
thx udah dishare
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)