Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Harapan Kita Untuk Perkeretaapian Indonesia yang lebih baik (Diskusi dan Solusi)
#41
Itu juga yang saya takutkan bakal terjadi. Lihat saja apa yang sudah terlanjur terjadi: KA Bandung-Jakarta.

Selama 30-an tahun KA Parahyangan gagah berani mengantarkan ratusan penumpang per trip BD-JKT PP "since 31st July 1971", sekalipun di hari kerja. Sekalipun lahir "saingan" baru di HUT-nya ke 24, Argo Gede (31 Juli 1995), Parahyangan tak hentinya melayani penumpang, baik di kelas Eksekutif maupun di kelas Bisnis.

Tapi, semenjak konstruksi Tol Purbaleunyi rampung tahun 2003/4 (sudah agak lupa) okupansinya, berikut saudaranya Argo Gede (24 tahun lebih muda), mulai menurun, bahkan merosot. Pelayanan pun tak jauh berbeda nasibnya dengan okupansi: merosot. Padahal harga terus naik, naik, dan naik. Seingat saya, sampai nafas terakhirnya, harga tiket Argo Gede sudah mencapai nilai Rp. 65.000,- tanpa makanan tuslah dan tanpa slogan "JB-250" (Jakarta-Bandung 2,5 jam - 50 melambangkan usia RI ketika KA ini diluncurkan bersama KA Argo Bromo JS-950 sebagai KA Argo yang pertama), malah yang ada justru waktu tempuh menjadi lebih lambat sampai sekitar 1 jam.

Sampai tiba suatu hari Senin "hitam" dalam sejarah perkeretaapian relasi BD-JKT, 26 April 2010: kedua KA tersebut "hilang" dari peredaran. Beruntung ada penggantinya: Argo Parahyangan. Beruntung juga karena okupansinya membaik setelah peleburan kedua KA tersebut (baik dari segi nama - Argo dan Parahyangan - maupun dari segi rangkaian - K1 eks-Argo Gede batch 025** kecuali yang KA 7065-8, memakai rangkaian seri 985** punya Argo Wilis dan K2 eks-Parahyangan). Tapi ada satu hal yang, menurut saya, sangat penting, yang hilang sejak peleburan Argo dan Parahyangan: jumlah trip per hari yang berkurang, mengakibatkan KA BD-JKT PP tidak bisa lagi berangkat setiap 1 jam... Padahal pesaing-pesaing beratnya, perusahaan-perusahaan travel, gencar memburu penumpang dengan slogan "Berangkat tiap jam, berangkat 1 orang".

Ditambah lagi, travel menyediakan jasa makanan tuslah sepanjang perjalanan (belum semua, kebanyakan masih cukup berupa air mineral cup/botol). Hal yang telah hilang dalam sejarah perkeretaapian masa kini... Memang soal kenyamanan KA unggul jauh dari travel, tapi soal ketepatan waktu: di hari kerja travel sangat gesit dan on-time, di hari libur, KA masih menang sedikit (karena tidak segesit travel walau jam berangkat/tiba bisa dibilang on-time) karena travel terjebak kemacetan di pintu masuk Jakarta (Gerbang Tol Pd. Gede Timur).

Itu baru soal KA jarak dekat, bagaimana dengan yang jarak jauh, seperti Jakarta-Semarang, Yogya, dan Surabaya PP? Bisa-bisa, kalau tidak segera ditingkatkan (terlebih orang-orang Dirjen KA cuma ngurusin persoalan yang ga penting banget - penomoran baru lokomotif), bisa-bisa KA legendaris yang masih eksis sekarang ini, seperti Bima dan Argo Bromo Anggrek, dalam jangka waktu tertentu hanya tinggal kenangan, seperti KA Argo Gede dan sesepuh KA Parahyangan, habis ditelan perkembangan moda transportasi darat lainnya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#42
Nah, ini merupakan PR bagi direksi KA
Reply
#43
naik K1 bayar mahal tapi MASUK ANGIN karna gak dapet apa2..
Reply
#44
Widih... Shantika BIG TOP tuh
HINO RK-8 260 Tentrem Galaxy AirS/2009, sayang bis ini udah turun kelas dri BIG TOP 26 seat jadi Executive 30 Seat, udah 3 kali naik Shantika Big Top ini, Jepara-Kudus-Semarang-Jakarta, selain yang ini ada yang lebih
BIG TOP sekarang lagi pakai engine n sasis SCANIA K-380 Tentrem Scorpion King/2010, anak2 Bismania nyebutnya SCANIA KEBO.
Reply
#45
(08-01-2011, 05:46 AM)joe cole Wrote: Widih... Shantika BIG TOP tuh
HINO RK-8 260 Tentrem Galaxy AirS/2009, sayang bis ini udah turun kelas dri BIG TOP 26 seat jadi Executive 30 Seat, udah 3 kali naik Shantika Big Top ini, Jepara-Kudus-Semarang-Jakarta, selain yang ini ada yang lebih
BIG TOP sekarang lagi pakai engine n sasis SCANIA K-380 Tentrem Scorpion King/2010, anak2 Bismania nyebutnya SCANIA KEBO.

Wah..ulasan Oom Joe mengingatkan saya pada forum sebelah..Xie Xie

udah lama nggak berselancar disana..NgakakNgakak

ehm,
tapi emang kalo perbandingannya adalah harga memang cukup serba salah.

Kalau dalam K3 atau KA Komuter,memang KA lebih murah
tapi untuk KA Komersil jatuhnya lebih mahal daripada BUS

mahal atau murah nya kembali soal " You Get What You Paid" pada Bus dan KA
693-5073-893-673
Reply
#46
setuju sama TS & illia. naik kereta sekarang antara Cost banding kenyamanan rationya makin kecil.
share pengalaman naik K1 paling laris Argo Lawu. Ane pertama kali naik Argo Lawu taun 96/97. saat itu adalah saat pelayanan PT KA berada di tingkat paling atas. Makanan tuslah yang masih sangat enak, pelayanan dari prami & prama yang profesional, serta fasilitas yang sangat-sangat memadai. tahun 2002an kembali naik argo lawu pelayanan dan kenyamanan sedikit berkurang namun masih memuaskan. Tahun 2009 saat awal-awal kepemimpinan Pak Jonan, pelayanan Argo Lawu kembali naik. ane pun sempet optimis dengan masa depan pelayanan kereta api.

namun kemaren ane naik Argo Lawu, bener-bener ngerasain penurunan pelayanan dan kenyamanan. kursi RC berisik, kereta yang semakin kusam, makanan kurang enak & Mahal. pokoknya kurang nyaman (padahal pake k1-08) /swt . jadi inget pas ane jemput bokap dari semarang di JNG terus numpang sampe GMR naik argo muria. keadaan yang sama ane rasain juga. RC berisik, ACnya berisik dan gak dingin. Makin ngerasa aneh dengan keadaan KA Bendera. sebegitu parahkah keadaan KA Bendera sekarang.

Keadaan berbeda ane rasain beberapa hari kemudian saat pulang ke jakarta dengan KA Bogowonto. Kursinya emang gak RC, tapi gak berisik. ACnya mungkin gak sebagus K1 tapi gak panas. Ane coba ke KM lalu pesen nasi goreng sama teh manis panas. Porsi Nasi gorengnya jauh lebih manusiawi daripada yang di K1 dengan tambahan ayam pula!!!! setelah beberapa suap ane cobain tehnya, rasanya jauh lebih enak daripada di KA Argo Lawu yang rasanya udah kayak teh sore yang dimasak pagi-pagi. mungkin bisa ane bilang itu rasa teh paling enak selama ane pernah naik KA. pas bayar ane kaget lagi karena nasi goreng + ayam dihargain 13rb dan teh 3 rb. Karena bogowonto itu K3 jadi gak dapet tuslah selimut dan bantal, sewa bantal 3rb selimut 5rb. bantalnya ya standar bantal k3 & k2. gak bisa diharapin banyak. tapi selimutnya malah lebih bagus dari k1 yang udah kayak Handuk. Ane rasain itu adalah perjalanan KA ternyaman dalam beberapa taun terakhir.

ane rasa sih buat PT KA kalo emang udah gak terlalu sanggup ngejaga kualitas K1 lebih baik semua kereta diganti jadi K3 AC. ada seorang temen bilang naik bis dari kutoarjo ke jakarta tarifnya sama dengan KA bogowonto dapet makan dan AC lagi. tapi KA tetep punya keunggulan yaitu bisa jalan-jalan dan tidur selonjoran. tidur selonjoran di K1? ada foot res yang ngalangin kalo mau tidur di antara kursi. say no to K1, say yes to K3 AC. daripada K1 malah jadi beban keuangan PT KA, mending PT KA fokus di KA BArang, Angkutan Comuter, dan K3 AC. K1 versus bus exe ato SE? saat ini harus diakui dari kenyaman, dan fasilitas PT KA kalah...
Reply
#47
(07-01-2011, 09:15 AM)Bangunkarta Wrote: wah terima kasih untuk masukannya mas bagus....

mungkin saya memang aga primitif membandingkan kereta bisnis dengan bis eksekutif.... cuman saya orangnya tidak mau terjebak dengan stigma dan paradigma sempit dalam sebuah nama.... makanya saya buat komparasi tidak berdasarkan nama tapi berdasarkan valuablenya besaran biaya yang dikeluarkan oleh konsumen pada suatu rute..... saya membuat perbandingan dengan karcis pada kisaran 100-130rb apa yang konsumen dapat dengan naik moda transportasi umum......

dan kalo bicara strata memang perbandingan saya udah benar kan... bis eksekutif itu kan juga seri-B (bukan strata tertinggi) kek kereta bisnis kan juga serie-B.... kalo bus serie-A (kasta tertinggi) nya kan Super Eksekutif, dgn TD 2-1 dan fasilitasnya pasti lebih dari sekedar bus eksekutif, namun tarifnya juga kisaran 200rb ke bawah......

Baik...baik.... Saya bisa memahami latar belakang pemilihan variabel oleh mas Bangunkarta.

Walaupun tetap saja, kelihatan bagi saya kalau pemilihan mas Bangunkarta tetap berdasarkan nama ("kelas bisnis").

Akan lebih adil kalau kedua variasi adalah kendaraan ber-AC.

Ini adalah thread yang kesekian kali yang membahas komparasi KA dibandingkan moda transportasi lain.
Saya sendiri juga agak jengah dengan perkembangan pelayanan KA yang makin hari makin menurun (walaupun pak Ingatius Jonan punya banyak gebrakan peningkatan pelayanan, tapi banyak dirongrong oleh bawahannya).

Dulu (hingga sekarang) yang paling saya sorot adalah penghilangan lantai karpet dari KA EXA. (Percaya atau tidak, secara tidak langsung kebijakan ini juga mempengaruhi Malaysian Airlines untuk menghilangkan karpet dari pesawatnya Heran ).

Peniadaan makanan tuslah itu bukanlah salah satu puncak kekecewaan saya tentang pelayanan KA, tapi yang terjadi sebelumnya, yaitu pengurangan jatah makanan.

Alasan utama kenapa PT KA enggan meningkatkan pelayanan adalah.... mereka tidak tahu apa pelayanan itu! Red Bull

Maklum mereka tidak bisa membedakan antara "pelayanan" dan "dinasan", karena kedua kata itu kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi "Service". PAdahal keduanya konteksnya berbeda jauh.
Reply
#48
(08-01-2011, 07:37 AM)tomrys Wrote:
(08-01-2011, 05:46 AM)joe cole Wrote: Widih... Shantika BIG TOP tuh
HINO RK-8 260 Tentrem Galaxy AirS/2009, sayang bis ini udah turun kelas dri BIG TOP 26 seat jadi Executive 30 Seat, udah 3 kali naik Shantika Big Top ini, Jepara-Kudus-Semarang-Jakarta, selain yang ini ada yang lebih
BIG TOP sekarang lagi pakai engine n sasis SCANIA K-380 Tentrem Scorpion King/2010, anak2 Bismania nyebutnya SCANIA KEBO.

Wah..ulasan Oom Joe mengingatkan saya pada forum sebelah..Xie Xie

udah lama nggak berselancar disana..NgakakNgakak

ehm,
tapi emang kalo perbandingannya adalah harga memang cukup serba salah.

Kalau dalam K3 atau KA Komuter,memang KA lebih murah
tapi untuk KA Komersil jatuhnya lebih mahal daripada BUS

mahal atau murah nya kembali soal " You Get What You Paid" pada Bus dan KA

Ngeledekbisa aja nih......
tapi emang yah kalo di Forum sebelah tuh para operatornya lebih terbuka, terbuka sama saran dan kritik yang diberikan buat kemajuan mereka sendiri tentang peningkatan pelayanan kepada konsumen, banyak inovasi di sana yang merupakan usulan dari para member forum saat mereka mengadakan kunjungan ke sejumlah operator bis.
Entah kalo di PT.KA......Teman2 Semboyan 35 Senior pernahkah melakukan kunjungan dan bertemu dengan Orang No.1 di PT.KA tuk sharing tentang peningkatan pelayanan KA....?? dan bagaimana tanggapan mereka
Reply
#49
(08-01-2011, 10:25 AM)big bro Wrote: setuju sama TS & illia. naik kereta sekarang antara Cost banding kenyamanan rationya makin kecil.
share pengalaman naik K1 paling laris Argo Lawu. Ane pertama kali naik Argo Lawu taun 96/97. saat itu adalah saat pelayanan PT KA berada di tingkat paling atas. Makanan tuslah yang masih sangat enak, pelayanan dari prami & prama yang profesional, serta fasilitas yang sangat-sangat memadai. tahun 2002an kembali naik argo lawu pelayanan dan kenyamanan sedikit berkurang namun masih memuaskan. Tahun 2009 saat awal-awal kepemimpinan Pak Jonan, pelayanan Argo Lawu kembali naik. ane pun sempet optimis dengan masa depan pelayanan kereta api.

namun kemaren ane naik Argo Lawu, bener-bener ngerasain penurunan pelayanan dan kenyamanan. kursi RC berisik, kereta yang semakin kusam, makanan kurang enak & Mahal. pokoknya kurang nyaman (padahal pake k1-08) /swt . jadi inget pas ane jemput bokap dari semarang di JNG terus numpang sampe GMR naik argo muria. keadaan yang sama ane rasain juga. RC berisik, ACnya berisik dan gak dingin. Makin ngerasa aneh dengan keadaan KA Bendera. sebegitu parahkah keadaan KA Bendera sekarang.

Keadaan berbeda ane rasain beberapa hari kemudian saat pulang ke jakarta dengan KA Bogowonto. Kursinya emang gak RC, tapi gak berisik. ACnya mungkin gak sebagus K1 tapi gak panas. Ane coba ke KM lalu pesen nasi goreng sama teh manis panas. Porsi Nasi gorengnya jauh lebih manusiawi daripada yang di K1 dengan tambahan ayam pula!!!! setelah beberapa suap ane cobain tehnya, rasanya jauh lebih enak daripada di KA Argo Lawu yang rasanya udah kayak teh sore yang dimasak pagi-pagi. mungkin bisa ane bilang itu rasa teh paling enak selama ane pernah naik KA. pas bayar ane kaget lagi karena nasi goreng + ayam dihargain 13rb dan teh 3 rb. Karena bogowonto itu K3 jadi gak dapet tuslah selimut dan bantal, sewa bantal 3rb selimut 5rb. bantalnya ya standar bantal k3 & k2. gak bisa diharapin banyak. tapi selimutnya malah lebih bagus dari k1 yang udah kayak Handuk. Ane rasain itu adalah perjalanan KA ternyaman dalam beberapa taun terakhir.

ane rasa sih buat PT KA kalo emang udah gak terlalu sanggup ngejaga kualitas K1 lebih baik semua kereta diganti jadi K3 AC. ada seorang temen bilang naik bis dari kutoarjo ke jakarta tarifnya sama dengan KA bogowonto dapet makan dan AC lagi. tapi KA tetep punya keunggulan yaitu bisa jalan-jalan dan tidur selonjoran. tidur selonjoran di K1? ada foot res yang ngalangin kalo mau tidur di antara kursi. say no to K1, say yes to K3 AC. daripada K1 malah jadi beban keuangan PT KA, mending PT KA fokus di KA BArang, Angkutan Comuter, dan K3 AC. K1 versus bus exe ato SE? saat ini harus diakui dari kenyaman, dan fasilitas PT KA kalah...

bener mas,....
ane naik K1 muttim jg gt..
dl thn 90an....pelayanan masih numero uno lah..
tp makin lama grafik terus menurun..
terkhir bln kmrn naik muttim bete banget, udah datang telat, kursiny berisik minta ampun, pintu dalam kereta rusak jd hawa panas masuk kdalam, jalan ny gremet lagi..Bethe
Reply
#50
(08-01-2011, 10:25 AM)big bro Wrote: ane rasa sih buat PT KA kalo emang udah gak terlalu sanggup ngejaga kualitas K1 lebih baik semua kereta diganti jadi K3 AC. ada seorang temen bilang naik bis dari kutoarjo ke jakarta tarifnya sama dengan KA bogowonto dapet makan dan AC lagi. tapi KA tetep punya keunggulan yaitu bisa jalan-jalan dan tidur selonjoran. tidur selonjoran di K1? ada foot res yang ngalangin kalo mau tidur di antara kursi. say no to K1, say yes to K3 AC. daripada K1 malah jadi beban keuangan PT KA, mending PT KA fokus di KA BArang, Angkutan Comuter, dan K3 AC. K1 versus bus exe ato SE? saat ini harus diakui dari kenyaman, dan fasilitas PT KA kalah...

Ha...ha..ha... asal njeplak ngablak bablas ngomongnya. Ngeledek

Anda cuman melihat kondisi sekarang dari perspektif sempit anda, tanpa memperhitungkan penumpang yang sudah usia lanjut. Dan anda cuman melihat kondisi pelayanan, tanpa memperhitungkan bahwa suatu saat pelayanan di K3AC bisa saja menurun di masa depan. Ngeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)