13-05-2011, 02:40 PM
(11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.
Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
Secara teknis mungkin saja memang berbahaya buat gerbong yang paling depan karena beda bobot dengan yang dibelakang, ngak tau deh nunggu ada kecelakaan dulu dengan aling-aling baru dibatalkan.
Apakah kecelakan anjlok KA Rajawali karena gerbong aling-aling ini ya ?
Lok dan gerbongnya anjlok
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu

BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat





![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)


:ha ha ha:




![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)