Posts: 120
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
3
Narendro Anindito Wrote:11-May-2011, 04:08 PM(Hari ini 03:15 PM)Warteg Wrote: [ -> ]
(Kemarin 04:18 PM)Ken Aditya Wrote: [ -> ]Usul saya terdahulu gerbong aling-aling dipake gerbong barang saja, mubazir, jumlah gerbong penumpang jangan dikurangi, rangkaian lebih panjang
Wah gak kebayang kalo pake Gerbong Barang (PPCW.PKPKW,KKW,GGW) kalo jalan berisiknya bukan maen............
Harusnya didesain sendiri gerbong khusus aling-aling
Harusnya dibatalkan saja kebijakan Aling aling
Selama okupansi penumpang masih bisa diatasi rangkaian yang ada , nggak masalah ada aling2
Kalau lagi week end , aling2 depan pakai BP bagi yg biasa bawa BP adan aling2 belakang pakai B .
Saat2 Lebaran , Hapuskan Kebijakan Aling2 , kalaupun nggak bisa harus dijalankan KLB yang beraling2 depan dan belakang gerbong B .
namanya juga usulnya orang bingung dengan kebijakan ini.
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 154
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
3
Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.
Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Posts: 210
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
2
Rangkaiannya sebelum aling2 buat KA lokalan 6-8 kereta, setelah ada aling2 4 kereta isi, 2 kereta kosong, laahhh mending pake lok BB 301 saja kalo cuman 4 kereta yang isi....hheemmmt populasi masyarakat indonesia bertambah banyak, ni kapasitas angkutan masal malah dikurangi, hemmm sungguh aneh..
Posts: 427
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
9
(11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.
Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan
virus GALAU telah melanda. . .
Posts: 1,624
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
8
(12-05-2011, 11:29 AM)forza21 Wrote: (11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.
Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan 
sedih ... mengatasi masalah dengan masalah lagi
 Stop Aling-aling sekarang juga
Posts: 1,780
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
5
(12-05-2011, 01:48 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [spoiler] (12-05-2011, 11:29 AM)forza21 Wrote: (11-05-2011, 08:39 PM)paul_foxdemon Wrote: Saya sempat ngobrol dengan petugas mekanik gerbong, yang biasanya menyambung dan melepas gerbong dari rangkaian KA. Katanya sistem gerbong aling-aling ini agak berbahaya.
Karena bobot gerbong tidak berimbang satu dengan lain, maka posisi coupler itu tidak lurus. Jadi posisi coupler gerbong aling-aling selalu lebih tinggi dari coupler gerbong yang ada isinya, dan lokomotif.
Bisa dibayangkan di masa lebaran, jedanya pasti makin besar, dan kalau dipakai di jalur pegunungan, resiko gerbong putus makin besar.
waduh?yang bener mas? bisa dibayangkan kalo pas lagi jalur nanjak gerbong alingaling ini lepas.. kebetulan dibelakangnya ada PJL atau daerah padat penduduk yang notabene banyak orang lewat..ckckck lebih gawat lagi kalo dibelakangnya ada KA.... bisa tuiiiinggg dan  [/spoiler]
sedih ... mengatasi masalah dengan masalah lagi
Stop Aling-aling sekarang juga 
Setuju mas kalo do stop... mendingan diganti ajah pake gerbong barang, kan ada manfaatnya buat PT KA.
Sekalian bisnih hehe.
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Posts: 154
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
3
Memang niatnya gerbong aling-aling itu untuk gerbong barang. Tapi karena orang KA telmi (telat mikir), tekor (telat koordinasi), lakers (lambat kerja sih), dan nggadung (nggragas duit nyong) maka jadinya seperti sekarang ini.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
Gimana kalo aling-aling lebih baik 'diartikan begini saja'
Lokomotif - BP (aling alingnya) - Rangkaian (K1/K2/K3/M/....) - B (aling alingnya) atau sebaliknya................
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
![[Image: warteg.png]](http://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
(12-05-2011, 10:39 PM)Warteg Wrote: Gimana kalo aling-aling lebih baik 'diartikan begini saja'
Lokomotif - BP (aling alingnya) - Rangkaian (K1/K2/K3/M/....) - B (aling alingnya) atau sebaliknya................
Idealnya ya gitu itu. Jangankan semua RF, dhedhemitpun pasti setuju.
|