12-03-2011, 11:15 PM
terulang lagi KA terlambat terus udah gitu tanpa ada kepastian sebab2nya
|
Curhat : Kejenuhan Teman2 Menyangkut Kereta Api
|
|
13-03-2011, 12:09 PM
Jenuh, tarifnya Muahal, n Kemalahan, K-2 n K-1, K-3...oke-oke aja, mendingan semua KA di Jadi in K-3 aja deh.
Jenuh dan Nggak mw lagi naik Kereta Api, kalo Tarif nya nggak sesuai sama yang di dapat, Sekarang udah punya alternatif dr. Sawunggalih Ut Pagi... sekarang udah ada Bis Bisnis AC jur Yogya berangkat pagi
13-03-2011, 01:01 PM
(13-03-2011, 12:09 PM)joe cole Wrote: ............mendingan semua KA di Jadi in K-3 aja deh.[spoiler] saya mendengar isu sebaliknya anda membalik isu.... setuju dah![]() [/spoiler]
14-03-2011, 05:05 PM
KA Eksekutif terlampau MAHALLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kebijakan Aling2 Terlampau Bodohh.. KA Ekonomi TerLALU!!!!! minimal pedagang diusir kek... naeknya pas brenti aja...
14-03-2011, 07:19 PM
Jenuh KA ekonomi yang naik pasti itu-itu aja ... Pengamen, pedagang, dan kawan-kawan. Masak KA seperti Bus Kota ...?
- R y z k y W i d i A T m a j a -
14-03-2011, 10:22 PM
Hehe.... yg di bus kota komentarnya "Koq seperti di KA Klas Ekonomi aja?"
Ada lagi : - Jenuh dikala banyak lihat kemacetan arus kendaraan bermotor, tapi berhenti di atas rel KA. Gak nyadar bahaya mengancam jiwa pr pengendara dan pr penumpang. - Perlintasan KA dipakai buat ngetem angk. umum dan memutar balik kendaraan bermotor. Alesan > "Puteran balik jauh" dan "Di depan tanda rambu larangannya buat muter arah". - Kalo lagi kena macet di dalam bus, gak kelihatan rel KA krn kehalang sesaknya pr penumpang bus dan kendaraan di depan atau belakang yg bus kita naikin. Jadi gak tau si KA dah lewat atau bentar lagi lewat.
15-03-2011, 07:38 AM
(14-03-2011, 07:19 PM)Ryzky_Widi Wrote: Jenuh KA ekonomi yang naik pasti itu-itu aja ... Pengamen, pedagang, dan kawan-kawan. Masak KA seperti Bus Kota ...? lah kalo di bis kota paling pedagang dan pengamen sekali dua kali mas, coba kalo di k3, hampir tiap detik ada aja yg menjajakan dagangannya.. terkadang para pedagang pun beralih profesi menjadi pelaku tindak kejahatan seperti copet, jambret dll.. CMIIW yeh mas ![]()
15-03-2011, 09:22 AM
lama2 pegel juga naek ka eko , lama bgt ga nyampe2 , panasnya minta ampun , gila ! kalo gni males juga naek ka eko -,-
15-03-2011, 11:17 AM
Salah satu penyebab PT Kereta Api lambat (tidak) memperbaiki pelayanannya adalah karena tidak ada koreksi dari masyarakat pengguna KA, mau telat kek, atap bocor, kotor, kipas angin mati, gelap, AC rusak..kereta tetap aja penuh sesak..penumpang cuma bisa menggerutu atau malah cuek ga peduli...lagipula PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bukan perusahaan swasta tapi milik negara..misalkan rugi pun tidak ada yang peduli.. Harapan kita railfans, IRPS, KRL mania dan pecinta kereta yang lain bisa menjadi pendorong terjadinya perubahan di PT Kereta Api dengan berbagai cara misalnya..membangun komunikasi dan memberi masukan ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero), melakukan campaign perubahan (campaign tidak naik ke atas gerbong atau membayar tiket, tidak duduk di lantai dsb) dengan memsang pita di lengan misalnya, memasang stiker, spanduk, liflet sampai dengan melakukan unjuk rasa keprihatinan kalo perlu....mungkin ga nih..
Thanks.. (15-03-2011, 11:17 AM)Kereta mania Wrote: Salah satu penyebab PT Kereta Api lambat (tidak) memperbaiki pelayanannya adalah karena tidak ada koreksi dari masyarakat pengguna KA, mau telat kek, atap bocor, kotor, kipas angin mati, gelap, AC rusak..kereta tetap aja penuh sesak..penumpang cuma bisa menggerutu atau malah cuek ga peduli...lagipula PT. Kereta Api (Persero) bukan perusahaan swasta tapi milik negara..misalkan rugi pun tidak ada yang peduli.. Harapan kita railfans, IRPS, KRL mania dan pecinta kereta yang lain bisa menjadi pendorong terjadinya perubahan di PT Kereta Api dengan berbagai cara misalnya..membangun komunikasi dan memberi masukan ke PT. Kereta Api (Persero), melakukan campaign perubahan (campaign tidak naik ke atas gerbong atau membayar tiket, tidak duduk di lantai dsb) dengan memsang pita di lengan misalnya, memasang stiker, spanduk, liflet sampai dengan melakukan unjuk rasa keprihatinan kalo perlu....mungkin ga nih.. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan penggunanya (terutama calon penumpang dan/atau penumpang K3) ibarat durian lawan ketimun Mas. Sang Ketimun cuma bisa berprinsip 'selamat sampai tujuan saja sudah bagus'. Nggak perlu pakai nuntut neko-neko karena merasa membayar murah dan yakin seyakin yakinnya bahwa 'teriakannya' tak akan ada yang mendengar.
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|