Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
(01-05-2011, 09:11 AM)ArvendoGTASA Wrote: Menurut saya, aling-aling itu:
1. menambah beban lokomotif, yang akan mengurangi umur lokomotifSedih
2. mubadzir karena didalamnya tidak ada apa-apa
3. aling-aling itu seharusnya gerbong b yang diisi kargo saja, seperti Malabar, jadi bisa menambah penghasilan PT. Kereta Api (Persero) .
4. meski ada aling2, tetap saja banyak yang dijebol. terutama pd KA lokal.

Gerbong Aling-aling itu solusi yang SALAH dan NGAWUR, karena BUKAN mencari CAUSA PRIMA nya.

Makanya seharusnya Dirjen KA invest serius sekali di sistem persinyalan, Safety and Control Devise, Sensor dan Deteksi, dan automatisasi sistem KA, untuk meminimalisir HUMAN ERROR.
Faktanya tabrakan karena MASINIS microsleep itu amat sangat sedikit sekali terjadinya, karena semua usaha keras secara serius sekali dipusatkan kesitu, "BAGAIMANA MENCEGAH MASINIS tertidur dalam tugas, dan TABRAKAN KA TIDAK TERJADI".

GERBONG ALING-ALING itu solusi : yang kagetan, yang panik, yang cari selamet sendiri (para bos PT KA), yang mengorbankan ujung tombak operasi yaitu MASINIS, dan tidak menyentuh masalah sama sekali, "MENGAPA MASINIS TERTIDUR (MICRO SLEEP) dalam TUGAS".

Cuma memikirkan diri sendiri, pokoknya jabatan gue SLAMET.

SAMA dengan PENYEBAB JATUH KORBAN AKIBAT PLH ITU TABRAKAN (SEKALI LAGI TABRAKAN KA) dan BUKAN KARENA TIDAK TERSEDIANYA GERBONG ALING-ALING di rangkaian tadi.
Dan menjaga KA agar tidak sampai tabrakan itu (amat) BISA, wong contohnya ada banyak koq dimana-mana.

Benar-benar saya gak ngerti bagaimana sih pola berpikir boss-boss (yang membuat keputusan di PT KA) dan menteri terkait yang membiarkan Logika Bengkok ala Gerbong Aling-aling begini dipakai (atau malah menteri-nya yang ngotot?).

Soal kereta kosong buat buat bawa bagasi/barang yang ditaruh paling depan atau paling belakang itu kan sudah ada dari dulu, angkutan barang itu kan ada yang "barang grobakan", ada yang "barang potongan", tapi itu kan pola berbisnis KA, dan gak ada urusannya dengan PLH sama sekali.

Kalau gak mau PLH ya JANGAN TABRAKAN, TITIK.
Kalau mau berbisnis gerbong bagasi ya bawa kereta bagasi, tapi karena untuk urusan bisnis dan bukan karena untuk aling-aling.

yang telah terjadi ialah DIPLINTIR (LOGIKANYA), karena panik dan ketakutan amat sangat, maka segera nyamber solusi GERBONG ALING-ALING. Ketika di kritik kanan kiri habis-habisan, buru-buru berkilah pakai Logika BENGKOK, "kan bisa dipakai angkutan barang kerja sama dengan expedisi KA". Duh, Jawaban orang kepepet, keliru dan nge-les.

Adu RUSAK antara kondisi Gerbong Aling-aling melawan "akal-akalan anarki" pemakai jasa yang sudah amat sangat frustasi dengan keputusan konyol ini.
Trus dimuat / dikirim ke media cetak atau elektronik, sebagai HAK kritik publik, yang UANGNYA (melalui mekanisme pajak dan PT KA sebagai BUMN) dipakai untuk membiayai Gerbong-ALing-ALing ini.
Itu Duit Rakyat, bukan DUITNYA Boss PT KA itu. Kalau cuma dijadikan sasaran pelampiasan kejengkelan publik dan dihancurkan, itu namanya NGAWUR.

Biar publik yang menilai secara umum dan fair, seberapa "pintar" atau seberapa "blo-on" pembuat keputusan ini, menghambur-hambur-kan duit rakyat.

Kebayang nanti kemungkinan hasilnya :
- SADAR dan mencari solusi yang lebih baik, dan segera menghapus gerbong aling-aling --> pendekatan orang pintar
- tambah sangar, langsung minjam polisi sak-abreg, buat nangkepi pemakai jasa yang "anarkis" karena "frustasi" --> pendekatan tangan besi
- cuek gak peduli sama sekali, mau ngabisin stock kereta, mau hancur remuk kaca, jendela pintu, bukan punya gue, bukan urusan gue --> gak ada pendekatan, wong udah cuek kok.

Gerbong Aling-aling bukan untuk melindungi pemakai jasa KA (itu alasan paling buncit dan salah), yang nomor satu ialah upaya melindungi jabatan para boss PT KA, yang amat sangat ketakutan bila ada PLH lagi dan jatuh korban.

Saya (hanya) menyampaikan apa yang ada di pikiran dan pendapat saya (karena itu hak saya), dan yang saya sampaikan (menurut saya) ada dasarnya.
Dan saya (selalu) berusaha untuk SEIMBANG antara menilai MANAJEMEN Per-KA-an (di satu pihak - Boss / atau yang mewakili Boss) dengan para Operator Lapangan sebagai Ujung Tombak Operasional (karyawan).

Pendapat saya:
KE-SATU
100 persen saya TIDAK SETUJU GERBONG-ALING-ALING, karena itu secara LUGAS dan JELAS pesannya ke MASYARAKAT ialah " AWAS, NAIK KA di INDONESIA ITU BERBAHAYA (makanya perlu Gerbong Aling-aling). Sedemikian burukkah dan tak berdayanya manajemen operational KA di Indonesia ????.
Selain itu, keberadaan gerbong aling-aling itu (kalau amat disukai oleh PT KA) harus sebagai ADD ON, artinya kalau dulunya keretanya 8 kereta, sekarang HARUS = 8 + 2 = 10 alias SEPULUH kereta, TIDAK BOLEH MENGURANGI EXISTING CONFIGURATION, sebab itu artinya MENGURANGI LEVEL PELAYANAN (dengan menjejalkan penumpang ke jumlah kereta yang lebih sedikit karena dikurangi untuk gerbong aling-aling).

KE-DUA
Kalau ada PLH solusinya ya (menurut LOGIKA) di hilangkan PLH nya, prinsip SEBAB - AKIBAT murni dan langsung ke masalahnya.
yang terjadi (setidak nya yang di umumkan ke masyarakat) malah langsung loncat ke SOLUSI PENCEGAHAN TIDAK LANGSUNG yang NOMOR KE-SEKIAN (alias nomor buncit), dan optional, artinya kalau memang PT KA bisa menjamin tidak ada PLH (lagi) lalu ngapain mesti pakai aling-aling. Bukan malahan di plintir "kan bisa untuk usaha bisnis gerbong bagasi/barang". Bisnis ya bisnis, silakan, tapi kalau masalahnya PLH ya hilangkan dan cegah PLH-PLH itu.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
(27-04-2011, 05:49 PM)maulana Wrote:
Gila gan, hari minggu kemarin Di gerbong aling" KA kutsel dan pasundan dijebol sama pedagang dan kalo mau masuk bayar 15 ribu gila gak gan ? aneh bgt
[spoiler=Saran saya u anda]
Akan lebih baik komen anda ini di sertai bukti² kalo besok anda melihat transaksinya/harus membayar spt yg anda infokan. jadi gak terkesan inpoh murahan aja. Bukti bisa anda buat dlm bntuk video dr hp anda. Saya menyarankan ini karena sudah menyangkut kridibilitas PT KA dan forum ini, sebagai anggota forum gak mau juga dong nanti kalo inpoh anda terfollow up tp anda tidak punya bukti yang larinya akan menjatuhkan nama baik forum ini juga

Kalo dijebol,banyak kambing udah banyak yg kita temui ... kalo bayar? sampe saat ini blom dapat bukti yg bisa dijadikan argumen pembicaraan, dan untuk para rf semua mari kita cermati bersama kasus "dugaan" terjadi transaksi gelap yg dilakukan oknum KA di gerbong aling² ini kemanapun anda bepergian menggunakan KA
[/spoiler]

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
Setuju pake gerbong aling-aling karena yang paling sering dapat musibah penumpang yang berada di kedua ujung, tanpa harus mengurangi jumlah gerbong penumpang, harus berfungsi sebagai kereta barang, bukan kosong, agar tidak disalah gunakan.
Aling2, katnya fungsinya untuk melindungi, kok dibelakan lokomotif?????Bingung seharusnya, keselamatan masinis juga diperhitungkan kan....... bagaimanapun juga, kalo nggak ada masinis kta kan juga susah. aling2 td usah dihapus. tp diganti saja formasinya seperti ini:
[spoiler]Aling2 Koplak

[Image: 219382_200998059935392_100000755978450_4...4537_o.jpg]
[/spoiler]
NgakakNgakakNgakak
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
(05-05-2011, 08:09 PM)ArvendoGTASA Wrote: Aling2, katnya fungsinya untuk melindungi, kok dibelakan lokomotif?????Bingung seharusnya, keselamatan masinis juga diperhitungkan kan....... bagaimanapun juga, kalo nggak ada masinis kta kan juga susah. aling2 td usah dihapus. tp diganti saja formasinya seperti ini:
[spoiler]Aling2 Koplak

[Image: 219382_200998059935392_100000755978450_4...4537_o.jpg]
[/spoiler]
NgakakNgakakNgakak

hahaha aling2nya sangat koplak, untung aja nggak jadi gitu, kalo misalnya alin2nya kaya gambar itu, apa kata dunia?hahaha

btw, aling2 kereta ekonomi kok malah diisi ama orang ya?emang petugasnya pada kemana kok nggak pada nyemprit ma menertibkan oran2 itu ya?sebenarnya kebijakan aling2 juga ditanggapi sinis sama guru saya(mungkin RF juga kali). dia bilang kalo aling2 tu solusi (maaf) goblok dari pt ka. dia juga menuturkan kalo misalnya mau mengurangi tingkat kecelakaan dan korban bukan dengan mengorbankan satu gerbong di depan atau di belakang tapi dengan cara memberikan taspat2 tertentu buat semua kereta sehingga kalo salah jalur masih ada kesempatan buat ngerem dan mbalik, tambah lagi dia bilang juga kalo mau dikurangin tingkat keselamatannya SDM nya juga harus ditingkatkan kualitasnya... nah itu tadi pendapat guru saya tentang gerbong aling2. kalo buat saya pribadi, yaa aling2 kalo buat kargo sih mending lah, selain buat bantu ngerem juga berguna. jangan gerbong tua yang dikosongin trus buat sarang kambingers2nya.. sekianXie Xie maaf kalo kata2 ane kurang berkenan
virus GALAU telah melanda. . .Jedotin
sampai kapan neh kebijakan, apa nggak ada solusi penggantinya ?Bingung
Dengan ....
- peningkatan SDM ?
- penambahan atau peningkatan perlengkapan prasarana dan sarana (upgrade teknologi terkini)?
- peningkatan kesejahteraan operator lapangan ?
- perlindungan hukum maksimal opertor lapangan ?
- pertanggungjawaban atasan ?
Jangan sampai solusi "sementara" aling-aling ini jadi berkelanjutan selamanya....
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
(06-05-2011, 01:30 PM)bonbon Wrote: sampai kapan neh kebijakan, apa nggak ada solusi penggantinya ?Bingung
Dengan ....
- peningkatan SDM ?
- penambahan atau peningkatan perlengkapan prasarana dan sarana (upgrade teknologi terkini)?
- peningkatan kesejahteraan operator lapangan ?
- perlindungan hukum maksimal opertor lapangan ?
- pertanggungjawaban atasan ?
Jangan sampai solusi "sementara" aling-aling ini jadi berkelanjutan selamanya....

Ngakak
Nunggu sampe arti TOP21 dilaksanakan dgn sebenar2nya, Om...

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





(06-05-2011, 01:41 PM)see_204XX Wrote:
(06-05-2011, 01:30 PM)bonbon Wrote: sampai kapan neh kebijakan, apa nggak ada solusi penggantinya ?Bingung
Dengan ....
- peningkatan SDM ?
- penambahan atau peningkatan perlengkapan prasarana dan sarana (upgrade teknologi terkini)?
- peningkatan kesejahteraan operator lapangan ?
- perlindungan hukum maksimal opertor lapangan ?
- pertanggungjawaban atasan ?
Jangan sampai solusi "sementara" aling-aling ini jadi berkelanjutan selamanya....

Ngakak
Nunggu sampe arti TOP21 dilaksanakan dgn sebenar2nya, Om...

Ngakak dirubah jadi TOP22 dong gan

Takutnya setelah kebijakan aling2 ini nanti ditiadakan, yg ada masyarakat pengguna KA yg sudah terlanjur "terprovokasi" aling-aling, bisa protes, alergi, terparah membatalkan perjalanan (akibat was-was) kalo dpt tiket tempat duduk gerbong terdepan atau gerbong paling belakang
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
(05-05-2011, 08:09 PM)ArvendoGTASA Wrote: Aling2, katnya fungsinya untuk melindungi, kok dibelakan lokomotif?????Bingung seharusnya, keselamatan masinis juga diperhitungkan kan....... bagaimanapun juga, kalo nggak ada masinis kta kan juga susah. aling2 td usah dihapus. tp diganti saja formasinya seperti ini:
[spoiler]Aling2 Koplak

[Image: 219382_200998059935392_100000755978450_4...4537_o.jpg]
[/spoiler]
Jadinya ini kayak yang di film Kereta Api Terakhir .......NgakakNgakakNgakak
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
(06-05-2011, 01:56 PM)bonbon Wrote:
(06-05-2011, 01:41 PM)see_204XX Wrote:
(06-05-2011, 01:30 PM)bonbon Wrote: sampai kapan neh kebijakan, apa nggak ada solusi penggantinya ?Bingung
Dengan ....
- peningkatan SDM ?
- penambahan atau peningkatan perlengkapan prasarana dan sarana (upgrade teknologi terkini)?
- peningkatan kesejahteraan operator lapangan ?
- perlindungan hukum maksimal opertor lapangan ?
- pertanggungjawaban atasan ?
Jangan sampai solusi "sementara" aling-aling ini jadi berkelanjutan selamanya....

Ngakak
Nunggu sampe arti TOP21 dilaksanakan dgn sebenar2nya, Om...

Ngakak dirubah jadi TOP22 dong gan

Takutnya setelah kebijakan aling2 ini nanti ditiadakan, yg ada masyarakat pengguna KA yg sudah terlanjur "terprovokasi" aling-aling, bisa protes, alergi, terparah membatalkan perjalanan (akibat was-was) kalo dpt tiket tempat duduk gerbong terdepan atau gerbong paling belakang

Setuju sekali Mas, kalau kelamaan diberlakukannya kebijakan gerbong aling-aling ini saya yakin stigma "kereta paling belakang dan paling depan adalah gerbong maut dan tidak aman" akan tertanam di benak masyarakat, dan saya yakin sekarang pun sebagian masyarakat sudah menganggapnya demikian. Berarti ini kan membunuh perkeretaapian Indonesia secara perlahan-lahan, berarti kalau secara logika yang membunuh secara perlahan-lahan KA adalah para pembuat kebijakan KA itu sendiri...
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)