Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
(15-02-2011, 11:42 AM)bagus70 Wrote: [spoiler=]Suasana dalam gerbong aling-aling Argo Parahyangan. Terlihat para "penumpang" sedang asyik menunggu keberangkatan. Kuntilanak Ngakak


[Image: 23hkhut.jpg]
[/spoiler]
Dari foto itu saya dapat menarik kesimpulan bahwa salah satu cara untuk meminimalkan korban jiwa akibat PLH adalah mengurangi kapasitas tempat duduk rangkaian. Tujuannya bagus, tapi caranya bikin Heran dan Bingung.

^^.....Lok Merah Biru
Iya juga sih, bisa meminimalisir..... Tapi bagaimana dengan kasus PLH Cirek waktu di Telagasari, kan tuh yang parah bukan rangkaian depan (dan atau) belakang, melainkan rangkaian ditengah, ada tiga rangkaian yang rusak parah serta terdapat korban meninggal dunia....SedihBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
(15-02-2011, 01:28 PM)Warteg Wrote: ^^.....Lok Merah Biru
Iya juga sih, bisa meminimalisir..... Tapi bagaimana dengan kasus PLH Cirek waktu di Telagasari, kan tuh yang parah bukan rangkaian depan (dan atau) belakang, melainkan rangkaian ditengah, ada tiga rangkaian yang rusak parah serta terdapat korban meninggal dunia....SedihBethe
Tambah saja kereta aling-aling ditengah rangkaian. Biar bikin Ngakak, Bingung dan Sedih.
info dari DAOP IX :
beberapa penumpang KA Probowangi mengalami PINGSAN akibat berdesakan di dalam kereta, ,ini disebabkan KA Probowangi yg ditarik lok BB hanya mampu menarik 4 gerbong sedangkan rangkaian paling depan dan belakang harus dikosongkan
akibatnya hanya ada 2 gerbong yg bisa diisi penumpang, ,padahal okupansi KA Probowangi sangat luar biasa saat hari libur gini
walhasil gerbong aling-aling yg semula dimaksudkan mengurangi korban saat terjadi PLH malah menjadi PENYEBAB korban di saat tidak ada PLH.!!
bagaimana ini.???
(07-02-2011, 11:53 AM)barkhah Wrote: Mari kita belajar menghargai apa yang sudah diusahakan oleh PT. Kereta Api (Persero) selaku penyedia jasa perkeretaapian di Indonesia. Ane yakin kebijakan ini bukan kebijakan permanen.

Rupanya anda sudah ketipu media massa... Ngeledek Ngakak

Kebijakan ini sebenarnya kreasi Dirjen KA, bukan PT KA. PT KA sebenarnya tidak mau mengeluarkan kebijakan seperti ini (dan juga penomoran lokomotif dan gerbong yang tolol belakangan ini).

Tapi karena ditekan oleh orang-orang Dirjen KA, ya mau apa lagi? Bethe

Dulu-dulu kita juga sudah sering melihat kecelakaan serupa, atau malah lebih spektakuler! Tapi terus kelanjutannya adalah kebijakan yang memang benar-benar bijaksana.

Jadi inget waktu PLH Gubug, kebijakan (entah dari Direksi atau Dirjen) mewajibkan lokomotif untuk selalu posisi short hood.

Tapi semenjak ketua Dirjen KA pak Tunjung Hendrawan, terus kabag keselamatan pak Hermanto Dwiatmoko, kebijakan ajaib bin konyol seputar KA mulai banyak bermunculan.

sampai kpn kebijakan ini berlaku? sangat menyensarakan penumpang dan PT KA itu sendiri..... Harus nya sistem yg diperbaiki, bukan asal buat kebijakan.... Tgl 12 feb 2011 KA 80, kereta bisnis penuh bgt sampai ada yg masuk ke eksekutif,,, bgtu juga tgl 15 KA 111 .... harus nya aling2 bisa tuk jatah penumpang., eh malah kosong + dikunci

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
(29-01-2011, 11:14 PM)Narendro Anindito Wrote: menurut instruksi dari Direktur Operasional dan Direktur Teknik, semua KA gerbong paling depan dan paling belakang harus dikosongkan dari penumpang demi keamanan terkait PLH Langen (28/01/11), belum jelas sampai kapan instruksi ini diberlakukan.

hari ini KA yg tercatat melaksanakan instruksi tersebut adalah sebagai berikut:
1. KA 10 Argo Dwipangga belakang loko B, paling belakang BP
2. KA 9 Argo Dwipangga belakang loko BP, paling belakang B.
3. KA 103 Mutiara Selatan belakang loko B, paling belakang MP2.
4. KA 33 Bima belakang loko B, paling belakang BP.
5. KA 144 GBMS belakang loko K3 kosong, paling belakang K3 yg seharusnya kosong tetapi dibobol penumpang.
6. KA 163 Sritanjung belakang lok K3 kosong + B, paling belakang K3 kosong.
7. KA 7061 belakang loko B, paling belakang K3 kosong.
kalo gini gimana ye misalnya :
1. KA 10 Argo Dwipangga belakang loko B motive batik asal kereta, paling belakang BP.....(gambar obyek2 wisata asal kereta) .... rada lebih krenz dan enak dipandang...??

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Gimana kalo aling2nya pakai Gerbong Barang, bisa PPCW atau GGW ataupun gerbong barang lainnya........??Bingung
Ga bisa ngebayangin ntar gimana jadinya.....NgakakNgakak
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
merasa blm siap dg SDM makanya pake cara ini
Keep Fighting Never Give
jujur,saya kurang setuju dengan adanya "LING-LING " ini,jelas terlihat KAI seolah-olah tidak berdaya mengatasi berbagai kecelakaan yg ada. Maaf,bukan maksud salah tafsir dr pendapat anda2 semua,namun,nyawa manusia tidak dapat digantikan oleh sebuah gerbong,tetapi bila semua sistem dan SDM yg handal berjalan optimal,mknimalisasi kecelakaan dapat terwujud. Semoga saja,amiiinnn...
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)