Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Hampir 50 Persen KA Ekonomi di Indonesia sudah Harus Diremajakan

JAKARTA--MICOM: Pemerintah diharapkan melakukan peremajaan 348 unit kereta kelas ekonomi (K3) atau 47 persen dari total kereta ekonomi berumur di atas 30 tahun.

Chairman of Railway Forum Djoko Setijowarno, Minggu (28/8) mengatakan berdasarkan umur sarana yang berumur diatas 30 Tahun maka pengadaan sarana peremajaan sangat dibutuhkan. "Umur teknis kereta adalah sebesar 25 tahun sampai 30 tahun hal itu sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri," kata dia.

Ia mengemukakan, 348 unit K3 itu telah berumur diatas 30 tahun. Kondisi itu sangat perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan.

"Batas Toleransi Faktor Muat (Load Factor/LF) untuk KA Ekonomi Jarak Jauh dan Jarak Sedang sebesar 125 persen, sedangkan KA Ekonomi Jarak Dekat dan Perkotaan (KRD dan KRL) sebesar 150 persen," ujarnya.

Ia memaparkan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri nomor. KM 19 tahun 1999, nomor. 83/kmk.03/1999, nomor. Kep.024/k/03/1999 tentang Pembiayaan Atas Pelayanan Umum Angkutan Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi, Pembiayaan Atas Perawatan Dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api, Serta Biaya Atas Penggunaan Prasarana Kereta Api dinyatakan bahwa Umur Teknis Sarana Kereta Penumpang adalah 25 sampai 30 tahun.

"Tetapi pada kenyataannya sarana kereta ekonomi yang dioperasikan di Indonesia sebanyak 348 unit K3 itu berumur diatas 30 tahun," ujar dia.

Ia merinci, sebanyak 307 unit armada K3 dibuat sebelum tahun 1970, dan sebanyak 41 unit armada K3 antara Tahun 1971-1980. (Ant/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/...iremajakan
Reply
Loko Kertajaya terbakar?
Code:
GROBOGAN, KOMPAS.com- Lokomotif Kereta Api (KA) Kertajaya 148 tujuan Jakarta-Surabaya terbakar setelah ditabrak mobil bak terbuka di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (29/8/2011) sekitar pukul 02.20.

Tidak ada korban dalam peristiawa yang terjadi saat KA Kertajaya yang mengangkut sekitar 1.200 penumpang itu melintas di KM 28+600, perlintasan tanpa palang pintu. Dalam waktu yang bersamaan, mobil Daihatsu bak terbuka bernomor polisi L 8384 N melintas, kemudian terjadi tabrakan. Mobil tersebut terbakar dan mengenai sebagian lokomotif, namun api berhasil dipadamkan.

"Perjalanan kereta api sempat terhenti. KA Kertajaya baru diberangkatkan lagi pukul 05.45," kata Kepala Bagian Humas PT KA Daop IV Semarang Sapto Hartono.

Saat ini, sopir mobil Ahmad (39), warga Kalibutuh 138, Surabaya, Jawa Timur, dan masinis kereta api, Wahono, tengah dimintai keterangan di Polsek Panunggalan.
Beneran nih??
-siggy under construction at Balai Yasa-
Bye Bye
Reply
(29-08-2011, 09:53 AM)ardisenjasolo Wrote: Loko Kertajaya terbakar?
Code:
GROBOGAN, KOMPAS.com- Lokomotif Kereta Api (KA) Kertajaya 148 tujuan Jakarta-Surabaya terbakar setelah ditabrak mobil bak terbuka di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (29/8/2011) sekitar pukul 02.20.

Tidak ada korban dalam peristiawa yang terjadi saat KA Kertajaya yang mengangkut sekitar 1.200 penumpang itu melintas di KM 28+600, perlintasan tanpa palang pintu. Dalam waktu yang bersamaan, mobil Daihatsu bak terbuka bernomor polisi L 8384 N melintas, kemudian terjadi tabrakan. Mobil tersebut terbakar dan mengenai sebagian lokomotif, namun api berhasil dipadamkan.

"Perjalanan kereta api sempat terhenti. KA Kertajaya baru diberangkatkan lagi pukul 05.45," kata Kepala Bagian Humas PT KA Daop IV Semarang Sapto Hartono.

Saat ini, sopir mobil Ahmad (39), warga Kalibutuh 138, Surabaya, Jawa Timur, dan masinis kereta api, Wahono, tengah dimintai keterangan di Polsek Panunggalan.
Beneran nih??

Iya yang menarik dari berita ini adalah, keduanya dituliskan tabrakan, jadi bukan KA yang menabrak mobil jadi keduanya saling bertumburan.
Yah mungkin aja peristiwa itu menimbulkan percik api yang

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Quote:TNI/Polri Suka Naik Kereta Tanpa Tiket!

Penulis: Imanuel More | Heru Margianto | Senin, 29 Agustus 2011 | 14:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia sering kali berhadapan dengan ulah aparat keamanan yang hendak menggunakan jasa kereta api tanpa membeli tiket. Meski demikian, pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengaku tidak memperlakukan pihak aparat secara khusus.

"Masih banyak anggota TNI dan Polri, lebih banyak TNI, yang ingin menumpang kereta api tanpa tiket," kata ungkap Mateta Rizalulhaq, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 1, kepada Kompas.com di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/8/2011).

Ia menegaskan, tidak ada sistem penjualan tiket ataupun harga khusus bagi anggota TNI/Polri. "Semuanya diperlakukan seperti biasa, seperti masyarakat lainnya," katanya.

Mateta mengungkapkan, pada H-7 saja ada sekitar 250 anggota TNI yang ingin menggunakan jasa KA tanpa membeli tiket. Pihaknya bertindak tegas dengan memulangkan mereka. "Kami suruh balik," katanya.

Hingga H-1 masih ada anggota TNI/Polri yang mendatangi stasiun tanpa mengantongi tiket. Tingkah aparat ini, menurut salah seorang staf PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bukan hal yang baru. "Biasanya mereka dalam rombongan. Jadinya, petugas kami kadang takut menindak," terang sumber dari internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang tidak mau disebutkan namanya.

Mateta mengharapkan aparat keamanan dapat mengikuti sistem yang berlaku umum. Ia mengharapkan, pihak aparat keamanan bisa mengikuti informasi penjualan tiket yang telah disampaikan lewat berbagai sarana, seperti melalui media massa ataupun brosur dan sarana lainnya.

Tindakan melanggar sistem yang diberlakukan bisa merugikan mayoritas penumpang lainnya. Selain itu, tindakan mereka bisa mendatangkan sanksi sosial dari penumpang lainnya manakala operator KA bersikap tegas.

"Kami beberapa kali menghentikan kereta di tengah perjalanan dan mengumumkan tidak akan melanjutkan perjalanan sebelum penumpang tanpa tiket diturunkan," contoh Mateta. Alhasil, para penumpang lain beramai-ramai mencemooh aparat keamanan yang menjadi penumpang tanpa tiket.

Ia berharap, kebiasaan kurang simpatik ini bisa dihilangkan karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban penumpang lainnya. Alasannya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah membatasi jumlah penumpang per kereta demi kenyamanan dan ketertiban. Dengan adanya penumpang tambahan tanpa tiket, keadaan kereta/gerbong berpotensi kembali sesak dan mengurangi kenyamanan penumpang lainnya.

Sejauh ini, lanjut Mateta, bila ditemui pelanggaran serupa, pihaknya akan melaporkan tindakan anggota TNI/Polri tersebut kepada atasan masing-masing.

Semoga Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI dan Bapak Panglima Tertinggi TNI mengetahui berita ini. Bingung
Reply
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Hapus Sistem Jatah Tiket!

Dwi Afrilianti - Okezone

Senin, 29 Agustus 2011 12:24 WIB

JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia menegaskan tidak lagi memberlakukan sistem jatah tiket di mudik Lebaran tahun ini. Sebab, sistem ini dinilai merugikan dan sia-sia.

"Sudah enggak ada," kata seorang sumber di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kepada okezone di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2011).

Dia mengakui, sistem jatah tiket di musim mudik Lebaran dahulu memang diberlakukan. Pada sekali pemberangkatan kereta disisakan sekira 4-6 kursi. Jatah tiket ini diperuntukkan bagi pejabat negara dan pihak-pihak tertentu yang bekerja di pelayanan publik, sehingga sedikit waktu untuk berburu tiket.

"Ya misalnya untuk anggota DPR, wartawan, dulu kita sisakan untuk mereka," katanya.

Namun tiket jatah ini kurang termanfaatkan dengan baik sehingga kemudian menimbulkan suara sumbang dari penumpang kereta api yang mendapati kursi kosong di atas kereta. Padahal bagian ticketing mengatakan tiket duduk sudah habis terjual.

"Biasanya kemudian penumpang kami suruh duduk saja di situ, tapi kami pikir sekalian saja dihapuskan tiket jatah ini," ujarnya.
Reply
(30-08-2011, 01:35 AM)pardjono Wrote:
Quote:PT. Kereta Api (Persero) Hapus Sistem Jatah Tiket!

Dwi Afrilianti - Okezone

Senin, 29 Agustus 2011 12:24 WIB

JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia menegaskan tidak lagi memberlakukan sistem jatah tiket di mudik Lebaran tahun ini. Sebab, sistem ini dinilai merugikan dan sia-sia.

"Sudah enggak ada," kata seorang sumber di PT. Kereta Api (Persero) kepada okezone di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2011).

Dia mengakui, sistem jatah tiket di musim mudik Lebaran dahulu memang diberlakukan. Pada sekali pemberangkatan kereta disisakan sekira 4-6 kursi. Jatah tiket ini diperuntukkan bagi pejabat negara dan pihak-pihak tertentu yang bekerja di pelayanan publik, sehingga sedikit waktu untuk berburu tiket.

"Ya misalnya untuk anggota DPR, wartawan, dulu kita sisakan untuk mereka," katanya.

Namun tiket jatah ini kurang termanfaatkan dengan baik sehingga kemudian menimbulkan suara sumbang dari penumpang kereta api yang mendapati kursi kosong di atas kereta. Padahal bagian ticketing mengatakan tiket duduk sudah habis terjual.

"Biasanya kemudian penumpang kami suruh duduk saja di situ, tapi kami pikir sekalian saja dihapuskan tiket jatah ini," ujarnya.
Saya malah baru tau ternyata ada jatah khusus untuk wartawan.Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Kamis, 01/09/2011 10:45 WIB

Lebaran, Anang Sewa Gerbong Kereta Rp 60 Juta

Jakarta = Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan menjadi awal yang baru bagi Anang Hermansyah. Pelantun hits 'Tania' itu, memboyong kedua buah hatinya, Aurel dan Azriel pergi mengunjungi kampung halamannya di Jember.

Tak hanya itu, ia juga mengajak Ashanty untuk turut serta dalam rombongan tersebut. Anang menggunakan kereta wisata yang disewa dengan harga khusus. Pria berusia 42 tersebut rela merogoh kocek yang tak sedikit.

"Sewa ini (kereta) Rp 60 juta pulang pergi," papar Anang saat ditemui di Stasiun Kereta Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2011) malam.

Dalam kereta tersebut tak hanya ada Anang, Aurel, Azriel dan Ashanty. Namun, Ashanty mengajak 18 orang keluarganya untuk berlibur.

Tapi sayang, ibunda Ashanty tak bisa turut serta dalam perjalanan mudik itu. "Aku bawa saudara-saudara dan keponakanku. Mamaku lagi sakit jadi nggak bisa ikut," ucap Ashanty.

Sumber : www.detik.com
Reply
^^...........
Pakai rangkaian apa ya kira-kira nanti ?Bingung
Bali, Toraja, Nusantara ?
Atau mungkin malah khusus KLB ?
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
Quote:Tiket KA Ekonomi Yogya-Jakarta Ludes!

Laksono Hari W | Jumat, 2 September 2011 | 20:34 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tiket kereta api kelas ekonomi Progo yang akan diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta, untuk keberangkatan 2-6 September telah habis terjual.

"Tiket kereta api ekonomi sudah habis, tetapi untuk kereta api ekonomi yang dilengkapi pendingin udara, yaitu Gajah Wong, masih tersedia," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional VI Yogyakarta Eko Budianto, Jumat (2/9/2011) di Yogyakarta.

Menurut Eko, tiket dengan tempat duduk untuk KA Gajah Wong dari Stasiun Lempuyangan ke Pasar Senen tersebut sudah habis terjual untuk keberangkatan 2 September hingga 6 September. Masing-masing gerbong memiliki kapasitas 80 tempat duduk. Adapun tiket berdiri yang dijual sebanyak 20 tiket per gerbong bisa dijual satu jam sebelum keberangkatan.

Eko menambahkan, KA Gajah Wong akan menjadi salah satu alternatif bagi pemudik yang hendak kembali ke Jakarta apabila tidak memperoleh tiket untuk kereta ekonomi lainnya. "Selain Bengawan Lebaran, kami tidak akan memberangkatkan kereta api ekonomi lainnya. Kami juga akan tetap memperhatikan kuota di setiap gerbong, yaitu maksimal 150 orang," katanya.

Ia menambahkan, pembatasan kuota sebanyak 150 orang per gerbong di kereta api ekonomi tersebut cukup efektif, sehingga tidak lagi ada penumpang yang duduk berjelal di toilet atau di bordes antar gerbong.

"Meskipun masih ada sejumlah penumpang yang duduk di bordes kereta, tetapi jumlahnya tidak lagi banyak seperti dulu. Mereka biasanya duduk di bordes untuk mencari udara segar," kata Eko.

Ia yakin masyarakat sudah mengetahui bahwa tiket kereta api ekonomi sudah dapat diperoleh H-7 sebelum keberangkatan sehingga diperkirakan tidak akan terjadi antrean panjang calon penumpang di loket pembelian tiket di stasiun.

Arus balik dari sejumlah stasiun di Daerah Operasional VI Yogyakarta diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (3/9/2011) besok atau Minggu (4/9/2011) dan Minggu (11/9/2011). Jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 17.000 orang.

Selain kereta api jarak jauh, peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di kereta api komuter yang melayani jarak pendek yaitu tujuan Kutoarjo-Yogyakarta-Solo. Jumlah penumpang kereta api jarak pendek tersebut sekitar 12.000 orang atau mengalami kenaikan sekitar 4.000 penumpang dibanding hari biasa.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)