Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
NGOBROLIN MUDIK YUKZZ....mari...
wah mudik kali ini ane cmn kejatah naek prameks...
Big Grin
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Roda Tebang
Reply
tahun ini sepertinya agak menurun yg mudik
Reply
kalau saya pake Argo Willis, berangkat pagi dari Bandung (ingin menikmati panorama alam juga)
Reply
(23-08-2011, 01:59 PM)ambarawa Wrote: tahun ini sepertinya agak menurun yg mudik
Oiya??? Heran Kalo ada fotonya mas... atau setidaknya cuplikan dari tayangan beritanya mungkin bisa dishare?
[Image: overstappen.png]
JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan calon penumpang berdesak-desakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/8/2011), mengakibatkan kericuhan. Sejumlah lansia dan anak-anak berjatuhan saat hendak memasuki gerbang stasiun. Sistem buka tutup yang diberlakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat para calon penumpang tidak bisa masuk ke emplasemen stasiun sebelum kereta tiba. Gerbang stasiun sendiri baru dibuka dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Pengamatan Kompas, ratusan calon penumpang mulai merangsek ke depan pintu gerbang sekitar pukul 11.30. Anak muda, lansia, ibu hamil, hingga bocah belasan tahun berdesak-desakan di luar gerbang. Sebagian calon penumpang di bagian depan mulai berteriak meminta petugas keamanan membuka pintu gerbang. "Ayo buka pintunya. Kami sudah kepanasan, Pak. Kalau ditutup terus, keburu penuh gerbongnya," teriak penumpang.

Setengah jam kemudian, salah seorang perempuan lansia yang berdiri dekat gerbang jatuh pingsan. Sedih Petugas keamanan pun segera menolongnya dan membuka pintu masuk agar nenek tersebut bisa masuk. Namun, sesudahnya, pintu ditutup kembali.

Petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional 1 Jakarta mengumumkan melalui pengeras suara supaya para pengantre tetap tenang dan tidak berdesak-desakan. "Kereta sudah tiba dan dipastikan kosong. Kami mohon kesabarannya untuk mengecek kesiapan kereta," teriak petugas tersebut. Akhirnya tepat pukul 12.30, pintu gerbang pun dibuka. Kontan, para calon penumpang berhamburan masuk ke emplasemen. Mereka semua berlarian menyeruak ke arah kereta. Beberapa anak-anak terinjak dan menangis. Sejumlah lansia tampak tersengal-sengal seperti kehabisan napas. Beberapa di antaranya terpaksa harus kehilangan sandalnya karena terinjak calon penumpang lain saat berlarian. Banyak barang bawaan calon penumpang berjatuhan tersenggol orang lain. Isak tangis anak-anak terus mewarnai drama sekitar 5 menit itu.

Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta Mateta Rijalulhaq menjelaskan, sistem buka tutup ini dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang di emplasemen stasiun. Dengan demikian, areal stasiun diharapkan kosong dan bersih. Selain itu, sistem yang dicoba pertama kali pada angkutan Lebaran tahun lalu itu diharapkan menyeleksi calon penumpang yang masuk stasiun. "Banyak calon penumpang yang sangat awal masuk stasiun, padahal keretanya baru datang 12 jam lagi, atau bahkan baru keesokan harinya," tuturnya. Namun, Mateta mengakui pelaksanaan sistem buka tutup ini belum sempurna. Untuk itu, pihaknya akan menggelar karpet dan memperbanyak kursi tunggu di pelataran stasiun supaya para penumpang lebih nyaman menunggu kedatangan kereta.

Arus pemudik mulai memadati stasiun Pasar Senen sejak awal pekan ini. KA Mataremaja tujuan Malang, misalnya, kemarin mengangkut 1.272 penumpang dari delapan gerbong.

http://ramadhan.kompas.com/read/2011/08/...Berjatuhan
-------------------
Tau kejadiannya kayak gini...Bethe kenapa kenapa dan kenapaaaa lansia, ibu hamil dan org2 cacat gak dipisah aja di jalur 6 stasiun sih yah??? Jatahin khusus semisal kereta paling belakang di tiap rangkaian utk cacat, lansia dan ibu2 hamil.

Buka tutup begini sih gak ngejamin mrk mau tertib sih... Kitanya juga yang gak sabaran yg penting bisa masuk ke kereta -> dapet tempat duduk -> gak kelamaan nunggu -> berangkat deh...

Reply
Quote:Mudik, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terapkan Sistem Boarding!

Nurul Hidayat | Benny N Joewono | Selasa, 23 Agustus 2011 | 19:15 WIB

JAKARTA-KOMPAS.com - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan sistem boarding untuk mudik lebaran 2011. Hal ini dikatakan Kepala Humas Daerah Operasional I PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Mateta Rizalulhaq. "Jadi sistem ini diberlakukan untuk menghindari penumpang salah naik kereta, dan juga agar lebih tertib," ujarnya di stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011).

Sistem Boarding ini dilakukan dengan sistem para pemudik menunggu di depan pintu masuk peron dan diperbolehkan masuk satu jam sebelum kereta datang. "Contohnya keberangkatan pukul 14.00 sesungguhnya pintu gerbang baru dibuka pada pukul 13.00. WIB," jelas Mateta.

Nyontoh pelayanan di bandara. Tinggal calon penumpangnya. Bisa nggak kayak gitu. Kapan ya...
Reply
(23-08-2011, 03:17 PM)Dana Komuter Wrote: Anak muda, lansia, ibu hamil, hingga bocah belasan tahun berdesak-desakan di luar gerbang. Sebagian calon penumpang di bagian depan mulai berteriak meminta petugas keamanan membuka pintu gerbang. "Ayo buka pintunya. Kami sudah kepanasan, Pak. Kalau ditutup terus, keburu penuh gerbongnya," teriak penumpang.

Setengah jam kemudian, salah seorang perempuan lansia yang berdiri dekat gerbang jatuh pingsan. Sedih Petugas keamanan pun segera menolongnya dan membuka pintu masuk agar nenek tersebut bisa masuk. Namun, sesudahnya, pintu ditutup kembali.

Petugas PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 1 Jakarta mengumumkan melalui pengeras suara supaya para pengantre tetap tenang dan tidak berdesak-desakan. "Kereta sudah tiba dan dipastikan kosong. Kami mohon kesabarannya untuk mengecek kesiapan kereta," teriak petugas tersebut. Akhirnya tepat pukul 12.30, pintu gerbang pun dibuka. Kontan, para calon penumpang berhamburan masuk ke emplasemen. Mereka semua berlarian menyeruak ke arah kereta. Beberapa anak-anak terinjak dan menangis. Sejumlah lansia tampak tersengal-sengal seperti kehabisan napas. Beberapa di antaranya terpaksa harus kehilangan sandalnya karena terinjak calon penumpang lain saat berlarian. Banyak barang bawaan calon penumpang berjatuhan tersenggol orang lain. Isak tangis anak-anak terus mewarnai drama sekitar 5 menit itu.
Mengapa penumpang dibiarkan terlantar di luar emplasement ya...........?Bingung
Ternyata kebijakan buka tutup ini tidak bisa diandalkan, malah tambah menambah kesemrawutan
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(23-08-2011, 09:00 PM)Warteg Wrote: Mengapa penumpang dibiarkan terlantar di luar emplasement ya ........... ? Bingung
Ternyata kebijakan buka tutup ini tidak bisa diandalkan, malah tambah menambah kesemrawutan.

Ini terjadi karena calon penumpang belum tahu apalagi terbiasa dengan sistim boarding.
Sudah terbiasa rebutan, semrawut, kalau diminta tertib dan rapi malah merasa aneh. Bye Bye
Reply
hahahahahh...
mau tanya nich ..kereta ekonomi dapat jatah nomer tempat duduk atau bebas tempat duduk??
kalo mau ngikutin pesawat ya jangan nanggung2.
kalo saya jadi pemudik pasti saya bakalan berebut kalo bebas tempat duduk,perjalanan jauh capek euy......
kalo bener bebas tempat duduk sistemnya kayanya yg buat sistem gini perlu di tes kemampuan analisa sebab akibat plus psikologis.....hahahahahahhaha
Reply
Saya rencana mudik ke Jogja
sampai sekarang belum cari tiket karena menunggu pemesanan tiket KA Ekonomi AC Gadjah Wong dibuka Cinta
RF jamboapha, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
Selama Lebaran
KRL Tak Berhenti di Gambir dan Senen BetheBetheBethe
Agnes Rita Sulistyawaty | Robert Adhi Kusumaputra | Selasa, 23 Agustus 2011 | 15:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat Lebaran ini, perjalanan KRL Commuter Line mengalami perubahan. Kereta jurusan Bekasi yang sebelumnya berhenti di Stasiun Pasar Senen, tidak lagi menaikkan dan menurunkan penumpang di stasiun itu mulai 23 Agustus sampai 2 September 2011. Selain itu, KRL Commuter Line juga tidak berhenti di Stasiun Gambir antara tanggal 25 Agustus sampai 2 September 2011.

Sekretaris Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran mengatakan perubahan perjalanan dilakukan untuk menyukseskan angkutan Lebaran tahun ini karena kedua stasiun itu merupakan stasiun pemberangkatan terbesar KA Angkutan Lebaran. "Kami mohon maaf kepada para pengguna setia jasa KRL Commuter Line dengan adanya perubahan perjalanan ini. Kami harapkan kepada seluruh pengguna setia KRL Commuter Line dapat mencari Stasiun terdekat jika akan menuju ke wilayah di sekitar kedua stasiun tersebut," kata Makmur dalam keterangan pers, Selasa (23/8/2011).

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/....dan.Senen
-----------------
Kalo emang demikian, kenapa gak disediain shuttle bus utk angkutan dr Gondangdia ke Gambir, bahkan dari Gang Sentiong ke Ps. Senen yah??? Bethe
Panen besar tuh buat pr ojekers dan pengemudi bajaj... Yang sekeluarga terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek dan min. 2 anak, maka 6 orang sekaligus harus ngebayar 3 ojekers ke stasiun Gambir... gitukah???

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)