Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
NGOBROLIN MUDIK YUKZZ....mari...

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
Aku yang berdomisili di Jakarta mempunyai 222 kelurahan yang berada di daratan Jawa. Maksud aku, sisanya bbrp kelurahan ada di Kepulauan Seribu.
Sedangkan, nama2 rangkaian KA untuk mudik yang melayani perjalanan dari - ke Jakarta ada banyak.
KLAS EKONOMI
Gayabaru Malam Selatan, Kertajaya, Serayu Pagi dan Malam, Tegal Arum, Tawang Jaya, Matarmaja, Kutojaya Utara, Brantas dan Bengawan.
TOTAL 10 K3 dalam 1 hari.
Asumsi :
- 1 kereta melebihi kapasitas umumnya di K1 yg notabene ada 52 kursi duduk. Taruhlah muat 80 orang termasuk yang berdiri (bukan yg di bordes dan toilet, apalagi yg gelantungan atau duduk di atap dan jendela).
- 1 rangkaian terdiri dari 10 kereta di mana 1 itu KMP, 1 BP dan sisanya 8 utk KA penumpang. Berarti dalam rangkaian muat 800 penumpang. Belum termasuk penumpang gelap deh...
- Kalau 10 KA Klas Ekonomi dengan masing2 tujuan sudah termasuk Fakultatif Lebaran (semisal Kertajaya Lebaran), berarti dalam 1 hari dapat mengangkut 16.000 penumpang (20 KA K3 . 800 penumpang dlm 1 rangkaian).
- Nah... Kalau antara H-10 sd H-1 saja... Itu berarti 16.000 penumpang per hari . 10 hari = 160.000 penumpang.

Yang jadi beberapa pertanyaan aku :
1. Kenapa koq masih belum mampu mengangkut para penumpang yg notabene klas rakyat jelata yah?
2. Apa dari 222 kelurahan di 5 kodya di Jakarta saja tergolong mayoritas dari kota - kota tertentu di Jawa? Entah mungkin mayoritas orang Pekalongan, orang Jember, orang Madura, orang Bondowoso... dlll gitu?
3. Semisal di Jakarta (1x misalkan aja lho...) mayoritas tergolong pendatang dari Magetan dari 5 kodya di Jakarta, itu berarti yg akan memenuhi rangkaian KA penumpang akan berada di KA Matarmaja-kah utk Klas Ekonomi?
Mikir Dulu hmm....
Ada yg bisa jelaskan?

[Image: overstappen.png]
Mungkin solusi dari aku bisa dengan cara2 sebagai berikut :
1. Masing2 tiap kelurahan WAJIB mendata para penghuni kampung, kontrakan, real estate, apartemen, dll pokoknya tempat tinggal berapa banyak isi penghuninya.
2. Terdata bahwa dalam 1 rumah berasal dari misalnya Pekalongan, Lampung, Bangka dan Balikpapan. Tapi mereka tiap mudik ada yg cuma ke Lampung saja dan Pekalongan. Itu berarti khan yang 1 pakai kapal laut atau pun pesawat dan 1 laghi bisa kemungkinan KA atau pun bus.
3. Kita ambil yang bakalan mudik naik bus atau pun KA ke Pekalongan.... Pada saat bulan Ramadhan tiba, pak Lurah mendatangi tiap2 tempat tinggal. Bisa juga alternatif 2 pak lurah meminta para warga 1 kelurahannya agar datang ke kantor lurah. Tujuannya supaya di data apa bener keluarga si A tsb siap pd mudik ke Pekalongan dan Lampung Lebaran nanti?
4. Semisal dg cara alternatif 2 -> Mereka gak dateng mewakili bbrp naggota keluarga lainnya sekelurahan, berarti pak Lurah wajib dateng dg prosedur surat bukti kalau semisal anak buahnya pak lurah itu emang orang kelurahan. Itu pun kalau bukan pak lurahnya lgsg yang dateng.
5. Semisal si keluarga A emang bener mau mudik ke Lampung dan Pekalongan... Di data dulu, oleh karena yg ke Lampung berporfesi sebagai pegawai swasta di kantoran dan yg ke Pekalongan sebagai mahasiswa di mana liburnya semisal cuma dikasih pas H-5 (misalnya lho...), itu berarti pak lurah siap melapor ke PT. KA, PT. PELNI dan PT. Angkasa Pura.
6. Ohh... ternyata yang masuk ke Daops I Jakarta yg siap pulang ke Pekalongan ada semisal 800.000 orang, sudah termasuk ayah - ibu dan anak2 mrk. Terus ternyata armada yg disediakan dalam 10 hari menjelang Lebaran cuma menyediakan semisal 700.000 calon penumpang dari 3 KA Klas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi. Berarti sisanya siap disodorin ke PT. Angkasa Pura.

Gimana menurut teman2?? Ma'af kalau andai perumpamaan dari aku di atas ini terlalu mengada2... Aku sampai sekarang cuma gak abis pikir, gimana cara mengatasi habisnya tiket yg marak di tiap loket2 Reservasi di stasiun2 KA yang ada di Indonesia ini. Apalagi dg serbuan calo yg juga didukung oknum2 tertentu pastinya...

Reply
kompas.com Wrote:Berikut ini adalah tarif kereta api setelah mengalami kenaikan menjelang Lebaran 1432 Hijriah :

Untuk KA Argo Anggrek tujuan Gambir-Surabaya dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 650.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama dan kedua berharga Rp 600.000,-
Untuk H+1 hingga H+5 adalah Rp 550.000,-

Untuk KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga tujuan Gambir-Solo dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 580.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama hingga H+5 tarifnya dipatok Rp 550.000,-

Untuk KA Argo Sindoro dan Argo Muria tujuan Gambir-Semarang dari H-3 hingga H-1 adalah Rp 500.000,-
Sementara pada saat Lebaran hari pertama hingga H+5 adalah Rp 450.000,-

Untuk KA Gajayana tujuan Gambir-Malang dari H-3 hingga H-1 dipatok Rp 650.000,-
Pada saat hari pertama dan kedua Lebaran, harga menjadi Rp 600.000,-
Sementara mulai H+1 sampai H+5 menjadi Rp 500.000,-

Untuk KA Bima tujuan Gambir-Surabaya Gubeng dari H-3 hingga hari Lebaran kedua adalah Rp 600.000,-
Sedangkan untuk H+1 hingga H+5 menjadi Rp 500.000,-

Untuk KA Taksaka tujuan Gambir-Yogyakarta dari H-3 hingga hari kedua Lebaran adalah Rp 550.000,-
Sedangkan untuk H+1 hingga H+5 adalah Rp 500.000,-

Harga tiketnya nggilani bener. Edan tenan. Bye Bye
Reply
Kalkulasi Harga Tiket KA (Mudik Lebaran 2011)
KA Anggrek Pagi (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu - Rp 650 ribu.
KA Anggrek Malam (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu - Rp 650 ribu.
Argo Lawu (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu - Rp 580 ribu.
Argo Dwipangga (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu - Rp 580 ribu.
Argo Sindoro (SMT-GMR/GMR-SMT) Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.
Argo Muria (SMT-GR/GMR-SMT) Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.
Gajayana (ML-GMR/GMR-ML) Rp 450 ribu - Rp 650 ribu.
Bima (SGU-GMR/GMR-SGU) Rp 450 ribu -Rp 600 ribu.
Sembrani (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 450 ribu - Rp 550 ribu.
Taksaka (YK-GMR/GMR-YK) Rp 350 ribu - Rp 550 ribu.
Gumarang Exa (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 400 ribu - Rp 650 ribu.
Gumarang Bisnis (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 250 ribu - Rp 300 ribu.
Bangunkarta (JB-PSE/PSE-JB) Rp 255 ribu - Rp 550 ribu.
Senja Kediri (KD-PSE/PSE-KD) Rp 200 ribu - Rp 300 ribu.
Fajar SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
Senja SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
Purwojaya (CP-GMR/GMR-CP) Rp 105 ribu - Rp 350 ribu.
Sawunggalih (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 105 ribu - Rp 200 ribu.
Senja Solo (SLO-PSE/PSE-SLO) Rp 130 ribu - Rp 220 ribu.
Fajar Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 120 ribu - Rp 220 ribu.
Senja Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 130 ribu - Rp 220 ribu.
Bogowonto (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 90 ribu - Rp 150 ribu.

[spoiler=Tiket KA Eksekutif]
[Image: tiketw.jpg][/spoiler]

[spoiler=Tiket KA Bisnis]
[Image: tiketbisnis.jpg][/spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Ane share yaa..
Ane mudik pake ka 103 (Mutiara Selatan) ke bandung Besok tanggal 20.. Big Grin
Reply
(08-08-2011, 01:09 PM)Warteg Wrote: Monggo dilanjut mudiknya.............Xie Xie
Musim mudik lebaran kali ini sepertinya saya tidak pulang kampung ke Tegal
Tapi kalau ada waktu senggang dan tiket KA harganya tidak meroket nanti akan silaturrahmi keluarga di kampung halaman di TG
Big_icon_rame

Xie Xielho dari TG juga??TGnya sebelah mana??aku dari TG juga nie..tapi kayaknya ga mudik..soale angkutane susah kalo ke TG..naik 153 turun PPK nyambung angkot sampe Balapulang begitu juga kalo via jalur utara Sakit
Tag Kereta Lebih Baik
Reply
Quote:Lebaran, PT KA Tambah 28 Kereta

JUM'AT, 19 AGUSTUS 2011, 20:56 WIB

VIVAnews - Semakin melonjaknya jumah calon penumpang jelang Lebaran ini PT Kereta Api menyiapkan 28 kereta tambahan untuk wilayah Jawa dan Sumatera. Sehingga nantinya semua kereta berjumlah 151.

Direktur Utama PT Kereta Api Ignatius Jonan usai mengecek infrastruktur perkeretaapian mengatakan, dua dari 28 kereta tambahan itu untuk Daerah Operasi VI DIY-Jateng. "Yaitu kereta Komunitas Bengawan (ekonomi) dan Argolawu (eksekutif)," kata dia di Yogyakarta, Jumat, 19 Agustus 2011.

Menurut dia, saat ini hampir semua lokomotif kereta sudah dikeluarkan. "Kami hanya punya cadangan dua lokomotif," kata Jonan. Ia meyakinkan bahwa semua gerbong kereta yang dipakai angkutan Lebaran telah diperiksa kelayakannya. "Semua layak jalan," katanya.

Jonan juga mengatakan, PT Kereta Api bekerjasama dengan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan rel di sejumlah lintasan yang dilalui arus mudik. (Laporan Erick Tanjung, Yogyakarta)

Sumber : vivanews.com
Reply
Quote:Kereta Api Masih Pilihan Utama Pemudik!

Penulis : Imanuel More | Tri Wahono | Senin, 22 Agustus 2011 | 18:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum ludesnya tiket kereta api (KA) kelas ekonomi khusus mudik Lebaran tidak menjadi ukuran turunnya minat pemudik terhadap jasa transportasi ini. Humas PT Kereta Api Indonesia melihat sebagian penumpang masih terbiasa dengan pola lama, yaitu pembelian tiket dilakukan menjelang keberangkatan.

"Kereta api masih menjadi pilihan utama mudik kok. Sekarang kami berlakukan penjualan tiket tujuh hari sebelum tanggal keberangkatan (H-7). Mungkin itu yang belum diketahui," terang Mateta Rizalulhaq, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 1 kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (22/8/2011).

Bukti tidak turunnya animo pemudik menggunakan jasa perkeretaapian, menurut Mateta, juga terlihat dari ludesnya tiket kelas eksekutif dan bisnis hanya dalam beberapa hari sejak dibuka penjualannya pada H-40.

Banyak kegiatan mudik bareng yang diadakan perusahaan dan lembaga tertentu diperkirakan bisa mempengaruhi pengguna jasa transportasi KA.

Hingga pertengahan hari ke-4, Sabtu (20/8/2011) tiket kelas ekonomi yang telah dipesan baru sekitar 14.076 tiket. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri menyediakan 150 tiket per kereta. "104 penumpang duduk dan 44 penumpang berdiri," jelas Mateta.

Dengan delapan KA reguler dan enam kereta tambahan, jumlah tersebut baru separuh kapasitas yang disediakan.
Reply
(22-08-2011, 08:27 PM)pardjono Wrote: Banyak kegiatan mudik bareng yang diadakan perusahaan dan lembaga tertentu diperkirakan bisa mempengaruhi pengguna jasa transportasi KA
Kenapa pihak-pihak tertentu gak mengadakan mudik (gratis) bareng dengan menggunakan KA ya? Tersenyuum
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(22-08-2011, 09:50 PM)Warteg Wrote:
(22-08-2011, 08:27 PM)pardjono Wrote: Banyak kegiatan mudik bareng yang diadakan perusahaan dan lembaga tertentu diperkirakan bisa mempengaruhi pengguna jasa transportasi KA

Kenapa pihak-pihak tertentu gak mengadakan mudik (gratis) bareng dengan menggunakan KA ya? Tersenyuum

Perusahaan-perusahaan itu kan sambil ngiklan Mas. Setahun sekali buang biaya pemasaran tidak langsung. Kalau pakai KA bisa-bisa penumpang umum nggak kebagian tempat. Bagi-bagi rejeki lah. Ben entuk kabeh. Tersenyuum
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)