Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
Mubazir!
Tadi gopar cuma bwa 1 K2, belakangnya K2 LD... Kasian bgt nasib gopar...
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
just info

Tadi pagi sekitar 5-6 Kambingers digelandang PKD di BKS gara2 ketauan nggandol Kereta Aling2 nya 112 (kebetulan yg dipake K3 Selendang Pintu Kupu2 milik PWT).

Setelah itu,ketika Serayu Pagi masuk PKS, 2 'cempe' alias Kambingers bocah digelandang juga sm PKD gara2 nggandol Kereta Aling2

sekian
693-5073-893-673
(07-02-2011, 02:44 PM)pardjono Wrote:
(07-02-2011, 02:06 PM)bonbon Wrote: ada garansi gak dari pemerintah dengan mengorbankan satu kereta bisa 0 (NOL/ZERO) nyawa kembali ke maha pencipta ?
Tanggapan super duper amat sangat menggeledek sekali. Mirip tendangan penalti Mas Bambang Pamungkas. Top Banget

Kagak ada yang bisa ngasih garansi kayak gtu. Pemerintah bukan TUHAN Bro. . . Paling tidak kita lihat dulu laah apa maksud tujuan Pihak Manajemen mengeluarkan kebijakan kayak gtu. Trus diukur perolehan angka nyawa hilang akibat PLH turun atau tidak. Jika tetep tinggi bru dievaluasi lagi. Itu yang namanya pembelajaran.

Klo setiap kebijakan dikritisi secara negatif, gimana kita bisa maju. Semua perlu waktu untuk evaluasi. OKE PREND !!!! Playboy
Meskipun nubi, ane juga Railfan Lok Merah Biru
(08-02-2011, 08:12 AM)barkhah Wrote:
(07-02-2011, 02:44 PM)pardjono Wrote:
(07-02-2011, 02:06 PM)bonbon Wrote: ada garansi gak dari pemerintah dengan mengorbankan satu kereta bisa 0 (NOL/ZERO) nyawa kembali ke maha pencipta ?
Tanggapan super duper amat sangat menggeledek sekali. Mirip tendangan penalti Mas Bambang Pamungkas. Top Banget

Kagak ada yang bisa ngasih garansi kayak gtu. Pemerintah bukan TUHAN Bro. . . Paling tidak kita lihat dulu laah apa maksud tujuan Pihak Manajemen mengeluarkan kebijakan kayak gtu. Trus diukur perolehan angka nyawa hilang akibat PLH turun atau tidak. Jika tetep tinggi bru dievaluasi lagi. Itu yang namanya pembelajaran.

Klo setiap kebijakan dikritisi secara negatif, gimana kita bisa maju. Semua perlu waktu untuk evaluasi. OKE PREND !!!! Playboy

Pembelajaran apa untuk coba-coba saja mas ?
trus nanti kalo PLH (insya Alloh jgn ada lg) dan mengakibatkan korban jiwa juga walau udah ada Kereta Aling-aling gimana ?
bagaimana penanggung jawab yg buat kebijakan ini ?
kereta aling2 kan di belakang loko, nah itu yg nyetir loko di itung nyawanya nggak ?
Bila hanya untuk coba-coba, apa pernah di Test Crash dan dampak Test Crash tersebut ? (untuk yg ini ada RF yg mau jd sukarelawan ?Ngeledek)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
kagak setuju, masa ngantisipasi PLH caranya unik gitu..
Lebih baik pemerintah mempercepat pembuatan rell DT untuk me minimalisir PLH seperti ini terjadi lagi. Bisa di check dari statistik PLH yang ada , apakah ada yang terjadi di petak dengan rel DT ? sepertinya belum ada ? atau sedikit sekali kuantitasnya. Maaf bila analisa saya salah.
(08-02-2011, 01:10 PM)herudc Wrote: Lebih baik pemerintah mempercepat pembuatan rell DT untuk me minimalisir PLH seperti ini terjadi lagi. Bisa di check dari statistik PLH yang ada , apakah ada yang terjadi di petak dengan rel DT ? sepertinya belum ada ? atau sedikit sekali kuantitasnya. Maaf bila analisa saya salah.

Lha wong Pemerintah ajah tidak menganakkandungkan perkeretaapian koq, Mas... Duitnya lebih cepet buat pembebasan lahan utk track moda transportasi yg laen. Ngikik

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Belum sempat saya mengirim surat perihal protes penomoran gerbong, eh sekarang sudah ada kebijakan tolol dari Dirjen KA lagi. Pka Hermanto Dwiatmoko, maaf anda tidak qualified untuk mengatur KA. Dari sorot mata anda saja sudah kelihatan kalau anda tidak kompeten.
(08-02-2011, 08:33 AM)bonbon Wrote:
(08-02-2011, 08:12 AM)barkhah Wrote:
(07-02-2011, 02:44 PM)pardjono Wrote:
(07-02-2011, 02:06 PM)bonbon Wrote: ada garansi gak dari pemerintah dengan mengorbankan satu kereta bisa 0 (NOL/ZERO) nyawa kembali ke maha pencipta ?
Tanggapan super duper amat sangat menggeledek sekali. Mirip tendangan penalti Mas Bambang Pamungkas. Top Banget

Kagak ada yang bisa ngasih garansi kayak gtu. Pemerintah bukan TUHAN Bro. . . Paling tidak kita lihat dulu laah apa maksud tujuan Pihak Manajemen mengeluarkan kebijakan kayak gtu. Trus diukur perolehan angka nyawa hilang akibat PLH turun atau tidak. Jika tetep tinggi bru dievaluasi lagi. Itu yang namanya pembelajaran.

Klo setiap kebijakan dikritisi secara negatif, gimana kita bisa maju. Semua perlu waktu untuk evaluasi. OKE PREND !!!! Playboy

Pembelajaran apa untuk coba-coba saja mas ?
trus nanti kalo PLH (insya Alloh jgn ada lg) dan mengakibatkan korban jiwa juga walau udah ada Kereta Aling-aling gimana ?
bagaimana penanggung jawab yg buat kebijakan ini ?
kereta aling2 kan di belakang loko, nah itu yg nyetir loko di itung nyawanya nggak ?
Bila hanya untuk coba-coba, apa pernah di Test Crash dan dampak Test Crash tersebut ? (untuk yg ini ada RF yg mau jd sukarelawan ?Ngeledek)

Ya inilah mental bangsa kita. Membenturkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada kaitannya. Fokus kebijakan ini adalah untuk pengamankan penumpang dari PLH dan bukan crew KA. Bagaimana dengan Masinis dan crew lain yang ada di lokomotif ?. Nah itu pihak manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Dirjen KA lah yang lebih tau. Mungkin dengan menerbitkan kebijakan lain misalnya.

Kebijakan seperti ini bukan diselesaikan dengan test crash, tapi dengan regulasi dan perbaharuan infrastruktur. Kecuali jika PT. INKA sudah mampu memproduksi loko sendiri. La wong loko saja masih membeli dari GE . . . Ngakak
Meskipun nubi, ane juga Railfan Lok Merah Biru
untuk kereta eksekutif jarak jauh masih mungkin depan pasang BP belakang gerbong Parcel/barang
tp untuk kelas ekonomi ?
Biarkan Aku berlari secepat CC 204 03 02, terbang tinggi seperti A340-600, dan gagah seperti Legacy SR-1
youtube nya BagusRailfans
Flickrnya BagusRailfans
Twitter : @BagusRailfans
218071D7 for more Inpoh ! Xie Xie


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)