Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bermimpi Punya Jalur Wisata Dalam Kota Jakarta
#1
Jakarta ibukota negara Republik Indonesia. Jakarta menjadi pusat jutaan pasang mata penduduk dari berbasgai belahan Bumi untuk takjub keindahan panorama Indonesia. Apabila tidak mengenal Jakarta, maka tentunya sulit mengenal Indonesia dan Bali. Magnet bagi para urbaners atau apalah nama istilahnya yang siap mengadu nasib tidak hanya dari luar kota saja tetapi juga dari mancanegara. Jakarta menjadi kota pertama sebelum Surabaya tentunya yang ingin menggerakkan roda perekonomian dalam negeri. Jakarta menjadi sumber investasi, menjadi pula sumber devisa selain Bali.

Apabila sektor pariwisata terus - terusan carut - marut karena persoalan penataan kota, maka Jakarta akan ditinggal turis khususnya mancanegara. Nah... Jakarta khan untuk kawasan pariwisata punya banyak obyek dalam negeri yang tidak kalah bagusnya terutama karena peninggalan zaman Belanda... Coba sebutkan apa saja temat - tempat wisata di Jakarta tidak hanya peninggalan zaman Belanda?
1. Museum Bahari. 2. Museum Fatahillah. 3. Museum Bank Mandiri. 4. Masjid Itiqlal (buat persinggahan salat para kaum muslim). 5. Gereja Katedral (buat persinggahan ibadah jemaat Kristiani). 6. Museum Joeang '45. 7. Planetariun + Taman Ismail Marzuki. 8. Taman Mini Indonesia Indah. 9. Taman Impian Jaya Ancol. 10. Stasiun Tanjung Priok.

Namun, yang paling banyak diminati hanya no. 8 dan 9. Apabila disejajarkan dengan dibuat lintasan rel kereta api, maka akan menjadi jalur wisata kereta api dalam kota dari utara ke selatan, seperti Museum Bahari - Museum Fatahillah - Museum Bank Mandiri + stasiun Jakarta Kota - Masjid Istiqlal dan gereja Katedral - tugu pak Tani (sekedar lewat saja - Museum Joeang '45 - Taman Ismail Marzuki + Planetarium - Balai Yasa Manggarai - pasar Jatinegara - Dipo Traksi Jatinegara.
Apabila rel bawah antara stasiun Jakarta Kota - stasiun Manggarai via stasiun Gambir masih tersisa, maka bisa saj dikembangkan jadi jalur wisata sehingga antara Museum Bahari dengan masjid Istiqlal akan mudah terjangkau dengan perjalanan KA Wisata dalam kota. Apalafgi saya membayangkan trangkaian gerbong lori wisatanya ditarik lok BB 303 yang sampai saat ini seringkali dijadikan lok langsiran saja dan sesekali narik KA kricak dari dan ke stasiun Parung Panjang. Begitu lewat masjid Istiqlal bisa saja melenceng alias sejajar dengan alur bus Trans Jakarta karena melewati tugu Tani. Terus berpisah dengan busway tsb karena hendak ke arah Museum Joeang 45 dan Planetarium. Menyambung lagi ke stasiun Cikini (rel bawah) masuk ke dipo stasiun Manggarai hingga BY Manggarai.

Bagaimana?

Reply
#2
klao menurut gua, stasiun priuk ntar bakal jadi stasiun wisata.....
Reply
#3
Ide yang bagus, namun resikonya mgkn harus bersaing sama Buswhy Big Grin
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#4
big bro Wrote:klao menurut gua, stasiun priuk ntar bakal jadi stasiun wisata.....
Ami.......n! Huaaaa.....hik..hik Semoga... Sedih

Reply
#5
naek KRL ciliwung aja..kan jalan2 dalam kota tuh..di daerah THB liat gedung tua,dket ancol liat gedung belanda juga...sepanjang perjalanan juga liat pemandangan asli jakarta...pemukiman kumuh bersaing dengan gedung2 megah....
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#6
Iya... syaratnya mesti ada yang melengkapi kekurangan - kekurangan, seperti :
1. Pemandu wisata di dalam KRL Ciliwung.
2. Tarifnya harusnya sekalian aja bayar sekian Rupiah untuk sekian putaran.
3. Pemberhentian akhir harusnya di stasiun Kampung Bandan yang notabene dekat dengan Ancol. Tapi si KPB masih kumuh oyy....
4. Terlalu lama ngetem di stasiun Manggarai. Gimana kalau seandainya ada penumpang menyewa semisal pegawai PT. KA dari stasiun Tanah Abang ingin muter Jakarta sekian puteran, terus berakhirnya di stasiun Angke? Kelamaan nunggu di Mgr jadi riweh... alias gerah dan gelisah....

Ohya... membayangkan rel ke Taman Mini menurut bayanganku kayaknya cocok dari stasiun Pasar Minggu berbelok ke timur yah? Kalau ditarik garis lurus, khan nyampe tuh ke TMII. Bener khan?

Reply
#7
iya tuh bagus..dari pasar minggu bisa jadi KRL feeder ke TMII...tapi kan disitu udah padat penduduk...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#8
Dana Komuter Wrote:I
2. Tarifnya harusnya sekalian aja bayar sekian Rupiah untuk sekian putaran.

4. Terlalu lama ngetem di stasiun Manggarai. Gimana kalau seandainya ada penumpang menyewa semisal pegawai PT. KA dari stasiun Tanah Abang ingin muter Jakarta sekian puteran, terus berakhirnya di stasiun Angke? Kelamaan nunggu di Mgr jadi riweh... alias gerah dan gelisah....

tarifnya kok jadi kayak odong2... Bingung

bayarnya tiap putararn ya??????
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)