04-01-2009, 07:03 AM
Jakarta ibukota negara Republik Indonesia. Jakarta menjadi pusat jutaan pasang mata penduduk dari berbasgai belahan Bumi untuk takjub keindahan panorama Indonesia. Apabila tidak mengenal Jakarta, maka tentunya sulit mengenal Indonesia dan Bali. Magnet bagi para urbaners atau apalah nama istilahnya yang siap mengadu nasib tidak hanya dari luar kota saja tetapi juga dari mancanegara. Jakarta menjadi kota pertama sebelum Surabaya tentunya yang ingin menggerakkan roda perekonomian dalam negeri. Jakarta menjadi sumber investasi, menjadi pula sumber devisa selain Bali.
Apabila sektor pariwisata terus - terusan carut - marut karena persoalan penataan kota, maka Jakarta akan ditinggal turis khususnya mancanegara. Nah... Jakarta khan untuk kawasan pariwisata punya banyak obyek dalam negeri yang tidak kalah bagusnya terutama karena peninggalan zaman Belanda... Coba sebutkan apa saja temat - tempat wisata di Jakarta tidak hanya peninggalan zaman Belanda?
1. Museum Bahari. 2. Museum Fatahillah. 3. Museum Bank Mandiri. 4. Masjid Itiqlal (buat persinggahan salat para kaum muslim). 5. Gereja Katedral (buat persinggahan ibadah jemaat Kristiani). 6. Museum Joeang '45. 7. Planetariun + Taman Ismail Marzuki. 8. Taman Mini Indonesia Indah. 9. Taman Impian Jaya Ancol. 10. Stasiun Tanjung Priok.
Namun, yang paling banyak diminati hanya no. 8 dan 9. Apabila disejajarkan dengan dibuat lintasan rel kereta api, maka akan menjadi jalur wisata kereta api dalam kota dari utara ke selatan, seperti Museum Bahari - Museum Fatahillah - Museum Bank Mandiri + stasiun Jakarta Kota - Masjid Istiqlal dan gereja Katedral - tugu pak Tani (sekedar lewat saja - Museum Joeang '45 - Taman Ismail Marzuki + Planetarium - Balai Yasa Manggarai - pasar Jatinegara - Dipo Traksi Jatinegara.
Apabila rel bawah antara stasiun Jakarta Kota - stasiun Manggarai via stasiun Gambir masih tersisa, maka bisa saj dikembangkan jadi jalur wisata sehingga antara Museum Bahari dengan masjid Istiqlal akan mudah terjangkau dengan perjalanan KA Wisata dalam kota. Apalafgi saya membayangkan trangkaian gerbong lori wisatanya ditarik lok BB 303 yang sampai saat ini seringkali dijadikan lok langsiran saja dan sesekali narik KA kricak dari dan ke stasiun Parung Panjang. Begitu lewat masjid Istiqlal bisa saja melenceng alias sejajar dengan alur bus Trans Jakarta karena melewati tugu Tani. Terus berpisah dengan busway tsb karena hendak ke arah Museum Joeang 45 dan Planetarium. Menyambung lagi ke stasiun Cikini (rel bawah) masuk ke dipo stasiun Manggarai hingga BY Manggarai.
Bagaimana?
Apabila sektor pariwisata terus - terusan carut - marut karena persoalan penataan kota, maka Jakarta akan ditinggal turis khususnya mancanegara. Nah... Jakarta khan untuk kawasan pariwisata punya banyak obyek dalam negeri yang tidak kalah bagusnya terutama karena peninggalan zaman Belanda... Coba sebutkan apa saja temat - tempat wisata di Jakarta tidak hanya peninggalan zaman Belanda?
1. Museum Bahari. 2. Museum Fatahillah. 3. Museum Bank Mandiri. 4. Masjid Itiqlal (buat persinggahan salat para kaum muslim). 5. Gereja Katedral (buat persinggahan ibadah jemaat Kristiani). 6. Museum Joeang '45. 7. Planetariun + Taman Ismail Marzuki. 8. Taman Mini Indonesia Indah. 9. Taman Impian Jaya Ancol. 10. Stasiun Tanjung Priok.
Namun, yang paling banyak diminati hanya no. 8 dan 9. Apabila disejajarkan dengan dibuat lintasan rel kereta api, maka akan menjadi jalur wisata kereta api dalam kota dari utara ke selatan, seperti Museum Bahari - Museum Fatahillah - Museum Bank Mandiri + stasiun Jakarta Kota - Masjid Istiqlal dan gereja Katedral - tugu pak Tani (sekedar lewat saja - Museum Joeang '45 - Taman Ismail Marzuki + Planetarium - Balai Yasa Manggarai - pasar Jatinegara - Dipo Traksi Jatinegara.
Apabila rel bawah antara stasiun Jakarta Kota - stasiun Manggarai via stasiun Gambir masih tersisa, maka bisa saj dikembangkan jadi jalur wisata sehingga antara Museum Bahari dengan masjid Istiqlal akan mudah terjangkau dengan perjalanan KA Wisata dalam kota. Apalafgi saya membayangkan trangkaian gerbong lori wisatanya ditarik lok BB 303 yang sampai saat ini seringkali dijadikan lok langsiran saja dan sesekali narik KA kricak dari dan ke stasiun Parung Panjang. Begitu lewat masjid Istiqlal bisa saja melenceng alias sejajar dengan alur bus Trans Jakarta karena melewati tugu Tani. Terus berpisah dengan busway tsb karena hendak ke arah Museum Joeang 45 dan Planetarium. Menyambung lagi ke stasiun Cikini (rel bawah) masuk ke dipo stasiun Manggarai hingga BY Manggarai.
Bagaimana?


![[Image: ooters.jpg]](http://i872.photobucket.com/albums/ab285/ardianpuput/ooters.jpg)

