Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
sisi positif terhadap operasi KA : tidak ada.
Sisi negatif terhadap operasi KA :
1. kereta yang membawa gerbong tanpa muatan lebih sulit di rem halus, contohnya : gerbong kosong 32 ton ditambah penumpang dan barang sekitar 3,5 ton jadi berat total gerbong bermuatan adalah lebih berat 3,5 ton dari gerbong aling2, ini pengaruh ke adhesi roda saat mengerem.
2. penambahan 2 gerbong aling2 berarti menambah berat tonase KA sebesar 64 ton (1 gerbong kosong 32 ton) itu hampir seberat 1 unit BB 304. tambah beban = tambah biaya operasi.
3. beberapa aling2 yang saya perhatikan bukan dari gerbong yang siap jalan, ada yang bagus, ada juga yang full karat dan bogie blok rem yang tidak tersetel dengan baik. bisa menambah masalah di perjalanan.
4. kapasitas angkut KA jelas berkurang, jika ingin mengembalikan kapasitas angkut normal tanpa menghilangkan aling2 maka KA bisa mencapai panjang 14 gerbong, ini jadi masalah lagi.
5. aling aling berarti melegalkan tabrakan, boleh tabrakan kok, kan udah ada pengamannya. jadi yang dicari gimana tabrakan dengan aman, bukan gimana supaya tidak tabrakan lagi.
Well, nambah lagi:

Di beberapa KA, khususnya K3, malah aling-alingnya di jebol, seakan menghilangkan makna aslinya sebagai gerbong kosong penyelamat...

Contoh pas tgl 31 kemaren, Serayu Pagi dari KYA formasinya jadi CC 203 08 BD (ganti CC 201 52 PWT) - K3 (A) - KMP3 - 4 K3 - K3 "aling-aling".

Kenapa dikasi tanda kutip? Karena berhasil dijebol, padahal di pintu tertempel sticker "Kereta ini BUKAN untuk penumpang - Sarana Daop V PWT"...

Apa penyebabnya? Jangan bilang "kurang sosialisasi"... Kalo emang masih mo pake aling-aling, ya harus ada penertiban rutin dan tegas... Toh (konon) tujuannya biar aman...

Kayaknya itu deh dampak negatifnya, yg jika digabung dengan bagian post-post sebelumnya menjadi "useless", padahal jika tertib bisa jadi "useful" (walau bukan "the most useful")...

Oh, dan satu lagi yg amat disayangkan. Kalo liat K2 aling-aling BD, semua kursi dicabut. Jadi andai mau dioperasikan normal kembali berarti buang waktu lagi buat pemasangan kursi...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
eh ada positifnya??? gak ada dech.... yang ada gerbong aling2 khususnya di kls K3, jadi sarana kondektur nambah setoran pribadi dengan memasukan penumpang ke gerbong aling2!!!
kejadian ini waktu terasa waktu naik pasundan dari Sb Gubeng ke - Kircon...
kondektur kereta minta tambahan duit (5000 - 7000an) untuk bisa masuk dan duduk dengan lesehan di gerbong aling2..

[Image: kaatapcopy.jpg]

( Shizier...089671371636 )
Jurig Argo Wilis

kekurangannya :
> kapasitas tempat duduk jelas berkurang , konfigurasi rangkaian lebih terlihat homogen , tidak memancing pertanyaan bagi siapa yang melihatnya bla...bla...bla...
Kelebihannya
> rangkaian bervariasi dan sering terlihat heterogen , bahkan uniknya sering tampil beda satu rangkaian membawa 3 generasi sbb :


[Image: 2w4jtpt.jpg]
positifnya ;
- membuat rangkaian unik dan campur aduk dengan rangkaian warna lain
- (mungkin) bisa jadi gerbong penyelamat ketika PLH
- membuat jajaran direksi sedikit lega krna kebijakan ini mungkin bisa membantu mengurangi resiko PLH

kalau negatif kan banyak jadi saya gak bisa komentar deh,, maaf ya om TS nya.. hehe
(03-04-2011, 11:13 AM)kemal reza Wrote: positifnya ;
- membuat rangkaian unik dan campur aduk dengan rangkaian warna lain
- (mungkin) bisa jadi gerbong penyelamat ketika PLH
- membuat jajaran direksi sedikit lega krna kebijakan ini mungkin bisa membantu mengurangi resiko PLH

kalau negatif kan banyak jadi saya gak bisa komentar deh,, maaf ya om TS nya.. hehe

nah ini maksud saya, manajemen melegalkan PLH
PLH boleh kok toh ada aling aling.
satu satunya perusahaan kereta di Dunia yang memperbolehkan keretanya PLH, bravo bravo Tepuk TanganTepuk TanganTepuk Tangan
Sisi Postivenya : Nihil
Sisi Negativenya : Buka sendiri TS di sini soalan gerbong aling - aling,lengkap banget
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
cuma ada negatifnya deh,suatu kebijakan yang koplak dari menhub
BOBOTOH PERSIB
Gerbong aling - aling bukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah Perkereta apian. Seharusnya yang lebih dipikirkan itu cara untuk menghindari PLH, bukan cara untuk menekan jumlah korban akibat PLH... Jika yang dipikirkan adalah bagaimana untuk mencegah jatuhnya korban akibat PLH, maka lebih baik gerbong aling - aling diletakkan di depan lokomotif, maka jika terjadi tabrakan, tidak ada korban yang tewas, apa gunanya jika gerbong aling - aling diletakkan di lokomotif, toh jika tabrakan nyawa masinisnya terancam...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
ka aling2 tidak menyelesaikan akar permasalahan yang utama
Salam edan spoor!!!


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)