Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
Narendro Anindito Wrote:11-May-2011, 04:08 PM(Hari ini 03:15 PM)Warteg Wrote: [ -> ]
(Kemarin 04:18 PM)Ken Aditya Wrote: [ -> ]Usul saya terdahulu gerbong aling-aling dipake gerbong barang saja, mubazir, jumlah gerbong penumpang jangan dikurangi, rangkaian lebih panjang
Wah gak kebayang kalo pake Gerbong Barang (PPCW.PKPKW,KKW,GGW) kalo jalan berisiknya bukan maen............
Harusnya didesain sendiri gerbong khusus aling-aling


Harusnya dibatalkan saja kebijakan Aling aling

Selama okupansi penumpang masih bisa diatasi rangkaian yang ada , nggak masalah ada aling2
Kalau lagi week end , aling2 depan pakai BP bagi yg biasa bawa BP adan aling2 belakang pakai B .
Saat2 Lebaran , Hapuskan Kebijakan Aling2 , kalaupun nggak bisa harus dijalankan KLB yang beraling2 depan dan belakang gerbong B .
namanya juga usulnya orang bingung dengan kebijakan ini.
(11-05-2011, 04:08 PM)Narendro Anindito Wrote:
(11-05-2011, 03:15 PM)Warteg Wrote:
(10-05-2011, 04:18 PM)Ken Aditya Wrote: Usul saya terdahulu gerbong aling-aling dipake gerbong barang saja, mubazir, jumlah gerbong penumpang jangan dikurangi, rangkaian lebih panjang
Wah gak kebayang kalo pake Gerbong Barang (PPCW.PKPKW,KKW,GGW) kalo jalan berisiknya bukan maen............Bethe
Harusnya didesain sendiri gerbong khusus aling-aling

Harusnya dibatalkan saja kebijakan Aling aling Ngakak
Bikin beban lokomotif tambah berat............Bethe
Kalo selama ini memang gak ada manfaatnya mendingan dihapus saja............Xie Xie
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.

Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Rangkaiannya sebelum aling2 buat KA lokalan 6-8 kereta, setelah ada aling2 4 kereta isi, 2 kereta kosong, laahhh mending pake lok BB 301 saja kalo cuman 4 kereta yang isi....hheemmmt populasi masyarakat indonesia bertambah banyak, ni kapasitas angkutan masal malah dikurangi, hemmm sungguh aneh..
(11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.

Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.

waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan Lempar Loko
virus GALAU telah melanda. . .Jedotin
(12-05-2011, 11:29 AM)forza21 Wrote:
(11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.

Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.

waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan Lempar Loko

sedih ... mengatasi masalah dengan masalah lagi
Pengumuman Stop Aling-aling sekarang juga Wooooyy
(12-05-2011, 01:48 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [spoiler]
(12-05-2011, 11:29 AM)forza21 Wrote:
(11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.

Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.

waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan Lempar Loko
[/spoiler]

sedih ... mengatasi masalah dengan masalah lagi
Pengumuman Stop Aling-aling sekarang juga Wooooyy

Setuju mas kalo do stop... mendingan diganti ajah pake gerbong barang, kan ada manfaatnya buat PT KA.
Sekalian bisnih hehe. Ngikik

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Memang niatnya gerbong aling-aling itu untuk gerbong barang. Tapi karena orang KA telmi (telat mikir), tekor (telat koordinasi), lakers (lambat kerja sih), dan nggadung (nggragas duit nyong) maka jadinya seperti sekarang ini.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Gimana kalo aling-aling lebih baik 'diartikan begini saja'
Lokomotif - BP (aling alingnya) - Rangkaian (K1/K2/K3/M/....) - B (aling alingnya) atau sebaliknya................Ngeledek
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
(12-05-2011, 10:39 PM)Warteg Wrote: Gimana kalo aling-aling lebih baik 'diartikan begini saja'
Lokomotif - BP (aling alingnya) - Rangkaian (K1/K2/K3/M/....) - B (aling alingnya) atau sebaliknya................Ngeledek

Idealnya ya gitu itu. Jangankan semua RF, dhedhemitpun pasti setuju. Ngakak


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)